
"Kita harus segera pulang, Noah"
"Eh? Sekarang? Tapi, mereka?"
"Kita akan berpamitan dengan mereka"
Naru pun membantu Noah berdiri dan merapikan dirinya. Menyentuh kedua pundaknya dan seketika sebuah jubah vampir berwarna merah muncul dan terjuntai ke tanah.
"Kamu, sudah baik-baik saja kan?"
"Um! Ini, apa Naru?"
"Apa kamu menyukainya? Ini sangat pantas untukmu"
"Bagus sekali"
"Syukurlah. Mari kita berangkat sekarang"
Vampir itu berlutut dan menawarkan telapak tangan kanannya untuk Noah, Noah pun menarik sedikit jubahnya sambil sedikit menekuk lutut tanda dia dengan senang hati menerima ajakannya.
Setelah mencium tepat di cincin yang dikenakan Noah, Naru menggenggam tangannya dan bersiap menghilang untuk menuju tempat Lidya dan yang lainnya berada.
"Whuss.. Cring"
Hari sudah petang dengan langit dihiasi penuh bintang. Noah dan Naru telah tiba dan menapakkan kakinya di lantai Sang Dewi. Mengejutkan semua orang yang melihatnya.
"Noah?", tanya Lidya sedikit terkejut dengan kedatangannya yang tiba-tiba.
"Kak Lidya, aku dan Naru akan pulang. Terima kasih untuk kalian semua yang telah menerima kehadiran kami dengan sangat baik"
"A-adik kecil? Kalian muncul dari mana?", tanya Leo kebingungan.
Naru pun mendekati William dan Ali untuk memberikan jabat tangan tanda terima kasih dan sebagai tanda pamit.
"Kami, berhutang budi kepada kalian. Semoga, suatu saat nanti kita bisa bertemu kembali", ucap Naru.
"Kak Leo, kamu sangat ramah dan lucu. Dan semuanya sangat baik kepada kami, terima kasih banyak sekali lagi"
"Jaga diri kalian ya?! Jangan lupa undang kami di pernikahan kalian", ucap Lidya.
"Jaga gadismu baik-baik. Lindungi dia, jangan sampai kau membuatnya terluka", ucap Ali.
Lidya pun mengalungkan tangannya ke lengan Ali, membuat Noah tersenyum lebar dan bahagia mengetahui orang yang paling Lidya sayang adalah Ali.
Noah melambaikan tangannya kepada seluruh anggota arkeolog sebelum dia dan Naru benar-benar menghilang dari hadapan mereka.
"Kamu sudah siap Noah?"
"Iya", Noah menoleh ke arah Naru.
"Jangan lupakan kami ya adik kecil", pungkas Leo sambil terus melambaikan kedua tangannya.
"Mereka benar-benar ajaib. Apa mereka bukan manusia?", tanya Levi heran.
"Mereka manusia sama seperti kita, hanya saja mereka adalah makhluk abadi yang sangat istimewa", sahut William.
Noah dan Naru menghilang dan tiba di rumah Saga. Berada di luar untuk bersiap mengetuk pintu.
__ADS_1
"Naru, kita di mana?"
"Aku ingin menemui Haru sebentar"
"Haru?"
Saga pun membuka pintu dan terkejut melihat kehadiran Naru dan Noah yang terlihat sangat sehat dan bahagia.
"Masuklah", ajak Saga.
Saga membawa Noah dan Naru ke ruangan Haru berada. Di sana Haru sudah siuman dan duduk bersandarkan bantal di belakangnya.
Naru menggandeng tangan Noah saat masuk ke dalam ruangan Haru. Tanpa penjelasan apapun, Haru langsung mengerti dengan jubah merah yang dikenakan Noah, bahwa Naru akan menikahi Noah secepatnya.
Apalagi cincin di jari Noah semakin jelas terlihat saat mereka berdua lebih mendekatkan diri kepada Haru.
"Haru, bagaimana keadaanmu?", tanya Naru
"Sudah lebih baik", balasnya tersenyum ramah
"Syukurlah"
"Mama Nowa", sahut Chacha seraya dia langsung berlari dan memeluk Noah.
"Eeeh.. Mamamu sudah kembali ya Chacha? Papa senang melihat kamu bisa bertemu kembali dengan Mama Nowa", ucap Saga
"Dasar Saga! Elo tu berani banget menunjukkan dirimu sebagai Papanya dihadapan gadis itu", gerutu Sean.
Di samping itu, Naru akan menyampaikan kepada Haru bahwa dia akan menikahi Noah secepatnya. Juga, dia akan mengajak Haru pulang ke kerajaan vampir eropa untuk berdiskusi bersama Raja dan yang lainnya.
"Haru, kalo bisa kalian pulang sekarang bersama kami. Karna aku dan Noah akan pulang dan menghadap Sang Raja"
"Eh? Ki-kita akan pulang ke Eropa? Uwaa", sahut Sean merasa sangat gembira.
"Apa aku juga diajak?", tanya Saga khawatir.
"Tentu saja kau akan diajak", timpal Sean.
"Baiklah. Kita, bersiap sekarang"
Naru bersiap menciptakan lingkaran sihir untuk membuat portal jalan penghubung menuju kerajaan vampir Eropa.
"Srruiing..", Sebuah lingkaran sihir bercahaya memenuhi seluruh ruangan. Naru menggenggam tangan Noah dan yang lainnya juga saling berpegangan tangan.
"Jangan kaget ya Noah, kalo kerajaan kami di Eropa tidak terlihat indah bagimu", ucap Naru.
"Tidak masalah", balas Noah tersenyum.
Seketika Naru dan yang lainnya menghilang dengan sekejap mata. Dan mereka telah sampai di kerajaan vampir Eropa. Berada di sebuah kastil yang menjulang tinggi ke langit di kaki gunung dengan tebing di bawahnya.
Mereka berada di atas karpet merah tepat di hadapan sang Raja yang duduk di singgasananya yang tinggi dan agung.
"Selamat datang anak-anakku", ucap Sang Raja.
Naru, Haru dan Sean langsung memberikan penghormatannya kepada Raja. Diikuti Noah, Saga dan Chacha.
Saat Noah mencoba memfokuskan pandangannya lagi ke arah Raja, dia melihat ada seorang pria paruh baya yang sangat dia kenal berdiri dekat di samping Raja.
__ADS_1
Noah menoleh ke arah Naru, "Dia, ayah?"
"Umm..", Naru mengangguk
"A-ayah?", panggil Noah
"Temuilah putrimu dan berikanlah mereka berdua restumu", pinta Raja vampir
Tanaka pun berjalan menghampiri Noah dan memberikan pelukan hangat seorang ayah kepada putrinya yang tercinta.
"Ayah, aku sangat merindukanmu"
"Ahaha.. Kukira kamu telah melupakan ayah karena ada Naru"
"Jangan seperti itu! Kenapa ayah tidak bilang jika ayah ada disini?"
"Kamu bilang kamu tidak akan ikut", jawab Tanaka singkat.
"Mmoo.. Ayah harus ceritakan segalanya kepadaku tentang semua ini"
"Baiklah. Tapi sebelum itu, kamu istirahat dulu ya. Ayah akan antar kalian ke tempat kalian"
"Mama Nowa, punya Papa?"
"Eh? Chacha. Iya, dia adalah ayahnya Mama"
"Ka-kamu sudah punya anak Noah?" tanya Tanaka terkejut sambil melirik tajam ke arah Naru. Naru sedikit merasa ketakutan.
"Apa yang telah Naru perbuat kepadamu hingga kamu memiliki anak sebesar ini?"
"Eh? Maksudnya apa ayah?" Noah tidak mengerti.
"Papa Nowa, siapa?"
"Panggil aja kakek, Chacha"
"Kakek?"
"Kakek?" Tanaka malah semakin shock. Dia memegangi jantungnya karena merasa sedang mendapat serangan jantung dadakan.
"Ternyata.. Aku sudah sangat tua", keluhnya.
Saga dan Sean tertawa melihat tingkah Tanaka bersama Noah dan Chacha.
"Kalo begitu, aku kembali ke kamar duluan", ucap Haru seraya berjalan sendiri dengan langkah dingin dan putus asa.
"A-aku temenin ya", sahut Sean, Saga pun juga mengikutinya.
"Naru, bagaimana keadaan Haru?", tanya Raja.
"Dia cukup kehilangan banyak energi dan kekuatan setelah apa yang dia lakukan saat menciptakan fatamorgana di gurun pasir"
"Kenapa dia gegabah sekali", keluh Raja.
"Umm..", Naru hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Fata-morgana?", batin Noah.
__ADS_1
"Aku lupa ingin menanyakan itu kepada Naru. Sebenarnya apa yang akan terjadi?", gumam Noah.