Love Story Twin Vampire

Love Story Twin Vampire
Rahasia Terungkap


__ADS_3

Malam pun tiba. Tanaka dijemput oleh para vampir pengawal kerajaan. Tanaka merasakan ketenangan saat perjalanan berlangsung, namun saat dia tiba di kerajaan dia melihat banyak Vampir tersiksa dan menggila.


Terjadi wabah vampir yang membuat vampir menjadi gila karena berani menghisap darah makhluk dan saling bunuh satu sama lain. Raja tidak berdaya melakukan apapun. Dia hanya bisa mengharapkan putra kembarnya bisa segera kembali kepadanya.


Tanaka masuk ke dalam bangunan kerajaan dan bertemu langsung dengan raja vampir bermata merah. Tanaka sangat tenang berhadapan dengan Sang Raja.


Tubuh sang raja cukup besar, dua kali lebih besar dari tubuh Tanaka. Jubahnya pun sangat lebar dan terjuntai di tanah, menambah kewibawaannya saja. Rambutnya panjang dengan dikuncir di ujungnya. Bersandar di tahtanya bak raja yang sangat disegani. Namun, Sang Raja terlihat sedang tidak baik-baik saja.


Tanaka hanya datang dengan penampilan ekoniknya, celana formal berwarna coklat dengan kemeja putih panjang dan rompi tuxedo. Kaca mata menghiasi matanya yang tipis dan sayu. Rambutnya pendek dengan uban segaris di rambut belakang. Dia membawa tas tenteng khas seorang arkeolog.


"Selamat datang saudaraku", sapa Sang Raja.


"Salaam.. Tuanku", balas Tanaka


Tanaka sebenarnya adalah keturunan dari Peramal kerajaan. Sehingga Sang Raja pun menganggap Tanaka seperti keluarganya sendiri. Karena Peramal sangat berjasa dalam menentukan nasib dan takdir kerajaan.


"Apa yang bisa kau sampaikan kepadaku wahai Peramal yang agung?"


"Putra Anda telah jatuh cinta kepada putri saya tuanku", ucap Tanaka sedikit mengubah suasana.


"Aha ha ha ha", seketika Raja hanya tertawa.


"Dewi matahari telah memberikan sebagian kekuatannya kepada putriku, Noah. Namun.."


"Apa yang membuatmu ragu wahai Peramalku?"


"Namun, Haru akan mengubah Noah menjadi sang dewi seutuhnya untuk menggantikan Dewi Matahari yang sesungguhnya"


"Apa kau merasa kecewa?"


"Inilah takdir yang harus aku terima"


"Lalu, bagaimana dengan nasib Naru?"


"Aku belum bisa memastikannya. Aku tidak bisa meramal cinta. Karena kekuatan cinta lebih agung dari segalanya wahai Tuanku"


"Lalu, Siapakah Delano itu?"


"Delano adalah tubuh yang dipakai Haru untuk berteduh saat nyawa Haru terpisah dari raganya. Saat ini, Haru sedang mendatangi dimana jasadnya berada"


"Padahal, aku telah meminta Naru untuk kembali ke sini. Bagaimana nasih Noah kalo seperti itu?"


"Naru akan melindunginya"


"Hmm..", Sang Raja hanya mengelus dagunya.


"Tuanku", seketika Tanaka menatap tajam ke arah Sang Raja. Raja pun membenahkan duduknya untuk mendengarnya lebih serius.


"Sebenarnya, Delano adalah putra penyihir yang akan memusnahkan keberadaan vampir. Dia memiliki kekuatan menghirup jiwa dengan sangat mudah. Anda, harus berhati-hati"


"Aha ha ha haha!!"


"Baiklah Peramalku. Mari, akan aku antar kau ke ruanganmu untuk beristirahat. Tapi, temani aku makan malam ya? Ahahahaha"


...****************...


Delano sudah menemukan keberadaan jasad Haru. Delano sendiri membiarkan tubuhnya dikendalikan Haru, supaya dia bisa memahami siapa sebenarnya Haru itu.

__ADS_1


Dia berada di dalam gua yang sunyi dan gelap. Tidak ada kehidupan sedikitpun di sana, seperti kelelawar, ikan ataupun binatang melata lainnya.


"Pantas saja jasadku sulit untuk ditemukan. Ternyata, tempat ini benar-benar tersembunyi. Aku harus mengucapkan terima kasih kepada Noah"


Delano membuka peti mati tersebut dan terlihat jasad Haru yang masih awet, utuh, bersih dan tampan. Haru pun keluar dari tubuh Delano dan langsung merasuk kembali ke dalam jasadnya.


"Haa ah.. Akhirnya aku bisa kembali di tubuh vampirku juga. Serasa bernostalgia, aku sangat merindukan tubuh ini"


Haru berjalan keluar gua meninggalkan tubuh Delano. Delano seketika kehilangan tenaga dan pingsan sejenak. Haru pun pergi tanpa ucapan sepatah kata pun kepada tubuh Delano.


...****************...


"Malam ini, aku harus kembali ke kerajaan", ucap Naru di dalam kamar tidurnya sendiri.


"Tok tok tok"


"Naru?"


"Ada apa Noah?"


"Uum.. Bisakah kita melihat langit bersama?"


"Eh?", Naru tersentak kaget dengan permintaan manja dari Noah. Dia pun menurutinya.


Mereka berdua kembali duduk di serambi teras dekat kebun belakang rumah. Melihat ke arah langit yang bersih tanpa awan dan bintang yang menghiasi. Sunyi.


"Langit terlihat indah"


"Apa? Di mana letak keindahannya?", batin Naru memicingkan matanya karena memang tidak ada keindahan terlukis di langit tersebut.


"Ada apa dengannya?", batinnya lagi.


"Noah?"


"Hiks hiks.."


"Kok Nangis?"


"Naru.. Maafkan aku.."


"Apa? Untuk apa?"


"Aku, tidak tahu..", Noah pun mengarahkan tangisannya kepada Naru dengan bercampur tawa kecil menghiasi bibir dan wajahnya yang basah.


"Gadis ini, dia merasa bersalah karena tidak membiarkanku pergi krna dia memang tidak ingin aku meninggalkannya", batin Naru.


"Dasar Childish girl. Jangan menangis", Ucap Naru tersenyum serasa membelai lembut kedua pipi Noah sekaligus menghapus air matanya yang mengalir.


"Ada apa? Katakan dengan baik", lanjut Naru.


"Kamu akan pergi", seketika Noah memeluk tubuh Naru.


"Tenang saja, aku akan kembali", balas Naru mengelus kepala Noah dengan mesra.


"Be- Berapa lama?", Noah mencoba bertanya.


"Umm.. Di dunia kami, satu hari di dunia vampir itu seperti satu minggu di dunia manusia"

__ADS_1


"Eh? Kok bisa gitu?"


"Entahlah. Karna kita berbeda mungkin"


"Be- Berapa lama?"


"Eh? Noah.. Apa kamu ingin aku mengulangi jawaban yang sama seperti tadi?"


Noah menggeleng.


"Gadis pintar. Percayalah kepadaku, aku pasti akan kembali. Maafkan aku ya karna tidak bisa menjaga amanah dari ayahmu"


Noah masih menggeleng.


Naru pun menutup mata Noah dan mendongakkannya menghadap ke arahnya. Leher Noah pun terlihat jelas dengan tulang tenggorokan dan tulang selangka yang membuat Naru terpana. Ada pergerakan saat Noah mencoba menelan ludahnya sendiri.


"Noah, kamu adalah milikku, gadisku. Aku akan memberikan perlindungan kepadamu supaya tidak ada pria lain yang berani mendekatimu", Naru terus menciummi bibir Noah sampai beberapa kali.


Naru mengarahkan taringnya yang tajam dan "Slep" menancapkannya diantara tulang tenggorokan dan tulang selang tersebut.


"Ack! Aaaahh!", Seketika Noah melenguh kesakitan. Dia pun membungkam mulutnya sendiri untuk meredam suaranya itu.


"Apa masih terasa sakit?", tanya Naru seraya melepas gigitannya.


Noah mengangguk.


Melihat mata sayu yang berbinar-binar membuat Naru semakin beregairiah, apa lagi nafas Noah yang terengahe-engahe membuatnya juga semakin terbuai.


Dia mengangkat tubuh Noah dan membawa ke kamarnya. Manidurkannya di ranjang milik Naru. Mulai menggigit lagi di leher sebelah kanan kemudian berganti di leher sebelah kiri.


"Kamu semakin kuat Noah"


Kecupan diiringi hisapan darah membuat Noah juga ikut terbuai. Darahnya mendesir dan membuat Noah semakin tidak berdaya.


Naru berganti menggigit pundak kanan kemudian ke pundak kiri juga. Dia benar-benar memberikan banyak tanda gigitan sebagai salam perpisahan.


"Aku.. Bahagia Naru.."


"Noah, bisakah aku meminta lebih?"


"A-apa?"


"Sebuah hubungan"


"Hubungan? Apa rasanya juga sakit?"


"Tidak, ini akan membuatmu selalu mengenangnya dan membuatku selalu bahagia"


"Benarkah?"


"Apa kamu siap?"


"U-umm..", jawab Noah tersenyum senang


...********Mu-Mukyaa!!!********...


...**Kenapa aku membuat cerita seperti ini!!**...

__ADS_1


...********\>x/********...


__ADS_2