
Chacha menyanyikan lagu dari Yanagi Nagi dengan judul lagu Nemuri No Kuni, sebuah insert song dari anime Norn9. Lagu yang sangat merdu dan menenangkan jiwa.
... Anata no kokoro wa...
...(Meski hatimu)...
...Fukai yume no naka de mo...
...(Berada di mimpi yang dalam)...
...Maigo ni naranai you, Negatte...
...(Agar kau tak hilang arah, berdoalah)...
...Shizuka na shizuka na...
...(Sunyinya, tenangnya)...
...Nemuri no kuni...
...(Negeri tidur)...
...Itsudemo anata wo Matsu deshou...
...(Akan selalu menunggumu)...
...Samishiku yasashii sekai de...
...(Dalam sepi dan lembutnya dunia)...
Nyanyian Chacha menciptakan Gelembung-gelembung tidur dan aurora mimpi. Suasana pun menjadi tenang dan damai.
Manusia dan makhluk lemah tidak bisa menahan diri dari nyanyian Chacha, mereka akan mudah tertidur karenanya. Sehingga, seperti Sean dan Haru yang memiliki tingkat kekuatan di atas Chacha tidak akan mudah terpengaruh.
“Semua sudah tertidur pulas”, ucap Sean menghela nafas.
“Kamu hebat, Chacha!”, Haru memuji Chacha dengan sangat tulus.
“Terima kasih, Papa”, balas Chacha
“Papa?”, Sean heran
“Tidak perlu dibahas”, sanggah Haru langsung memberikan senyuman kepada Sean.
“Senyuman ramahnya benar-benar menghipnotis”, Sean langsung memalingkan mukanya.
Setelah semua keadaan menjadi tenang. Sean mencoba membangunkan Saga dan Noah, tapi tidak berhasil. Nyanyian Chacha sungguh kuat, mungkin baru esok hari mereka akan bisa kembali bangun. Tapi, Chacha bisa mengatasinya. Hanya dengan menyentuh pundak dan memintanya bangun, Saga dan Noah pun bisa bangun kembali dari tidurnya.
“Chacha?”
“Mama”, Chacha langsung memeluknya.
“Apa keadaan sudah kembali baik?”, tanya Saga.
“Dasar!! Serbuk tidurmu tidak berguna. Elo kalah sama vampir kecil Saga”, ejek Sean
“Iya, gue mengakuinya. Terima kasih Tuan putri kecil”, ucap Saga seraya mencium punggung tangan kanan Chacha. Senyum Chacha pun mengembang indah.
“Maaf ya Chacha, Mama tidak bisa mendengarkan nyanyianmu. Padahal, nyanyianmu pasti sangat merdu”, keluh Noah
“Uumm”, Chacha menggeleng tidak mempermasalahkannya.
Noah, Chacha, Haru, Sean dan Saga pun berjalan keluar gedung pesta. Mereka melihat para manusia tertidur pulas di tempat seadanya.
“Pesta kita kacau gara-gara Delano!”, gerutu Sean
“Awas ya! Besok gue akan bikin perhitungan sama dia!”, lanjutnya.
“Apa? Delano? Kak Delano? Ada apa dengannya?”, Ucap Noah menoleh ke arah Haru.
“Maaf Noah, jika ini akan membuatmu shock. Delano sebenarnya adalah seorang penyihir”, sahut Haru menjelaskan.
__ADS_1
“Eh? Bagaimaana bisa? Seniorku Kak Delano adalah seorang penyihir? Padahal, sebelum itu kamu berada di dalam tubuhnya kan Haru?”
“Iya, saat dia bersamamu dia menyembunyikan identitasnya tersebut”.
“Pantas saja, dia bisa langsung akrab dengan benda-benda arkeologi dan pandai memahaminya. Jadi, dia seorang penyihir..”
“Sekarang, kau tidak perlu berteman dengannya Nona”, ucap Saga.
“Uumm.. Ba-baiklah..”
Noah pun terdiam, dan seisi mobil pun ikut terdiam. Chacha juga sudah tertidur. Mereka sampai di rumah Noah pukul 11 malam. Haru menggendong Chacha dan membawanya masuk ke dalam rumah.
Sean dan Saga juga langsung pamit pulang. Sampai di kamar, Haru membaringkan Chacha di kasur dan sedikit berbincang dengan Noah sebelum mereka berdua berpisah.
“Noah, apa kamu baik-baik saja?”
“Haru?, Iya, aku gakpapa kok. Seru juga tadi petualangannya”, balas Noah tersenyum
“Syukurlah kalo begitu. Maaf ya atas sikapku tadi”
“Tidak Haru, kamu tadi sungguh hebat. Kekuatanmu sangat luar biasa”
“Noah, bolehkan aku mengatakan sesuatu?”
“A-Apa?”
“Aku..”
“Apa? Apa? Apa yang akan Haru katakan?”, batin Noah mulai cemas.
“Noah, aku..”
“Haru.. jangan..”, batinnya lagi semakin berdebar-debar.
“Aku..”
“Ha-hasyingg”, tiba-tiba Noah bersin. Dia akan menggunakannya sebagai alasan untuk memotong ucapan Haru.
“I-iya nih.. Sebaiknya, kita tidur dulu ya Haru”
"Kalo begitu, semoga tidurmu nyenyak Noah. Sampai jumpa esok pagi”, balas Haru tersenyum ramah.
“Be-sok? pa-gi?”, Keringat dingin semakin bercucuran di sekujur tubuh Noah.
Noah pun mengunci pintu dan berganti baju. Dia kembali menjadi putri tidur dengan dress baju tidur lengan panjangnya yang selutut. Saat dia melepas gaunnya, dia melihat luka yang ia dapat saat tersandung di tangga.
“Luka ini, aku sampai melupakannya”, ucap Noah melihat darah yang mengalir sudah mengering dan luka utamanya masih basah dan berair dengan lebam di sekitarnya.
“Perih juga kalo dirasakan”
Noah berjalan mendekati kulkas mininya yang berada di sudut kamar berjejer dengan rak benda-benda koleksinya. Dia mengambil beberapa kaleng coklat dingin dan membawanya ke meja belajar.
“Ceklek, nyesss!”
Noah menarik tuas kaleng. Meneguknya perlahan dan merasakan kenyamanan, “Aku bisa semakin gila jika memikirkan ini”, ucapnya sambil meneguk lagi.
"Tenguk.. Tenguk.."
"Glek. Aah.. Fiuuh.."
“Naru.. Aku merindukanmu”, keluh Noah menyandarkan kepala di atas meja sejenak.
Sensasi dingin dari coklat dinginnya merasuk ke tubuh Noah hingga ke tulang-tulangnya. Dia kembali bangun dan meneguk minuman tersebut. Meneguk, meneguknya lagi hingga habis tiga kaleng.
"Glek glek.. Aah.."
"Naru!", gerutu Noah
Kepalanya semakin tersetrum dan sedikit mengaburkan pandangannya. Noah kebingungan tidak bisa mengendalikan tubuhnya.
Akhirnya dia tidak bisa menahan diri lagi, matanya mulai terpejam dan tubuhnya akan jatuh ke samping.
__ADS_1
“Bug!”
"Hup!", seseorang langsung menangkapnya.
“Nona.. jika kamu mengantuk, tidurlah di kasur”, ucap suara yang tidak terlihat, sedangkan Noah masih terpejam.
“Eh? Apa aku bermimpi?”, gumam Noah
“Salaam.. Noah..”
“Na-naru?”
“Gimana kabarmu, Nona cantik?”
Noah langsung mengangkat tubuhnya dan membenarkan kembali posisi duduknya di kursi. Dia seketika sadar dan langsung bersemangat. Naru, telah kembali.
“Naru? Kamu, telah kembali?”
“Apa benar aku Naru? Hm?”, canda Naru sembari membelai lembut rambut Noah dan menyentuh anting jam pasir yang menggantung di telinga kanannya.
“Mmoo.. Aku merindukanmu”, Noah langsung memeluk perut Naru yang berdiri di sampingnya.
“Aku merindukanmu, aku merindukanmu, aku merindukanmu.. Naru.. Aku merindukanmu”, Noah semakin menangis dan mengusap mukanya di perut Naru.
“Ahaha, banyak sekali. Aku juga merindukanmu, Tanaka Noah. Gadis yang kucintai”, balas Naru memeluk kepala Noah dengan lembut.
“Katakan dengan benar Naru”, pinta Noah
“Eh? Gimana?”
“Katakan dengan benar!”
“Uumm”, Naru pun melepas pelukannya dan berlutut menatap serius ke arah Noah yang sedang duduk di kursi.
Dia mencoba mengatakannya dengan lebih lembut dan menyentuh hati Noah. Memegang ke dua tangannya dan mengucapkan, “Aku merindukanmu, gadis yang kucintai".
Mereka berdua pun saling melempar senyum. Sejenak, dan terus tersenyum satu sama lain.
“Kamu sangat tampan Naru”
“Bukankah Haru lebih tampan dariku?”, canda Naru mengangkat sebelah matanya.
“Jangan membahasnya!”, ketus Noah
“Ahaha.. baiklah..”
Noah dan Naru kembali terdiam kemudian saling tersenyum lagi.
"Pakaian tidurmu itu, apa masih aku dan ayahmu saja yang melihatnya?"
"Tentu saja", jawab Noah yakin dan tersenyum.
"Eeehh", Naru menyeringai dengan tersipu malu.
“Noah, tanganmu sangat dingin. Kamu akan sakit jika tidak segera tidur”
“Tidak. Aku tidak akan sakit”
“Kamu harus memerhatikan dirimu Noah, lihatlah. Kakimu terluka, kamu menyadarinya kan?”
“Hehe.. aku tidak perlu mempedulikannya.
“Kamu ini, kamu mudah mencemaskan orang lain tapi kamu selalu melupakan dirimu sendiri”
“Tidak masalah, Naru..”
“Dia selalu saja tersenyum dan bahagia saat bertemu kembali denganku. Apa ini yang dinamakan, bucin? Ehhem!”, Batin Naru kemudian berdehem memalingkan mukanya yang jadi tersipu malu.
Naru pun menyentuh luka di kaki Noah. Menghirup sejenak aromanya dan terbuai, “Aahh.. aroma darah Noah..”, gumam Naru.
Dia mulai memberikan sinar penyembuhan dan luka Noah seketika kembali pulih. Membelai lembut kaki mulus nan cantik itu.
__ADS_1
“Aku senang kamu telah kembali Naru”, pungkas Noah kemudian memejamkan matanya. Kali ini matanya terpejam erat dan tubuhnya lunglai jatuh dipelukan Naru.