Love Story Twin Vampire

Love Story Twin Vampire
Penyihir Delano


__ADS_3

"Naru"


"Ack! Bikkurishita!"


Naru kaget melihat Noah tiba-tiba membuka matanya.


"syukurlah, buah apel ini masih bisa aku pegang. Terima kasih, Naru", ucap Noah tersenyum manis.


"Kamu rela jatuh hingga ke sungai hanya karna ingin melindungi buah apel itu?"


"Tentu saja. Aku memetikkannya untukmu Naru. Buah ini sangat berharga"


"Haa ah.." Naru hanya bisa menghela nafas, disamping itu hatinya merasa sangat lega.


"Hatchuu"


"Di-dingin Naru. Air sungai ini sangat dingin"


"Sebaiknya kita segera menepi", pungkas Naru, sambil membopong Noah, Naru pun berjalan menuju tepi sungai. Mereka berdua basah kuyup hingga sisa air masih terus menetes.


Naru menggunakan sihirnya untuk mengeringkan tubuh dan pakaian Noah dengan sangat cepat. Dan seketika, Noah kembali pada keadaan dirinya yang sedia kala.


"Daripada vampir, julukan malaikat memang lebih pantas untukmu", puji Noah unjuk gigi.


"Jangan bilang begitu", kecup Naru di sisi mata kanan Noah.


"Apa apel ini masih bisa dimakan?", tanya Noah merendahkan pandangannya.


"Uhuk! Ahahahaha.."


"Ahahaha.."


Naru membalasnya dengan tertawa, membuat Noah semakin memperlihatkan wajahnya yang tersipu malu, "Kalo gitu, kita akan memakannya bersama", ajak Naru.


"Um!"


Mereka duduk di tepi sungai kemudian makan satu apel untuk berdua. Wajah tersipu malu terlihat diantara keduanya, mereka menikmati moment bersama dengan sangat bahagia.


Tebing terlihat sangat tinggi bila dilihat dari tepi sungai. Mereka berdua akan kesulitan untuk kembali lagi ke atas. Tapi, itu tidak akan masalah bagi Naru.


Namun, Perjalanan mereka tidak terasa ternyata sudah menjauhi dari wilayah kastil. Tebing-tebing curam dan hutan duri belantara yang berada di sisi lain adalah daerah perbatasan.


Saat mereka masih menikmati makan apel, muncul sebuah garis yang perlahan terbelah menjadi dua, seperti sebuah pintu yang terbuka.


Seseorang berjubah hitam yang menutup seluruh tubuhnya datang dengan membawa kecurigaan. Wajahnya tertutup oleh tudung jubahnya yang sangat besar.


Berjalan dan berdiri bersama tongkatnya yang kokoh. Saat dia mengangkat kepalanya, terlihat dua mata dengan riasan hitam di kelopak matanya.


"Lama tidak jumpa, Noah", sapa seseorang tersebut dengan senyum sadisnya.


Sekejap Naru langsung meluruskan tangannya untuk melindungi Noah. Kedatangan orang tersebut sangat mencurigakan baginya.


"Eh? Kak.. Delano", balas Noah.


"Syukurlah, kau masih mengingatku dengan sangat baik"


Ternyata, dia adalah Delano. Delano telah menampakkan wujud aslinya sebagai seorang penyihir. Putra dari penyihir terkuat, Tyrian. Dan Tyrian adalah musuh bebuyutan Raja Vampir.


"Ada apa dengan penampilanmu kak?", tanya Noah tidak mengerti.


"Kita harus berhati-hati, Noah", ucap Naru serius dengan memberikan tatapan tajam ke arah Delano dengan mata merahnya.


"Sudah saatnya aku mengambilmu Noah. Ayahku sudah menunggumu di kediamannya", ucap Delano ambigu.


"Jangan bersikap ramah! Tunjukkan tujuanmu yang sebenarnya!", bentak Naru.


"Ahahahaha.."

__ADS_1


Seketika Delano menciptakan sebuah ledakan dengan menggunakan tongkat sihirnya.


"Blam! Duarr!!", mengenai keberadaan Naru.


Naru langsung sigap dan melangkah mundur sambil mengangkat tubuh Noah.


"Blam!"


"Blam!"


"Duuarr!!"


Naru masih melompat memundurkan dirinya untuk menghindari ledakan dari Delano. Kemudian menciptakan sebuah kubah pelindung untuk dirinya dan Noah.


"Duaar!!"


"Duarr!"


"Sial!", Naru langsung keluar dari kubah pelindungnya dan bermaksud mendekati Delano untuk menghentikan tindakannya.


Dengan kecepatan kilat, Naru melayangkan tendangannya kepada Delano tapi Delano langsung bisa berpindah tempat.


"Whhuss", tidak mengenai tubuh Delano.


Delano berada di belakang Naru dan memberinya balasan. Naru lengah tapi dia cukup bisa membuat perlindungan dengan kedua tangannya menahan tendangan Delano.


Delano memutarkan tubuhnya dan menendang Naru dengan kaki satunya.


"Whuss..!"


"Bug!!"


Akhirnya Naru langsung terseret jatuh ke tanah. Dia mencoba untuk terus bisa mengendalikan diri sehingga Naru kembali melompat dan berdiri dengan tegap.


"Kalian berdua! Hentikan!!" Teriak Noah.


"Tubuh Noah begitu spesial. Dia seorang manusia tapi memiliki kekuatan rahasia yang sangat luar biasa. Ayahku, menginginkannya"


"Tidak akan ku biarkan!!", Naru langsung mengarahkan sihir petirnya kepada Delano. Dan sekali lagi, Delano begitu mudah menghindarinya.


"Cih! Darimana dia menjadi kuat seperti itu?", gumam Naru kesal.


"Aku telah memiliki berbagai kekuatan dari banyaknya nyawa yang telah aku hisap. Bahkan, aku bisa menciptakan sebuah sayap"


Seorang arwah wanita putih pun keluar dari tubuh Delano dan berubah menjadi sepasang sayap yang menempel di punggungnya.


Delano terbang dengan mengepakkan kedua sayap putih nan indah tersebut. Dia beruntung telah bertemu dengan seorang arwah wanita cantik saat dia melakukan meditasi di bawah air hujan dan sambaran petir.


Delano mengarahkan sihir ledakannya lagi kepada Naru. Naru hanya bisa terus menghindarinya.


"Blam!"


"Blam!"


"Duarr!"


"Kak Delano, hentikan!!", teriak Noah.


"Duar! Duarr!!"


Perasaan Noah semakin khawatir dan ketakutan. Tangannya dan raut wajahnya gemetaran melihat pertarungan mereka berdua.


"Petir! Datanglah!"


Delano tidak akan lengah dari itu, dia berhasil menghindari petir Naru tapi kilatannya cukup mengenai pipinya hingga berdarah. Naru langsung sigap memanfaatkan kesempatan itu untuk mendekat dan memberinya pukulan dan tendangan sebanyak mungkin.


"Hap! Hap hap!"

__ADS_1


"Syaatt!"


"Bug!"


"Syatt!"


"Keterlaluan kau Vampir!"


Delano menangkap pukulan Naru dan memberikan pukulan dan tendangan balasan. Naru terpojok, kemudian Delano menciptakan sihir ledakannya dan seketika berhasil mengenai Naru.


"Blam! Duarr!!"


"Naruu!! Tidak.. Tidaaakk!!"


Noah keluar dari kubah pelindung dan berlari menghampiri kekasihnya yang sudah terkapar lemah tak berdaya.


"Naru bertahanlah. Kumohon bertahanlah"


Wajah berantakan dan lecet membuat Noah semakin sedih melihat keadaannya yang kalah bertarung dengan Delano.


"Kak Delano! Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau menjadi sangat kejam!!"


"Kejam? Inilah aku Noah! Aku menjadi baik karena dirasuki oleh vampir bermata emas itu. Sekarang, aku telah kembali menjadi diriku sendiri"


"Sudah cukup! Jangan sakiti Naru lagi!!"


"Kalo begitu, ikutlah bersamaku"


"Tidak!!"


"Aku akan membawamu dengan paksa kalo kamu menolak"


"Tidak!! Naru.. Bertahanlah.."


Delano langsung menarik lengan Noah berniat untuk segera membawanya pergi.


"Jangan sentuh dia", ucap Naru seraya menahan tangan Delano.


"Masih bisa bertahan ya kau?!"


Sebuah tongkat sihirnya tiba-tiba berubah menjadi benda perak nan runcing. Delano langsung menusukkannya ke dada Naru tapi tidak mengenai jantungnya.


"Jlep!"


"Aackk! Uhuck!"


"Craatt", banyak darah pun muncrat keluar dari mulut Naru.


"Ahack.. Ahack.."


"Tidak.. Naruu.. Kak Delano.. Tolong jangan sakiti Naru lagi.. Tidak.. Tidak..", ucap Noah mulai menangis. Air matanya terus menetes membasahi wajahnya yang ayu.


"Nooah..", pungkas Naru kemudian matanya pun terpejam diiringi Delano mencabut senjatanya.


"Sruuaatt", darah keluar bersama tarikan benda tajam tersebut.


Naru terkulai dan pingsan.


"Jika kau patuh aku tidak akan menyakitimu, Noah", ucap Delano.


"Lebih baik aku mati daripada ikut denganmu", bantah Noah.


Delano langsung mengarahkan sihirnya kepada Naru, dia hendak akan memberikan ledakan kepadanya. Seketika Noah langsung menahannya, "Tidak.. Jangan lakukan itu!! Kumohon!!!", ucap Noah semakin terisak-isak.


"Mari kita pergi"


"Naru.."

__ADS_1


__ADS_2