Love Story Twin Vampire

Love Story Twin Vampire
Merasakan Mimpi


__ADS_3

Tanaka datang ke kamar Noah untuk berpamitan dengannya karena akan segera berangkat ke bandara. Namun, tidak ada suara sedikit pun yang menyahut ucapan Tanaka saat dia mengetuk pintu. Meski begitu, Tanaka pun pergi dengan meninggalkan senyuman dan perasaan tenang.


Dalam sekejap mata, Naru sudah sampai di kediaman Delano. Berada di luar rumah sambil menggandeng "putri kecil"nya tersebut. Tidak ada yang sulit bagi Naru untuk mencari keberadaan Noah. Lagi pula, Delano juga tidak berniat untuk menyembunyikan Noah.


"Chacha, apa kau takut?"


Chacha menggeleng dengan pasti.


"Pintar. Jadilah vampir kecil yang pemberani", ucap Naru sambil membelai kepala Chacha.


Naru mulai mengetuk pintu. Delano pun membuka pintu dan menyambutnya dengan keramahannya. Mereka masuk dan Delano menuntunnya ke tempat di mana Noah berada.


"Noah..", gumam Naru.


"Apa yang akan kau lakukan padanya?"


"Tenanglah saudaraku.."


"Chacha, kau gadis pintar. Kau vampir penjaga tidur yang paling hebat. Pergilah ke sisi Mama Nowa"


"Baik, Papa"


"Kau pandai sekali mengambil hati ya Naru. Membuatku sangat muak!"


"Apa, maksudmu?"


Seketika Delano langsung mendorong Naru sampai terhantuk ke dinding. Menarik kerah baju Naru hingga membuatnya menggantung. Meskipun sikap tenang selalu ia tunjukkan, namun hatinya selalu menggebu-gebu dan serasa memberontak.


"Aku sudah lama menunggumu untuk bisa segera menyelamatkanku, tapi apa? Kau tidak mendapatkan sedikit pun keberhasilan. Apa karna keterikatan persaudaraan kita tidak kuat? Benar, kita mungkin memang bukan saudara"


"Haru, kau bicara apa?"


Delano mengubah mata hitamnya menjadi mata emas menyala. Dari kekuatan mata emas itu, dia bisa menyakiti Naru dengan kekuatan matahari sehingga membuat Naru sedikit terbakar.


Naru tidak ingin lengah begitu saja, dia menggunakan sihir tubuhnya untuk menolak perbuatan Haru. Seketika Haru terpental jatuh ke lantai.


"Menyebalkan! Kau memang sangat kuat Naru"


Haru berjalan mendekati keberadaan Noah, dia mengambil pisau yang Noah pegang di dadanya. Naru mencoba tenang di tempatnya berada.


"Kekuatan kita sangatlah berbeda Naru, kita berdua saling berkebalikan", ucap Haru sambil memutar-mutarkan pisau belati berlapis perak itu.

__ADS_1


Haru melemparkannya kepada Naru dan Naru seketika menghempasnya, pisau langsung jatuh tergeletak di sana.


Naru dan Haru adalah dua vampir kembar yang sangat berbeda. Naru the ruby moon eye. Dia mendapatkan kekuatan asli vampir bermata merah dari sang ayah, memiliki sihir dan kemampuan beladiri yang hebat. Sedangkan, Haru tidak memiliki kekuatan mata merah dari sang ayah.


Meski begitu, kekuatan Sang Ratu turun kepada Haru. Haru the gold sun eye. Dia memiliki kekuatan mata emas yang mampu memancarkan cahaya matahari, cahaya kehidupan. Sehingga dia tidak takut akan sinar matahari, api maupun benda berlapis perak. Semua itu menjadi kelemahan Naru.


"Aku adalah vampir abadi, yang tak akan pernah bisa mati. Saat aku terbunuh, jasadku akan tetap utuh meskipun nyawaku menghilang"


"Sedangkan, kau Naru. Hanya terkena matahari saja kau sudah kewalahan dan berada diambang kematian"


"Maka dari itu, aku membutuhkan Noah untuk mencari keberadaan jasadku tersebut, karena jasadku ada di tempat dimana aku tidak mengetahuinya. Dan tubuh pria ini, aku hanya meminjamnya untuk kujadikan wadah saja"


Noah mulai bermimpi.


Dia berada di suasana malam yang sangat gelap dan mencekam, hujan lebat, suara petir dan suara serigala yang saling bersahutan. Beberapa pasukan vampir berlari entah hendak ke mana. Yang jelas, mereka seperti hendak mencari tempat untuk berlindung.


Noah seketika masuk ke dalam tubuh Haru. Naru dan Haru sedang berlari kencang dan sesekali meloncat ke pohon demi pohon untuk menghindari kejaran serigala dan para pemburu.


"Aku, berada di tubuh Haru?, Inikah Haru, saudara kembar Naru?"


"Mereka berdua benar-benar sangat mirip, hanya tahi lalat yang membedakannya. Hehe.."


"Oh oh tidak.. aku terjatuh.."


Haru terpeleset saat melompat dari pohon ke pohon. Saat dia terjatuh, seekor serigala langsung menggigit kakinya.


"Crap!! Crass!!"


Seketika Noah terbelalak merasakan rasa sakit yang sangat hebat. Benar-benar sakit sekali digigit serigala, hingga kaki Haru berdarah. Naru yang melihat itu langsung menggunakan sihirnya untuk menghempas serigala tersebut.


Noah yang tertidur pun ikut merasakan kesakitan. Kakinya juga mengeluarkan darah. Kepalanya terus bergerak tak menentu untuk memberikan reaksi.


"Papa, Mama kesakitan"


"Cukup Haru! Kenapa kau melakukannya kepada Noah?"


"Aku ingin dia merasakan apa yang aku rasakan. Kenapa dia lebih bahagia bersamamu sedangkan aku lebih dulu mengenalnya dan memberinya kenyamanan"


"Apa maksudmu?"


Saat Haru masih kesakitan, Naru melindunginya dengan menghabisi para serigala dan pemburu. Musuh-musuh itu seketika langsung tumbang dan kalah. Naru menyembuhkan kaki Haru menggunakan sihirnya dan meninggalkan tempat dengan cara menghilangkan diri bersama Haru.

__ADS_1


Pertarungan masih belum usai, Raja yang berada di barisan depan juga tunggang langgang menghadapi serbuan serigala dan makhluk buatan dari penyihir yang menghadangnya.


Haru tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu mereka yang sibuk bertarung. Saat dia terpojok sendiri, Haru hanya bisa berlari dan akhirnya jatuh ke jurang. Naru lengah dan tidak berhasil menolong Haru.


Haru tercebur ke dalam sungai yang mengalir. Keesokan harinya dia diselamatkan oleh seorang petani hutan pengrajin peti mati. Desas desus tentang vampir sampai ke telinga petani tersebut. Sehingga, saat Haru menyebut dirinya seorang vampir, petani itu langsung menusukkan pisau belati berlapis racun ke dada Haru.


Sekali lagi, Noah merasa kesakitan hingga darah muncrat keluar dari mulutnya.


Haru dimasukkan ke dalam peti mati dan dilarung kembali ke sungai. Arus sungai terus membawa jasad Haru pergi menuju sebuah gua.


Datanglah Delano bersama rombongan para arkeolog yang sedang bertugas melakukan penelitian di hutan. Saat sendirian, nyawa Haru yang bergentayangan seketika merasuk ke dalam tubuh Delano.


Noah pun perlahan membuka matanya. Melihat Naru menampakkan emosinya, Noah langsung berteriak untuk menghentikannya.


"Aku akan menghabisimu Haruu!!", Naru melompat dan mendorong Haru hingga tersungkur ke lantai.


"Hentikan, Naruu!!"


"Akhirnya kamu bangun juga, Noah", ucap Haru menyeringai. Dia berjalan menghampiri Noah, membuat jantung Noah berdegup ketakutan.


"Kak Delano?"


Delano menarik paksa tangan Noah. Dia menghirup perlahan memori mimpi Noah.


"Kak Delano, jangan.."


"Inikah aromamu Noah? Haaah~ aku menyukai aroma ini"


"Haru!!"


Semakin Delano menghisap memori itu, Noah semakin mengantuk kembali.


"Sakiit. Rasanya, nyawaku sedang ditarik", batinnya.


"Naru, bolehkah aku membawa Noah pergi?"


"Kau benar-benar iblis yang sadis Haru! Tidakkah kau tau bahwa kau itu vampir yang dilindungi"


"Cih!! Kalo begitu, aku akan pergi sekarang. Sampai jumpa Naru, kita akan bertemu kembali"


Haru telah mendapat petunjuk lewat mimpi Noah di mana jasadnya berada. Dia melarikan diri untuk bersiap menjemput jasadnya kembali.

__ADS_1


__ADS_2