
“Sepuluh menit lagi, Tuan”, ucap Saga.
“Baiklah”, balas Haru.
Haru, Noah, Sean dan Saga sudah berada di padang pasir dan berpijak tepat di tengah ubin berukiran simbol dewi Matahari yang besarnya hampir sebesar lapangan sepak bola.
Noah sudah terbaring melayang di atas peti mati berisikan penuh dengan mawar putih. Tubuhnya terbaring tepat menghadap ke arah sang surya. Matahari nan terik memancarkan sinarnya yang menyilaukan.
Jika matahari sudah berada tepat di ujung tongkat, alias segaris di atas kepala, Haru akan memulai ritualnya untuk melepas jiwa Noah dan memasukkannya ke dalam peti mati.
Sepuluh menit lagi.
Sembilan menit lagi.
Sean yang memakai payung, berjaga di sebelah utara Noah, Saga berjaga di samping Noah dan Haru mulai berkonsentrasi mengangkat tubuhnya sedikit mengambang dari tempat dia berpijak.
Delapan menit lagi.
Bayangan tubuh mulai bergerak menyusut ke arah tengah, berpusat pada pemiliknya masing-masing. Mata emas Haru pun sudah tidak terelakkan lagi, begitu tajam dan bersinar.
Jubahnya tergerak-gerak tak menentu diikuti angin kecil yang mulai mengelilingi dirinya. Haru menangkat kedua tangannya seolah-olah akan mengambil sang surya ke dalam kedua genggaman tangan.
“Surya! Sesuai janjiku kepada Sang Dewi. Sesuai cintaku kepada Sang Ratu. Dan, Sesuai baktiku kepada sang Ibunda. Bantulah aku untuk mewujudkannya!”
Lima menit lagi.
Bersama kekuatan Haru, pancaran sinar matahari semakin kuat mengenai tubuh Noah. Tubuh Noah bersinar dan semakin menyilaukan mata.
“Luar biasa”, puji Saga.
Sean pun tidak mampu menerima efek dari kekuatan Haru, perlindungan anti matahari dari Haru kepadanya pun hampir saja melemah sehingga Sean sendiri mulai kepayahan.
“Panas”, keluhnya.
“Tiga..”
“Dua..”
“Satu! Bangkitlah wahai negeri yang sudah lama tertidur! Negeri vampir di atas gurun pasir yang subur dan makmur. Bangkitlah!!”, Seru Haru.
“Sruing.. Sruiing..”
“Cahaya apa itu?”, tanya Ali yang mulai peka terhadap energi yang hadir dari tempat yang biasa mereka teliti. William, ketua arkeolog pun ikut keluar camp untuk menyaksikannya. Semua pasang mata mulai mengarahkan pandangan kepada sesuatu yang telah menarik perhatian mereka.
“Sruingg.. sruiing..”
Perlahan, pancaran sinar matahari bersama kekuatan Haru, mendorong jiwa Noah keluar dari tubuhnya dan turun memasuki peti mati yang berada di bawahnya.
__ADS_1
Garis lingkaran ubin mulai menyala dan terangkat naik menjulang ke langit. Kekuatan Haru semakin kuat dibarengi dengan keyakinannya. Jiwa Noah akan sempurna keluar dari tubuhnya dan tertidur di dalam peti mati yang telah disiapkan.
“Bangkitlah!”, seru Haru sekali lagi.
Akhirnya, jiwa Noah telah berhasil keluar dan tertidur di dalam peti mati. Dan, keajaiban mulai terjadi. Garis-garis cahaya dari ukiran dewi matahari saling menyambung satu sama lain ke beberapa tempat di padang pasir.
Haru kembali mengangkat kedua tangannya, untuk membangkitkan kembali kerajaan sang Ratu. Sedikit demi sedikit, suatu bangunan mulai muncul dari dalam tanah padang pasir. Menjulang tinggi hingga terbentuklah sebuah keajaan vampir yang telah lama terkubur.
“Seberapa besar sebenarnya kekauatan Haru? Dia sampai bisa membangkitkan negerinya hanya dengan tangannya sendiri”, gumam Sean.
“Noah”
Di samping itu, Saga masih mengkhawatirkan tentang nasib Noah setelah ini.
Kerajaan vampir yang sudah lama dirindu, akhirnya bisa kembali bangkit berkat penggabungan kekuatan Haru dan Matahari serta pengorbanan dari Jiwa Noah itu sendiri. Namun, kerajaan itu masih belum sempurna untuk bisa bertahan lama.
“Sruuingg.. sruingg..”
“Ali, apa yang sedang terjadi di sana?”, tanya Lidya khawatir, perasaannya sedikit terganggu.
“Akhirnya, keajaiban itu telah kembali”, sahut William, menyela.
“Mereka berdua dalam masalah besar”, balas Ali.
“Mereka? Noah dan Naru?”, tanya Lidya.
“Kita harus menunggu, hingga keajaiban itu selesai dibentuk”
“Baiklah”
Meskipun ritual itu hanya memerlukan waktu beberapa menit saja, tapi hal itu sudah cukup banyak menguras tenaga dan kekuatan Haru. Kebangkitan yang telah berakhir, membuat Haru terjatuh dan bertekuk lutut tak berdaya. Saga langsung menghampirinya.
“Tuan!”
“Tidak apa-apa.. Tidak apa-ap-, uhuk uhukk,, uhuukk!!”, Haru menolak namun dia langsung batuk dan mengeluarkan beberapa darah dari mulutnya. Matanya kembali hitam normal.
“Haru!”, sahut Sean kemudian.
“Tenanglah kalian. Tidak usah khawatir”, bantah Haru ramah.
“Tapi”, sahut Sean dan Saga bersamaan.
“Saga. Tangkap tubuh Noah, karena kekuatanku sudah terkuras habis”
Saga langsung berlari menghampiri keberadaan Noah kembali, mengulurkan kedua tangannya dan seketika Noah jatuh dan berhasil dia tangkap dengan baik. Noah tertidur tidak berdaya sedangkan jiwanya pun juga tertidur cantik di dalam peti mati.
Haru telah berhasil membangkitkan kembali kerajaan vampir di padang pasir.
__ADS_1
“Keajaiban pun telah selesai dibuat, impian pun telah terwujud”, sahut William.
“Tapi itu masih sebuah harapan, kenyataan masih membutuhkan pengorbanan lagi”, tambah Ali.
Para arkeolog takjub melihat keajaiban itu dari tempat mereka berada. Kerajaan vampir telah bisa mereka saksikan meskipun cukup jauh dari arah pandang mereka.
Kerajaan vampir yang sama persis seperti dahulu kala, namun masih sunyi dan senyap. Hanya sebuah bangunan, tanpa taman berisikan tanaman yang tumbuh, tanpa rakyat yang menghuni. Namun, cukup bahkan sudah membuat Haru merasa puas hati.
“Ibunda, aku telah berhasil membangkitkan kembali kerajaan kita”, sahut Haru tersenyum.
Ratu pun hadir di hadapan Haru. Bersimpuh tepat dihadapannya. Menyentuh lembut pipi sang putra mahkota. Kehadirannya bukan untuk menyembuhkannya, tapi kehadiraannya untuk memberikan penghargaan dan pujian kepada sang anak tersayang.
“Ibu bangga kepadamu, Haru”
“Ibunda”
“Sampaikan kabar gembira ini kepada Raja dan Saudara kembarmu”
“Baik, Ibunda”
“Ibunda, sangat menyayangi kalian berdua”, pungkas Ibunda Ratu Dewi Matahari.
“Uhuk.. uhukk!!”, kekuatan Haru semakin melemah. Bahkan, dia hampir kehilangan sihir mataharinya.
“Kau tidak memikirkan konsekuensi yang akan kau dapatkan, Haru?!”, tanya Sean khawatir.
“Aku tidak peduli. Meskipun aku harus mati sekalipun, tapi aku sudah merasa puas telah berhasil membangkitkan kembali kerajaan Ibunda Ratu”
“Haru?! Apa yang kau bicarakan?”
Mata Haru mulai terpejam. Keberadaan mereka yang sudah berpayung gedung istana, membuat mereka sudah merasa aman terlindungi dari sengatan matahari.
“Kita harus membawa Nona Noah kemana?”, tanya Saga yang masih menggendong tubuh Noah.
“Bawa dia ke ruangan kamar”, balas Haru.
Sean membantu memapah Haru untuk berjalan dan menuju ke tempat yang lebih nyaman untuk beristirahat. Sedangkan, Saga sedang menuju ruangan untuk mengistirahatkan Noah.
Jiwa Noah di dalam peti mati penuh bunga mawar putih masih berada di tempatnya, yaitu tepat di tengah ubin bercorak dewi matahari. Ditinggal sendiri di sana dengan berpagar dinding melingkar di antaranya, dengan sebuah pintu di sisi yang lain.
“Setelah ini, apa yang harus kami lakukan, Haru?”
“Sebentar, aku ingin istirahat sebentar”
“Baiklah”
Terlihat dari luar hingga terbang di angkasa, sebuah kerajaan vampir benar-benar telah bangkit di atas tanah padang pasir. Sangat besar dan megah. Keberadaannya akan menarik mata dan memberikan keajaiban bagi yang melihatnya.
__ADS_1