
Saat Delano mengajak Noah masuk ke dalam pintu yang segaris itu, seseorang menghentikannya.
"Berhenti di sana!", perintahnya.
"Seet.. Set"
"Whuss.."
"tap!"
"tap!"
"Happ!"
Louie, Huey dan Raziel datang menghentikan langkah Delano. Para vampir yang telah menganggu Noah di hutan, datang untuk menolong.
"Berikan gadis itu! Dia adalah milik kami!", ucap Louie dengan gigi taring mulai mendesis.
"Kalian ini siapa? Menganggu saja", balas Delano menanggapinya.
"Raziel, gunakan cakarmu!", perintah Huey.
"Baik!", seketika Raziel mengambil ancang-ancang seperti seekor serigala yang siap menerkam mangsa dihadapannya. Kuku jari jemarinya mulai memanjang dengan raut wajah yang terus mendesis.
"Hap! Sruuaatt!", Raziel langsung berhasil sedikit merobek pipi Delano meskipun dia bisa menghindarinya.
"Kurang ajar!", Delano langsung beraksi dan menggunakan sihir ledakannya kepada mereka bertiga.
"Blam blam. Duarrr!!"
Ketiga vampir itu langsung melompat menghindar. Delano yang menjadi fokus menghadapi tiga vampir itu, memberikan kesempatan untuk Noah berlari ke arah Naru.
Melihat keadaan Naru yang mengenaskan, membuatnya kembali menitikkan air mata. Huey berjalan ke arahnya.
"Tenang saja, kami akan menolongmu"
"Apa?", tanya Noah sedikit ragu.
"Jangan takut. Kami akan melindungimu untuk menyingkirkan penyihir jahat itu"
Raziel dan Louie terus bertarung untuk mengalahkan Delano. Pertarungan mereka begitu cepat dan gesit.
"Perkenalkan, saya adalah Huey. Saya akan setia kepada Tuan Naru", ucap Huey
Huey adalah vampir origin yang tinggal di eropa, dia ketua dan yang paling cerdas diantara Louie dan Raziel.
Dia mengetahui legenda vampir kembar yang dilahirkan dari seorang raja vampir dan ratu dewi matahari. Sehingga, dia pun menghormati Raja dan keluarga.
Dia berniat menolong Naru dan Noah sebagai penghormatannya kepada Naru. Anak dari Raja dan akan melangsungkan pernikahannya dengan Noah.
Noah sedikit tidak percaya dengan ucapan Huey, tapi demi menolong Naru dia akan mempercayainya.
Huey mulai mengangkat tubuh Naru, kemudian datanglah Haru beserta Sean dan Saga.
"Jangan bawa Naru!", ucap Sean.
Haru langsung menolak ucapan Sean kepada pria vampir yang akan membawa Naru pergi, "Tidak apa-apa, biarkan dia menolong Naru", ucapnya.
"Ba-baiklah"
__ADS_1
"Sebaliknya, kita akan membawa Noah ikut bersama kita", ucap Haru.
"Eh? Maksudnya gimana?" tanya Saga heran.
"Noah, sebaiknya kamu ikut dengan kami", pinta Haru mendekati Noah.
"Tidak. Aku ingin bersama Naru"
"Naru akan selamat bersama mereka. Sedangkan, kamu lebih baik bersama kami"
"Tidak!", Noah menolak.
Haru semakin mendekati Noah. Melihat Haru mendekatinya dengan mata emas menyala, Noah perlahan mulai terhipnotis olehnya. Kedua matanya perlahan ikut berubah menjadi emas.
"Tidak.. Aku tidak ingin pergi", ucap Noah sendau.
"Ikutlah dengan kami Noah"
"Tidak..", Penolakan Noah menjadi lemah. Meskipun dia terus berucap tidak tapi tubuhnya mulai menuruti kemauan Haru.
Haru memberikan tangannya dan Noah menerimanya. Huey yang melihat keanehan tersebut, segera menolong Noah.
"Apa yang ingin kau lakukan pada gadis ini?", tanya Huey tajam.
"Jangan ikut campur", Haru langsung memberikan energi panas ke tubuh Huey, seketika Huey sedikit terbakar dan mengeluh.
"Kau ini! Vampir jenis apa?, Bukankah kau kembarannya dia?"
Haru mengacuhkannya dan pergi membawa Noah. Noah yang terhipnotis olehnya, mengikutinya dengan begitu saja.
"Ayo Sean, Saga, kita pergi dari sini"
Raziel dan Louie masih bertarung dengan Delano. Tidak mengetahui bahwa Haru dan kawan-kawannya datang. Namun, Delano mengetahui itu.
"Sial! Noah telah dibawa pergi olehnya", gerutu Delano, semakin tidak fokus menghadapi Raziel dan Louie.
"Kalian benar-benar sangat menganggu!", ucap Delano kemudian dia menggunakan sihir ledakannya untuk mengakhiri kemudian menghilangkan diri.
"Dia kabur deh", ucap Raziel.
Louie dan Raziel langsung berlari menghampiri Huey. Huey meminta Louei untuk membantunya membopong Naru.
"Lhoh? Dimana gadis itu Huey?" tanya Raziel.
"Dia telah dibawa pergi oleh orang lain"
"Haah?! Sia-sia donk kita merebutnya dari penyihir jelek itu kalo ada orang lain yang mengambilnya", Raziel mengeluh.
"Sudahlah, kita sebaiknya segera kembali ke markas", pungkas Huey.
Mereka bertiga pun pergi.
Haru membawa Noah kembali ke kastil. Sampai di sana, Noah kembali sadar. Dia panik karena tidak mendapati Naru ada di sampingnya.
"Haru, di mana Naru?"
"Tiga vampir itu yang membawanya pergi"
"Kenapa kamu tidak menolongnya?"
__ADS_1
"Naru akan baik-baik saja bersama mereka. Sedangkan kamu, aku harus menyelamatkanmu, Noah"
"Tidak Haru, antar aku kembali pada Naru", pinta Noah khawatir.
"Noah, besok kita akan ke padang pasir jadi aku sangat membutuhkan bantuanmu"
"Bantuanku? Untuk apa?"
"Bisakah kamu membantuku untuk membangkitkan kembali kerajaan vampir milik Ratu?"
"Ba-bagaimana caranya?"
Haru melentikkan jarinya, seketika Noah melayang dalam keadaan tertidur.
"Aku membutuhkan jiwa Noah untuk membangkitkan negeri tersebut", ucap Haru.
"Apa? Bukankah itu tindakan yang sangat berbahaya Haru?", tanya Sean.
"Jika aku menaruh jiwanya di sana dan jasadnya tidak meninggalkannya maka dia akan selalu baik-baik saja"
"Kau akan membuat rencana seperti apa Tuan?", tanya Saga cemas.
"Lupakan tentang kerajaan itu Haru, bukankah kau sudah memiliki kehidupan di sini?" Sanggah Sean semakin khawatir.
"Apa yang sedang kalian khawatirkan, hah?!, kalian lebih memilihku atau gadis ini?" tanya Hari dengan nada semakin meninggi.
"Ma-maafkan kami!", ucap Sean dan Saga bersamaan.
"Kalian tidak akan mengerti!"
"Kerajaan itu adalah cita-cita kami, harapan dari Sang Ibunda Ratu yang akan membawa kedamaian bagi umat vampir di sini. Inilah caraku untuk membangkitkannya kembali"
"Anda tidak ingin mendengar keputusan Tuan Naru dulu, Tuan?"
"Aku tidak membutuhkan keputusannya"
"Tapi Tuan, Nona Noah akan menjadi istri bagi Tuan Naru. Anda akan menghalanginya?"
"Iya. Itu tidak akan terjadi"
"Lalu, jika Tuan Naru telah kembali bukankah dia akan menghentikan Anda, Tuan?"
"Maka dari itu, aku harus segera melakukannya sebelum dia menghentikan keputusanku"
"Baiklah, Tuan Haru. Apapun keputusan Anda, saya akan setia kepada Anda"
"Bagus!"
Noah masih tertidur dalam keadaan melayang-layang di udara. Haru menyentuh lembut pipi Noah dan menyilakan rambutnya ke telinga.
"Naru tidak akan bisa memberimu apa-apa Noah. Jadi, ikutlah bersamaku. Karna, aku akan memberikan segalanya kepadamu. Kamu akan takjub melihat kerajaan kita telah bangkit kembali", ucapnya.
Haru tersenyum, dia mulai membanggakan apa yang telah dia capai untuk saat ini. Bahwa, sebentar lagi takdir akan terlihat nyata di depan mata.
"Hilangkan rasa cintamu kepada Naru", ucapnya seraya menyentuh kening Noah dengan telapak tangannya.
Sedikit cahaya mulai muncul di sekujur tubuh Noah. Cahaya berwarna biru safir tiba-tiba melindunginya dari perbuatan Haru yang akan menghapusan ingatan Noah kepada Naru.
"Cahaya apa ini?", tanya Haru heran.
__ADS_1
"Apa itu juga pelindung dari Naru? Tapi, kenapa cahayanya biru? Ini tidak mungkin dari dia", Haru semakin bertanya-tanya dan kesal kembali.