
"Anda tidak apa-apa, Tuan?"
"Iya, terima kasih"
Seorang pria tampan ikut membantu. Dia melemparkan serbuk pasir biru ke arah Delano.
"Sruuiingg!!"
"Kerling kerling kerling.."
Saat Delano lengah, seorang wanita vampir juga melancarkan tinju dan tendangannya ke arah Delano. Mengenai perut dan menyakiti kakinya, hingga Delano langsung tumbang tanpa pertahanan.
"Bug! Bag! Bug! Bag! Bug!"
"Punch! Kick! Badumm!!"
"Si-siapa kalian?!", kesal Delano.
"Akhirnya, kita bisa berkumpul kembali sobat", ucap Naru.
"Humph!! Dasar penyihir lemah!", Ucap wanita itu kesal kepada Delano.
Seorang Vampir wanita dan manusia datang berbarengan dengan Naru. Seperti nostalgia, mereka bertiga bisa kembali bersama. Bukan sebuah nostalgia tapi sebuah reuni yang nyata.
"Kennapa kalian harus adaaa!!", Ucap Delano dengan gigi gemeretak dan langsung menghilangkan diri.
Naru yang tidak takut akan sinar matahari itu pun menggendong Chacha. Seorang pria dan vampir wanita mengikutinya dari belakang. Mereka bertiga berjalan layaknya pahlawan yang sedang dirindukan.
Noah yang masih mencari Chacha seketika menghentikan larinya karena tersentak kaget berjumpa dengan Naru dan dua orang yang tidak ia kenal.
"Na-Naru..", ucap Noah merasa tidak percaya.
"Benarkah kamu Naru?"
Tanpa basa-basi lagi, Noah langsung berlari untuk memeluk Naru. Namun, kejadian aneh tiba-tiba terjadi. Seperti ada kilatan petir menolak Noah dan Naru berpelukan. Akhirnya Noah pun terjatuh.
"Sial!", keluh Naru
Pria dan wanita vampir saling heran menatap satu sama lain.
"Na-Naru.. ada apa?", ucap Noah bingung.
"Kita bawa Chacha pulang dulu. Ayo Saga!", ajak Naru
"Baik, Tuan!"
Saga menjadi sopir untuk mobilnya sendiri, dengan Naru di sampingnya. Noah duduk di belakang memangku Chacha yang sedang pingsan. Wanita Vampir itu menemani Noah di belakang.
"Chacha, maafkan Mama", lirih Noah.
__ADS_1
"Sepertinya, kita pernah bertemu Nona", ucap Saga.
"Eh? Benarkah?", Noah mengangkat kepalanya dan mencoba mengingat-ingat.
Saga ternyata orang yang hampir menolong Noah saat Noah menabrak dirinya, namun langsung dihadang Naru. Waktu itu bersama dua temannya yang salah satu temannya bernama Rio. Ternyata Saga orang yang berpengaruh bagi Naru.
Saga adalah mahasiswa jurusan kedokteran. Kemudian dia bisa bertemu dengan wanita vampir itu disaat dia hendak mengakhiri hidupnya karena merasa depresi. Di malam hari dan disertai hujan lebat. Wanita vampir itu menolongnya saat Saga benar-benar terjun dari jembatan tol mengarah jalan tol yang ramai dengan kendaraan.
Sedangkan, wanita vampir itu bernama Sean. Sean adalah vampir teman masa kecil Naru dan Haru. Dia vampir yang ikut mengembara bersama Naru untuk mencari keberadaan Haru, namun akhirnya dia terpisah dari Naru dan bertemu dengan Saga.
Saga dan Sean sudah lama hidup bersama, sehingga hubungan mereka berdua sangat dekat. Saga bisa mengenal Naru karena Sean telah menceritakan tentang teman masa kecilnya tersebut. Sean menceritakan Naru dan Haru kepada Saga sebagai anak Raja Vampir, sehingga Saga pun memanggil Naru dengan sebutan Tuan.
Saga mendapat banyak cerita dari Sean, karena dia seorang dokter maka dia mengembangkan kemampuannya untuk bisa menjadi Dokter yang lebih hebat dan menciptakan ramuan dan obat-obatan untuk membantu para vampir.
Termasuk dia telah menemukan penangkal penyihir dan vampir itu sendiri. Karena bagaimana pun juga, dia seorang manusia lemah yang harus bisa selalu waspada dan berhati-hati untuk melindungi diri sendiri.
Sampai di rumah, Noah membawa Chacha ke dalam kamar dan menemaninya sejenak karena merasa bersalah atas sikap ketidakpeduliannya.
Naru, Saga dan Sean berada di ruang tamu. Mereka duduk dan saling mengobrol bersama. Noah tidak ingin turun dan tidak berniat untuk menjamu mereka.
"Penyihir lemah itu sudah mau bergerak", ketus Sean.
"Kita harus berhati-hati", sahut Saga.
"Kau memang laki-laki yang tidak berguna. Laki-laki kok gak punya kemampuan bela diri. Dasar! Cemen!!", ejek Sean.
"Apa kau bilang? Siapa yang lebih lemah di sini?", tantang Saga sambil menunjukkan serbuk penangkal vampir.
"Ahahaha", Saga tertawa puas.
"Kita harus melindungi Noah dan vampir kecil itu", sambung Naru.
"Ininih, kalo seorang anak vampir yang lagi bucin sama anak seorang manusia", ejek Saga.
"Untung gue belum terlanjut tertarik kepada gadis itu. Waktu itu, gue juga hampir terhipnotis dengan paras cantiknya", sambungnya.
"Itu karna elo lebih tertarik dengan wanita vampir itu, bukan?, tantang Naru sambil tersenyum ramah.
"A-apa?!", ucap Saga dan Sean bersamaan.
Saga dan Sean saling memalingkan muka karena tersipu malu dan merasa kesal.
"Chacha.. Maafkan Mama.. Maafkan Mama", lirih Noah
"Mama benar-benar bersalah telah mengabaikanmu. Andai aku bisa dihukum, hukumlah aku atas kesalahanku ini", Noah semakin menangis.
Chacha masih tertidur lelap. Noah berbaring di samping dan memeluk Chacha.
"Inikah rasanya kesepian? Inikah rasanya bersalah? Sungguh, perasaan ini sangat menyayat hati. Lebih dari perasaan sedih"
__ADS_1
"Maafkan Mama, Chacha", Perlahan Noah memejamkan matanya yang berair dan ikut tertidur bersama Chacha.
Di kediaman Delano.
"Keterlaluan! Tidak kusangka aku dikalahkan oleh orang-orang seperti mereka. Jika aku tau akan kedatangan mereka, mungkin aku bisa lebih waspada dan langsung menggunakan sihirku", geram Delano
"Haa ah.. Emosiku menjadi tidak stabil. Saat nyawa vampir yang ada di nyawaku dulu itu, perasaanku menjadi tenang dan aku bisa mengendalikan emosi ini dengan baik"
"Tapi, sekarang. Gue jadi mudah sekali emosi. Kurang ajarrrr!!!", teriak Delano
"Kalo begitu, gue juga akan mencari sekutu", sambungnya.
Di rumah Delano, banyak artefak benda-benda kuno dan antik terjejer rapi di sana. Dia menjadikan benda-benda itu untuk wadah nyawa-nyawa yang telah ia hisap karena dia akan menggunakannya untuk suatu saat nanti.
"Tunggu pembalasan Gue!"
"Tuan, kami akan pulang", ucap Saga.
"Apa kau akan ikut dengan kami Naru?", tanya Sean.
"Aku disini saja. Aku tidak bisa meninggalkan Noah sendiri", balas Naru.
"Baiklah kalo begitu. Kalo terjadi sesuatu, kuharap kami bisa tepat menolong Anda, Tuan", sahut Saga.
Saga dan Sean kembali masuk ke dalam mobil. Hari memang sudah petang, sehingga mereka berdua pamit. Mobil pun melaju.
"Saga, belikan aku daging", pinta Sean
"Apa?! Daging lagi? Sayur aja gitu bisa gak sih?!"
"Kenapa? Tidak mau?!"
"Ahahaha.. Dasar vampir rakus. Sampai kapan kau akan menguras seluruh uangku, Hah?"
"Turutin aja apa mauku. Udah, beres kan"
"Gue juga mau nurutin apapun maumu, tapi jangan yang berhubungan dengan uang lah. Tidakkah kau tau, mencari uang itu susah girl"
"Ya gue gak mau tau. Pokoknya belikan aku daging"
"Haish!! Kau harus membayar semua perbuatanmu itu, Sean!", Cubit Saga di pipi Sean.
"Jangan mengajakku bertengkar, Saga!!"
"BTM"
"apa itu?"
"Bertengkar Tapi Mesra"
__ADS_1
"Apaa?!"
"Ahahahaha.."