Love Story Twin Vampire

Love Story Twin Vampire
Menyusuri Hutan


__ADS_3

“Noah, kamu yakin akan tetap ke sana?”


“Tentu saja. Kenapa kamu juga ikut meragukanku? Hmmph!” Balas Noah manyun.


“A, iya. Tidak. Aku, tidak bermaksud meragukanmu,” ucap Naru terbata-bata sambil melirik ke atas dengan sedikit menggaruk pipinya. “Aku selalu yakin kepadamu Noah, seratus persen!”, lanjutnya memberikan dua jempol.


“Baiklah ayo jalan!”, pinta Noah.


“Aku bisa gunakan sihirku supaya kita bisa cepat sampai di sana”, balas Naru.


“Tidak perlu! Aku akan buktikan bahwa aku bisa menemukan taman itu dengan sangat mudah”, ucap Noah sambil berjalan mendahului Naru.


Noah terlihat seperti seorang gadis berkerudung merah jika dilihat dari belakang, namun dia tidak sedang membawa keranjang buah untuk dibawakan kepada sang nenek. 


...Nee boku wa boku wa shiritai...


...Aisuru tte donna koto...


...Kimi ga hohoemu to sekai wa sukoshi furuete kagayaita...


...Maru de kokyuusuru you ni ugokidashita...


...Nee boku wa, boku wa shiritai...


...Ikiteku tte donna koto...


...Boku ga tazuneru to sekai wa sukoshi furuete kagayaita...


...Boku ni nemuru shinjitsu o ima shizuka ni tokihanatsu ...


Senandung Noah, membuat Naru semakin jatuh cinta kepadanya. Suaranya yang merdu, ekspresi lembutnya dan senyuman tulusnya membuat Naru yakin untuk selamanya mencintai Noah.


Naru membiarkan Noah berjalan sendiri dan mempercayakan segalanya kepada gadis itu. Dia mengikutinya dari belakang, siap siaga untuk menjaga kekasihnya dari segala mara bahaya yang mendekat.


Cahaya matahari benar-benar tidak menyinari hutan belantara. Waktu yang terus berjalan pun tidak mempengaruhi perjalanan, Noah masih menikmati perjalanannya dengan sangat baik.


Seekor kelinci tiba-tiba mengagetkan petualangan Noah, menarik perhatiannya. Kelinci putih yang sangat lucu berhenti tepat di hadapannya dengan jarak satu meter, seolah menginginkan untuk dikejar oleh gadis itu.


Noah berhenti sebentar dan sejenak bertanya-tanya. Di hutan yang sangat gelap dan tampak menyeramkan ini kenapa bisa ada seekor kelinci lucu hidup di sana. Dia akhirnya berencana untuk mengejarnya saat kelinci itu mulai melompat lagi.


“Gadis itu, dia pandai berfikir tapi tidak pandai bertindak”, gerutu Naru sambil membiarkan Kekasihnya melakukan keputusannya sendiri, meskipun dia tahu bahwa kelinci itu hanyalah sebuah umpan.


Umpan yang mengarah kepada segerombol vampir pemburu gila yang haus darah dan selalu merasa lapar. Noah terus berlari untuk mengejar kelinci lucu tersebut, hingga kelinci itu mengantarkannya kepada mereka.


Segerombol vampir yang berpenampilan lusuh dan berbeda dari vampir normal. Keadaan mereka sangat buruk seperti zombie bahkan mereka sudah tidak bisa berbicara.


“Grraww.. grrrwww..”

__ADS_1


“Makhluk apa mereka?”, tanya Noah.


Satu per satu vampir mulai mendekat, “Ggrrww.. ggrraww..”


“Ja-jangan mendekat! Naru, tolong aku”, teriak Noah.


“Ggrrww..”


Naru langsung datang tapi berada di atas dahan pohon. Bergaya sok keren dan sedikit menyindir ketakutan Noah. “Di mana Naru? Aku di atas sini Noah”, ucapnya ketika Noah sedang memundurkan langkahnya untuk siap berlari.


“Naru, aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi sekarang, tapi vampir-vampir ini terlihat sangat aneh. Apa mereka juga bermaksud ingin memakanku?”


“Benar sekali. Kamu memang selalu pandai memahami keadaan, gadisku”, puji Naru.


“Kenapa mereka mengincarku?”


“Bukan kamu saja yang diincar Noah, mereka para vampir akan memburu mangsa tanpa pandang bulu. Bahkan, kadang kala mereka sering bertarung satu sama lain untuk mempertahankan diri dan mengadu kekuatan”


“Trus, kamu disitu hanya akan menceramahiku saja hah?!, aku akan mati jika kamu tidak segera menolongku. Naru! Tolong aku!!”


“Kasar sekali..”, gerutu Naru. Dia langsung turun dan mengalungkan lengannya di ketiak Noah kemudian mengangkatnya ke atas untuk kembali ke dahan pohon tempat dirinya semula berada. 


“Gampang kan?”, canda Naru menyeringai.


“Mereka, tidak akan bisa memanjat pohon kan?”


“Syukurlah..”, ucap Noah seraya mengelus dadanya dan merasa bersyukur.


Naru tersenyum. Dia langsung mengajak Noah melompat ke dahan pohon satu ke pohon yang lainnya. Noah merasa ngeri tapi kemudian dia bisa mengendalikan keadaannya sehingga dia menikmati pengalaman tersebut.


“Ini cukup menyenangkan, Naru. Daripada saat kamu mengajakku terbang waktu lalu. Ini jauh menyenangkan”, ucap Noah diiringi langkah kaki yang terus melompat melangkah dari dahan ke dahan lain.


“Kalau begitu, aku akan membawamu ke suatu tempat sebelum kita pergi ke taman bunga. Apa kamu mau?”


“Um!”, jawab Noah yakin.


Naru mengajak Noah ke sebuah kebun buah apel di pinggiran tebing. Suasana sudah terlihat lebih terang daripada saat di dalam hutan. Warna hijau mulai menghiasi bola mata Noah. Pantulan cahaya matahari membuat apel-apel tersebut seperti permata indah yang menggantung di setiap ranting pohon.


“I-ini pohon apel, kan?”, tanya Noah yang sudah berhenti di dahan sebuah pohon apel.


“Apa kamu mau memetiknya satu?”


“Boleh? Tidak akan beracun?”, tanya Noah masih ragu.


“Ahahaha.. kita kan tidak sedang hidup bersama putri salju, Noah”, sindir Naru.


“Hemph!”

__ADS_1


Naru pun memetikkan satu buah apel berwarna merah dan sangat mengkilap. Cahaya matahari sedikit mengenai tubuhnya, tapi tidak terlalu mempengaruhinya.


"Kletuk, kreeuuss"


Noah mulai menggigit apel tersebut dan perlahan mengunyahnya. Sensasi air yang melimpah dan rasanya yang manis membuat Noah menampakkan raut wajah yang sangat lucu.


"Ini sangar lezat, Naru", ucap Noah seraya menawarkan bekas gigitannya kepada Naru.


Seketika pria vampir itu tersipu malu, dia memalingkan muka yang memerah dan sedikit menutupinya dengan lengan tangannya.


"Ada apa?" tanya Noah heran.


"Ti-tidak. Habiskan saja punyamu. Aku akan petik sendiri nanti", jawab Naru gugup.


"Ooh.. Baiklah, aku akan petikkan satu untukmu Naru", ucap Noah seraya sedikit melangkahkan kakinya untuk meraih sebuah apel yang berada di hadapannya.


Naru masih sibuk menggaruk pipinya yang merah dengan jari telunjuknya. Tidak sadar bahwa Noah sedang membahayakan dirinya.


Saat Noah berhasil memetik apel tersebut, kakinya yang menapak kurang benar akhirnya langsung terpeleset.


"Eck! Aaaaa...", sahut Noah saat jatuh dari pohon.


Naru lengah dan tidak berhasil meraih tangan kekasihnya. Tanpa pertahanan apapun, Noah akhirnya jatuh ke tanah penuh dengan semak-semak. Tubuhnya mendarat tidak berhenti melainkan terus berguling menuju sebuah tebing yang sangat dekat dengannya.


"Noaah!!"


Gadis itu masih terus berguling-gulung, kemudian terpental hingga terjun ke bawah tebing yang sangat dalam. Naru langsung mempercepat pergerakannya dan berhasil menangkap Noah.


Mereka berdua akhirnya terjun bersama ke bawah tebing dan jatuh tercebur ke sebuah sungai.


"Byuurrr! Bllpp bbllpp"


Sang wanita terkasih tidak bisa mengendalikan dirinya di dalam air. Tubuhnya mulai tertarik ke bawah dan mengikuti arus sungai yang deras.


Naru yang sedikit kesulitan langsung berenang menghampirinya untuk segera menolongnya.


"Bbllpp.. Bbllpp.."


"Noaah", panggil Naru seraya masih terus berenang supaya bisa segera meraih tubuh Noah.


"Sial! Arusnya semakin deras saja"


Noah masih terseret arus sungai, membiarkan tubuhnya terombang-ambing oleh gerakan air yang sangat deras.


Naru sejenak mengambil nafas dan mempersiapkan diri masuk ke dalam air kemudian mempercepat pergerakannya untuk lebih mendekati Noah.


Terus dan terus membuka arus sungai dengan kedua tangannya yang berenang dan kaki sebagai pendorongnya.

__ADS_1


Akhirnya, pria vampir itu berhasil meraih tubuh calon istrinya dan segera membawanya ke pinggir. Melihat mata Noah yang terpejam, perasaan khawatirnya muncul. Naru cemas akan terjadi apa-apa terhadap kekasihnya.


__ADS_2