Love Story Twin Vampire

Love Story Twin Vampire
Mencari Keputusan


__ADS_3

Noah berada satu ruangan bersama ayahnya dan juga Chacha. Ruangannya sangat luas tapi sangat klasik. Tidak ada kemodernnya di sana. Meski begitu, ruangan tersebut sangat bersih dan harum.


Warna monocrom menjadi khas dari kerajaan vampir eropa, dengan lentera dan cahaya bulan sebagai sumber penerangan.


Sangat sepi. Beberapa laungan serigala dan suara burung hantu memberikan kengerian tersendiri bagi Noah. Meskipun dia sedikit merinding, dia mencoba percaya diri dan mengendalikan suasana.


Malam ini, Tanaka akan menceritakan segalanya kepada Noah. Pengakuan darinya bahwa dirinya adalah seorang peramal kerajaan membuat Noah cukup shock.


Namun, Noah malah bangga memiliki seorang ayah yang bisa meramal masa depan. Sehingga, dia ingin mencoba menceritakan bahwa dirinya telah mengalami banyak hal aneh yang ayahnya sendiri tidak mengetahuinya.


Dan ternyata benar, ayahnya lah yang lebih dulu mengetahuinya sebelum dirinya sendiri. Noah menjadi kesal, karena harus terus berkutat dengan takdir yang dia tidak ketahui endingnya.


Namun anehnya, kehadiran Chacha tidak ada di dalam ramalan Tanaka. Tanaka sedikit khawatir tentang takdir apa yang akan dibawa Chacha untuk Noah.


Akhirnya, Noah pun menarik selimut dan bersiap tidur di samping vampir kecil tersebut. Berharap "janji fajar yang akan datang" memberikan kehidupan yang lebih indah untuk Noah di keesokan harinya.


Sementara itu, Tanaka yang sudah melihat putrinya tertidur, dia berjalan keluar ruangan untuk menuju ke ruangan Raja. Naru, Haru bersama Raja sedang mendiskusikan sesuatu. Sesuatu yang sangat serius untuk dibahas.


"Sekarang, kita telah bisa berkumpul bersama"


“Iya, Raja.”


“Haru telah mengetahui bahwa gadis itu adalah takdir kerajaan, dia akan menjadi pengganti sang dewi untuk membangkitkan kembali kerajaan kita di gurun pasir. Dan kau Naru, kau telah aku perintahkan mengembara untuk mencari pengganti sang dewi, tapi apa? Kau malah membawa dia kesini untuk kamu jadikan sebagai istri?”


“Noah bukanlah pengganti Sang Dewi. Kalian berdua salah. Ibunda telah mengatakannya kepadaku, bahwa Noah menerima kekuatan darinya hanya untuk membantuku mencari Haru”


“Melalui Noah, Haru akhirnya bisa menemukan di mana jasadnya berada. Selesai sudah misi Noah untuk itu. Jangan kalian jadikan Noah sebagai alat untuk membangkitkan kembali kerajaan kita di gurun pasir, Raja!”

__ADS_1


“Bagaimana menurutmu Wahai Peramalku Yang Agung?”, tanya Raja menyerahkan segala keputusan kepada sang peramal.


Tanaka membenarkan perkataan Haru bahwa Noah adalah takdir untuk membangkitkan kerajaan vampir di gurun pasir. Tapi, dia juga tidak menampik perkataan Naru. Perkataan Naru sangat tulus, karena dia hanya ingin melindungi Noah dan melindungi statusnya sebagai manusia yang harus dihormati kehidupannya. Sesuai nasehat Ibunda Ratu.


Naru tidak akan membiarkan Noah menanggung seluruh kekuatan Sang Dewi, apalagi kedua matanya telah sempurna berwarna emas. Naru mengetahui bahwa Noah tidak akan mampu mengendalikan kekuatan tersebut.


Vampir yang memiliki bola mata seindah bunga mawar itu akan mencari cara untuk mengeluarkan kekuatan Sang Dewi dari diri Sang Kekasih dan mengembalikannya menjadi manusia normal. Meskipun takdir sudah terlihat di depan mata, dia akan berusaha untuk itu.


“Jangan sok menjadi pahlawan kau Naru. Kau bahkan tidak menyadari apa yang telah kau perbuat kepada Noah, apa yang telah kau lakukan kepada Noah pasti akan ada imbal baliknnya”, tukas Haru.


“Tidak. Aku tidak pernah merugikannya”, jawab Naru yakin.


“Kalo begitu, perhatikanlah sendiri perubahan apa saja yang akan terjadi atas segala apa yang telah kau lakukan kepadanya”


“Keterlaluan. Haru selalu bisa menakut-nakutiku”


Naru berjalan keluar teras kastil yang mengarah ke sebuah jurang yang sangat dalam. Memandang langit yang tampak hitam gelap penuh dengan awan kelabu. Bulan purnama saja hanya bisa mengintip dari balik awan tersebut.


Tanaka berdiam diri di tempatnya dan Sang Raja mulai mendekati Naru. Dia menceritakan kembali tentang kehidupannya di kerajaan vampir gurun pasir waktu Sang Dewi masih ada.


Raja menyadari, bahwa kehidupannya di kastil eropa sangat berbeda dengan kerajaan vampir di gurun pasir. Di kastil eropa, dia yang belum menjadi seorang Raja hanya selalu hidup dalam kegelapan dan kekejaman. Vampir asli bermata merah yang memiliki kehidupan untuk selalu memburu darah dan memakan daging.


Raja sangat menyukai sinar matahari dan selalu mengagumi kehebatannya meskipun sinarnya dapat membakar dirinya dengan sangat mudah. Keteguhan hatinya karena menyukai sesuatu yang membahayakan dirinya akhirnya dia bertemu dengan Dewi Matahari. 


Sang Dewi pemberi kehidupan di dunia, sinarnya selalu dinantikan oleh seluruh makhluk hidup dan janji “esok akan kembali setelah matahari terbenam” selalu dia tepati. Raja jatuh cinta kepada Dewi Matahari.


Raja meninggalkan kehidupannya di kastil Eropa dan membuat kerajaan vampir di gurun pasir bersama Dewi Matahari. Keindahan yang diciptakan oleh Sang Dewi memberikan kemakmuran yang luar biasa terhadap rakyat vampir.

__ADS_1


Segala kegelapan dan kekejaman pada diri vampir bermata merah tersebut sirna dan berganti menjadi kehidupan bahagia layaknya manusia. Sang Dewi mengganti sumber makanan para vampir dengan buah-buahan dan meminta mereka untuk meninggalkan darah dan kebiasaan makan dagingnya.


Raja mencoba memahami perasaan cintanya Naru terhadap Noah. Rasa cinta penuh pengorbanan dan harapan untuk bisa hidup bahagia bersama selamanya. Meski begitu, kisah cinta dua dunia yang berbeda kadang kala tidak akan memberikan akhir yang bahagia. Raja merasa sedih dan sangat khawatir.


“Kita semua sangat merindukan kehadiran Ibunda Ratu, Naru. Kami para vampir sudah semakin kehilangan arah dan membutuhkan cahaya untuk bisa kembali lagi ke kehidupan terang saat di kerajaan vampir gurun pasir masih ada”, ucap Raja.


“Aku tau itu, Ayah”, balas Naru dengan tatapan kosong ke arah langit.


“Lalu, apa yang akan kau lakukan jika gadis itu tidak kau relakan untuk membangkitkan kembali kerajaan kita?”


“Aku yakin, pasti akan ada cara lain”


“Naru, pikirkanlah. Gadis itu hanya seorang manusia, dan manusia selalu memiliki usia pendek sedangkan kita bisa hidup kekal abadi. Jika kau ditinggal mati olehnya, bukankah kau akan memiliki kesedihan yang sangat mendalam? Ayah ingin, sebelum kau terlalu dalam mencintainya, pikirkanlah kembali”


“Cukup ayah! Kenapa Anda malah berkata seperti itu?!"


“Lagi pula, gadis itu tidak akan aman untuk tinggal selamanya di sini”


“Ibunda sangat menghormati kehidupan manusia. Beliau pasti tidak bermaksud untuk mengorbankan Noah semudah itu”


“Naru?”


“Ibunda tidak akan tega mengorbankan Noah, Raja! Begitu pula aku! Aku akan menentang itu. Kalian berdua salah. Jika Haru berani sedikitpun menyentuh Noah, aku tidak akan segan untuk segera menghabisinya”


“Jauhi ambisimu itu, Naru!”


“Perbincangan kita selesai sampai disini”, pungkas Naru. Dia mengarahkan sejenak pandangannya kepada Raja lalu menghilang dalam sekejap mata.

__ADS_1


“Aku memang Raja yang sangat lemah. Kita semua vampir yang sangat lemah. Hanya bisa bergantung kepada darah dan daging juga sangat takut dengan matahari. Tapi, kenapa dulu kita sangat disegani?”, Raja terheran-heran sendiri.


__ADS_2