
Saga dan Sean sedang berbincang di foodcourt di sebuah mall besar. Mereka selalu berdua kemana pun mereka pergi. Meskipun mereka bukan sepasang kekasih mereka lebih nyaman dengan Hubungan Tanpa Status mereka. Jika salah satu di antara mereka memiliki kekasih, salah satu di antara mereka akan merelakannya.
Sean tidak akan membiarkan Saga hidup sendirian lagi. Begitu pula dengan Saga, dia tidak akan membiarkan Sean untuk berkelana sendirian. Setelah mereka berdua memiliki kecocokan, mereka berkomitmen untuk selalu bersama.
"Sean, gue dapat undangan pesta dari teman Bokap gue nih. Jika elo mau gue bisa ajak elo ke sana"
"Jika gue mau? Emang, kapan gue pernah menolak ajakanmu Saga?"
"Ahaha.. Enggak juga sih. Elo memang selalu setia kepada gue, Sean"
"Jangan berlebihan, dan jangan sekali-kali elo berharap lebih ya dari gue"
"Iya"
"Gimana kalo kita ajak Haru juga"
"Haru? Maksudmu Tuan Naru palsu? Gue sudah bisa memanggilnya dengan Tuan Haru yang sebenarnya?"
"Yap! Gadis itu paling juga langsung bisa menyadarinya, bahwa Naru bukanlah Naru asli. Melainkan Haru"
"Jezzz!! Kalian ini, ada saja bikin rencana konyol seperti itu"
"Sstt, elo diam saja Saga! Itu karna Haru menyukai gadis itu. Dia berencana mengambilnya dari Naru"
"Sadis!", timpal Saga.
Waktu Haru kembali ke jasad aslinya, dia pergi menemui Sean dan Saga. Haru menceritakan segalanya kepada Sean tentang apa yang terjadi pada dirinya sendiri, pada Delano dan juga Naru.
Sean pun terkejut saat Haru tiba-tiba bisa menemuinya, padahal dia dan Naru sudah sangat lama mencari keberadaan Haru namun tak kunjung ketemu.
Setelah Haru panjang lebar menceritakan kisahnya kepada Sean dan Saga, dia mengajak Sean dan Saga bekerja sama untuk melawan Delano. Sebab, Haru sendiri sudah tahu siapa sebenarnya Delano itu.
Haru juga memanfaatkan keadaan di saat Naru tidak ada, dia akan menyamar menjadi Naru bagi Noah. Dia sadar bahwa rencananya licik, tapi Haru bertekad mendekati Noah dan ingin memiliki waktu bersama dengan Noah melalui wujud Naru.
Saga yang hanya manusia lemah, hanya bisa mematuhi perintahnya dan Sean juga menyetujuinya, meskipun rencana tersebut mungkin akan segera terbongkar.
Saga dan Sean pun pergi ke rumah Noah, untuk mengajak Haru mengikuti pesta undangan dari Saga.
Saat Saga mengetuk pintu, ternyata memang Haru lah yang membukakan pintu. Noah begitu menikmati waktunya bersama Chacha di kamar. Bukan bermaksud mengabaikan Haru tapi dia tidak ingin menghabiskan waktu bersama Haru setelah tahu bahwa dia bukanlah Naru.
"Selamat malam, Tuan", sapa Saga.
__ADS_1
"Ada apa kalian ke sini?"
"Ooh.. Ternyata Tuan sudah kembali menjadi Tuan Haru yang sebenarnya? Sungguh! Cepat sekali rencana anda terbongkar", sindir Saga.
"Diam kau Saga!", elak Sean.
"Oopss", Saga pun menutup mulutnya.
"Haru, kita mau ajak elo ikut ke pesta bersama. Gantilah bajumu dan kita akan berangkat sekarang", pinta Sean tegas.
"Gue harus tetap di sini untuk menjaga Noah"
"Kalo begitu, ajak saja dia sekalian"
"Gue gak yakin dia bakalan mau"
"Elo harus bujuk vampir kecilnya donk, kalo vampir kecil itu mau pasti gadis itu juga mau. Ayolah Haru, kita menikmati kesenangan sejenak. Jangan jadi orang yang menyendiri", sindir Sean
"Baiklah. Tunggulah sebentar"
Haru berjalan menuju kamar Noah. Mengetuk pintu dan Noah pun membukakan pintu untuknya.
"Eh Haru, ada apa?"
Tapi, Chacha yang mendengar itu, jadi merasa tertarik dan ingin tahu. Haru pun menjelaskan kepada Chacha tentang apa itu pesta, akhirnya vampir kecil itu ingin ikut pergi ke pesta.
Setelah Noah dan Chacha berdandan dan masuk ke dalam mobil, Sean heran melihat penampilan Noah yang kurang cantik dan menggoda.
Noah sendiri kaget dan merasa pesimis melihat penampilan Sean yang sangat cantik dan modis. Tapi, dia mencoba untuk tidak peduli. Lagi pula, yang perlu tampil cantik cukup Chacha saja yang harus memakai gaun.
"Saga, berikan uangmu untukku", pinta Sean tiba-tiba.
"Apa? Untuk apa?"
"Gue kesal melihat gadis norak ini. Apa dia tidak pernah ke pesta, sehingga dia tidak memiliki satu gaun pun untuk dia pakai?"
"Eh?", Noah merasa tersindir.
"Memangnya, ada masalah apa dengan pakaianku?", lanjut Noah membela diri.
"Hei gadis, kita ini mau ke pesta bukan ke pertemuan"
__ADS_1
"Lalu?"
"Elo harus memperhatikan penampilanmu donk. Makanya, akan gue tunjukkan gimana harus menjadi gadis cantik nan dewasa"
"Apa?"
Saga berhenti di pusat toko pakaian. Sean langsung mengajak Noah turun dan masuk ke dalam toko, Noah berusaha memberontak untuk memberikan penolakan.
"Ja-jangan memaksaku! A-aku tidak perlu berganti gaun", ucap Noah menarik diri.
"Ayo, sudahlah. Ikut aja denganku", Sean tetap memaksa.
"Sean, jangan memaksanya", pinta Haru
"Bodo amat. Ayo Nona, elo itu harus tampil cantik. Jangan malu-maluin gue", pinta Sean.
Setelah perdebatan dimenangkan oleh Sean, akhirnya Noah berganti gaun. Dia memakai gaun slimsuit berwarna emas. Kerahnya lebar hingga memperlihatkan kedua bahunya yang putih dan bersih. Perasaan Noah sangat sedih atas pemaksaan dari Sean.
"Aku tidak suka ini. Tapi ini demi Chacha juga", batin Noah di depan cermin.
Noah sedang dirapikan rambutnya dan dimake up secantik mungkin. Dia hanya bisa terdiam bak boneka barbie yang pasrah diperlakukan semau majikannya.
"Elo harus cantik di depan Haru", bisik Sean.
"Apa?"
"Noah.. Tidakkah elo tau, bahwa Haru menyukaimu. Jadi, lupakan saja Naru, dia tidak akan kembali kepadamu"
"Umm.."
"Lagipula, akulah yang selama ini menemani Naru mengembara. Dia mungkin sejenak melupakanku, tapi saat dia mengingatku kembali pasti dia akan kembali kepadaku"
"Tidak, aku tidak percaya. Sean, apa kau gadis selicik itu", batin Noah membuat perasaannya semakin tidak tenang.
Noah pun keluar bersama Sean. Melihat Noah yang begitu berbeda dan terlihat cantik nan anggun, Haru dan Saga pun terpana. Chacha gembira melihat Noah terlihat sangat cantik.
Sesampai di tempat pesta, Chacha menggandeng tangan Noah dan Haru. Chacha begitu bahagia berjalan masuk bersama Mama dan Papanya.
"Meskipun aku tidak memberitahukan kepada Haru bahwa aku dan Naru saling menyukai. Tapi, Tidak mungkin jika Haru menyukaiku. Ini akan rumit jika jadi seperti ini", batinnya.
"Mama Nowa, Papa Hayu, terima kasih", ucap Chacha tersenyum manis.
__ADS_1
"Iya Chacha", balas Haru ramah.
"Haru memang seorang yang sangat baik dan ramah. Aku menyukainya sebagai seseorang yang baik, tapi perasaanku tidak bisa menyukainya. Kumohon, semoga kamu tidak menyukaiku Haru", batin Noah semakin menganggu pikirannya.