Love Story Twin Vampire

Love Story Twin Vampire
Nyanyian Tidur


__ADS_3

Haru ingin sekali memegang tangan Noah tapi dia tahu bahwa itu tidak mungkin. Ada pelindung petir di tubuh Noah, Naru yang memberikannya.


Banyak tamu undangan yang tampil cantik dan anggun. Saling berpasang-pasangan dan mengobrol asik bersama. Begitu pula Sean dan Saga. Namun, Haru sedang terpaku memandang Noah.


"Kamu terlihat cantik dengan gaun itu, Noah", ucap Haru mendekati Noah yang sedang mengambil jus buah untuk Chacha.


"Apa? Eeeeh..", Noah langsung melenguh tersipu malu.


"Apa aku tidak sopan mengatakannya?"


"Ti ti ti ti ti tidak Haru. Akunya yang terlalu canggung karena tidak biasa memakai pakaian seperti ini", balas Noah menjaga perasaan Haru.


"Maaf Noah, ada rambutmu yang jatuh", ucap Haru lagi yang tanpa sadar hendak mengambil sehelai rambut yang jatuh di bahu Noah.


Noah seketika kaget, kecanggungannya semakin membuat hatinya berdebar-debar hingga dia reflek menghempas tangan Haru dan keseimbangannya pun goyah.


"Oops.. Hati-hati Nona cantik", tangkap seorang pria misterius. Pria itu begitu lihai menangkap punggung Noah dan langsung bisa menjaga keseimbangannya.


"Ma ma ma maaf. Maafkan aku maafkan aku..", Noah semakin kebingungan.


"Siapa pria itu?", batin Haru.


Noah dan Haru kembali duduk bersama Chacha dan yang lainnya. Mendengarkan sejenak isian dari pesta tersebut. Chacha sangat menikmati acara pesta, dia selalu menampakkan senyuman manisnya.


"Chacha senang?", tanya Noah.


"Iya", balas Chacha sambil mengayunkan kakinya yang menggantung di kursi. Noah pun ikut tersenyum.


"Bukankah itu Noah dan yang lainnya?", gumam Delano yang ternyata berada jauh di sana.


"Gue sudah tidak terlalu berurusan dengan Noah, tapi gue lebih kesal kepada tiga orang aneh itu. Akan gue kerjain mereka"


"Baiklah! Cukup hanya 30 menit saja. Nyawa-nyawaku yang berharga, ayo kita buat keributan di sini"


Seketika beberapa tamu undangan merasa kesurupan. Segala apa yang mereka pegang, tiba-tiba terjatuh. Mereka bertingkah aneh dan saling mengganggu satu sama lain.


"Pyarr!!"


"Dug! Klunting! Gedebug! Pyarr!!"


"Suara apa itu?", ucap Saga heran.


Ada yang mulai berteriak-teriak, ada yang membuat berantakan dan saling bersahutan meminta tolong. Noah masih belum menyadari itu, tapi Chacha langsung bisa merasakannya.

__ADS_1


Beberapa tamu undangan berlarian kalang kabut merasa ketakutan dan ingin segera keluar dari ruangan. Wajah-wajah manusia yang kesurupan mulai menunjukkan wajah seramnya, kepalanya jatuh ke samping dengan mata yang terus melotot.


"Mama, ada yang aneh"


"Eh? Ada apa?", Noah masih mengunyah habis snack dipangkuannya.


"Gawat! Ada yang iseng menganggu acara pesta kita", ucap Sean bersiap untuk waspada.


"Tiba-tiba banyak yang kesurupan. Apa yang harus kita lakukan? Kita tidak bisa melawan karena mereka adalah manusia yang sedang tidak sadar", balas Saga.


"Kurang ajar itu penyihir spam. Kekuatan apa yang bisa gue lakukan untuk menghadapi ini?!", keluh Sean sambil mengangkat gaunnya dan menalinya di pinggang. Sontak kaki panjang nan mulusnya menghipnotis para lelaki.


"Elo berniat akan menghajar mereka Sean?", tanya Saga heran.


"Apa elo punya cara lain? Awas Saga!", Sean langsung menarik Saga supaya tidak dicekik oleh orang di belakangnya namun malah mereka berdua jatuh bersama.


"Elo ngagetin gue aja! Untung gue masih bisa menahan diri. Kalo tidak, tubuhmu yang cantik itu bisa gepeng gue timpa"


"A- Apa yang sedang kau lakukan Sagaaa!!", Sean langsung melancarkan pukulannya di pipi Saga.


"Ahahahaha.. Bisa malu juga wanita vampir itu. Ternyata lebih seru dari yang gue bayangkan", sahut Delano.


"Sebenarnya, ada apa ini?", Noah masih bingung.


"Mama?"


Seseorang langsung menarik tangan Chacha, seketika Noah langsung mendorongnya. Satu orang datang lagi dan berganti menarik tangan Noah.


Haru langsung menghentikannya, kedua matanya berubah menjadi emas dan seketika orang yang dia pegang merasa kepanasan, kulitnya terasa terbakar dan orang tersebut pingsan.


"Ha-haru! Jangan sakiti mereka", pinta Noah.


"Maaf Noah, itu karna mereka mencoba melukaimu"


"Tidak. Mereka hanya kesurupan, kita harus cari cara lain untuk menolong mereka"


Noah memeluk Chacha, sedangkan Haru, Saga dan Sean pasang badan untuk melindunginya. Tidak hanya mereka saja yang diganggu, tapi tamu undangan lain juga mendapat gangguan. Teriakan dan suara minta tolong semakin bersahut-sahutan.


"Saga! Tidakkah elo punya ramuan apa gitu untuk menghentikan mereka?", tanya Sean.


"Gue punya serbuk ramuan untuk menidurkannya, tapi gue tidak yakin akan berhasil"


"Coba saja!"

__ADS_1


"Tapi, semua akan kena tanpa terkecuali"


"Kalo begitu, kita lari dan mencari tempat aman untuk melindungi diri dari serbukmu itu. Ayo ikut gue", ucap Sean menarik tangan Saga.


Sean, Saga, Noah dan Haru yang menggendong Chacha berlari ke lantai dua, lalu ke lantai tiga. Gaun Noah terinjak oleh kakinya sendiri, membuat Noah terjatuh dan kakinya terbentur di sudut anak tangga. Gesekannya membuat kulit Noah sedikit mengelupas.


Perih, itu yang dirasakan Noah. Cukup sakit tapi dia berusaha mengabaikannya dan tetap berlari menaiki tangga meskipun sedikit pincang.


Belum lagi, beberapa orang yang kesurupan itu menganggu perjalanan mereka tapi Sean dan Saga langsung mendorong dan memukul mereka.


"Kamu gakpapa Noah?", tanya Haru memastikan.


"Iya gakpapa", Noah mengabaikannya dan tidak ingin melihat luka tersebut. Mungkin, sedikit darah sudah mengalir turun ke kakinya.


"Jika kita gunakan dari atas sini mungkin tidak akan mengenai kita. Benarkan?" jelas Sean


"Baiklah akan aku coba!"


"Sial! Mereka selalu punya cara. Kupikir bela diri saja yang mereka bisa lakukan. Dokter itu juga perlu diwaspadai ternyata", keluh Delano.


"Gue juga harus segera menghindar. Terserah nyawa itu tetap ada atau keluar sendiri gue gak peduli. Gue bisa mencarinya lagi", Delano pun pergi.


Saat Saga mulai membuka tutup botol, Sean langsung merebutnya, "Berikan serbuk itu", pinta Sean.


"Apa?", Saga bingung


"Gue akan menuangkannya di lantai dua"


"Ba-baiklah. Hati-hati Sean", pinta Saga


Sean berlari dan kembali di lantai dua dan langsung menebarkan sebotol serbuk tidur ke seluruh tamu undangan. Ada beberapa yang berhasil tertidur dan ada beberapa yang masih bergerak aneh.


"Sepertinya tidak berhasil", keluh Saga menggigit bibir bawahnya.


Chacha yang melihat kejadian itu, dia langsung bernyanyi. Menyanyi sangat merdu hingga membuat semuanya terbuai. Nyanyian tidurnya menenangkan hati setiap yang mendengarnya.


"Inikah kekuatan Chacha?", gumam Sean.


"Hebat juga vampir kecil itu", sambung Saga.


Nyawa yang merasuki manusia tersebut perlahan keluar dan menghilang. Beberapa orang juga ada yang tertidur karena merasa ditenangkan. Chacha masih terus bernyanyi. Semakin melengkingkan seriosanya. Menggugah hati setiap yang mendengarnya.


Noah dan Saga menjadi sedikit mengantuk dan melemahkan tubuhnya. Mereka terkena hipnotis Chacha. Sedangkan, Haru dan Sean tetap terjaga.

__ADS_1


Mereka duduk bersandar satu sama lain mendengarkan nyanyian Chacha, "Manusia memang lemah", gerutu Saga yang sudah tidak berdaya.


Saga dan Noah tertidur lelap bersama.


__ADS_2