Love Story Twin Vampire

Love Story Twin Vampire
Penglihatan Tajam


__ADS_3

“Slereet.. klebet..”


Tanaka mengerahkan seluruh tenaganya untuk membuka gorden jendela besar di hadapannya. Pagi sudah datang, tapi tidak ada cahaya matahari terlihat di sana.


“Noah, bangun. Sudah pagi”


“Bagaimana ini sudah pagi, ayah? Aku tidak merasa ada cahaya matahari disini”, keluh Noah sambil mengangkat tubuhnya dan membuka satu matanya karena yang satu masih lengkat karena mengantuk.


“Ini sangat berbeda dengan rumah, Noah. Jadi, pahamilah itu”


“Iya iya”, jawab Noah sedikit tegas.


Noah berjalan menuju jendela yang sebesar pintu rumahnya, bahkan bisa lebih besar lagi. Dia kagum melihat pemandangan luar yang nyaris tidak tersentuh oleh sinar matahari. Hanya garis-garis kecil dari sinar matahari yang cukup memberikan pantulan cahaya redup.


Lingkungan yang dipenuhi dengan hutan lebat penuh pohon-pohon besar yang menjulang tinggi. Noah menguap dan meregangkan tubuhnya untuk bisa lebih santai menikmati hidup di lingkungan kastil eropa.


“Perbaikilah penampilanmu itu, ayah akan keluar sebentar”, ucap Tanaka.


“Ayah mau kemana?”


“Apa kau akan ikut kemanapun ayahmu pergi?”


“Haha.. Aku sudah lama tidak mendengar kata-kata itu. Ya sudah, aku akan perbaiki dulu penampilanku yang berantakan ini”, gerutu Noah.


Tanaka meninggalkan ruangan. Sedangkan, Chacha masih tertidur pulas. Noah sedikit menyesal harus bangun gara-gara dibangunkan oleh ayahnya. Kalo tidak, dia akan ikut tidur lagi bersama Chacha.


Saat Noah masih melihat-lihat dari balik jendelanya, dia melihat sebuah ladang taman yang sangat luas dan indah. Taman bunga yang penuh dengan warna-warni. Sangat terlihat jelas bagi Noah, sehingga dia berencana akan bermain sebentar ke sana.


Noah keluar ruangan dan segera mencari jalan pintu keluar menuju taman bunga yang menarik perhatiannya. Suasana kerajaan sangat sepi, gadis itu sangat leluasa menikmati perjalanannya.


“Kastil ini tidak terlalu buruk”, gumam Noah merasa senang.


Setelah berhasil keluar kastil, Noah disuguhkan dengan sebuah jalan yang kanan kirinya dipenuhi dengan pepohonan hijau nan rindang. Tanah berumput hijau dengan sebuah mata air mancur melingkar di sana.


Suasana tampak aman dan Noah masih menikmati perjalanannya. Taman bunga yang terlihat jelas baginya, membuatnya mudah untuk terus menyusuri jalan yang ada.


Perjalanan yang tanpa sadar sampai di mana, Noah terjebak ke dalam hutan gelap yang sangat luas. Tapi, arah menuju taman bunga tersebut masih jelas di depan matanya.


“Louie, aku mencium bau manusia disini”, ucap seorang gadis sedang mengenduskan penciumannya.

__ADS_1


“Aku pun juga menciumnya. Aroma seorang gadis, tapi darahnya sudah bercampur”, balas Louie kepada rekan wanitanya yang bernama Raziel.


“Gadis itu sudah digigit oleh vampir lain”, tambah Huey.


“Sial! Tapi, aromanya masih sangat lezat. Aku ingin segera untuk mencicipinya juga”, balas Louie.


Tiga vampir yang sedang berada di hutan, mulai menyadari akan keberadaan Noah, seorang gadis manusia. Bagi vampir kejam seperti mereka, manusia sama dengan binatang yang bebas diburu kapan pun jika mereka berhasil menemukannya.


Tapi, Raja melarang untuk memburu manusia. Aturan itu sudah tidak berlaku lagi bagi mereka yang benar-benar haus darah dan memiliki pemikiran kotor nan sadis.


“Hap hap”


“Tap tap tap”


Tiga vampir langsung hadir di depan Noah dengan kecepatan kilat, menghentikan langkah Noah yang sedang berjalan santai tanpa rasa takut dan khawatir.


“Kamu mau kemana, gadis?”, tanya Raziel.


“Eh? Apa.. kalian melihat sebuah taman bunga yang sangat luas disana?”, tanya Noah sambil mengarahkan telunjuknya ke tempat yang akan dia tuju.


“Taman bunga? Tempat itu sangatlah jauh Nona, apa kamu sedang mimpi berjalan?”, ejek Louie.


Noah tidak menyadari bahwa penglihatannya sedikit bermasalah. Tapi, sesungguhnya penglihatannya telah menjadi lebih tajam dan akurat. Sehingga dia tidak menyadari, bahwa dia telah melakukan perjalanan yang cukup jauh yang dia anggap dekat di depan mata.


“Ah! Sudah basa-basinya!”, tukas Raziel sudah tidak sabar.


Dia mengenduskan hidungnya ke lengan Noah, diikuti Huey ke lengan satunya. Louie lebih berani mengenduskan hidungnya ke kaki Noah. Mereka saling menarik nafas panjang bersama untuk menikmati aroma lezat di depan mata.


“Ka-kalian mau apa?”


“Tenanglah Nona, anggap saja kami kucing yang suka mengendus-endus tubuh majikannya”, balas Raziel dengan sedikit menjilat lengan Noah.


“Jauhkan-lidah kotormu-dari-dirinya!!” Seketika Naru datang langsung menghentakkan kakinya ke tanah sehingga membuat ketiga vampir itu terjatuh.


“Apa kamu ingin dimakan olehnya, Noah?!”, bentak Naru.


“Dimakan? Emang aku apa?”, tanya Noah tidak mengerti.


“Kalian para vampir memang pantas untuk dibakar hidup-hidup!”

__ADS_1


“Naru, ada apa?”


Naru memperlihatkan mata tajamnya yang merah dan gigi taringnya yang runcing. Noah sedikit ketakutan melihat keadaan Naru seperti itu. Naluri vampirnya semakin kuat untuk segera menghabisi ketiga vampir itu.


“Naru! Hentikan itu!”, seketika Noah berlari dan memeluk tubuhnya supaya vampir itu menghentikan perbuatannya.


“Dia itu juga vampir, Nona. Apa kau tidak takut padanya?”, sindir Louie yang tidak mengetahui identitas asli vampir bermata merah tersebut.


Karena, semua vampir eropa memiliki mata merah sama dengan yang lainnya. Hanya saja, mata merah Naru sebenarnya sangat berbeda, tapi dia belum menunjukkannya kepada mereka.


Seperti yang dikatakan Noah, bahwa Naru memiliki mata merah yang lebih bercahaya indah seindah bunga mawar. Kekuatan ruby moon dan keindahan roby rose menjadi satu di mata Naru. Noah sangat mengaguminya.


“Pergilah! Sebelum kalian habis!” perintah Naru.


“Santai.. jangan terbawa emosi”, lanjut Louie.


Naru pun memegang kedua pundak Noah dan terciptalah jubah merah di punggungnya dengan sekejap mata. Dirinya pun juga langsung berjubah hitam yang menjuntai ke tanah.


Huey langsung terbelalak, dia tahu akan penampilan tersebut. Bahwa Naru adalah putra dari Sang Raja, dan gadis berjubah merah tersebut adalah calon istrinya.


Jubah vampir hanya dimiliki oleh anggota keluarga Raja, dan siapapun gadis yang mendapatkan jubah merah tersebut dia akan menjadi istri atau menjadi bagian dari keluarga Raja.


“Noah, apa yang membuatmu bisa jauh-jauh sampai di sini?”, tanya Naru heran.


“Aku.. hanya ingin pergi ke taman bunga itu”, balas Noah dengan sekali lagi mengarahkan telunjuknya ke arah yang dituju.


“Bukankah itu tempat yang sangat jauh?”


“Apa?”


“Gays, sebaiknya kita pergi dari sini sekarang juga”, ajak Huey.


“Sial! Gagal deh dapat hidangan istimewa”, gerutu Louie.


“Kita cari mangsa lain!”, ajak Raziel.


Tiga vampir itu akhirnya pergi dan tidak ingin berurusan dengan Naru. Naru tidak mempedulikan kepergian mereka, malah dia lebih fokus mengkhawatirkan Noah.


Naru mengingat perkataan Haru tentang dia sebaiknya memperhatikan perubahan yang terjadi pada diri Noah. Benar adanya, bahwa Noah sedikit menunjukkan sesuatu yang berbeda dari dirinya yang biasanya. Tapi, Noah belum menyadarinya.

__ADS_1


Sejenak Naru pun memeluk tubuh mungil Noah yang tertutup jubah merah dengan penuh kasih sayang tapi bercampur dengan perasaan sedih.


__ADS_2