Maaf Karena Aku Mencintaimu

Maaf Karena Aku Mencintaimu
BAB 42. #KILAS BALIK - KEGILAAN MANUSIA GILA


__ADS_3

Apakah Audy tahu bahwa Auriga telah menghadapi hari-hari yang tidak mudah selepas kepergiannya. Ada rasa tidak percaya diri yang melekat ketika tepat di hari mereka berjanji bertemu wanita itu tidak pernah datang.


Dan kini, dia hadir kembali seperti tidak pernah terjadi apa-apa.


"Kenapa kamu datang lagi?"


Bisikan Auriga masih dapat di cerna dengan jelas oleh Audy, Audy yang tampak tidak mau mengalihkan objek pandangnya memilih untuk menatap lekat Auriga untuk beberapa saat. Lalu dia tampak tersenyum sebentar.


"Tentu saja untuk menjemput calon suami aku ... Aga, will you marry me?"


Pupil mata Auriga tampak membesar walaupun begitu raut wajah tetap datar. Apakah wanita itu sadar dengan apa yang dikatakannya? Auriga tahu bagaimana blak-blakannya Audy dalam berkata-kata. Namun, tetap saja dia selalu dibuat terkejut dengan apa yang wanita itu katakan.


Auriga tampak berdeham. Kinerja jantungnya sungguh nyaris membuat seluruh tubuhnya menggigil. Rupanya Audy sampai detik ini masih memilki tempat spesial di hatinya. Auriga mengakui itu. Namun, di sisi lain dia juga membenci wanita itu.


"Saya serius."


Audy menaikan ke dua alisnya. Dia tidak terima jika ucapannya tidak di anggap serius.


"Aku juga serius. Kamu tahu? Semalam Om Arviga dan Tante Anjani sudah menyetujui permintaan aku, maksudnya perjodohan kita ... jadi kenapa semalam kamu ngga datang?"


Tentu saja Auriga terkejut. Orang tuanya bahkan belum mengatakan apapun padanya.


"Maksud kamu apa?"


"Ya, Aga, kita akan menikah ... so will you marry me? Yes or yes?"


"Gila kamu, ya," cetus Auriga sedikit naik.


Auriga marah. Dia merasa perasaanya hanya sebatas permainan bagi wanita itu. Bahkan wanita itu kembali tanpa ada rasa bersalah setelah dia mengingkari janjinya.


"Ngga tahu, tapi yang pasti aku suka Aga, sangat malah," jawab Audy tampak tidak terintimidasi dengan respons Auriga yang cukup tidak bersahabat.


"Kamu seneng?" tanya Audy.


Auriga hanya memandang Audy datar. Dia terdiam cukup lama lalu pria itu berucap ..."Batalkan!"


"Enak aja! Ngga! Aku itu udah nungguin kamu dari lama, ya!" tolak Audy mentah-mentah.


"Apa alasannya? Karena kamu belum suka aku? Kalau iya, ngga papa aku bisa bikin kamu suka aku? Atau karena kamu merasa ini terlalu tiba-tiba? Yaudah kita kenalan dulu, aku ngga kebe—"


"Saya punya kekasih, Audy!" potong Auriga yang seketika membungkam Audy.

__ADS_1


Audy tampak mematung.


"Saya harap kamu tahu diri, kamu jangan melewati batas, karena saya sudah tidak sendiri lagi," tekan Auriga sebelum beranjak meninggalkan Audy dalam kondisi terkejut berat.


Auriga melangkah tegap. Walaupun seketika dia menyesali apa yang telah dirinya ucapkan. Benarkah ini yang dirinya mau?


Lalu bagaimana jika Audy benar-benar hilang kembali? Apakah dia akan tetap mampu untuk pura-pura baik-baik saja?


Walaupun ada letupan bahagia saat Audy tampak sangat terpengaruh ketika perkataan itu keluar dari mulutnya, tapi tetap saja di sisi lain ada rasa takut yang teramat sangat ketika bayangan wanita itu mungkin akan memilih pergi lagi.


Tunggu, kenapa dirinya peduli?


...•••...


Audy menyerah?


Kata itu tidak pernah ada dalam kamus hidupnya. Ketika dia sudah yakin akan sesuatu maka badai apapun akan dirinya lawan. Terlebih Audy sangat meyakini bahwa ketika apa yang ada pada dirinya tidak akan merugikan Auriga.


Maksudnya, Audy memiliki paras yang jelita, tentu saja nanti Auriga akan di buat bahagia dengan memandanginya. Di sisi lain dia memiliki sifat gila yang tak kira-kira yang nantinya akan membuat Auriga kerap tertawa bahagia.


Lagi pula Audy tahu betul siapa itu Auriga Prayoga. Dia bilang cinta sama perempuan? Tidak mungkin, dia itu pemalu, makannya Audy berinisiatif untuk melamarnya lebih dulu. Jadi sudah pasti alasan Auriga di Kafe kala itu hanya omong kosong.


Audy tidak tahu apa alasan Auriga seperti enggan dengan kehadirannya. Namun, di sisi lain Audy sangat yakin bahwa sebenarnya Auriga sangat bahagia dengan kehadirannya. Dirinya memang memiliki kepekaan serendah Palung Mariana, tapi detak jantungnya tidak akan pernah bisa dibohongi, Audy yang begitu mengenal dirinya sendiri dan juga Auriga tentu tahu bahwa itu terjadi bukan karena perasaannya saja melainkan juga perasaan Auriga yang ikut berperan di dalamnya.


"Nody, semua persiapannya sudah siap," lapor Alona.


Audy yang sebelumnya tampak memainkan ponsel tampak menarik kacamata putih berbingkai kotak persegi lalu menaruhnya ke ujung batang hidung, matanya tampak memindai sekitar.


"Sip. Kalau gitu aku mau ngecek dulu," ujarnya seraya menaikan kembali kacamatanya. Wanita itu tampak melangkah dengan pasti ke arah panggung kecil yang tersedia. Langkahnya tampak anggun sekaligus angkuh dalam bersamaan.


Alona berharap semua berjalan sesuai dengan yang direncakan. Sungguh rencana Nona Mudanya itu sangat klasik dan terkesan gila. Namun, Alona yang sudah mengenalnya tentu tahu kegilaannya itu bukan satu-satunya kegilaan yang dimiliki Sang Nona Muda.


...•••...


Tepat saat jam menunjukan pukul satu siang saat itu pula Audy menyemburkan kegilaannya. Suara musik yang nyaring terdengar menggema, yang tentu saja menarik perhatian sekitar termasuk para pengunjung restoran yang perlahan mulai berkurang karena waktu istirahat yang sudah habis. Namun, tidak bagi Auriga yang baru saja istirahat.


"Untuk calon suamiku, Aga, lagu ini untuk kamu!" seru Audy dengan lantang. Khas Audy sekali yang tidak suka basa-basi.


Audy dengan percaya diri memegang mik di atas panggung, rambut panjangnya yang hari ini di kuncir kuda tampak serasi dengan pembawaan musik yang terdengar energik.


Tanpa terasa kau curi hatiku

__ADS_1


Dengan berbeda caramu menaklukan hati kecilku


Berjuta rayuan yang pernah kurasa


Namun, tak pernah tersentuh


Tak ada yang mengesankan ku, tapi semua berbeda saat kau ada di sini


Mempesonakan aku selalu


Seni begitu mengalir kental di darahnya. Alasan itu pula yang membuat orang di sekitar tak berani protes dengan apa yang di lakukan oleh wanita pemilik senyuman manis itu. Suaranya begitu lembut dan mengalir syahdu bersahutan dengan musik. Bahkan suara merdunya telah membuat sebuah kerumunan. Kini Audy persis seperti seorang penyanyi handal yang sedang konser.


Hanya kamu yang bisa membuat aku jadi tergila-gila


Membuat aku jatuh cinta


Karena tak ada yang lain sepertimu


Berkali ku mencoba berpaling dengan mahluk indah lainnya


Namun, tak pernah kurasakan bila seindah bercinta ku denganmu


Semua yang hadir dan kebetulan hapal dengan lagunya pun ikut bernyanyi dengan antusias.


Auriga berserta ke dua sahabatnya yang ikut serta menyaksikan tampak terlihat menikmati juga. Kenan bahkan sempat menyenggol bahu Auriga dan menggoda pria itu saat namanya di sebut oleh Audy.


Dan tepat saat Audy menyanyikan bait pertama Kenan dibuat takjub.


"Gila, suaranya bagus banget, Ga."


Auriga tampak tak menyahut komentar Kenan. Dia jelas tahu akan fakta itu. Audy bahkan pernah menang lomba membuat dan menyanyikan yel-yel saat sekolahnya mengadakan Perkemahan Jum'at Sabtu Minggu dulu.


Wanita itu memang terlahir dengan bakat seni yang luar biasa. Seingat Auriga dulu wanita itu juga pandai menggambar.


"Aga, kamu aku tahu kamu dengar ini. Jadi, Aga, will you marry me?!"


Seketika suasana yang sempat heboh mendadak hening. Rasa-rasanya rahang mereka yang menyaksikan nyaris jatuh saat mendengar penuturan Audy.


Maksudnya, ungkapan seperti itu biasanya lebih lumrah diutarakan oleh pihak pria bukan?


Sedangkan Kenan tampak menganga lalu beberapa detik kemudian suara tawanya nyaring seraya melirik Auriga dengan telinga pria itu yang tampak memerah.

__ADS_1


Pria itu sedang salah tingkah. Kenan sangat yakin akan itu, karena matanya tak sengaja melirik kedutan di ujung bibir pria itu yang tampak ingin tersenyum tetapi di tahannya mati-matian.


...•••...


__ADS_2