
Ledakan yang sangat dahsyat sangat mengejutkan mereka, Rio segera menyalakan monitor untuk melihat situasi, sementara Andrian segera berlari keluar untuk mencari kakek dan anak-anak yang lain, sementara Kiara dia segera berlari ke arah dapur untuk mencari nenek karena di sanalah nenek paling suka berada.Ketika kakek dan anak-anak sudah di ketemukan Andrian segera mengajak mereka pulang karena takut sesuatu yang buruk akan terjadi.
Sementara itu Rio yang sedang melihat situasi masih terus mencari letak dari sumber suara tadi. disaat dia mengecek sekitar pantai Rio di kejutkan dengan kedatangan 3 kapal besar yang diantaranya di lengkapi dengan meriam dan dari meriam itulah sumber suara yang tercipta tapi mereka membunyikan meriam kosong tanpa peluru. tapi kenapa rumah Rio sampai bergetar kalau meriam itu tidak menembakkan pelurunya.? ya karena getaran dari suara dari meriam itu tadi.
Setelah mengetahui penyebab dan sumber suara itu Rio segera menyuruh semua orang berkumpul, karena untuk saat ini mungkin itu hanya semacam gertakan supaya mereka keluar tetapi yang Rio takutkan mereka akan benar-benar menyerang pulau itu.
"Sepertinya mereka mencurigai pulau ini" Rio bergumam sendiri
"Ada apa nak, apakah ada yang serius?" tanya Andrian
" Orang-orang yang kemarin kembali lagi pa, sepertinya mereka mencurigai tempat ini." ucap Rio
" Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Andrian.
Rio terdiam dia berfikir sejenak, bagai mana kalau kita semua keluar kira dari persembunyian kita, tapi kita harus tampil seperti layaknya petani kita kerjakan kebun dan ladang sawah kita nanti Rio akan menampakkan kebun dan sawah kita tapi tidak semuanya, dan jika mereka bertanya kita tinggal di mana bilang kalo kita tinggal di pondok kecil itu, sekarang Rio akan ke pondok untuk mereka ulang pondok itu agar tidak mencurigakan itu, sebaiknya kita semua bersiap ke kebun untuk menyambut mereka." ucapan Rio membuat semua orang merasa heran, kenapa mereka harus muncul di hadapan orang-orang itu.
"Ada apa? apa ada yang aneh?" tanya lagi Rio kepada orang yang ada di sana.
"Kenap kita harus keluar bukankah itu akan sangat berbahaya nanti" tanya Andrian lagi, dia belum mengerti maksud dari anaknya kenapa mereka harus keluar dari persembunyian.
"Apa papa lebih suka kita main petak umpet seperti ini terus? jika kita tidak keluar maka kita akan seperti ini seterusnya bersembunyi dan bersembunyi, jika kita keluar dan hadapi mereka maka mereka tidak akan penasaran lagi, nanti jika mereka bertanya kita sudah berapa lama di sini bilang saja sekitar 2 tahun, dan jika mereka mengatakan kenapa saat mereka kemarin kesini mereka tidak bertemu dengan kita bahkan mereka tidak melihat ada pondok dan juga tanaman-tanaman itu, kita bilang saja jika di Pulau ini memang sering terjadi keanehan , kadang ada yang nampak dan kemudian tiba-tiba menghilang sendiri, mungkin itu kerjaan mahluk yang menghuni tempat ini sebelumnya, tapi kita sudah biasa dengan hal seperti itu. bilang saja seperti itu siapa tau merek percaya dan tidak akan datang
terus ke pulau ini. siapa tahu dengan cara itu mereka tidak penasaran lagi dan tidak kesini lagi." ucapan Rio kali ini di pahami oleh orang-orang yang ada di sana.
__ADS_1
Mereka semua segera keluar dari rumah dan menuju tempat-tempat yang sudah mereka sepakati, nenek, Kiara dan Safitri mereka menuju ke pondok dan mereka di sana menyiapkan makanan yang terbuat dari hasil kebun mereka yang ada di situ, seperti merebus ubi dan singkong kemudian ada juga sambal yang hanya terbuat dari garam dan cabe untuk kawan makan singkong rebus itu.
Saat mereka duduk di depan pondok sambil menik mati apa yang tadi mereka masak, datanglah segerombolan orang-orang yang membawa senjata api, mereka mengepung tempat itu kemudian ada salah satu di antara orang-orang itu mendekati mereka.
"Siapa kalian, kenapa kalian berada di sini?" tanya orang itu.
"Maaf pak kami memang sudah lama tinggal di sini, seharusnya kami yang bertanya kepada bapak ada apa bapak ke tempat kami ini apa bapak juga terdampar seperti kami ini?" kali ini Andrian yang berbicara.
"Jadi kalian di sini sudah berapa lama?"
"Kami di sini sudah hampir 2 tahun pak, waktu kami melakukan perjalanan menuju pulau x perahu kami bocor dan pulau ini adalah pulau terdekat yang bisa kami singgahi, akhirnya kami tinggal di sini" ucap Andrian menjelaskan kepada mereka.
"Kalian berapa orang di sini ?" orang itu terus bertanya
"Paling juga di sembunyikan lagi dengan penunggu pulau ini seperti biasa" Kiara pun angkat bicara.
"Maksud ibu di sembunyikan bagai mana oleh siapa?" tanya orang itu penasaran.
"Maksud saya pak, anak saya yang satu lagi pasti lagi di bawa ke alam penunggu pulau ini , sebelum ini memang sering terjadi padanya , biasanya sampai 7 hari baru dia kembali" ucap kiara.
Saat Kiara selesai berucap tiba-tiba muncul Rio dari samping mereka, kemunculan Rio tersebut membuat orang-orang itu terkejut, kecuali keluarga Rio sendiri, karena mereka tau dari mana Rio.
"Siapa kamu?!" tanya orang asing itu.
__ADS_1
"Dia anak saya Jaka pak, yang tadi saya bicarakan, dari mana lagi kamu nak, udah beberapa hari Ndak pulang?" tanya Kiara pada Rio yang dipanggilnya dengan nama Jaka karena dia tidak mau ada orang yang tau nama asli anaknya itu dan itu juga pesan Rio sebelumnya.
"Biasa Mak, Sijalu sama saudaranya ngajak Rio main katanya dia punya mainan baru, dan Rio diajak nyoba mainannya, ehhhhh ternyata mainan yang mereka maksud kapal milik kita yang selama ini kita cari rupanya mereka yang menyembunyikan" ucap Rio dengan lesu "jika capek Mak, mau istirahat, eh ini om siapa ya kenapa bawa senjata seperti itu apa salah keluarga saya om?"tanya Rio kepada orang asing itu.
"Apa benar kalian disini sudah lama, apa di sini tidak ada orang lagi selain kalian, atau jangan-jangan kalian menyembunyikan orang asing di rumah kalian ini?" pertanyaan-pertanyaan itu keluar dari orang asing itu membuat mereka Yang ada di sana mereka bosan.
"Kami Memang sudah lama tinggal di sini, dan kami tidak menyembunyikan siapapun di rumah kami ini, kalau om tidak percaya om boleh memeriksa rumah kami" ucap Rio dengan tegas.
"Baiklah kalo memang kalian mengijinkan kami menggeledah rumah kalian kami akan menggeledahnya, Jhon, bawa anak buahnya menggeledah rumah ini" perintah orang itu , kemudian tiga orang mulai menggeledah rumah itu karena dirasa rumah itu kecil mereka hanya memerlukan tiga orang pun cukup.
Tidak perlu waktu yang lama akhirnya ketiga orang itu kembali keluar dengan tangan kosong.
"Lapor ketua tidak ada siapapun di dalam, kami sudah memeriksanya dengan teliti" orang yang di panggil Jhon tadi pun melapor kepada orang itu.
" Maaf om, kenapa anda dan pasukan anda bisa sampai kepulau ini padahal di sini keadaannya ya seperti ini apa ada yang merarik perhatian anda di sini? tanya Rio.
"Maaf jika kedatangan kami membuat kalian tidak nyaman, kami kesini karena ada sinyal yang kami curigai berasal dari sini, dan sinyal itu biasa berasal dari lawan kami" ucap orang asing itu.
"Sinyal? tunggu !" kemudian Rio masuk kedalam rumah dan tidak lama diapun keluar dengan membawa sebuah benda seperti radio kecil " apakah sinyal itu seperti ini om, karena ini saya temukan dua hari yang lalu di tepi pantai sepertinya terbawa oleh air laut" jelas Rio.
"Tidak mungkin benda ini bisa terbawa oleh air laut, jika Memang benda ini jatuh ke air pasti dia tenggelam, kamu...., sepertinya ada yang mencurigakan darimu bocah kecil" ucap orang itu dengan memandang curiga kearah Rio.
"Benar Om, ini saya temukan di tepi pantai tapi benda ini berada di dalam benda putih yang bisa mengambang saya tidak tau namanya sayang benda itu sudah di bakar sama kakek, saat saya dan saudara-saudara saya main ke tepi pantai dua hari yang lalu kami melihat benda putih itu mengambang dan ada sebuah tali merah di ikatkan kami penasaran dan kami ambil benda putih tadi dan ternyata di dalamnya ada itu" Rio bercerita seolah-olah itu benar-benar terjadi.
__ADS_1
Apakah orang asing itu akan percaya dengan cerita rio? kita tunggu kelanjutannya ya terima kasih semuanya.