
Disaat Rio sedang berjalan dan tiba-tiba jam tangannya berbunyi dia seketika berhenti, karena jika jam tangan itu berbunyi ada hal yang darurat , kemudian dia segera meng aktifkan jam tangan itu.
"Ada hal darurat apa pak sehingga bapak menghubungi saya?" tanya Rio dengan serius.
"Maaf Chita sebenarnya tidak ada
hal yang darurat, saya hanya ingin berlibur ke tempat anda dengan Angel, mumpung keadaan sekarang sedang stabil say akan mengambil cuti beberapa hari saja, rasanya ingin berkumpul dengan saudara lagi walaupun sebentar." ucap orang dari seberang yang tidak lain adalah Nicolas adik dari sang papa yang baru mereka temukan.
"Maaf pak, bukan kah sudah saya katakan jika bukan hal yang darurat anda tidak perlu menghubungi saya lewat jalur ini, apakah anda tidak kasian sama saya?, saya ingin santai sebentar saya ingin istirahat karena beberapa hari lalu kami kedatangan tiga kapal lawan kita, dan untung saja saya bisa mengelabui mereka agar mereka cepat meninggalkan pulau ini dan tidak kembali lagi ke sini, anda keterlaluan pak" ucap Rio dengan nada marah dan ternyata hanya di tanggapi dengan tawa ringan dari sebrang.
"He he he iya maaf, soalnya kalo saya menghubungi lewat jalur biasa pasti tidak cepat di respon, bagai mana apa boleh? kalau boleh cepat kasih koordinat tempat kalian berada saat ini ya" ucap Nicolas.
"Iya baiklah akan saya kasih sekarang" kemudian Rio mengirimkan titik koordinat di mana mereka berada saat ini dan saat Nicolas menerimanya dia sangat terkejut karena jaraknya yang sangat jauh.
" Ini beneran kalian di sana jauh benar?" tanya Nicolas.
"Anda nanya? apa bertanya-tanya? ya memang disitulah kami, dan jika anda ingin kesini lebih baik anda menaiki pesawat menuju ke pulau x karena kebetulan saya mau kesana besok nanti jika sudah sampai sana hubungi lagi saya di jalur yang biasa, sekarang saya tutup dulu, selamat siang" kemudian Rio menutup komunikasi itu secara sepihak.
Sedangkan orang yang ada di sebrang sana merasa sangat bahagia karena di ijinkan untuk datang ke tempat abangnya sekarang berada kemudian dia segera memberi tahu adiknya jika mereka akan segera kepulau tempat Abang mereka yang tentu saja di sambut gembira oleh sang adik.
__ADS_1
Sedangkan di tempat Rio, dia memberikan kabar kepada papa dan mamanya jika Nicolas dan Angel akan main ke tempat mereka yang tentu saja di sambut gembira oleh sang papa dan mamanya, dan akhirnya Rio memberi tahu jika mereka akan menjemput kedua orang itu di pulau x dan sekalian mereka akan belanja bahan untuk pembuatan kebun baru untuk tanaman Rio yang baru dan juga sekalian kakek dan Anton akan menjual hasil panen mereka.
Keesokan harinya keempat orang itu telah bersiap dengan mengendarai mobil masing-masing Rio dengan ayahnya dan Anton dengan kakeknya dengan membawa mobil pickup karena mereka membawa hasil panen mereka untuk di jual.
Akhirnya mereka pergi meninggalkan pulau itu menuju kepulau x dengan mengendarai kapal yang biasa Anton pakai untuk menjual hasil tanaman mereka karena dengan kapal itu mobil pun bisa ikut serta di dalamnya Tampa harus membuat mobil itu berubah ukuran, perjalanan mereka lewati dengan lancar dan aman, saat tiba di pulau x mereka segera menyandarkan kapal itu di tempat yang biasa Anton lakukan, kemudian mereka segera turun dari kapal itu dengan mengendarai mobil mereka.
"Nak nanti jika sudah selesai menjual hasil panen, kamu sama kakek pergi ke toko bangunan senja bapak sama Rio mau kesana dulu nanti jika bapak sama Rio tidak ada di sana kamu bawa saja barang-barang yn sudah bapak beli, karena bapak sama Rio mau ke bandara untuk menjemput adik bapak" Andrian meberi tau Anton.
Andrian memberi tau Anton supaya mereka tidak saling tunggu mungkin mereka nantinya cukup menunggu di dalam kapal saja karena jarak tempat itu dan bandara cukuplah jauh, karena letak bandara ada di kota sedangkan saat ini mereka berada di pasar yang dekat dengan pantai atau di tepi pulau itu, selama satu jam Andrian dan Rio berkendara akhirnya mereka sampai juga di bandara, namun kali ini mereka harus mencari keberadaan kedua adiknya apakah sudah sampai atau belum.
"Kemana mereka berdua? kenapa belum nampak batang hidungnya.?!" geram Andrian.
sepuluh menit mereka menunggu masih belum ada tanda-tanda kedatangan kedua orang itu namun saat lima belas menit kemudian barulah ada tanda-tanda kedatangan mereka karena saat itu jam tangan Rio berbunyi dan Rio tau siapa yg menghubunginya.
"Pa ini om Nico, setelah dia menjawab panggilan Nico akhirnya mereka menuju ketempat di mana para penumpang akan keluar.
Sepuluh menit lagi mereka harus menunggu kedatangan kedua orang itu, saat Andrian melihat keduanya Andrian segera berlari dan memeluk kedua adiknya itu bersamaan, lalu mereka melangkah menuju kearah dimana Rio berada, sementara Rio hanya menyambut kedua adik papanya itu dengan berjabat tangan dan dengan sikap dinginnya, saat akan memasuki mobil tiba-tiba ada yang memanggil Andrian.
"Pak Andre"ucap orang itu.
__ADS_1
Seketika abdri dan Rio merasa terkejut saat melihat siapa orang yang memanggil. Rio dan andripun saling pandang, selama ini mereka merasa aman karena setiap mereka pergi ketempat keramaian pasti mereka melakukan penyamaran tapi kali ini mereka memang sengaja tidak melakukan penyamaran karena jika mereka menyamar maka ke dua saudara Andrian itu tidak akan bisa mengenali mereka.
"Siapa mereka bang?, apakah Abang kenal dengan mereka?" tanya Nicolas.
"Iya, Abang mengenal mereka" jawab Andrian.
"Tapi kenapa mereka kelihatan tidak bersahabat, sepertinya mereka ada maksud tertentu pada Abang, Abang harus hati-hati kali ini" ucap Nicolas.
" Untuk sementara kami tidak akan membantu Abang, kami ingin melihat apa maksut dan tujuan mereka dulu, jika mereka berniat Jahan dan melakukan hal yang merugikan baru kami akan bertindak." kali ini angel yang ikut bersuara.
"Sudah ini masalah Abang sama dia yang memang sudah lama terjadi, jadi kalian tidak usah ikut terlibat dalam masalah Abang ini." ucap Andrian.
"Tapi bang, bagai mana kami tidak ikut campur jika Abang dalam bahaya" ucap Angel.
"Sudahlah, kita lihat saja nanti, Abang akan berusaha bicara baik-baik dengan mereka." ucap Andrian.
Kira-kira siapakah mereka, apakah akan ada masah baru di antara merka? kali ini mereka hanya bisa menunggu orang-orang itu mendekat. Kita tunggu saja kelanjutannya, terima kasih.
"
__ADS_1