
Mereka semua memperhatikan apa yang dilakukan oleh Rio. Bagi Andrian, Anton, dan kakek itu pemandangan yang biasa tapi bagi Nikolas itu pemandangan yang baru pertama kali dia lihat.
Sementara Rio asik dengan mainannya robot-robot kecil koleksinya dia keluarkan dari kotaknya kemudian dia menyusun robot-robot itu di tanah dengan jarak yang cukup lebar untuk ukuran robot sekecil itu, kemudian Rio meng aktifkan laptop yang dia bawa, dan entah apa yang di lakukan Rio dengan laptopnya tiba-tiba robot-robot itu berubah menjadi besar .
Setelah itu Rio memasukkan program baru pada robot-robot itu sesuai dengan apa yang akan mereka kerjakan nantinya untuk membangun tempat untuk kebun baru mereka, setelah selesai memprogram robot-robot itu mulai bergerak sesuai yang telah Rio rogram dalam laptopnya dan para robot itu bekerja sesuai dengan bagian mereka masing-masing.
Nicolas merasa takjub dengan apa yang dia saksikan hari ini, robot-robot mini yang dia saksikan sebelumnya yang dia anggap sebagai mainan dan sekarang sudah berubah besar sedang melakukan pekerjaan membangun kebun.
Dengan jumlah robot yang lumayan banyak pekerjaan itupun akan cepat terselesaikan,
"pantas saja mereka semua santai, memang luar biasa sekali anak ini, sungguh beruntung Abang aku punya anak seperti dia , tentu saja aku juga beruntung mpunyai keponakan seperti dia" (Nicolaspun berucap dalam hatinya) , "wau.. luar biasa" hanya itu yang bisa Nicolas ucapkan karena merasa sangat takjub melihat semua itu.
"Memang berapa banyak bibit yang mereka berikan padamu Yo, sampai kamu membuat kebun sebesar itu?" tanya Anton.
"Tidak banyak bang, cuma satu pohon, tapi bagiku, satupohonpun sudah cukup untuk aku jadikan bibit tanaman, dari satu itu nanti akan aku kembangkan jadi lebih banyak, seperti biasa bang" ucap Rio.
"Iya lah Abang percaya sama kamu, apasih yang tidak mungkin jika sudah ada di tanganmu" ucap Anton sambil tertawa begitu juga Rio.
"Lalu bagai mana dengan tanahnya nak?" tanya Andrian.
"Masalah tanah?, nanti jika sudah selesai bangunannya baru kita kerjakan tanahnya, Rio dapat ide bagaimana supaya kebun itu nantinya dapat menghasilkan tanaman yang lebih banyak lagi, kita tunggu saja setelah bangunannya selesai" ucap Rio.
"O iya nak apakah kita tidak bisa melakukan pekerjaan lain?" tanya Andrian
"Papa ini ada-ada saja, tentu saja bisa pa, kalo papa sama yg lain mau ngerjakan yang lain silahkan biar Rio yang mengawasi mereka, Rio takut nanti ada yang salah" jawab Rio.
"Baiklah, kalau gitu kami akan kekebun, lihat-lihat tanaman yang di sana " ucap Andrian kemudian berdiri dan diikuti oleh tiga orang lainnya.
__ADS_1
"Iya pa, tapi jaga paman jangan sampai kejadian yang di alami bibik juga dialaminya" ucap Rio.
"Baiklah kami tinggal ya"
"Iya pa"
Akhirnya saat ini Rio berada dilahan itu sendirian dan hanya ditemani oleh robot-robot yang sedang melakukan pekerjaannya.
...****************...
Sementara itu para wanita yang tadi kekebun untuk memetik buah dan sayur saat ini sudah sampai di rumah, mereka sedang asik berbincang sambil membersihkan sayuran dan buah yang mereka ambil tadi.
"Angel kenapa kamu tadi bisa ke tanaman beracun itu, padahal kita tadikan berjalan jauh dari tanaman itu, untung saja Rio lewat sana" ucap Kiara.
"Iya kak maaf, tadi tiba-tiba aku melihat tanaman itu aku sangka tanaman liar soalny tanaman jenis itu sudah sangat langka, susah ditemukan, siapa tau itu keberuntunganku mendapatkan tanan itu karena tanaman itu sangat banyak manfaatnya, ternyata bukan beruntung malah buntung, dan aku tidak menyangka jika tanaman itu hasil pengembangan dari anak kakak." ucap angel.
"O iya dimana kalian bertemu Rio, dan sejak kapan kalian saling bekerja sama" ucap Kiara.
" Jadi kalian sudah lama jugaya bekerja sama, kenapa kami di sini tidak pernah tau soal itu? ucap Kiara.
"Ya, karena atasan kami minta agar Rio merahasiakan. semuanya karena jika banyak orang tua maka akan berbahaya baginya dan juga keluarganya dan untung saja Rio bisa mengerti walaupun usianya basuh balita, kakak sungguh beruntung memiliki anak seperti dia" ucap angel.
"Bukan hanya aku yang beruntung, semua orang yang menyukainya merasa beruntung, kecuali orang-orang yang tidak suka padanya" ucap Kiara.
"Kakak benar, oh iya kak mau masak apa kita nanti?" tanya angel.
"Kita masak bahan yang ada saat ini saja" ucap Kiara.
__ADS_1
"Ibu, nenek kami mau ke kandang y mau lihat kambing" ucap Andi adik Anton.
"Iya sayang jangan nakal di sana ya " Kiara
"Iya ibu" kemudian mereka berdua berlalu menuju kandang kambing
Sementara ketiga wanita itu sibuk di dapur, dan kedua orang yang lain lagi di kebun, Rio yang sedang mengawasi para robot dia melihat ada satu robotnya yang dari tadi tidak mau pindah dari posisi dia saat itu.
Karena dia merasa ada yang aneh maka Riopun berjalan menghampiri robot itu, dan saat sudah dekat Rio sangat kaget karena di bawah tiang yang akan robot tancapkan ternyata ada batu besar, pantas saja tiang itu tidak bisa tertancap dengan benar.
Akhirnya Rio memerintahkan robot itu untuk mengerjakan pekerjaan yang lain membantu teman-temannya supaya pekerjaan itu cepat selesai, di memperhatikan dengan seksama batu itu kenapa ada batu sekeras itu di situ sampai tidak dapat dipecahkan oleh robot itu.
Kemudian Riopun segera menghubungi papanya.
" Maaf pa, apa papa bisa ke tempat Rio sebentar, ada yang penting ini masalahnya." ucap Rio.
"( Iya, Papa segera kesana )" ucap Andrian dari sebrang laku Riopun segera mematikan panggilannya.
Sementara itu di tempat Andrian , Nicolas kakek, dan juga Anton.
" Ada apa bang apa yang terjadi dengan anak Abang di sana, apa ada yang membahayakan?"bcecar Nikolas pada Andrian
"Abang juga tidak tau, tapibrio meminta Abang untuk cepat kesana, katanya sih penting" cap Andrian.
"Kalau begitu aku ikut bang" Nicolas
"Kami juga ikut" Anton dan kakek
__ADS_1
Akhirnya mereka berempatpun kembali ke tempat Rio berada, mereka berjalan dengan tergesa-gesa karena takut terjadi sesuatu pada Rio.
Apa sebenarnya yang Rio temukan ya gaes?, ikuti saja kelanjutannya 🙏🙏🙏