
Setelah mendapatkan petunjuk dari Rio, Angel dan Nicolas segera mencari kebenaran tentang tanda yang mereka temukan, setelah beberapa saat mencari akhirnya ketemu juga apa yang mereka cari, setelah mereka membaca keseluruhan berita yang ada di sana keduanya kemudian saling berpandangan.
" Wah ternyata itu adalah tanda dari sebuah keluarga terpandang dan di segani di kala itu, berarti Bimo adalah salah satu keturunan dari keluarga itu dan orang yang kita lihat di markas musuh itu adalah kembaran Bimo, lalu kemana keluarga yang lain yang katanya selamat dari petaka itu?"
"Iya bang, sungguh tidak menyangka ya bang, jika Bimo sebenarnya keturunan dari keluarga terpandang di negri c itu"
"Iya, memang harta di mana-mana menjadi petaka bagi yang punya, sayangnya mereka masih terus di buru oleh suruhan orang dalam yang telah berkhianat itu, kasihan sekali Bimo, semoga kembaran Bimo itu hari ini masuk ke sini ya bang jadi kita bisa dengan mudah, menyatukan mereka"
"Iya kamu benar, oh iya bagai mana perkembangannya di area lawan kita?"
"Seperti yang Abang lihat di monitor, mereka telah menyusun rencana untuk mulai memasuki kawasan kita ini"
"Bagus!, akhirnya mereka mulai bergerak juga, Pak Danu segera siapkan anggota kita tidak perlu terlalu banyak, tapi kita harus banyak-banyak menyiapkan tali yang kuat"
"Baik pak laksanakan, tapi untuk apa tali dalam jumlah banyak pak?"
"Apa anda lupa kita akan mengalahkan musuh kita?, dan untuk tali yang saya maksud lakukan saja apa yang saya perintahkan, karena sekitar 2 jam kedepan kita yang akan menyergap mereka, kita balikkan situasi nanti, kita kasih kejutan untuk mereka"
"Baiklah pak kalau begitu saya permisi "
Pak Danupun segera meninggalkan tempat itu untuk melaksanakan perintah Nicolas, dia segera mengumpulkan anak buahnya, setelah anak buahnya berkumpul, pak Danu menyuruh mereka segera mengumpulkan segala macam tali yang bisa untuk mengikat sesuatu, walaupun merasa heran dengan perintah pak Danu ini, Anak buahnya pun tetap melaksanakan perintah itu.
Siapa pun pasti akan merasa heran, karena yang namanya perang pastilah yang perlu di siapkan adalah senjata tapi ini?, ini apa bukan senjata yang mereka siapkan malah tali, untuk apa jug perang yang di siapkan tali, memang mau ngikut sayuran atau mau suruh ngikat rumput, hadeh... aneh-aneh saja para atasan ini, begitulah ungkapan hati mereka, mungkin h h h, atau ungkapan hati author sendiri huf Ndak taulah.
Setelah semua selesai mereka kumpulkan, mereka kembali menghadap ke pak Danu dan melaporkan jika tugas mereka sudah selesai.
__ADS_1
"Lapor pak, semua tali sudah kami kumpulkan, sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya selah seorang anak buah pak Danu yang di beri tugas tadi.
"Baiklah kalau begitu , lebih baik sekarang kalian istirahat dulu, dan siapkan tenaga kalian untuk nanti"
"Siap pak" walaupun masih merasa heran, namun mereka tidak berani bertanya, kenapa mereka malah di suruh istirahat sedangkan mereka akan menghadapi musuh yang kabarnya lumayan banyak, aneh...
Sementara itu, di salah satu di pintu masuk perbatasan, nampak satu per satu musuh mereka masuk dengan menyamar, seperti orang-orang kampung yang hendak beraktifitas ke ladang mereka.
Walaupun mereka yang berjaga di perbatasan sudah tau jika mereka musuh, tetapi mereka tetap bersikap biasa tidak ada yang menampakkan rasa khawatir sedikitpun.
Ketika hampir dua jam berlalu orang-orang yang memasuki perbatasan nampak seperti orang yang kelelahan. bahkan mereka ada yang sampai meminta air minum dan meminta izin beristirahat di pos penjagaan.
Sementara itu di dalam markas, nampak Nicolas, pak Danu, Angel dan yang lain yang saat itu ada di dalam sana, merasa sangat puas, saat melihat keadaan yang ada di luar sana melalui layar monitor yang ada di hadapan mereka saat ini.
"Bagus sekali, akhirnya mereka semua sudah tumbang dengan sendirinya, sekarang kita bersiap untuk mengumpulkan mereka semua, dan jangan lupa, ikat mereka satu persatu " ucap Nicolas.
" Jika mereka di satukan dalam jumlah 3 atau 5 orang, maka saat kita akan mengevakuasi mereka nanti, untuk memasukkan ke dalam sel, kita sendiri yang akan kerepotan, paham pak Danu ?" jawab Nicolas sekalian menjelaskan pada semua terutama pak Danu yang tadi mempertanyakan keputusannya.
"O.... paham pak, bapak benar sekali " sambil manggut-manggut menyetujui apa yang di katakan Nicolas barusan, yang sebelumnya belum dia fahami.
"Sekarang suruh anak buah kita untuk mengamankan mereka kumpulkan mereka jadi satu"
"Baik pak laksanakan"
Pak Danu dan tiga orang lainnya segera melaksanakan perintah Nicolas, mereka segera memberitahu semua anak buah mereka untuk mengamankan musuh-musuh mereka, yang saat ini sudah mulai nampak tidak bertenaga itu.
__ADS_1
Satu persatu orang-orang yang tumbang sebelum berperang itu mereka kumpulkan di satu ruangan yang lumayan besar, setelah sampai ruangan itu mereka lalu di ikat tangan dan kaki mereka masing-masing, padahal walaupun tidak di ikat mereka semua tidak akan bisa kemana-mana jika di lihat dari kondisi mereka saat ini.
Ternyata lumayan banyak juga orang-orang tadi yang sudah mereka lumpuhkan itu, jika di hitung mungkin ada sekitar 150 orang yang telah mereka kumpulkan, dan itu semua orang-orang buang telah masuk ke wilayah mereka, sedangkan yang masih berada di luar sana masih belum mereka tangkap.
Setelah semuanya selesai, Nicolas memasuki ruangan itu dan mengamati semua orang tawanan mereka, tiba-tiba pandangannya tertuju pada satu orang yang sejak awal mereka awasi.
"Pak Danu, bawa orang itu ketempat lain " sambil menunjuk salah satu tawanan itu
"Dan ingat pak Danu jangan memakai kekerasan, walaupun mereka musuh kita tapi mereka tetaplah manusia"
" Baik pak, saya mengerti" pak Danupun menghampiri orang yang tadi di tunjuk oleh Nicolas, kemudian memapahnya dengan di bantu salah satu anak buahnya yang ada di situ.
Sementara itu Nicolas sendiri, yang saat ini sedang berada di ruangan yang berisikan musuh-musuh mereka yang sudah tidak berdaya itu, dia mulai mengeluarkan suaranya untuk menyapa musuhnya.
"Selamat pagi semuanya, kalian tau kenapa keadaan kalian jadi seperti ini sebelum rencana kalian tercapai?, kami tau kalian semua adalah musuh-musuh kami yang sengaja menyelinap untuk menyerang kami dari dua arah, kalian berniat untuk mengepung kami bukan?"
Mendengar semua kata-kata Nicolas orang-orang yang ada di situ merasa heran, bagai mana mereka( pihak Nicolas) bisa tau rencana penyerangan mereka, atau jangan-jangan di antara mereka ada mata-mata lawan mereka ini.
Seolah tau dengan apa yang mereka semua pikirkan Nicolaspun segera berkata.
"Kalian semua tidak perlu heran kenapa dan dari siapa kami tau rencana kalian semua, Awalnya kami tidak pernah mengetahui rencana kalian, bahkan pergerakan kalian saja kami tidak menyadarinya, untung kami mempunyai orang yang sangat jenius yang bisa melacak apapun dari pergerakan bahkan pembahasan yang kalian bahas di markas besar kalian, karena orang kami itu mempunyai akses komunikasi ke seluruh dunia ini, jadi pergerakan kalian akhirnya kami ketahui dari dia" menjeda sejenak ucapannya.
"Kami di sini belum tau diantara kalian siapa pemimpinnya, tapi tenang saja tidak lama kami akan mengetahuinya, dan satu lagi kali ini kondisi kalian akan seperti ini selama kurang lebih satu bulan, karena ini semua kami yang melakukan tanpa kalian sadari,"
"Kalian semua masukkan mereka ke dalam sel tahanan, tapi sebelum itu lucuti semua senjata yang ada di badan mereka, dan ingat cari dengan teliti apapun yang ada di baju mereka amankan tanpa terkecuali walaupun sekecil apapun, dan pakai alat ini periksa semuanya siapa tau diantara mereka ada yang memakai alat penyadap dan alat komunikasi yang sengaja di pasang tersembunyi" Nicolas memberikan dua alat kepada anak buahnya untuk pengecekan
__ADS_1
"Jika sudah bersih segera masukkan mereka dalam sel" sambil berlalu hendak meninggalkan tempat itu " Oh iya satu lagi jika ada yang menggunakan pelacak dan alat komunikasi pisahkan dia sebentar, dan kalian lebih baik ambil kereta dorong untuk mengantar mereka ke sel agar kalian tidak capek mengantar mereka satu persatu, kalian harus kerja dengan benar ingat di sini ada kamera CCtv yang tak mungkin kalian sadari" kemudian beranjak meninggalkan tempat itu.