MALAIKAT KECILKU YANG HILANG

MALAIKAT KECILKU YANG HILANG
Misi berhasil


__ADS_3

Setelah menyelesaikan semua yang ada di dalam Nicolas segera menyuruh anak buahnya untuk membereskan yang ada di luar, mereka segera mengamankan seluruh lawan mereka Yang ada di sana.


Tak Lupa juga mereka melucuti semua senjata yang ada pada mereka, dan mereka semua pun melakukan pembersihan seperti pada orang-orang yang ada di dalam sebelumnya, sebelum pada akhirnya mereka di antarkan ke sel tahanan.


"Pertempuran kali ini berjalan aman tanpa adanya korban jiwa di kedua belah pihak, walaupun di pihak kita ada satu korban, namun itu dilakukan oleh pihak lain dan bukan dari mereka." tiba-tiba Nicolas berucap di tengah keheningan yang sedang terjadi.


Sementara itu, orang-orang yang ditugaskan membantu pak Bimo mereka baru sampai di tempat pertarungan yang mereka tuju, disana terlihat sekali masih terjadi pertarungan antara dua orang, walaupun sudah terlihat sangat lemah tapi mereka tetap saja bertarung untuk menjatuhkan lawan mereka.


Saat mereka menyadari ada orang lain yang menuju kearah mereka, mereka segera menghentikan pertarungan mereka sejenak, saat itulah Bimo merasa bersyukur saat melihat siapa yang menuju ke arah mereka, kawan-kawan satu timnya yang datang dan pasti diutus untuk membantu dia. ada rasa lega di dadanya, karena dia tahu dan paham betul dengan kemampuan orang-orang itu.


Lain yang dirasakan Bimo lain juga yang di rasakan oleh lawannya, saat dia tau jika lawannya akan mendapatkan bantuan dari timnya dia sedikit menciut, namun jiwa ninjanya tetap tidak mau di menyerah, saat dia melihat Bimo sedikit lengah dia segera menyerang kembali Bimo.


Sementara Bimo yang merasa senang kawan satu timnya datang dia benar-benar hilang fokus pada lawan, sampai-sampai dia tidak menyadari jika lawannya kembali menyerang.


Untung saja salah satu orang yang baru tiba di sana menyadari pergerakan lawan mereka itu, dan dia segera melemparkan senjatanya ke arah lawan yang akan menyerang Bimo.


Senjatanya mengenai sasaran dengan tepat, dan langsung menghentikan pergerakan lawan mereka, sedangkan orang yang akan menyerang Bimo tidak menyadari jika orang yang baru datang akan mengetahui tindakan nya dan menyerangnya balik, alhasil diapun tumbang dengan senjata lawan barunya itu.


Senjata yang sederhana sebenarnya, hanya sebuah tali yang terbuat dari rantai kecil dan di setiap ranting memiliki semacam duri yang tidak terlalu panjang Dan hanya sekitar 1,5cm saja panjangnya, namun jika rantai itu sudah melilit dan mencengkeram mangsanya maka mangsanya tidak akan bisa berkutik, karena semakin mangsanya bergerak maka duri-duri yang ada di sana akan semakin masuk menusuk ke bagian tubuh yang terlilit.


"Kenapa kalian lama sekali datangnya? ucap Bimo disela-sela napasnya yang belum stabil karena terlalu lama bertarung.


"Maaf karena kami baru diboutus oleh atasan untuk membantumu, setelah mereka menyadari jika kamu sudah terlalu lama meninggalkan markas, awalnya kami semua berfikir jika kamu pasti bisa menghadapi orang ini seorang diri, karena kami tau kemampuanmu"


"Itu jika aku membawa senjataku, sedangkan saat ini aku tidak membawa satupun senjata aku bertarung dengan tangan kosong, dan dia pakai senjata, ini sungguh gila"


"Maafkan kami, untung saja tuan Chita mengetahui lokasi mu saat ini, jika tidak kami pasti bingung harus mencari mu di mana"


"Tuan chita?!"


"Iya, dialah yang berhasil mendapatkan lokasi ini"

__ADS_1


"Apa dia sekarang ada di markas? kapan dia datang kesini, aku benar-benar penasaran dengan dia, selama ini hanya mendengar sepak terjangnya saja, sedangkan orangnya belum sekalipun aku mengetahui seperti apa wajahnya, kenapa juga dia memakai nama Chita seseram itukah wajahnya atau seimut itu" sambil membayangkan dengan pikirannya sendiri bahwa yang mempunyai nama Chita adalah macan hitam yang menyeramkan jika sudah marah tapi jika sedang baik mala dia akan terlihat sangat imut di matanya.


"Tidak, beliau tidak ada di sini, beliau mengirimkan lokasi ini dari tempat dia"


Seketika ucapan kawannya itu meluruhkan semua harapannya yang ingin bertemu dengan Chita


"Aku kira dia ada di sini, sekarang apa yang akan kita lakukan?, aku sudah tidak mampu lagi" akhirnya bimopun timbang karena kelelahan, segera kawan-kawannya mengangkatnya dan menaikkan dia ke mobil jip yang mereka pakai tadi.


Setelah membopong tubuh Bimo yang sudah lemah seperti tak bertulang itu mereka juga segera menaikkan lawan yang sudah di lumpuhkan dan sudah mereka ikat, orang itu di ikat di bagian belakang mobil jip.


Mereka pun segera menuju ke markas kembali, di tengah perjalanan, mereka banyak sekali pertanyaan yang di lontarkan oleh Bimo kepada kawan-kawannya itu.


"Oh iya bagai mana kondisi di markas, apakah musuh sudah mulai masuk, jangan jangan mereka sudah mulai menyerang kawan kawan kita, bagai mana keadaan mereka di sana kasihan mereka, mudah-mudahan kita masih sempat membantu mereka melawan musuh kita" ucap Bimo


"Apa kamu yakin, kamu bisa membantu mereka? tanya salah satu kawannya


"Ya yakinlah, kenapa tidak?"


"He he he he iya juga ya badanku sendiri saat ini saja rasanya seperti tak bertulang" sambil nyengir getir


"Seperti lidah saja tak bertulang" celetuk salah satu di antara mereka yang di sambut dengan kekehan yang lain.


"Semoga semuanya baik-baik saja, karena saat kami berangkat ke sini belum ada pergerakan dari musuh, tapi kabar yang aku dengar katanya mereka akan bergerak saat pagi menjelang, karena mereka akan menyamar seperti warga pada umumnya saat memasuki kawasan kita, tapi kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi, dan hanya satu doa kita semoga semua akan baik-baik saja" dan ucapan orang itu tadi dijawab dengan serentak oleh kawan-kawan yang lain termasuk juga Bimo.


"Amin....."


Kendaraan mereka terus berjalan menuju kemarkas, untuk menghilangkan suasana yang sepi salah satu di antara orang itu menyalakan musik yang ada di handphonenya, mereka semua menikmati lagu itu, sedangkan Bimo sendiri saat ini terlihat sangat Lelah dan sesekali terlihat matanya terpejam karena mengantuk


"Tidurlah kawan perjalanan kita masih panjang, kamu tenang saja kita disini, pasti aman istirahatlah "


"Trimakasih kawan, aku akan berusaha beristirahat"

__ADS_1


Setelah itu hanya keheningan tercipta kembali dan hanya suara musik yang di nyalakan tidak terlalu kencang itu yang menyertai perjalanan mereka.


Setelah beberapa jam perjalanan mereka lalui , akhirnya mereka sampai juga di markas salah satu diantara mereka segera turun dari kendaraan dan segera melapor kedalam, namun saat dia melewati salah satu ruangan dia merasa sangat terkejut karena dia melihat Bimo sudah ada di sana tapi...


"( Bimo?! kapan dia yang masuk, dan kapan juga dia berganti pakaian itu?, lalu kenapa tangannya di ikat seperti itu juga, ada apa ini sebenarnya?)" begitulah saat ini yang ada di dalam pikiran orang itu


Setelah dia mengetuk pintu dan mendapat jawaban jika dia di suruh masuk dari dalam orang itupun segera membuka pintu dan masuk kedalam, saat melihat siapa yang datang Danupun segera bertanya pada orang itu.


"Bagaimana misi kalian, apa berhasil?" tanya Danu


"Lapor pak kami berhasil, tapi...."


"Tapi apa , ada apa?"


"Itu pak, saya hany heran saja masalahnya saat saya masuk kesini saya lihat pak Bimo sudah ada di dalam dam dalam kondisi tangan terikat, sebenarnya apa yang terjadi kenapa dia di ikat seperti itu? dan satu lagi yang menurut saya terasa aneh,karena tadi saya kesini pak Bimo masih di mobil dan masih tidur tapi saat saya masuk tiba-tiba dia ada di dalam."


"Oh..itu, dia bukan pak Bimo hanya wajahnya saja yang mirip dan jangan bilang sama pak Bimo jika di sini ada orang yang wajahnya mirip dengannya".ucap Nicolas yang tau maksud orang itu


"Baik pak, saya mengerti sekarang"


"Lalu bagai mana, apakah kalian berhasil meringkus pembunuh itu?"


"Iya pak, kami telah berhasil meringkus pembunuh itu, dan saat ini dia berada di luar bersama yang lain"


"Bagus, bagai mana keadaan pak Bimo saat ini"


"Beliau sedang istirahat di mobil, mungkin kelelahan setelah bertarung dengan pembunuh itu, dan kami belum berani membangunkannya"


"Baiklah kalau begitu, segera bawa pembunuh itu ke ruang introgasi, dan antarkan pakbimo kembali ke barak nya biarkan dia istirahat di sana dan jangan lupa berikan ini suruh segera minum supaya keadaanya pulih kembali seperti sedia kala" sambil menyerahkan sebuah benda kecil seperti kapsul.


Ya memang kapsul pemuluh stamina yang biasa mereka konsumsi setiap habis mengerjakan pekerjaan yang terlalu berat, dan itu terbuat dari herbal, dan tentu saja itu merupakan buatan tangan ajaib siapa lagi kalau bukan...... ya tepat sekali Rio. ye...👏👏👏👏 hadeh... lebay author ini he he.

__ADS_1


"Baikpak, trimakasih, saya permisi"


__ADS_2