
Saat menjelang pukul 3 sore, mereka semua segera menuju ke arah barat dengan mengendarai kendaraan buatan Rio tentunya, sebenarnya dengan kendaraan itu bisa saja di tempuh dengan waktu yang sangat singkat, namun Rio memilih melajukan kendaraan.nya dengan santai karena dia pikir kepantai bukanlah hal yang harus buru-buru sampai, apalagi waktu masih lama jika mau melihat sunset, namun tiba-tiba tepukan di bahunya membuat dia kaget, ya Safitri yang saat ini juga ikut serta dalam perjalanan mereka mengagetkan Rio
"Bang, ayo cepat Fitri ingin cepat sampai ke pantai Fitri ingin main ombak di sana bang" ucap Safitri dengan polos
"Oh... oke adekku sayang Abang akan melajukan kendaraan ini dengan cepat, Fitri pegangan yang kuat ya takut jatuh" ucap Rio sambil bercanda, namun siapa sangka Safitri pun segera memeluknya dari belakang karena di suruh pegangan sama Rio tadi.
Padahal siapapun tau kendaraan ciptaan Rio walaupun melaju dengan kencang tidak akan menimbulkan getaran hebat.
"Tidak begitu juga dek" ucap Rio yang dapat pelukan dari Safitri
"Lo tadi Abang nyuruh Fitri pegangan yang kuat, ya Fitri pegangan saya sama Abang kuat-kuat "ucapnya polos
"Iya-iya, ini kita sudah sampai" ucap Rio sambil menekan salah satu tombol untuk membuka pintu kendaraan itu. dan benar saja saat pintu itu terbuka nampak pantai yang tidak terlalu luar mungkin sekitar 2km saja panjang pantai itu dengan ombak yang menyapu bibir pantai dengan santai, Safitri , Rio Andi dan Anton segera keluar dan berlari menuju ke bibir pantai untuk bermain di sana.
Sungguh suasana yang sangat menyenangkan, walaupun mereka di kelilingi tempat-tempat yang berlibur seperti itu tapi mereka jarang sekali melakukan liburan seperti itu, entah kenapa padahal mereka sering bersantai.
"Wah indahnya tempat ini, sungguh sangat menakjubkan " ucap Bimo
"Iya kamu benar " sahut Bima membenarkan ucapan saudara kembarnya.
"Apakah tuan sering berlibur kepantai seperti saat ini?" tanya Bima
"Tidak tuan kami sangat jarang bahkan selama kami di sini baru dua kali dengan ini kami kesini, awalnya kami tidak sengaja menemukan tempat ini ketika kami baru datang dan mencari tempat tinggal yang sesuai dan aman, dan yang kedua ya sekarang ini." ucap Andrian
"Kenapa tuan?, kenapa anda tidak membawa keluarga anda untuk berlibur kepantai yang indah seperti ini?" tanya Bimo
__ADS_1
"Ya, sebenarnya ingin saya melakukannya tapi saya takut jika ada orang yang mengetahui keberadaan kami di sini, bahkan kami pernah di datangi oleh orang-orang bersenjata api, bahkan dua kali, untung saja anak saya bisa mengecoh mereka tanpa adanya pertumpahan darah." ucap Andrian.
"Maksud tuan mengecoh bagai mana?" tanya Bimo.
"Maaf tuan saya tidak bisa menjelaskan, bukan rahasia tapi jika di jelaskan pun akan memakan waktu yang lama, lebih baik kita nikmati saja suasana ini" ucap Andrian.
Walaupun masih merasa penasaran dengan apa yang di ucapkan Andrian barusan tapi Bima dan Bimo sadar jika mereka hanya orang asing di sana tidak sopan juga jika mereka terus bertanya, apalagi ini masalah lingkungan yang ada di sana , karena bisa di bilang jika lingkungan di sana bisa di bilang milik pribadi keluarga Andrian.
Akhirnya mereka berjalan-jalan di tepi pantai dengan ngobrol ringan saja, saat mereka sampai di ujung pantai yang berbatasan dengan lebatnya pohon mangruf tiba-tiba Andrian melihat ada sesuatu, berada di dalam kelebatan hutan itu, dia segera memberi pesan singkat kepada Rio melalui jam tangan yang melingkar di tangannya.
"Nak, segera temui papa di ujung sebelah selatan pantai, di sini ada yang mencurigakan"
Sementara Rio yang saat itu sedang asik bermain, dan merasakan getaran pada lengannya segera mendengarkan pesan itu, dia tau jika pesan masuk lewat jam tangannya berarti pesan darurat. Riopun segera mengeluarkan kendaraan pribadinya yang selalu dia simpan di dalam ikat pinggangnya. tentu pembaca masih ingatkan di mana Rio dan keluarganya selalu menyimpan barang-barang penting mereka?.
Saat mengetahui Rio mengeluarkan kendaraan itu Anton mendekat
"Belum tau bang , tadi papa memberi pesan singkat katanya ada yang mencurigakan, aku kesana dulu bang dan lebih baik Abang dan yang lain tinggalkan dulu sementara lantai dan bermain saja di dekat kendaraan kita jadi sewaktu-waktu ada hal darurat Abang bisa segera mengajak mereka masuk kedalam kendaraan" ucap Rio
"Baiklah, segeralah kesana, kami akan segera ke kendaraan kita." ucap Anton.
Riopun segera pergi kearah di mana papa dan kedua tamunya berada, sedangkan Anton dan kedua adiknya segera meninggalkan pantai dan segera bergabung dengan Kiara dan kakek juga nenek yang lagi duduk santai di tikar dekat kendaraan mereka sambil menikmati makanan yang mereka bawa.
Melihat kedatangan Anton dan adik-adiknya Kiara jadi curiga.
"Ada apa nak?, kemana rio?" tanya Kiara
__ADS_1
"Maaf Bu, Rio di panggil bapak, kata bapak tadi ada yang mencurigakan di sana " sambil menunjuk kearah mana Andrian dan rio yang baru saja tiba di sana.
"Baiklah kalau begitu, kita kemasi barang-barang kita, untuk berjaga-jaga,"
Merekapun segera mengemasi barang-barang yang belum lama mereka keluarkan lalu mereka bersantai di dalam kendaraan sambil menunggu kabar dari Rio ataupun Andrian, sementara rio yang baru sampai ditempat papanya segera bertanya.
"Ada apa pa?"
"Disana tadi papa melihat ada seperti cahaya lampu sebuah speed boat, coba kamu selidiki disana, siapa tau ada orang-orang yang ingin menyusup ke pulau ini" ucap Andrian.
"Baik Pa, kemudian Rio segera mengeluarkan drone mini miliknya, dan mengeluarkan sebuah benda berbentuk segi empat yang berukuran sangat kecil.
Bima dan Bimo merasa heran saat melihat benda-benda yang di keluarkan oleh ria, namun keheranan mereka berubah menjadi kekaguman saat tangan Rio di letakkan di atas benda itu, benda yang tadinya kecil itu berubah menjadi benda yang berukuran lebih besar, dan ternyata benda itu adalah sebuah laptop, dan dengan laptop itu Rio mengendalikan drone nya.
Di sana nampak jelas sekali apa yang di lalui drone itu, saat sampai di tempat yang kata Andrian mencurigakan mereka memang melihat ada dua buah speed boat yang di sembunyikan di dalam lebatnya hutan mangruf itu, karena sudah tidak bisa masuk lagi lebih dalam maka kendaraan itu mereka tinggal di sana.
Di sana tidak nampak seorangpun, kemudian Rio segera mengaktifkan kamera pengintai yang sudah dia sebar sebelumnya.
"Kamera aktif," ucap Rio di hadapan laptopnya, tidak lama kemudian layar laptop itu menampilkan begitu banyak gambar yang berbeda dalam ukuran sangat kecil, Rio kemudian memperbesar ukuran laptopnya, melihat hal itu tentu saja membuat Bima dan Bimo lebih tercengang lagi karena kagum, disana ada beberapa dari kamera yang memperlihatkan ada beberapa orang sedang mengepung pulau itu.
"Lihat pa, mereka rupanya mau main-main lagi sama kita, mereka mengepung tempat tinggal kita dari berbagai arah"
"Lalu bagaimana sekarang kita sedang di sini dan tidak ada di rumah bagai mana kita aka. melindungi rumah kita seperti sebelumnya?"
"Papa tenang saja, kita bisa sampai kerumah sebelum mereka menginjakkan kaki ke pagar yang aku bikin, sekarang lebih baik papa menghubungi mama untuk membawa kendaraan itu kemari karena jika kita yang kesana kan memakan waktu yang cukup lama , sementara itu aku akan memberi merek pelajaran dulu aku akan meledakkan motor boot mereka satu persatu, ini pasti akan seru, mereka akan kesusahan untuk kembali nanti" Rio berucap sambil menyeringai jahat, baru kali ini Bimo melihat seringai itu baginya seringaian itu sangat mengerikan yang di berikan oleh anak sekecil Rio.
__ADS_1
Dengan menggunakan leptopnya Rio melakukan semua dengan alat yang sudah dia sebarkan di setiap tempat di pulau itu. setelah menemukan setiap sasarannya Rio segera memerintahkan untuk menghancurkan kendaraan itu
"Baiklah ini dia, senjata aktif, hancurkan kendaraan itu dan sisakan satu di setiap tempatnya" ucap Rio tak berapa lama terdengar dentuman besar yang bersahut-sahutan, sementara orang-orang yang nampak di layar laptop nampak terkejut saat mendengar suara dentuman itu. dan mereka segera menyuruh salah satu diantara mereka untuk memeriksa arah dentuman itu, disaat yang sama kendaraan yang mereka tumpangi pun datang dan mereka semua segera memasuki kendaraan itu.