MALAIKAT KECILKU YANG HILANG

MALAIKAT KECILKU YANG HILANG
Kisah dari Nicolas.


__ADS_3

Setelah kakek Umar selesai bercerita tentang masa lalu dan kebersamaan mereka kini giliran Nicolas untuk melanjutkan cerita kakek Umar, namun kali ini yang Nicolas ceritakan tentang kisah hidupnya bersama angel setelah mereka meninggalkan rumah kakek Umar.


"Waktu itu setelah aku dan Angel pergi dari rumah bapak untuk kembali kerumah papa dan mama, ternyata setelah kami sampai di sana kami tidak menemukan keberadaan papa mama dan abang bahkan kami menemukan jika rumah itu telah di tempati orang lain" Nicolas Pun menjada ceritanya.


"Ya memang waktu kami tidak lagi menemukan keberadaan kalian berdua selama 1 tahun kami mencari dan mama pun telah tiada waktu itu aku menyewakan rumah itu untuk modal hidupku mencari kerja di lain daerah karena jika aku tinggal terus di sana maka aku tidak akan bisa melupakan kenangan-kenangan sewaktu bersama kalian, dan aku berharap jika kalian suatu saat akan kembali kesana dan kita kan bisa berkumpul kembali." ucap Andrian.


"Ya memang waktu itu orang yang menempati rumah itupun bilang jika mereka hanya menyewa rumah itu, kami berdua sempat tinggal di sana selama 1 bulan berharap jika ada salah satu keluarga yang akan datang berkunjung ke rumah itu, tapi ternyata tidak ada seorangpun yang datang, setelah itu kami berniat untuk kembali ke rumah bapak dengan uang sisa tabungan kami yang ternyata masih tersimpan di tempat yang kami memang sembunyikan waktu itu."


"Namun setelah kami sampai dirumah bapak rumah itupun kosong dan kami tidak menemukan siapapun di sana, dan kami yakin jika bapak sudah berangkat ikut transmigrasi waktu itu."


"Kamipun tak tau lagi mau kemana karena jika kami mau ketempat keluarga yang lain belum tentu uang kami cukup karena keluarga kita jaraknya bukanlah dekat."


"Akhirnya kami berdua pergi meninggalkan rumah bapak, kami berjalan menyusuri jalan tanpa tau arah tujuan kami mau kemana, saat kamu merasa lelah kami beristirahat di tepi jalan, mau naik kendaraan kami takut jika uang yang kami punya akan cepat habis Karina hanya dengan uang itu kami bisa bertahan supaya tidak kelaparan."


"Dan saat kami beristirahat di tepi jalan tepatnya di bawah pohon yang cukup rindang, waktu itu mungkin sekitar jam 5 sore kami beristirahat di sana karena selain capek kami juga ingin bermalam di situ karena Memang tempat itu masih jarang sekali rumah jadi kami beristirahat ya di mana yang menurut kami teduh dan aman."


"Sore itu hari memang cerah, tidak ada tanda-tanda akan turun hujan, maka kami memutuskan untuk belanja di situ karena kaki pun telah letih melangkah, dengan beralaskan tikar bekas dan juga kardus bekas kami beristirahat di situ."

__ADS_1


"Sambil menikmati makanan yang baru kami beli, sebungkus nasi kami makan berdua, ya seperti itulah kehidupan kami sampai kami nantinya menemukan tempat yang layak untuk kami tinggali "


"Sekitar pukul 10 malam mungkin karena aku dan Angel sudah tidur waktu itu, tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti, antara sadar dengan tidak aku berusaha untuk membuka mata aku, ternyata ada sepasang suami istri yang mendekati kami dan mereka membangunkan kami, kami diajak mereka supaya kami bisa ikut mereka."


"Entah kenapa aku dan Angel langsung ikut saja sama mereka, dan untungnya mereka berdua orang-orang yang baik, kami berdua di bawa kesebuah yayasan panti asuhan, di sanalah kami akhirnya tinggal untuk sementara, dan saat kami di panti asuhan itu sekitar dua setengah tahun kedua orang itu datang menjemput kami berdua, dan kami di minta untuk tinggal di rumah mereka di sana kami di rawat dan di beri banyak fasilitas merekalah yg mengurus kami seperti mereka mengurus anak kandung mereka sendiri, dan ternyata mereka hanya memiliki satu orang anak dan ternyata anak mereka belum lama telah meninggal dunia."


"Lalu mereka sekarang di mana?" tanya Andrian.


"Mereka berdua masih ada mereka tinggal di kota Y biasanya setiap akhir pekan kami pergi kesana menjenguk mereka karena kami bisa seperti ini juga berkat mereka, mereka berdua masih sehat, mereka selalu menuntut kami agar cepat menikah mereka ingin segera menimang cucu katanya" sambil nyengir dan menggaruk kepala walaupun tidak gatal.


"Lalu apakah kalian sudah ada calon untuk kalian nikahi?" tanya Andrian.


"Tau dari mana kamu dek? Ndak usah ngarang lah sok tau aja kamu itu"Nicolas.


"Lalu bagai mana kalian berdua bisa bekerja di posisi seperti saat ini?" Andrian.


"Awalnya papa angkat kami itu yang menyekolahkan kami, aku khususnya, di sekolah militer dan Alhamdulillah nilaiku bagus disana dan akhirnya aku diambil dan bergabung sebagai pasukan khusus waktu itu, dan akhirnya aku dinposisi seperti saat ini setelah lima tiga tahun aku masukmpasukan khusus, selama kami ikut orang tua angkat kami kami terus mencari bapak bahkan kami meminta bantuan pada papa angkat kami untuk mencari tahu keberadaan bapak, namun selalu nihil belum pernah kami mendapatkan info tentang bapak dan keluarganya." Nicolas.

__ADS_1


"Lalau bagai mana dengan Angel kenapa dia juga bisa bergabung di sana?" Andrian.


"Kalau angel entah otaknya siapa yang di turun, dengan kecerdasannya dan dengan alat-alat yang di buatnya maka organisasi di mana aku bekerja melirik kemampuannya dan karena kebetulan ada aku di sana maka dengan mudah dia di rekrut kedalam organisasi, kata ketua kami dari pada keduluan orang-orang yang tidak baik merekrut dia lebih baik kami yang merekrutnya" nicolas.


"Lalu bagai mana Abang bisa bertemu dengan bapak, dan bagai mana Abang bisa tinggal di pulau ini?" tanya angel, dia sudah merasa bosan dengan kisah yang di ceritakan Nicolas.


Semua orang yang ada di situ yang awalnya serius mendengarkan cerita nicolas serempak mereka mengalihkan pandangannya pada angel.


" Ada apa kok kompak banget, langsung melihat ke aku? apa ada yang salah dengan pertanyaanku?" tanya angel.


"Kamu jangan mengalihkan pembicaraan kita, Abang masih penasaran bagai mana kamu bisa menguasai keahlian seperti itu, kamu belajar dari siapa?" tanya andrian.


"Ya....,"sambil menggaruk tengkuknya " aku juga tidak tau bang cuma aku sangat menyukai hal-hal seperti itu, mungkin kurang lebih seperti anak Abang, coba tanya dia, dia belajar denga siapa ilmu seperti itu bagai mana bisa dia melakukan semua itu sendiri bahkan dengan usianya saat ini, coba Abang tanya dia" ucap angel.


Andrian pun terdiam mendengar penuturan angel karena dia merasa apa yang angel katakan benar, karena Riopun seperti angel bahkan di usianya yang masih balita dia bisa menciptkan alat-alat yang menakjubkan. Dan semua itu tanpa ada bimbingan dari dia ataupun mamanya karena dia akui otaknya dan istrinya tidak sampai kesana, diapun tidak tu awalmula Rio bisa menciptakan alat-alat yang seperti itu, setau dia Rio dari umur dua tahun sangat menggemari komputer dan sejenisnya.


Ya, memang dia akui waktu Rio masih berusia dua tahun dia sudah pandai membaca walaupun dengan logat dan bahasanya sendiri.

__ADS_1


" Bagai mana bang? dan sekarang giliran Abang untuk bercerita, dan menjawab semua pertanyaan kami nanti" ucap angel.


Kita tunggu aja cerita Andrian ya gaes! nantikan di cerit selanjutnya sampai jumpa lagi 🙏🙏🙏


__ADS_2