
Setelah memutuskan sambungan telpon dan mengatur strategi, Nicolas dan Angel pun segera berangkat menuju ke perbatasan sebelum semuanya terlambat, karena menurut informasi yang mereka terima dari Rio lawan mereka akan bergerak pagi ini setelah mereka sarapan dan itu merupakan kesempatan untuk mereka menaruh serbuk yang Rio bilang.
Dengan menggunakan kendaraan yang diberikan oleh Rio jarak sejauh apapun bisa mereka tempuh dengan cepat sesuai dengan setingan yang dilakukan di alat itu.
Dua puluh menit setelah itu akhirnya mereka sampai di perbatasan, orang-orang yang ada di sana pun merasa terkejut dengan kedatangan mereka yang tiba-tiba, mereka menyambut kedua orang itu dengan sangat antusias
"Salam ketua"
"He m m" sambil terus melangkah menuju ke rumah yang tidak terlalu besar yang di gunakan untuk pusat kendali di sana sedangkan di sekitar rumah itu masih banyak lagi rumah-rumah yang lain yang menyambung setiap Lima pintu karena memang Kem mereka tidak di dirikan di tempat yang jauh dari rumah pusat.
Tujuannya jika ada kabar penting yang mendadak maka mereka tidak perlu waktu lama untuk berkumpul di sana , ada juga beberapa rumah yang terpisah dan ternyata itu adalah gudang baik senjata maupun makanan untuk mereka yang ada di sana.
Karena di perbatasan itu memang memerlukan penjagaan yang ketat karena sering terjadi penyelundupan barang dan senjata maka personil yang berjaga di sana pun di tambah, karena banyak jalan- tikus yang di gunakan oleh para penyusup.
"Maaf ketua kami tidak tau jika ketua akan datang kemari secara tiba-tiba "
"Tidak apa-apa, kami memang mendadak tadi menuju kesini, karena ada hal darurat yang perlu kita kerjakan demi keamanan dan keselamatan kita semua."
"Kiranya ada hal penting apa ketua?"
"Apakah selama ini kalian menyadari jika musuh kita saat ini sudah berada dekat dengan kalian?"
"Maksud ketua?" bingung dan tidak mengerti apa yang di maksud oleh atasannya karena informasi yang dia terima, jika musuh mereka masih dalam pergerakan.
"Iya sayapun terkejut mendengar itu semua, dan saya dapat informasi dari Chita, kalian tau kan siapa dia?"
"Iya tuan kami pernah dengar tentang beliau, beliau merupakan orang yang sangat jenius dengan penemuan-penemuannya."
"Kamu benar, Maka dari itu aku dapat informasi ini dari dia maka bisa di anggap 100% benar"
"Informasi apa ketua yang beliau berikan"
"Dia bilang jika musuh-musuh kita saat ini sudah ada dekat dengan perbatasan sini bahkan hanya dengan waktu 10 atau 15 menit berjalan kaki maka mereka akan sampai di sini, dan yang paling penting adalah jumlah mereka yang tidak sedikit, awalnya mereka akan masuk secara bertahap seperti pendatang pada umumnya, itu karena tujuan mereka untuk menyerang kita dari dua arah jadi kita berada di tengah, paham maksud saya?"
__ADS_1
"Paham ketua, lalu apa yang akan kita lakukan dan kira-kira kapan mereka akan mulai pergerakan merek itu?"
"Itu dia, makanya saya segera kesini karena mereka akan mulai aksi mereka setelah mereka makan pagi "
"Lalu bagai mana ketua sedangkan kita saat ini belum ada persiapan Sam sekali?" panik
" Sudahlah kita tidak perlu panik seperti itu, karena Chita sudah memberi kita solusi tapi ini sangat rahasia jangan sampai ada orang lain yang tau soal ini"
"Baik ketua kalau begitu kita keruangan rahasia saja sekarang "
Mereka bertiga pun segera melangkah menuju ruangan rahasia yang ada di dalam rumah itu, sesampainya di dalam mereka segera menuju ke tempat duduk yang memang sudah tersedia di sana .
"Cepat ambil meja dan laptop" perintah Nicolas.
"Baik ketua laksanakan" dengan cepat orang itupun segera menyiapkan apa yang Nicolas minta.
Setelah semuanya siap Nicolas segera mengeluarkan kotak kecil dan membukanya dia segera mengeluarkan isi dari kotak itu, 4 ekor lebah dia keluarkan kemudian dia mengeluarkan juga benda seperti kapsul (ya memang kapsul tapi berukuran lebih kecil)
"Untuk apa lebah itu ketua?"
"Lalu?"
"Kita akan memasukkan serbuk ini kedalam makanan atau air yang akan mereka konsumsi"
" Apakah cukup jika hanya dengan 4 butir ketua apa tidak lebih baik kita beri lebih banyak lagi ?"
"Tidak, ini instruksi dari Chita jika kita memberikan lebih dari ini maka mereka akan mengalami kelumpuhan selamanya "
"Tapi bagai mana jika mereka memasak makanan dalam jumlah banyak dan bukan hanya dalam sekali masak, mengingat kata ketua tadi mereka dalam jumlah yang banyak"
Sesaat Nicolas berpikir, dia merasa apa yang di ucapkan anak buahnya itu masuk akal juga, jika memang mereka masaknya dalam jumlah banyak dan tidak dalam sekali masak maka usaha mereka untuk melemahkan musuh akan sia-sia mungkin yang makan masakan itu yang akan terkena efek serbuk itu, bagi mereka yang memakan makanan yang tidak ada serbuk dari mereka maka mereka akan baik-baik saja.
Akhirnya Nicolas pun menemukan ide yang menurutnya sangat bagus.
__ADS_1
"Begini saja selain kita melakukan ini, kita juga harus memata-matai mereka menggunakan alat ini jadi kita bisa memantau pergerakan mereka dari sini, Segera hubungkan benda ini dengan laptopnya"
Angelpun segera menghubungkan benda itu dengan laptop yang ada di hadapannya.
Sementara itu jauh di sebuah pulau terpencil tepatnya diman Rio dan keluarganya berada dia terus memantau pergerakan lawan dan juga pergerakan yang di lakukan oleh Nicolas dan anggotanya, dia merasa heran kenapa Nicolas menggunakan banyak sekali drone yang dia berikan waktu itu? kemudian Riopun segera menghubungi Nicolas melalui sambungan telepon.
"Iya, ada apa Chita "
"Maaf ketua, kenapa ketua menerbangkan banyak sekali drone itu?"
"Dari mana kamu bisa tau?" heran Nicolas karena Rio bisa mengetahuinya.
"Apa tuan tidak sadar jika yang menciptakan alat-alat itu adalah saya sendiri, otomatis semua datanya saya memiliki" ucap Rio
"Oh iya maaf, saya lupa, begini tadi kami masi ragu apakah dengan hanya 4 kapsul itu bisa menggagalkan aksi mereka Karena kami takut mereka membuat makanan lebih dari sekali masak maka saya berinisiatif menambah pasukan drone yang membawa serbuk itu"
"Bukankan sudah saya bilang cukup dengan 4 kapsul maka semuanya akan beres, karena saya sudah memantau keadaan di sana sebelumnya sebelum saya memberi laporan pada ketua"
"Iya maaf, terus bagai mana apa yang harus dilakukan dengan drone-drone itu?"
"Tarik kembali drone-drone yang lain dan sisakan 4 saja mereka yang membawa serbuk itu"
"Tapi kami ingin memata-matai mereka juga"
"Itu kan bisa dilakukan dengan menggunakan drone itu juga, setelah misi mereka selesai, atupun sebelum mereka melakukan misi mereka itu."
"Baiklah kalau begitu, lalu bagai mana situasi di sana saat ini?" tanya nicolas pada Rio. "Angel segera batalkan penerbangan drone nya sisakan 4 saja yang membawa serbuk itu"
"Baik" kemudian angelpun segera memutar balik arah tujuan beberapa drone yang telah dia terbangkan dan menyisakan 4 drone untuk tetap beroperasi sesuai rencana.
"Baiklah kalo begitu saya putus dulu sambungan ini, nanti jika ada yang penting saya akan hubungi kembali" ucap Rio dan kemudian memutus sambungan telpon.
Setelah itu Rio segera keluar dari ruangannya, dia merasa ingin melihat batu-batu yang mereka temukan waktu itu. Saat dia sampai dimana batu-batu itu di simpan, dia begitu takjub melihat batu-batu itu di malam hari, bagaimana tidak, batu-batu itu diletakkan di ruangan yang sangat tertutup dan sangat minim akan cahaya, tetapi saat ini ruangan itu begitu terang dan cahayanya berasal dari ke lima batu itu sungguh sangat mengesankan.
__ADS_1
Rio perlahan mendekati batu-batu itu satu persatu ada berbagai macam perasaan yang dia rasakan saat dia mendekati setiap batunya.