MALAIKAT KECILKU YANG HILANG

MALAIKAT KECILKU YANG HILANG
Membuat kendaraan untuk paman dan bibi


__ADS_3

Setelah monitor aktif dan sambungan terhubung ke pusat Rio mengamati layar itu dengan sek sama.


Sementara Nicolas dan angel yang sudah berada di dalam kamarnya masing-masing segera mengemas barang-barang mereka yang sebelumnya mereka bawa untuk mereka bawa kembali esok hari, walau sebenarnya mereka masih berat untuk meninggalkan tempat itu, tapi mau bagai mana lagi menjaga keamanan negara adalah tanggung jawab mereka.


Setelah selesai mengemas semuanya, mereka dengan langkah gontai kembali ke ruangan dimana semua keluarga mereka menunggu, setelah mereka duduk di tempat mereka semula mereka pun merasa aneh karena mereka melihat semua keluarga melihat ke satu titik akhirnya mereka juga mengikuti arah pandangan keluarga yang lain,.


Alangkah terkejutnya mereka saat melihat apa yang mereka saksikan, mereka tidak menyangka jika di rumah yang mereka tempati saat ini mereka juga masih bisa memantau situasi keamanan negara ini.


"Bagai mana ini mungkin, dari mana kamu mendapatkan semua ini jika kamu bukan keponakan aku kamu bisa aku tuntut karena menyadap keamanan milik negara" ucap Nicolas


Orang-orang yang ada di situ terkejut dan merasa takut akan ancaman itu, namun lain dengan Rio dia malah hanya tersenyum miring mendengar kata-kata Nicolas barusan.


"Apa saya tidak salah dengar, bapak akan menuntut saya? apa bapak lupa jika saya juga adalah salah satu dari anggota bapak? apa bapak kira selama ini saya tidak tau pergerakan musuh kita, maaf pak walaupun saya tinggal di pulau terpencil seperti ini namun akses saya mungkin lebih luas di bandingkan akses bapak yang ada di pusat komando sana, karena dari sini saya juga bisa memantau keadaan negara lain karena jaringan yang ada di sini sudah saya sambungkan dengan ber bagai satelit dari negara-negara lain jadi bagi saya sangat mudah untuk mengetahui informasi tentang musuh-musuh kita disana." ucap Rio panjang lebar.


Sementara Nicolas yang baru sadar jika Rio juga merupakan anggotanya sendiri langsung menepuk keningnya, dia baru ingat jika bocah kecil di hadapannya adalah bocah jenius yang bahkan negara sendiri yang merekrutnya untuk bergabung dengan mereka, dan dia tau bagai mana bocah itu jika sedang bertugas, sikapnya yang dingin dan selalu tepat dalam mengambil keputusan.


"Maafkan saya Chita saya lupa jika anda adalah salah satu dari kami" ucap Nicolas


"Baiklah sekarang kita monitor dari sini pergerakan mereka, dan di sini anda yang lebih menguasai masalah ini saya telah menyiapkan alat-alatnya tinggal anda cek saja ,bahkan jika anda ingin berkomuni kasi dengan pusat kendali keamanan kita disana andapun bisa dari sini , anda tinggal memasukkan kode pertahanan pusat " ucap Rio menjelaskan.


"Baiklah, dan trimakasih semuanya untuk anda, dan maaf atas ucapan saya yang tadi" ucap Nicolas.


"Sudahlah, anda lanjutkan saja tugas anda dari sini saya akan menyiapkan kendaraan Yang akan anda pakai nanti saat Anda berdua akan kembali ke markas pusat" ucap Rio


"Ma, tolong ya" ucap Rio pada mamanya.


Mamanya yang tau maksud Rio menganggukkan kepala dan tersenyum lembut padanya, dan mengikuti Rio dari belakang menuju kamarnya.


"Apa ada yang bisa mama bantu nak?"


"Iya ma, tolong mama sadap jaringan dari musuh negara kita yang sedang melakukan pergerakan saat ini, karena Rio tidak ada waktu lagi, Rio harus menyiapkan kendaraan untuk paman dan bibi menuju ke markas besok"


"Kenapa tidak lewat bandara seperti sebelumnya nak?"


"Tidak ma, terlalu berbahaya untuk mereka berdua saat ini jika dalam situasi seperti ini, Rio takut jika mereka akan di ikuti oleh mata-mata musuh, karena Rio merasa aneh, selama mereka di markas tidak ada pergerakan sama sekali Dali musuh sekali mereka ada di sini mereka mulai bergerak sepertinya musuh kita tau jika paman sedang tidak berada di markas, maka dari itu aku akan buatkan kendaraan khusus untuk mereka"

__ADS_1


"Apakah akan selesai dalam 1 malam nak kendaraan itu?"


"Kendaraannya sebenarnya sudah ada ma, Rio cuma tinggal memprogram ulang arah tujuan kendaraan nanti agar pendaratannya tepat di tempat yang di tuju, dan kebetulan Rio sudah tau seluk beluk di mana markas itu di bangun"


"O ... jadi gitu sekarang mana dan apa yang harus mama lakukan?"


"Mama tinggal sadap apapun yang mereka lakukan dan jangan lupa mama rekam sekalian"


"Baiklah kalo begitu akan mama laksanakan "


"Terimakasih ma Rio tinggal dulu"


"Oke sayang percaya sama mama"


Riopun meninggalkan mamanya yang sedang berkutat dengan monitor yang ada di depannya.


Sementara Rio segera menuju ke ruang rahasia dimana di menyimpan semua kendaraan yang super canggih miliknya, dan dia memilih salah satu kendaraan koleksinya itu, dan akhirnya dia menemukan kendaraan yang menurutnya cocok untuk Nicolas dan angel.


Setelah Rio menemukan kendaraan yang pas untuk paman dan bibinya diapun segera membawa kendaraan itu keruang rahasia yang langsung berhubungan dengan gua yang ada di balik air terjun.


Setelah kendaraan itu kembali ke ukuran normal Riopun segera masuk dan memprogram ulang arah tujuan kendaraan itu.


Sementara itu di luar, Andrian yang terus memonitor pergerakan lawan dia merasa jengkel karena berusaha menghubungi pusat kendali keamanan belum bisa dia lakukan.


"Kenapa susah sekali sih menghubungi mereka?"


"Ada apa Nico kenapa kamu kelihatan gusar seperti itu?" tanya Andrian tiba-tiba karena melihat sang adik yang nampak gusar dan tidak tenang.


"Ini bang aku berusaha, menghubungi pusat tapi entah kenapa tidak bisa dari tadi, angel cepat kemari, hal seperti ini bukankah bagian kamu aku tidak terlalu faham dengan ini semua."


Sementara angel hanya menyebabkan bibirnya dan beranjak dari tempat duduknya kemudian berjalan menuju ke arah dimana kedua abangnya berada.


"Angel cepat ada hal penting yang ingin Abang sampaikan kepada pusat kendali"


"Kirain angel Abang bisa mengoperasikan alat itu karena dari tadi angel perhatikan Abang kayaknya serius banget menghadapi alat-alat itu" ucap angel sedikit tersenyum mengejek sang Abang

__ADS_1


"Udahlah dekkkk Ndak usah ngolok Abang kayak gitu lah, Abang ini sedang serius kamu malah bercanda, ini kan kerjaan bagian kamu, kamu kan tau Abang sangat minim mengenai hal-hal berbau seperti ini." ucap Nicolas


Akhirnya Angel pun segera mengambil alih alat itu dan segera melaksanakan tugas yang di berikan oleh Abang sekaligus atasannya itu, hanya dalam waktu 2 menit apa yang dari tadi Nicolas kerjakan dengan susah payah namun tidak membuahkan hasil namun lain ketika sudah berada di tangan angel dengan mudah bisa dia selesaikan.


Akhirnya sambungan pun terhubung dengan markas pusat dari sana Nicolas bisa memberi komando untuk para anak buahnya, dan mereka akan mulai menyusun strategi mereka jika Nicolas usah sampai di markas besar.


Setelah semua rencana selesai di susun akhirnya mereka memutuskan sambungan itu, sedangkan angel masih terus mengutak Atik peralatan itu dia merasa sangat takjub dengan alat-alat yang ada di hadapannya saat ini, karena alat itu benar-benar canggih bahkan yang ada di markas saja masih kalah dengan apa yang ada di hadapannya kali ini.


"Bang Andri, Abang beli alat-alat ini di mana bang?"tanya ange


"Abang tidak pernah beli alat-alat seperti itu, itu semua Rio yang merangkai dia hanya membeli alat-alat kecilnya saja kemudian dia kerjakan sendiri merangkai semua alat-alatnya. dan semua yang ada di rumah ini merupakan hasil tangan dia" ucap Andrian


"Yang benar bang,?"


"Iya benar, bahkan alat-alat yang kami gunakan untuk berkebun semuanya hasil karya rio"


"Memang luar biasa anak Abang satu itu"


"Iya bahkan Abang sendiri tidak menyangka jika dia sudah bergabung dengan kalian, Abang baru tau saat kami sudah berada di sini sebelumnya Abang tidak pernah tau."


"Memangnya dia tidak memberi tau Abang tentang hal itu?"


"Tidak, bahkan dia tau jika pekerjaan dan jati dirinya sampai diketahui orang banyak dia takut akan keselamatan keluarganya sendiri, maka dari itu setiap kami keluar pulau ini dia selalu memakaikan kami wajah lain supaya kami terhindar dari orang-orang yang memang sudah lama mengejar kami."


"Memakai topeng maksud abang?"


"Bukan topeng, tapi hanya seperti stiker kecil yang perlu kita tempelkan di salah satu bagian wajah kita maka sesuai dengan stiker itulah wajah kita yang terlihat oleh orang lain, tapi itu tidak akan bertahan lama dan paling lama 30 menit"


"Wao hebat, apa Abang pernah menggunakannya?"


"Ya, pernah makanya Abang bisa bicara seperti ini sekarang"


"Sekarang kemana dia?"


"Kita tunggu saja pasti ada kejutan untuk kalian nanti"

__ADS_1


__ADS_2