MALAIKAT KECILKU YANG HILANG

MALAIKAT KECILKU YANG HILANG
Tanda itu muncul lagi


__ADS_3

Sementara itu di tempat Rio, setelah dia berhasil mendapatkan batu yang dia inginkan di segera ingin meng eksekusi batu-batu itu untuk di jadikan nya alat yang akan sangat berguna.


Namun saat netranya melihat ke layar yang mana layar itu dia hubungkan dengan perbatasan yang saat ini sedang ada kekacauan, dia segera mendekati layar itu dan segera duduk di depannya.


Rio segera memutar ulang kejadian disana, kecepatannya dalam menganalisa suatu keadaan membuatnya sudah terbiasa dengan itu semua, tiba-tiba dia menghentikan layar itu di suatu titik dan dia geser kebelakang sedikit kejadian yang tertangkap lewat kamera yang disana.


Rio terkejut melihat tanda itu, karena setau dia saat dia membaca di sebuah majalah lama yang ada di alat elektronik, jika orang-orang dengan tanda itu sudah hampir menghilang, karena selalu di incar keberadaannya untuk di bunuh, karena mereka keturunan orang yang sangat berpengaruh besar saat itu, di sebuah negara yang sangat terkenal dengan ilmu magis dan bela dirinya , lalu dari mana Angel dapatkan tanda itu, kemudian Rio mengundur lagi hasil kamera dari dron yang ada di sana, seketika itu juga Rio kaget saat melihat orang yang mempunyai tanda itu.


Rio segera menghubungi Nicolas, bahkan dia sampai mengabaikan rencananya yang semula dengan batu-batu itu. setelah sambungannya terhubung dia segera menanyakan masalah tanda itu pada Nicolas.


"Maaf pak, ada sesuatu yang ingin saya tanyakan kepada bapak, apakah bapak sudah tau arti tanda yang di temukan oleh Mis Angel?"


"(Maksudmu tanda seperti tanda lahir itu?, tapi kenapa aku sangsi jika itu tanda lahir ya)"


"Bapak benar, itu memang bukan tanda lahir, lalu apakah bapak sudah mengetahui tanda apa itu?"


"(Belum aku belum berhasil mengetahuinya, awalnya ku ingin menghubungimu untuk menanyakan hal ini, tapi di sini ada kejadian yang mengerikan yang terjadi)


"Maksud bapak kejadian yang mengerikan bagai mana?"


Kemudian Nicolaspun menceritakan semua kejadian yang sedang terjadi di situ, bahkan diapun menceritakan kepada Rio jika ternyata tanda itu juga ada pada tubuh Bimo, sementara Rio yang mendengarnya pun sangat terkejut.


"Benarkah pak, jika anggota kita ada yang memiliki tanda itu?"


("Iya benar sekali")


"Kalau begitu apakah bapak bisa memanggilkan beliau, saya ingin bicara secar pribadi dengan beliau."


("Maaf, saat ini di sedang mengejar ninja yang telah menyerang membunuh anggot kita")


"Apa?!, lalu pakah di sendirian, dan tidak d ayang mendampingi?"


"(Iya benar, tapi kamu tidak perlu khawatir karena di juga memiliki kemampuan yang tidak bisa di ragukan ")

__ADS_1


"Saya tau pak, memang keturunan mereka tidak bisa di ragukan lagi kehebatannya, tapi saya sarankan supaya anda menyuruh beberapa anak buah anda di sana untuk menyusul mereka, dan cari orang-orang yang lihai beladiri.)"


("Baiklah aku akan segera menyuruh pak Danu untuk segera memilih orang menyusul pak Bimo, tapi kami belum tau di mana mereka saat ini")


"Baik saya akan bantu melacak keberadaan mereka"


Setelah sambungan terputus Nicolas segera menyuruh pak Danu melakukan seperti yang di pinta oleh rio, dan pak Danu dengan sigap segera melaksanakan perintah itu, setelah menemukan orang-orang pilihannya pak Danu segera melaporkan kepada Nicolas.


"Lapor pak mereka sudah siap untuk segera membantu pak Bimo, dimanakah lokasi beliau saat ini?"


"Tunggu sebentar kita, tunggu petunjuk dari chita" 32 menit kemudian hendpone Nicolas berbunyi diapun segera mengambil handphone nya dan segera membuka pesan masuk yang dikirim oleh Rio, disitu terlihat lokasi yang saat ini Bimo berada, kemudian Nicolas segera membagikannya kepada pak Danu .


"Pak Danu bagikan itu ke orang-orang yang akan ke sana, itu lokasi pak Bimo saat ini"


"Baik pak" pak Danupun segera menemui orang-orang pilihannya tadi dan segera membagi petunjuk lokasi yang saat ini menjadi terjadi perkelahian antara 2 orang, dan sudah dipastikan jika salah satu diantara mereka adalah Bimo.


Orang-orang itupun segera berangkat menjalankan misi mereka, yaitu membantu Bimo mengalahkan dan menangkap orang yang telah menghilangkan nyawa kawan mereka.


Sementara itu Nicolas dan Rio kembali terhubung dan membicarakan kelanjutan tentang tanda itu.


"Kenapa kamu tidak mau langsung mengatakan, ke kami apa tanda itu sebenarnya, chita?!"


"Maaf pak kenapa bapak tidak mau berusaha dan hanya mengandalkan saya?, saya ini hany anak-anak pak, apa bapak tidak malu?!"


"Dasar bocah tengil, punya keponakan satu saja kok sok kayak gitu sih, bikin jengkel saja udah tau kondisi sekarang kayak gini, masih juga main rahasia-rahasia segala"


"Maaf pak bapak bicara sama siap?"


"Ya bicara sama kamu lah, dasar bocah!" Nicolas sudah tidak bisa menahan kejengkelannya kepada Rio, dia terus mengomeli Rio melalui sambungan telpon itu, sampai dia di kagetkan dengan kedatangan Angel yang menepuk bahunya.


"Bang, kenapa Abang dari tadi, marah-marah terus sih bang, Abang marah sama siapa?"


"Sebenarnya abanf tidak marah hanya sebel saja sama bocah sok jenius itu"

__ADS_1


"Bocah sok jenius? maksut Abang rio?"


"Iya siapa lagi kalau bukan dia, dasar keponakan mu satu itu, minta di beri pelajaran lihat saja namati"


"Ha ha ha ha pak, saya masih di sini saya bisa mendengar semua yang bapak bilang dari tadi lo" tiba-tiba suara Rio terdengar dari handphone Nicolas yang ternyata belum di putus tadi sambungan telponnya.


Angel pun segerengambil alih handphone itu.


"Chita, sebenarnya ada apa?"


"Hay Miss, ini soal tanda yang Miss Angel temukan itu, saya bilang sama ketua, beliau saya suruh baca di internet dan masuk ke aplikasi berita jaman lampau, eh ketua malah ngomel-ngomel Ndak jelas kayak tadi, memang orang aneh dia."


"Kenapa tidak kamu katakan langsung saja tanda apa itu sebenarnya"


"Sudahlah miss kita bahas saja tentang tanda itu nanti, sekarang bagai mana apakah misi kita berhasil, Miss Angel apa sudah mencampurkan serbuk itu ke makanan yang mereka olah"


"Iya , sudah selesai bahkan mereka semua sudah mulai membagikan makanan itu"


"Bagus kalau begitu, sekarang tinggal kita tunggu saja reaksinya, Miss saya putus dulu telponnya ya ada pekerjaan yang akan saya kerjakan untuk saat ini, nanti jika ada perkembangan silahkan hubungi saya"


"Baiklah, sampai jumpa lagi"


Sambungan telpon pun akhirnya terputus, dan Angel mengembalikan benda itu kepada Nicolas.


"Kamu dengar sendiri kan bocah kecil itu bicara, padahal dia tinggal memberi tau kita apa arti tanda itu"


"Mungkin ada petunjuk lain yang ada di sana bang, makanya kita di suruh mencari tau sendiri, yang penting kita kan sudah di beri petunjuk, kita harus mencari dimana, jadi bisa dengan mudah kita mencarinya nanti"


"Kenapa kamu dan dia itu hampir mirip sih cara bepikir kian?, dasar keponakan dan bibik sama saja"


"Hi hi hi Abang juga kan paman ya, jadi apa bedanya dengan saya?, bedanya ternyata cara berpikir Abang yang kurang luas, mulai kapan sih Abang jadi seperti ini?, padahal dulu Abang sangat suka memecahkan masalah yang sangat rumit sekalipun, bahkan semakin rumit masalah yang kita hadapi maka Abang akan semakin giat untuk segera menemukan jawabannya, tapi sekarang, Abang seakan-akan hanya mengandalkan balita itu"


Nicolas tertegun dengan apa yang di katakan Angel, benar apa kata Angel kalau dia sekarang sangat malas berfikir, hufff ada apa dengan dirinya? Nicolas sangat malu di tegur adiknya seperti itu, di mana wibawanya sebagai pemimpin jika dia saja hanya mengandalkan anak balita.

__ADS_1


Baiklah dari sekarang Nicolas sudah bertekad akan kembali seperti Nicolas seperti sebelumnya, Nikolas yang selalu semangat menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada.


__ADS_2