
Ya Ampuuuuunnnn susahnya mau update satu bab aja tiap harinya jika sudah dekat dengan lebaran seperti ini, Ndak ada waktu sama sekali untuk ngetik cerita banyak pekerjaan Ndak selesai-selesai minalaidzinwalfaizin mohon maaf lahir dan bati ya gaes 🙏🙏🙏
Sementara itu di dalam sebuah pesawat yang jauh diantara hamparan luasnya langit malam, beberapa orang sedang berdebat hebat
"Kenapa kamu menerbangkan kembali pesawat ini ke titik yang lebih tinggi?, gagal sudah kita mendapatkan informasi mengenai pulau itu" ucap salah satu diantaranya.
"Apakah kamu tidak merasakan ada yang Anek dengan pulau itu?" ucap satunya lagi
"Aneh bagai mana maksudmu?" tanya orang yang awalnya marah-marah
"Hey Tok, apa kamu tadi tidak melihat, jika awalnya di sana tadi kita melihat ada sebuah rumah walaupun dari kejauhan, tapi setelah kita mendekat kenapa rumah itu tiba-tiba menghilang, ini tidak wajar Tok, ini sangat aneh sekali menurutku" ucap orang itu
Sementara orang yang di panggil dengan panggilan Tok tadi hanya bisa terdiam seakan sedang berfikir keras. Dan diapun secara tidak langsung membenarkan ucapan kawannya itu dengan menganggukkan kepalanya.
"Sebenarnya ada apa di pulau itu, aku menjadi semakin penasaran, lagi pula jika aku perhatikan secara seksama sepertinya ada sesuatu yang melindungi pulau itu" ucap orang itu
"Maksudmu semacam pelindung gaib gitu Yan?!" tanya Antok seolah tak percaya.
"Ya, kurang lebih seperti itu jika aku perhatikan, tapi ada juga semacam pelindung yang di buat dengan tekhnologi tinggi, jika memang itu ada berarti di pulau itu pasti didiami oleh orang-orang yang sangat jenius dan tidak bisa di remehkan kemampuannya" ucap Sofyan
"Jika memang seperti itu kita harus kepulau itu" ucap Totok
"Untuk apa kita kepulau itu?, kamu mau celaka disana?" tanya Sofyan
"Bukan begitu yan, coba kamu pikir jika kita bisa mengajak mereka kerjasama dan bergabung dengan kita, bukankah itu sangat menguntungkan juga untuk kita nanti kedepannya?" Totok pun menjelaskan kepada Sofyan
"Benar juga katamu tok, kalau kita bisa membawa mereka ke pihak kita kita yang akan untung besar dengan bergabungnya orang-orang jenius itu, tapi bagai mana caranya kita kepulau itu jika pulau itu saja dilindungi dengan pagar gaib seperti itu" tanya Totok
"Kita cari saja dulu bagian mana dari pulau itu yang tidak di lindungi oleh pagar itu nanti kita dapatkan pesawat ini di sana, bukankah pesawat ini bisa mendarat di mana saja?" usul Sofyan.
__ADS_1
"Ya kamu benar sekali, kalau gitu mari kita mulai meneliti pulau itu lagi, kita cari celah yang ada di sana tapi sepertinya kita harus sedikit mendekati pulau itu, karena jika terlalu jauh seperti ini kita tidak akan mengetahui pelindung itu." ucap Totok dan di sambut anggukan kepala oleh Sofyan.
Mereka kemudian mulai menjalankan rencana mereka, mereka mulai mendekatkan kembali pesawat itu menuju kepulau yang dari awal mereka perhatikan dari jauh, tanpa mereka sadari jika kenekatan mereka merendahkan pesawat mereka untuk mendekati pulau itu memberi keuntungan tersendiri kepada Rio, dimana dari tadi dia selalu memperhatikan pesawat itu dari layar monitornya dan berusaha mencari tahu, pesawat itu berasal dari wilayah mana.
"Bagus!, mendekat lah kalian lebih dekat lagi agar aku bisa dengan mudah darimana kalian berasal" gumam Rio dengan pelan sambil tangannya terus mengotak Atik alat di depannya sambil terus memperhatikan layar monitor.
Disaat pesawat itu semakin turun dan mendekati pulau itu maka dengan mudah Rio mendeteksi dari mana pesawat itu berasal
"Perfek kena kalian sekarang kalian telah ketahuan" akhirnya Riopun mengetahui identitas pesawat itu? kemudian dia segera menghubungi pesawat itu dengan cara membajak saluran komunikasinya. setelah terhubung Rio segera mempertanyakan apa yang sebenarnya ada di pikirannya, tak lupa juga dia menyamarkan wajahnya dengan wajah lain tentunya.
"Selamat malam tuan-tuan yang ada di pesawat Y, maaf sebelumnya jika saya tiba-tiba membajak saluran komunikasi di pesawat ini" ucap Rio
Sementara mereka yang berada di dalam pesawat itu merasa sangat terkejut karena saluran komunikasi mereka yang tiba-tiba terhubung dengan orang yang tidak mereka kenal.
"Siapa anda?!, kenapa anda berani sekali membajak saluran komunikasi kami, apa kepentingan anda dengan kami?
"Maaf tuan seharusnya sayalah yang mengucapkan pertanyaan walaupun kata-katanya lain dari pertanyaan anda" ucap Rio dengan tenang karena dia sudah mengantongi identitas pesawat itu dan dia juga sudah tau sepak terjang mereka bahkan sepak terjang wilayah mereka.
"Begini tuan, saya ingin bertanya kenapa anda yang ada di pesawat itu dari tadi memantau pulau yang saya tempati ini, dan apa tujuan anda menyelidiki tempat tinggal saya ini?" tanya Rio dengan tetap santai.
"Bagai mana tuan tau soal itu?" Totok merasa terkejut dengan pertanyaan Rio yang baru saja terucap itu.
"Tentu saja saya tau, karena semenjak anda berada di atas pulau yang saya tempati ini saya sudah terus memantau pergerakan pesawat anda, dan saya sudah mengetahui identitas kalian semua bahkan kalian berasal dari wilayah mana saya juga sudah mengetahuinya." ucap Rio
"Kalau begitu kami minta maaf jika kehadiran kami mengganggu kenyamanan anda di sana, terus terang kami merasa penasaran dan tertarik dengan pulau yang anda tempati itu" ucapan Sofyan yang dari tadi diam dan hanya mendengarkan.
"Kenapa anda merasa penasaran dan apa yang membuat nada menjadi merasa penasaran ?" tanya Rio
"Maaf taun, sebelum saya menjawab pertanyaan anda apakah boleh tuan menjawab pertanyaan saya ini, apakah tuan membuatkan perisai untuk pulau itu?"
__ADS_1
"Iya benar bagai mana and bisa mengetahuinya?" tanya Rio walaupun dia sudah tau jika mereka pasti akan mengetahui perisai yang dia buat itu.
"Kami memang tau karena pesawat kami ini bisa mendeteksi hal seperti itu, dan yang membuat kami penasaran pada awalnya adalah hal itu, bagai mana mungkin sebuah pulau yang termasuk lumayan luas bisa ada perisai semacam itu, karena itu bukan hanya perisai gaib tetapi juga ada semacam terbuat dari perisai yang diciptakan dengan sebuah alat yang sangat canggih" ucap Sofyan.
"Wah luar biasa sekali pesawat yang anda kendarai itu, saya akui wilayah anda memang luar biasa, mereka bisa menciptakan kendaraan yang luar biasa juga, lalu apa tujuan anda menyelidiki pulau yang saya tempati saat ini?" tanya Rio.
"Maaf tuan sekali lagi saya minta maaf karena di pulau yang anda tempati saat ini kami merasakan ada energi alam yang sangat besar di sana sehingga ketua kami menugaskan kami untuk mengetahui sebenarnya energi alam apa yang ada di pulau itu, apakah anda tau energi apa itu tuan?"
"Maksud anda energi alam itu energi yang seperti apa? saya sendiri kurang faham ?" Rio pura-pura tidak paham dengan pertanyaan yang Sofyan tanyakan karena jika mereka tau yang sebenarnya maka pulau itu tidak akan aman dari orang-orang serakah.
"Apakah tuan mempunyai benda dari alam di situ?"banyak Sofyan memancing Rio.
"Tentu saja saya mempunyai benda dari alam di disini dan jumlahnya sangat banyak" ucap Rio dengan bangga
" Benarkah tuan?, kalau begitu apakah tuan bisa memperlihatkan kepada kami?" tanya Sofyan.
"Saya tidak perlu memperlihatkan kepada anda, karena anda pasti bisa melihatnya dari atas sana" ucap Rio dengan senyum yang penuh dengan misteri.
"Apa maksud tuan? tanya Totok.
"Anda menanyakan benda yang berasal dari alam bukan?, dari atas sana anda bisa melihat jika di pulau ini banyak sekali kayu, batu, tanah dan masih banyak lagi yang lain". ucap Rio dengan enteng.
"Apa maksud tuan?, bukan benda-benda itu yang kami maksud !" Kali ini Antok mulai tersulut emosinya.
"Tenang tok, jangan marah seperti itu" Sofyan pun mencoba menenangkan totok
" Lalu maksud tuan benda seperti apa?" tanya Rio kembali
"Begini tuan, maksud kami, apakah tuan memiliki benda mustika yang biasa di miliki oleh binatang yang sudah berumur sangat tua, konon binatang-binatang yang memilikinya itu adalah binatang yang sedang bertapa beribu-ribu tahun untuk bisa menjadi wujud yang paling sempurna di muka bumi ini" ucap Sofyan.
__ADS_1
"Maaf tuan jujur saya tidak mengerti maksud tuan, dan saya tidak terlalu faham masalah seperti itu, tapi tunggu dulu....(sambil berfikir kemudian bangkit sebentar dan menghilang dari monitor, namun tidak berapa lama kemudian Rio pun muncul kembali) saya pernah di kasih ini sama kakek-kakek yang usianya sudah sangat tua ( sambil menunjukkan sebuah batu kecil berwarna kuning keemasan) waktu itu saya tidak sengaja bertemu dengan beliau saat beliau sedang kesusahan dan memberikan benda ini kepada saya setelah saya membantunya, tapi saya tidak tau benda apa itu setau saya hanyalah sebuah batu kecil saja"
Saat kedua orang itu melihat benda yang berada di tangan Rio mereka sangat terkejut dan merasa sangat kagum dengan benda itu karena dalam pandangan mereka benda itu bersinar sangat terang dan sangat menyilaukan mata.