MALAIKAT KECILKU YANG HILANG

MALAIKAT KECILKU YANG HILANG
Akhirnya kembali seperti semula


__ADS_3

Setelah semua kelapa muda itu selesai di belah oleh anton, diapun segera menyerahkan ke neneknya, tak lupa juga dia menyisihkan air kelapa satu butir pesanan Rio kemudian dia sisihkan ketempat yang aman, dia takut jika air kelapa itu nanti di minum oleh orang lain.


Setelah Anton menyerahkan kelapa muda itu ke neneknya, dia pun segera membersihkan diri sebelum dia ikut bergabung dimeja makan nantinya. begitu juga dengan Kiara dan Bu Siti setelah pekerjaan di dapur mereka selesaikan dan segera menyajikan makan di atas meja makan mereka segera membersihkan diri mereka masing-masing.


Tak terasa waktupun sudah menunjukkan jam 12:30 dan mereka kini sedang berkumpul di meja makan untuk menikmati hidangan yang sudah di sajikan oleh kira dan nenek, mereka semua sungguh menikmati hidangan itu, sayur dan lauknya pun sangat cocok untuk di santap di saat cuaca panas seperti saat ini.


"Ma, nanti sore bisa masakkan kerang lagi kan?, tapi jangan pedes ya ma, kan kerangnya tadi Rio sudah dapat banyak" ucap Rio di saat mereka tengah menyantap makanan.


"Nak ingat, saat makan kita tidak boleh bicara, jika ada yang mau di bicarakan lebih baik nanti saja jika sudah selesai makannya oke" Kiara mengingatkan kembali anaknya.


"Iya ma, maaf " ucap Rio, seketika suasana tampak sepi, hanya dentingan sendok dan piring saja yang bersahutan.


Setelah semuanya selesai makan mereka segera kembali ke ruang keluarga dan ngobrol di sana, kecuali Kiara dan nenek Siti, mereka berdua segera mengemas peralatan makan yang kotor dan membawa ke wastafel untuk segera di cuci.


" Ibu istirahat saja, biar Kiara yang mengerjakan" ucap Kiara pada nenek Siti.


"Ndak apa-apa nak ibu masih mampu mbantu-mbantu kok, semenjak tinggal di sini bersama kalian tubuh ibu terasa lebih sehat dan segar apalagi setelah ibu minum obat yang di buat Rio, ibu semakin sehat tidak pernah lagi ibu merasakan sakit-sakit yang dulu pernah ibu rasakan, dan juga ibu merasa tenaga ibu seperti masih waktu ibu muda dulu" ucap nenek Siti.


"Ya udahlah kalau begitu, asal ibu tidak merasa kecapean saja, saya tidak akan memaksa, tapi jika ibu capek jangan di paksa ya bu" ucap Kiara


"Iya nak, ibu mengerti kok"


Meraka berduapun saling bahu membahu mengerjakan pekerjaan di dapur, walaupun usia nenek Siti sudah tidak muda lagi tapi gerakannya masih lincah seperti waktu muda dulu, sangat berbeda dengan waktu baru bertemu dengan keluarga Andrian sebelumnya, keadaan mereka yang sangat memperihatinkan dan seperti orang-orang tua yang sudah tidak dapat melakukan pekerjaan yang sedikit berat sekalipun, beruntung mereka di tolong oleh keluarga Andrian dan di bawa kepulau itu, apa lagi dengan di berikan ya obat pemulih tenaga yang Rio bikin sendiri, obat itu sama dengan yang di berikan kepada anak buah Nicolas.


Sementara dua orang perempuan itu sibuk di dapur, para laki-laki dan anak-anak sedang duduk santai di ruang keluarga sambil berbincang ringan dan menonton acara tv.


"Apakah tuan-tuan tidak ingin istirahat sebentar?" tanya Andrian pada Bimo dan bima.


"Tidak tuan, kami tidak capek dan juga kami tidak terbiasa istirahat di jam seperti ini" ucap Bimo.


"Oh iya maaf saya lupa, jika anda berdua ini merupakan bagian dari perajurit-perajurit pilihan." ucap Andrian


"Maaf tuan Bima, ini obat penawarnya silahkan anda minum dulu supaya kondisi anda cepat pulih seperti aemula" tiba-tiba Rio muncul dengan membawa segelas air putih dan langsung menyerahkannya kepada Bima.


"Trimakasih tuan Chita, anda sungguh luar biasa, selain baik hati anda juga sangat hebat dalam banyak segi, saya sangat kagum kepada anda , apalagi setelah saya tau jika tuan Chita yang selama ini saya idolakan ternyata masih seusia anda, padahal dulu dalam pikiran saya jika tuan Chita itu orangnya sudah dewasa seperti tuan Andrian ini, saya sangat kagum dari dulu kepada anda tuan, jujur sudah lama saya ingin bertemu dengan anda" ucap Bimo panjang lebar.

__ADS_1


"I...iya tuan, saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada anda" ucap Bima.


"Sudahlah, sekarang cepat anda minum penawar ini saya jamin dalam 10 menit anda akan pulih seperti sedia kala" kemudian rio menyodorkan air dalam gelas itu kepada Bima.


Tanpa ragu lagi Bima pun langsung meneguk air itu sampai habis tak tersisa. Dan benar saja setelah 10 menit kemudian badannya terasa sudah sehat kembali resa lelah, sakit dan lemas yang beberapa hari ini dia rasakan saat ini sudah tidak ada lagi, dan Bima pun segera berdiri dari duduknya di kursi roda itu, dan hasilnya dia bisa berdiri dengan sempurna.


Bima pun merasa sangat bahagia begitu juga dengan Bimo dan yang lainnya. saking bahagianya Bima langsung memeluk Bimo yang ada di sampingnya.


"Hyung Joon aku kembali seperti semula aku sudah sehat lagi sekarang" ucap Bima sambil memanggil nama asli Bimo.


"Iya Huang Joon, aku bisa melihatnya aku sangat senang sekali sekarang kita bisa beraktifitas seperti dulu lagi bersama-sama juga" ucap Bimo tak kalah bahagianya melihat keadaan Bima saat ini.


"Kita bisa mencari saudara-saudara kita yang lain, kita bisa berkumpul kembali nanti" ucap Bima.


"Iya kamu benar"


"Apakah anda berdua perlu bantuan saya untuk menemukan saudara anda yang lain?" ucap Rio.


Saat mendengar tawaran dari Rio kedua orang itu segera sadar dari kegembiraan mereka, dan mereka segera mengurus pelukan mereka berdua.


"Iya" bimopun membenarkan ucapan saudaranya itu.


"Maaf tuan, apakah yang anda ucapkan tadi benar jika anda bersedia membatu kami menemukan saudara-saudara kami yang entah sekarang ada di mana" ucap Bima.


" Jika anda tidak keberatan , saya bisa membantu, itu bukan perkara sulit untuk saya, karena setelah saya mengetahui identitas anda berdua saya langsung menyelidikinya secara diam-diam, dan maaf karena saya tidak meminta ijin kepada anda berdua sebelumnya" ucap Rio.


"Benarkah?!" ucap Bima dan Bimo seremapak.


"Kami sangat berterima kasih jika tuan bersedia membatu kami, kami tidak akan pernah melupakan kebaikan tuan bahkan kami tidak mungkin bisa membalasnya dengan apapun juga nanti, bantuan tuan akan kami ingat seumur hidup kami nantinya, bahkan jika tuan menginginkan nyawa kami sekalipun kami bersedia." ucap Bima dan hanya di angguki oleh Bimo.


"Katanya tidak bisa membalas dengan apapun juga, tapi barusan anda bilang jika anda bersedia jika saya menginginkan nyawa anda, saya jadi bingung sendiri memikirkannya" ucap Rio.


"He he maksud saya..." belum sempat Bima melanjutkan ucapannya Riopun langsung memotong ucapannya itu.


"Sudahlah tuan saya tidak akan meminta nyawa anda, untuk apa juga saya menolong anda jika akhirnya saya meminta nyawa anda nantinya, saya bukan manusia seperti itu" ucap Rio.

__ADS_1


"Maafkan saya tuan, maksud saya bukan begitu tapi..."


"Sudahlah tuan, maaf jika saya selalu motong ucapan anda, sebenarnya ada yang ingin saya tanyakan sebelum saya melanjutkan menyelidiki keberadaan saudara-saudara anda yang lain" ucap Rio


"Sebenarnya ada apa tuan?" tanya Bimo


"Begini, sebelum saya menyampaikan penemuan saya, saya ingin menanyakan saudara anda sebenarnya ada berapa dalam satu keluarga?"


" Oh... itu, baiklah, saya akan beri tau tuan sebenarnya keadaan keluarga saya" ucap Bimo. namun belum sempat Bimo membuka suaranya tiba-tiba Kiara dan nenek Siti datang sambil membawa minuman dan juga makanan ringan.


"Serius amat ngobrolya, lagi mbahas apa sih?, ni... mama bawakan makanan ringan dan juga es buah buatan nenek yang pasti seger di minum air cuaca panas seperti ini" ucap Kiara sambil melangkahkan kakinya menuju meja yang ada di hadapan para orang laki-laki.


"Wahh.... ma pasti seger sekali ini, mama tau saja jika kit lagi haus he he" ucap Andrian.


"Iya ma, ini pasti ada kelapa mudanya Yanga Abang dan Rio petik tadi kan ma?"


"Ya iyalah sayang..., nenek sudah mecampur kelapa muda itu ke dalam es buah buatan nenek ini supaya lebih segar lagi" ucap nenek


"Memangnya kapan kamu ngambil kelapa muda bang?" tanya Andrian.


"Tadi pak sewaktu saya menyusul adek ke pantai dan sekalian nambah kerang karena katabibu kerangnya kurang" ucap Anton


"Oh... gitu ya" ucap Andrian


"Tapi kenapa om tidak berjumpa dengan kamu tadi jika kamu kembali ke pantai?" tanya Bimo.


"Maaf tuan tadi saya lewat jalan lain karena takut di tanya lagi sama bapak" antonpun menjawab apa adanya.


" Ya... padahal om ingin sekali kepantai" ucap Bimo.


"Oh iya kita kan rencananya mau kepantai sore ini, sampai lupa "bucap Andrian.


"Kalau begitu kita kepantai sebelah barat saja pak nanti sambil lihat matahari terbenam" ucap Anton.


"Sunset bang namanya agak keren sedikit ngapa sih bang biar agak gaul gitu, jangan mentang-mentang kita di pulau terpencil dan tidak punya tetangga jadi kita menjadi kiper gitu" ucap Rio yang di sambut denga gelak tawa yang lain.

__ADS_1


__ADS_2