MALAIKAT KECILKU YANG HILANG

MALAIKAT KECILKU YANG HILANG
Obat perangsang akar


__ADS_3

Setelah beberapa saat meninggalkan mamanya di taman bunga Riopun kembali dengan membawa toples transparan yang telah dia isi air yang telah bercampur dengan obat perangsang akar.


"Maaf ma , jika Rio membuat mama menunggu lama"


"Iya Ndak apa-apa sayang, lalau mana obatnya?, kok kamu malah membawa toples berisi air kayak gitu?"


"Iya ma , maaf obatnya sudah Rio campur dengan air di dalam toples ini, makanya tadi Rio agak lama karena Rio masih mencari toples ini dulu tadi"


"Oh... yaudah ayo cepat kesini, cepat kita tanam dulu tanaman kita, setelah itu mama mau masak untuk makan siang nanti"


"Oke ma, ma...,mana tanaman mama yang akan mama tanam?, cepat bawa sini "


"Ini tanaman mama " sambil membawa beberapa batang pohon bunga yang memang sudah di potong sama Kiara sejak tadi.


"Mama masukkan saja batang bunga itu kedalam toples ini, kemudian kita tunggu sampai batang itu berakar, jika sudah berakar baru nanti langsung kita tanam"


"Memangnya bisa langsung berakar ya"


"Kita lihat saja ma nanti hasilnya, jika tidak mau berakar berarti batang pohon bunga yang mama ambil itu sudah tidak bisa di tanam lagi, jika mama paksa tanam tetap tidak akan tumbuh"


"Wah... baguslah kalo bisa begitu, sini-sini " segera meraih toples yang ada di dekat Rio, kemudian segera memasukkan batang pohon bunga itu.


"Kita tunggu saja ma biasanya sekitar 10 sampai 15 menit akar-akarnya akan muncul."


"Oke sayang, mama akan sabar untuk menunggu akarnya keluar lalu segera kita tanam"


"Oh iya ma, mama mau masak apa untuk makan siang kita nanti?"


"Mama mau masak..... masak apa ya enak ya, yang cocok untuk siang hari yang panas seperti ini kira-kira apa ya? bukan menjawab pertanyaan Rio Kiara justru balik bertanya pada anaknya itu.


"Ih mama ditanya malah balik tanya pula" Rio pura-pura ngambek.


" Kayaknya sih masak sayur asem, sambal terasi, kebetulan kemarin nenek bikin tempe kayaknya sudah bisa lah di goreng, nah tempe itu mama mau penyet nanti di sambal, terus.... goreng ikan lele yang cepat nangkapnya kita nyambal ikan lele bakar sekalian mama mau santan tuk lele bakar Hem... kayaknya enak"


"Okelah ma, Rio akan siap menampung makanan yang mma but di perut Rio he he he he" mereka berdua pun tertawa secara bersamaan.

__ADS_1


Karena asik ngobrol ibu dan anak itu sampai lupa jika mereka sedang merendam calon tanaman di toples yang di bawa Rio tadi, setelah beberapa lama tiba-tiba kiara baru teringat jika tanamannya belum dia tanam.


"Aih... sampai lupa, tanaman mama bagai mana apa sudah bisa di tanam?"


"Kita lihat saja ma, siapa tau sudah bisa kita tanam "


Saat mereka melihat ke arah toples dimana mereka menaruh batang pohon bunga Kiara sungguh sangat terkejut karena batang pohon bunganya sudah mengeluarkan akar, bahkan sudah mulai bersemi daun mudanya, dia sangat takjub melihatnya.


"Wah... benar-benar luar biasa, bahkan calon tanaman mama sudah tumbuh aja nih, sekarang tinggal mama pindahkan ke pot yang sudah mama persiapkan" sambil melangkah menuju ke arah tanaman yang tumbuh di dalam toples yang di bawa oleh Rio sebelumnya.


"Ma, apa boleh Rio pecahkan toplesnya?, masalahnya ini sulit untuk di cabut, kalau di paksa maka akan merusak akar yang sudah tumbuh"


"Iya Ndak apa-apa, tapi hati-hati takutnya nanti pecahan kacanya akan mengenai kamu sayang"


"Tenang saja ma, Rio tidak akan memecahkannya dengan asal tapi Rio akan memecahnya dengan rapi" setelah mengucapkan hal itu kemudian Rio mengeluarkan pisau kecil tetapi mata pisaunya sangat tajam dan nampak seperti kaca bening dan tembus pandang, tidak seperti pisau pada umumnya.


Setelah itu Rio menggoreskan pisau itu ke toples itu dengansedikit tekanan, sesaat kemudian setelah goresan pisau Rio sudah mengenai bagian toples secara menyeluruh, toples itu dengan sendirinya terbelah menjadi dua.


"Waw luar biasa, benda apa lagi itu nak?, sejak kapan kamu memiliki benda itu?"


"Belum lama ma Rio membuatnya, baru beberapa hari ini, dan masih banyak lagi benda-benda yang lain yang Rio buat, mungkin memang tidak di perlukan setiap saat tapi bisa di pakai sewaktu keadaan mendesak, karena alat-alat ini bisa dengan sangat mudah untuk di bawa."


" mama tenang saja, nanti akan Rio buatkan khusus untuk mama akan Rio bikinkan benda yang bisa untuk perhiasan dan juga untuk senjata yang sangat berguna untuk mama nanti"


"Apakah ada benda seperti itu?"


"Tenang saja ma,nanti akan Rio buatkan Rio janji, nanti mama tinggal tunjukkan perhiasan seperti apa yang mama inginkan, cincin, gelang, kalung, liontin, anting-anting, atau Bros pun akan Rio bikinkan sesuai keinginan mama mama tinggal pilih model seperti apa nanti serahkan saja pada Rio"


"Ya udahlah kalau gitu nanti saja, sekarang kita segera tanam saja dulu tanaman ini"


Kemudian mereka berdua segera memindah bibit tanaman itu kedalam pot yang sudah di isi tanah sebelumnya, setelah selesai semuanya Rio meletakkan tanamannya di sela-sela pohon bunga mawar, setelah semuanya tersusun rapi mereka segera mencuci tangan mereka lalu segera masuk kedalam rumah, Kiara segera menuju ke dapur sedangkan Rio seperti biasa dia segera menuju ke ruangan pribadinya.


Saat sampai di dapur Kiara mendapati bu siti sudah berkutat di dapur, entah sedang membuat apa, padahal jika untuk menyediakan makan siang waktunya masih panjang.


"Ibu, isu sedang bikin apa?, maaf jika saya baru ke dapur"

__ADS_1


"Eh.. nak ini ibu sedang bikin es buah, kayaknya seger untuk siang-siang yang panas seperti ini, tadi ibu Ndak sengaja lihat buah di kulkas udah hampir layu, jadi ibu manfaatin saja untuk bikin es buah dari pada di buang kan sayang, dan jika ingin makan buah bukankah sebaiknya kita ambil saja lagi yang masih segar"


"Oh.. iya Bu, ibu memang terbaik, tak pernah ibu menyia-nyiakan makanan walau sedikitpun"


"Nak... ibu pernah hidup kesulitan dalam masalah makan, jadi ibu tidak ingin menyia-nyiakan makanan yang ada, kasihan mereka jika di sia-sia."


"Iya Bu, maafkan kiara jika hal ini membuat ibu mengingat masa lalu, oh iya Bu bapak dan anak-anak kemana kok rumah nampak sepi? Kiara berusaha mengalihkan pembicaraan, supaya Bu Siti tidak lagi mengingat masa lalunya.


Bapak tadi bilang mau lihat tanaman padi, setelah itu mau lanjut lihat tanaman jagung dan kacang, kalo anak-anak tadi yang dua ikut kakeknya, sedangkan Anton tadi dia bilang mau ke pantai katanya mau cari kerang sama ikan laut katanya, pengen makan ikan laut kayaknya anak itu"


"Oh... ya udah kalau begitu, Bu, kita masak apa ya untuk siang ini?"


"Kita masak bahan yang ada di kulkas saja, nanti kalo ada kurangnya kita petik di kebun"


"Oke lah kalo gitu bu, saya lihat sayuran di kulkas dulu ada apa saja di sana" kemudian Kiara mendekati kulkas dan membukanya untuk mengetahui isi di dalamnya.


"Nak, tamu Rio tadi sebenarnya siapa?, dan kayaknya bukan orang negara sini kalo di lihat dari wajahnya"


"Kiara juga Ndak tau Bu orang mana , tapi yang Kiara tau dia itu masih anak buahnya Nico, tapi entah kenapa sama Rio sampai di jemput dan dibawa kesini"


"Karena mereka itu sebenarnya orang yang sangat berpengaruh ma, dan hidup mereka dalam bahaya jika mereka di biarkan di dunia luar sana." tiba-tiba Rio muncul dan mengagetkan mereka.


"Kamu... bikin mama sama nenek kaget saja" ucap Kiara


"He he maaf ma, nek, jika Rio tiba-tiba nongol dan bikin mama dan nenek kaget"


"Tapi jangan pernah dibilangin lagi, ingat itu"


"Iya ma mudah-mudahan, Rio Ndak lupa, oh iya nek bang Anton kemana ya? kok dari tadi Rio tidak melihatnya"


"Abangmu ke pantai, mau cari kerang sama ikan katanya tadi" ucap nenek


"Aih... Abang kenapa Ndak ngajak sih, ya udahlah kalo gitu, ma, nek Rio mau nyusul Abang biar cepat dapat banyak" kemudian Rio pun berlari keluar rumah.


"Iya hati-hati dan jangan cari terlalu banyak sayang kalau Ndak kemakan, dan cepat pulang kalau sudah dapat supaya bisa cepat di olah" Kiara memberi tau Rio sambil sedikit berteriak karena Rio sambil berlari keluar rumah.

__ADS_1


"Iya ma" Riopun menyahut dengan teriakan juga sambil tetap berlari.


"Heh... dasar anak-anak, entah dengar apa tidak dia tadi." gumam Kiara.


__ADS_2