MALAIKAT KECILKU YANG HILANG

MALAIKAT KECILKU YANG HILANG
Orang misterius


__ADS_3

Disaat Rio sedang fokus dengan batu-batu itu , tiba-tiba kakek muncul dari balik salah satu batu itu dan memperhatikan Rio, Rio sendiri merasa heran sejak kapan kakek berada di dalam situ, lagi pula Rio merasa ada yang aneh dengan kakek yang ada di situ saat ini.


"kakek, sejak kapan kakek berada di sini?"


Tidak ada jawaban yang di berikan oleh kakek, Rio segera mengambil hp nya dan segera menghubungi papanya


Tutttt. Tutttty. Tutttt


Namun tidak ada jawaban, Riopun segera berlalu keluar dari ruangan itu tanpa menutup pintunya, segera dia hendak menuju ke kamar orang tuanya namun bersamaan dengan itu Rio melihat kakek juga keluar dari dalam kamarnya, Rio diam tidak mau menyapa dulu dia takut jika kakek ini juga sama dengan kakek yang dia temui sebelumnya. tiba-tiba kakek menghampirinya dan menegurnya


"Ada apa nak? kenapa kamu melihat kakek seperti itu? kamu juga jam segini mau kemana?" kakek yang merasa heran dengan sikap Rio segera bertanya pada Rio.


"Apa benar ini kakek?"


"Iya benar, kalau bukan kakek lalu kamu kira siapa?"


"Emm... bukan gitu kek, tapi..."


"Tapi apa nak? coba katakan sebenarnya ada apa?"


"Tapi ini benar-benar kakek kan?"


"Iya, siapa lagi kalau bukan kakek?"


" Apakah kakek tadi ke ruangan batu-batu itu "


"Tidak, kenapa bahkan kakek belum pernah sekalipun masuk keruangan itu selain meletakkan batu itu bersama kalian waktu itu, setelah itu kakek tidak pernah lagi memasukinya, kenapa apakah batunya ada yang hilang?"


"Bukan hilang kek, tapi ada yang aneh, karena tadi waktu Rio ke sana Rio melihat ada kakek di sana ketika Rio tanya kakek tidak menjawab, kemudian Rio segera keluar dari sana karena Rio telepon papa ndak nyambung panggilan rio, terus terang Rio baru kali ini mengalami hal seperti ini, Rio merasa ada sesuatu yang aneh, dan entah kenapa ada sedikit rasa takut di hati rio"


"Lalu sekarang bagai mana?, apakah masih ada?"


"Rio Tidak tau kek, karena Rio tadi langsung keluar"


"Baiklah kalau begitu mari kita kesana"


"Mari kek "


Kemudian mereka berdua segera melangkah menuju keruangan penyimpanan, batu-batuan itu, sesampainya di sana kakek merasa terkejut karena pintu ruangan itu terbuka


"Ya Allah kenapa pintu ya terbuka?"


"Em... maaf kek tadi Rio terburu-buru sampai lupa menutup kembali pintu itu"

__ADS_1


"Oh... ya udah ayo kita masuk, kamu Ndak usah takut nak, nanti kakek jelaskan semuanya di dalam"


Akhirnya kakek dan Riopun masuk kedalam ruangan itu, saat sampai di sana Riopun jadi kaget, dimana tadi waktu Rio masuk sendiri di dekat batu itu yang nampak adalah kakek namun saat ini yang nampak bukan kakek tetapi dirinya sendiri.


"Kok bisa?" saking kagetnya sampai Rio tak sengaja ucapan itu terucap dari mulutnya.


"Ada apa nak?"


"I..itu kek" sambil menunjuk ke arah dirinya yang lain


"Oh....., kemarilah kakek akan jelaskan satu persatu tentang batu-batu itu, bagai mana fungsi dan penggunaannya, karena kamu anak yang jenius kakek yakin dengan sedikit informasi yang kakek akan sampaikan akan bermanfaat dan bisa kamu olah sendiri"


Kemudian kakekpun menjelaskan fungsi satu persatu dari batu itu, Rio yang mendengarnya pun merasa takjub, dia masih belum percaya dengan kegunaan batu-batu itu, ternyata ada batu yang sangat bermanfaat seperti itu selain untuk perhiasan ( maaf ya author tidak bisa menyebutkan manfaat batu-batu itu karena takutnya salah informasi, karena author juga dapat informasi ini belum tentu juga 100% benar) .


Setelah semuanya kakek jelaskan kepada Rio Riopun sekarang sudah tidak merasa takut lagi jika harus masuk sendiri kedalam ruangan itu.


Tiba-tiba terlintas sebuah ide di kepala Rio dia ingin membuat suatu alat menggunakan kemampuan dari salah satu batu itu, tapi bagai mana caranya Rio bisa mengambil sedikit dari batu itu karena tidak mungkin Rio memanfaatkan batu itu keseluruhan karena ukuran batu itu yang terlalu besar.


"Maaf kek, bagai mana caranya Rio bisa ambil sedikit dari bagian batu-batu itu jika Rio perlu?"


" Apakah kamu menginginkan salah satu bagian dari batu itu nak?"


"Iya kakek, Rio ingin menguji coba keistimewaan dari dua batu itu" sambil menunjuk kearah dua batu yang di maksudnya.


"Seberapa besar yang kamu perlukan biar kakek coba ambilkan, nanti jika kamu ingin tau caranya coba kamu tanya sama nenek, karena dia lebih paham dengan semua ini dari pada kakek, untuk yang kamu perlukan saat ini biar kakek coba ambilkan"


Setelah mendapatkan batu yang Rio inginkan, merekapun segera meninggalkan ruangan itu, kakek kembali menuju tujuan sebelumnya dimana dia akan mengambil air minum. sementara Rio kembali keruangan pribadinya dan dengan semua kemampuannya Riopun ingin segera menciptakan alat yang baru dengan menggunakan keistimewaan batu-batu itu, dan dengan di gabungkan tekhnologi canggihnya , dia yakin akan menghasilkan alat yang benar-benar luar biasa nantinya.


...****************...


Sementara kita tinggalkan rio sebentar kini kita kembali ke perbatasan di mana Nicolas dan timnya sedang bereaksi, karena saat mereka melepaskan drone masih terlalu awal dan mereka menyaksikan sendiri dari tangkapan kamera yang ada di drone itu jika di dapur lawan masih belum ad aktifitas maka Angel mengarahkan ketempat yang lain, Maka di sana terlihat juga berapa banyak pasukan lawan yang sedang istirahat.


Mungkin menyiapkan tenaga mereka untuk penyerangan mereka nanti, sebuah misi khusus yang akan mereka kerjakan.


"Maaf pak" tiba-tiba Angel angkat bicara.


"Ada apa?"


"Kira-kira, drone ini kemampuan terbangnya berapa jam karena saya takut misi kita belum selesai merek sudah kehabisan daya karena melihat ukuran drone yang terlalu kecil"


"Kamu tenang saja sesuai dengan petunjuk yang di berikan oleh Chita jika alat yang dia ciptakan ini bisa lebih lama di bandingkan dengan drone pada umumnya, kata Chita drone ini mampu beroperasi selama 14 jam dalam sekali operasi, itu berarti kita masih mempunyai waktu banyak untuk pengoperasiannya"


"Oh.... okelah kalau begitu saya cuma takut jika dalam operasi rahasia kita belum selesai drone ini akan kehabisan dayanya namun jika situasinya seperti ini oke Ndak apa-apa, tidak jadi masalah"

__ADS_1


Kemudian mereka melihat ada pergerakan di salah satu orang-orang tersebut, dan mereka sangat terkejut saat tau siapa orang yang tanpa mereka duga ada di sana.


"Bukankah dia orang kita? kenapa dia ada di sana apa dia salah satu mata-mata mereka?" Nicolas tak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.


"Saya juga kurang paham Ketua, seingat saya sore tadi dia masih ada di sini"


"Lalu kapan dia yang menuju ke sana Tanpa sepengetahuan kita, Apakah penjaga yang bertugas saat ini juga tidak mengetahuinya?"


"Tidak tau juga ketua, apakah perlu kita panggil penjaga yang bertugas saat ini kemari ketua?"


"Lebih baik begitu, tapi tidak di ruangan ini, lebih baik kita keluar dulu dari sini, kita di ruang biasa saja"


"Baik ketua"


"Angel terus kamu awasi saja mereka jangan sampai lengah, dan ingat jika kami lama dan mereka yang ada di sana sudah memulai aktifitas mereka di dapur jangan lupa tujuan awal kita"


"Baik ketua, laksanakan"


Kemudian Nicolas dan anak buahnya segera meninggalkan tempat itu, mereka segera menuju ruangan yang biasa seperti rumah itu


"Melalui alat komunikasi yang ada di ruang itu mereka segera memanggil salah satu penjaga yang sedang berjaga saat ini untuk menanyakan keberadaan seseorang yang mereka curigai, hal yang baru mereka ketahui itu sangat meresahkan bagi mereka karena orang yang mereka lihat tadi adalah salah satu orang kepercayaan bahkan dia orang yang bisa di bilang handal dalam segala situasi apapun.


Beberapa saat kemudian orang yang di panggil pun datang


"Lapor ketua, maaf apa ada perintah buat saya?"


"Kami ingin tau apakah selama kalian jaga ada seseorang yang keluar dari area ini?" tanya Nicolas.


"Siap ketua, lapor selama kami berjaga malam ini memang ada beberapa orang yang keluar masuk dan mereka adalah orang-orang dari daerah yang berbeda karena kami selalu mencatat identitas mereka"


"Apakah ada salah satu anggota kita yang keluar dari area ini malam ini?" tanya anak buah Nicolas


"Siap laporkan pak, jika anggota kita sendiri sejak saya berjaga tadi tidak mendapatkan satupun anggota kita yang ijin keluar dari area kita sendiri pak"


Nicolas dan anak buahnya itu lalu saling berpandangan


"Baiklah kalau begitu, kamu bisa kembali ke tempatmu sekarang"


"Siap pak" penjaga itupun segera meninggalkan tempat itu.


Setelah kepergian penjaga itu Nicolas dan anak buahnya itu segera mengecek rekaman CCtv yang mereka pasang di area tertentu tanpa sepengethuan orang lain tentunya karena mereka takut ada kerjasam yang di lakukan oleh panpenjaga dan orang yang sedang mereka selidiki, karena dia juga merupakan salah satu orang yang berpengaruh di perbatasan itu.


Namun, setelah mengecek hasil rekaman CCtv disana tidak ada pergerakan yang mencurigakan, semua sesuai dengan yang penjaga itu katakan dan jika ada yang menghapus sebagian rekaman itu juga tidak mungkin karena semua ada alatnya ada di dalam rumah itu dan tidak satupun anggotanya yang tau jika.merwk di awasi kamera tersembunyi lain.

__ADS_1


Ya , mereka memasang CCtv lain juga, untuk mengawasi semua pergerakan yang ada di sana untuk CCtv yang mereka pakai kali ini memang khusus rancangan rio.


Lalu siapa kah orang yang terlihat dari drone yang menyelinap ke kubu lawan itu, sedangkan dari wajah, dan postur tubuh semua sangat konsisten dengan orang yang mereka sedang selidiki saat ini.


__ADS_2