
Sekilas mereka berdua saling berpandangan, saat mereka tau benda apa yang berada di tangan Rio.
"Mustika ular" gumam Sofyan.
"Benar" ucap Totok.
"Maaf tuan ada apa? kenapa anda berdua kelihatan terkejut seperti itu?" tanya Rio
"Apa anda tau benda apa yang berada di tangan tuan itu?" tanya Sofyan.
"Saya tidak tau tuan, tapi kakek tua itu berpesan kepada saya waktu itu, agar saya menjaga batu ini dengan baik dan saya beliau berpesan agar saya jangan sampai memberikan batu ini kepada siapapun, kecuali batu ini nanti memilih sendiri dengan siapa dia akan bersama." ucap Rio
"Apakah saya boleh memberi tau tuan batu apa yang tuan pegang saat ini?" Sofyan bertanya dengan penuh hati-hati karena dia takut menyinggung Rio.
"Jadi tuan mengetahui jenis batu apa ini? tanya Rio
"Iya tuan kami mengetahuinya, dan sayapun berpesan agar tuan menjaganya dengan baik dan satu lagi tuan jangan sampai ada orang lain yang tau mengenai batu itu, karena jika ada orang lain yang tau maka bisa jadi hidup tuan dalam bahaya" ucap Sofyan
"Maksud tuan bagai mana ya? dan juga kenapa yang tuan katakan itu juga sering di katakan oleh orang-orang yang memberi batu-batu Aneh seperti ini kepada saya" ucap Rio yang Memang tidak faham mengenai batu-batu itu.
"Apa maksud tuan dengan orang-orang yang memberi batu-batu aneh, berapa orang yang telah memberi batu sama tuan?" tanya Totok
"Untuk orang yang memberi batu kepada saya , saya kurang ingat ada berapa, karena terlalu banyak orang-orang yang memberi batu kepada saya, oh iya tuan yang satunya maaf karena saya tidak tau nama tuan satu persatu, tadi anda bilang mau memberitahu saya batu apa yang saat ini kami pegang" ucap Rio dan menagih penjelasan kepada Sofyan.
"Oh iya tuan, maaf saya jadi hilang konsentrasi saat mendengar penjelasan tuan tadi, (Diam sejenak lalu menghembuskan nafas dengan kasar) agar tuan tau yang ada di tangan tuan saat ini, itu adalah mustika ular" ucap Sofyan
"Wah benarkah? kalau begitu luar biasa baru kali ini saya mengetahuinya jika mustika itu benar-benar nyata, oh iya tuan apakah tuan juga bisa memberi tau saya koleksi-koleksi batu punya saya batu apa saja itu" ucap Rio
"Tapi apakah kami boleh mendarat ke pulau yang tuan tempati saat ini?" tanya Sofyan.
__ADS_1
"Ya, jika tuan mau singgah kesini saya tidak keberatan, nanti saya berikan koordinat pendaratan yang aman untuk pesawat tuan mendarat di sini" ucap Rio
"Baiklah tuan kami sangat senang jika kami di ijinkan mendarat dan berkunjung ke sana" ucap Sofyan
Akhirnya percakapan mereka berakhir dan tidak lama kemudian mereka mendapatkan koordinat yang di berikan Rio, mereka pun segera mengarahkan pesawat mereka menuju koordinat yang telah mereka terima, sesampainya di sana mereka segera mendaratkan pesawat mereka di pulau itu dan tentunya di titik koordinat yang di berikan oleh Rio.
Tak lama setelah mereka keluar dari dalam pesawat ada sebuah benda aneh mendekati mereka, dan ternyata benda itu sebuah kendaraan, setelah kendaraan itu berhenti di hadapan mereka dan pintu itu terbuka keluarlah seorang anak kecil dari dalam kendaraan itu, mereka berdua sangat terkejut saat menyaksikan jika yang mengendarai kendaraan itu adalah seorang anak kecil, bahkan mungkin masih balita, tapi bagai mana mungkin anak balita bisa mengendarai kendaraan seperti itu, atau....., atau dia adalah orang kerdil, begitulah yang mereka berdua fikirkan kemudian mereka berduapun saling pandang.
"Selamat datang tuan-tuan, apakah anda kesini hanya berdua saja?, apakah tidak ada yang lain?, jika ada sebaiknya mereka semu ikut ketempat saya." ucap Rio
"Terima kasih atas sambutannya, maaf apakah anda yang tadi menghubungi kami?" tanya Totok
"Iya benar, apakah anda tidak percaya dengan saya?" tanya Rio
"Maaf tapi kami pikir tadi anda itu ..." totok nampak ragu mengucapkan kata-katanya karena takut menyinggung orang yang ada di hadapannya saat ini.
"Ada apa tuan, apakah anda berfikir jika saya ini orang dewasa seperti tuan-tuan ?" tanya Rio sambil tersenyum
"Kalau hal seperti itu saya pribadi sudah tidak heran tuan, semua orang saat mengenal benda-benda ciptaan saya pasti mereka mengira saya ini orang dewasa tapi saat bertemu secara langsung mereka tidak percaya dengan kenyataan Yanga ada di hadapan mereka." ucap Rio." Oh iya tuan bagai mana dengan pertanyaan saya tadi apakah anda hanya berdua saja saat ini dan tidak ada orang lain lagi di dalam pesawat itu?" Rio mengulangi pertanyaan nya.
"Oh .. iya maaf, kami sampai lupa, iya memang kami hanya berdua karena kami tidak memiliki misi apapun dan dari siapapun, kami sebenarnya hanya kebetulan lewat di atas pulau ini, dan saat melintasinya pertama kali kami merasa ada yang menarik yang tertangkap oleh pesawat kami, jadi kami akhirnya putar kembali untuk memastikannya, sekali lagi kami mohon maaf karena kami telah lancang menyelidiki pulau anda ini tuan"
"Oh... itu tidak masalah untuk saya, jika anda tidak bermaksud buruk terhadap pulau ini saya puntidak akan mengusik anda, tapi jika anda mengusik ketenangan kami di sini sayapun tidak akan tinggal diam, bahkan bukan hal ini bukan berlaku untuk anda saja tetapi untuk semua orang " ucap rio
Mereka berdua merasa ngeri dengan ucapan Rio, bagai mana seorang anak kecil mempunyai watak seperti itu?, dingin dan tegas bagai mana jika nanti dia sudah dewasa pasti akan semakin mengerikan saja dia. begitulah yang mereka berdua fikirkan.
"Kalau begitu mari ikut saya, anda tidak perlu khawatir dengan kendaraan anda ini dia di sini pasti aman, tidak akan ada yang berani mengusiknya" ucap Rio
Akhirnya mereka pun masuk kedalam kendaraan Rio yang memang sengaja menjemput mereka, sesampainya di dalam kendaraan itu mereka berdua merasa sangat kagum.
__ADS_1
"Maaf tuan, jika boleh saya tau siapakah yang merancang kendaraan anda ini?" tanya Sofyan
"Yang merancangnya saya sendiri, yang membuatnya juga saya sendiri, tetapi tetap di bantu sama kawan-kawan saya, berarti di sini juga banyak orang-orang yang tinggal di pulau ini yang tuan?" tanya Sofyan
"Yang tinggal di sini sebenarnya hanya keluarga saya saja" ucap Rio
"Lalu yang tuan katakan dengan teman-teman tuan itu?" ucap Totok
"Oh... itu, itu teman saya yang saya buat sendiri mereka adalah robot-robot buatan saya dan merekalah yang selalu membantu saya mengerjakan segala hal di sini, maaf tuan dari tadi kita belum berkenalan apakah boleh saya tau nama tuan?" Riopun mengulurkan tangannya, namun kedua orang itu malah saling berpandangan.
(Bagaimana ini, bagai mana kalau dia melihat tanda itu, tapi apa mungkin dia mengerti dengan tanda itu, ah... dia tidak mungkin mengetahuinya karena jika di lihat dari badannya mungkin dia belum berusia 5 tahun , dan tanda keluarga ini sudah dinyatakan musnah lebih dari 10 tahun lalau) fikiran titik dan Sofyan berkecamuk mereka takut jika identitas mereka yang sebenarnya akan terbongkar.
"Ada apa tuan?, apakah ada yang aneh dengan permintaan saya yang satu ini" tanya rio.
"Maaf tuan, jika kami melamun pertanyaan anda tidak ada yang aneh, perkenalkan nama saya Sofyan, dan dia Totok kami sebenarnya satu saudara" ucap Sofyan sambil menjabat tangan Rio, dan di saat itulah rio sekilas melihat tanda itu di atas ibu jari Sofyan.
Karena merasa di perhatikan Sofyan segera menarik tangannya, namun Rio menahan tangan itu.
"Tunggu, anda tidak perlu menyembunyikan. tanda itu saya sudah bisa melihatnya dengan jelas" ucap Rio.
( gawat, apa yang harus aku lakukan sekarang? ) ucapan Sofyan di dalam hatinya
Tuan tidak usah khawatir, saya juga mempunyai kawan yang mempunyai tanda seperti itu, dia bercerita banyak hal, bahkan sekarang mereka sedang mencari keberadaan keluarga mereka yang sudah bercerai berai karena pengkhianatan orang dalam " ucap Rio
Seketika kedua orang itu terpaku
" Benarkah tuan mengenal salah satu keluarga kami?, tapi tunggu tadi tuan bilang mereka berarti lebih dari satu, dimana mereka sekarang berada tuan? tolong pertemukan kami, kami berjanji jika tuan menolong kami bertemu kami akan membalas kebaikan tuan ini kapanpun jika tuan membutuhkan bantuan kami." ucap Sofyan
"Tuan berdua tenang saja nanti juga saya akan pertemukan anda berdua dengan mereka, tapi sekarang kita kerumah saya dulu" ucap Rio.
__ADS_1
" Baiklah tuan kami kan ikuti apapun yang tuan perintahkan asalkan kami bisa bertemu dengan saudara saya yang lain" ucap totok.
Akhirnya mereka bertiga diam dan tidak ada yang bersuara sama sekali selam dalam perjalanan.