
Angel begitu terkejut mendengar suara itu, karena posisinya yang sudah terlalu dekat dengan tanaman itu akibat dari keterkejutannya tadi Tampa sengaja jarinya menyentuh tanaman itu, dengan histeris diapun memekik kesakitan.
"Ahhhh, aduh kenapa rasanya sakit sekali?" ucap angel.
"Kan, sudah aku bilang jangan berani menyentuh tanaman itu tanpa sarung tangan, bagai mana rasanya?" ucap rio.
"Kenapa tanaman ini menjadi seperti ini, aku punya satu pohon di rumah tapi tidak seperti ini reaksinya?" tanya angel sambil terus memegang tangannya yang terasa sakit dan panas.
"Mungkin yang Tante punya bukan jenis yang ini, karena jenis ini adalah jenis baru yang, baru aku kembangkan dengan perkawinan silang antara tanaman A dan tanaman B, dan tentu manfaatnya akan berbeda." ucap Rio.
"Tapi bentuknya sama tidak ada yang beda" ucap angel.
"Ya , memang bentuknya sama, apakah tante yakin tidak ada yang beda dengan tanaman yang Tante punya?" tanya Rio.
Ya, Tante yakin sekali kalo tanaman itu sama persis" ucap angel.
"Sekarang coba Tante perhatikan dengan seksama dari bentuk, dan warnanya apa benar sama persis dengan tanan yang tante punya?" ucap Rio.
Sesaat Angelpun terdiam untuk memperhatikan tanaman itu tidak butuh waktu yang lama untuk dia guna mengetahui perbedaan antara tanaman yang ada di rumahnya dan tanaman yang saat ini ada di depannya.
"Ya, kamu benar nak, tanaman ini batang
tangkainya lebih ke arah pipih sedangkan yang di rumah Tante sana berbentuk bulat penuh, dan untuk warna yang ada di sana hijau muda dan tidak sehijau yang di sini sedangkan ini warnanya hijau tua dan....agak kemerahan (dengan suara pelan)"
"Ya dan warna kemerahan itulah yang menyebabkan rasa sakit dan panas yang bibik rasakan saat ini, kesinikan tangan bibik biar aku oles dengan penawarnya." ucap Rio sambil melangkah ke arah bibinya.
"Kamu menemukan penawarnya?" tanya angel.
"Ya, tentu saja, karena aku yang mengembangkan tanaman itu maka aku juga harus mempunyai penawar tanaman itu, selain itu dari tanaman itu sudah aku ciptakan racun yang sangat mematikan dan tentu juga penawarnya" sambil mengoleskan semacam jel ke tangan angel yang mulai memerah.
__ADS_1
"Bibik, bawa ini nanti dan oleskan sehari tiga kali jangan lebih karena jika lebih bukan cepat sembuh tapi akan menyebabkan efek yang lain pada tubuh bibik, sekarang aku akan ketempat papa dan yang lain karena di sana pun sangat penting harus sesuai dengan yang aku dapat dari negara x kemarin kalau tidak sesuai maka tanaman itu tidak akan tumbuh dengan baik dan tanaman itu sangat istimewa bagiku dan tentu bagi negara kita ini nantinya" sambil berlalu meninggalkan ke empat orang yang ada di sana.
Di tempat lain Andrian dan yang lain sudah selesai menyiapkan peralatan yang akan mereka gunakan untuk membangun kebun, sambil menunggu kedatangan Rio mereka beristirahat di bawah pohon besar sambil menikmati ubi dan singkong sudah di olah menjadi beberapa makanan yang enak mereka bawa dari rumah.
"Kemana Rio bang kenapa lama sekali dia?" tanya Nicolas
"Kita tunggu saja sebentar lagi pasti datang dia" jawab Andrian.
"Iya paman dia tidak mungkin telat karena dia selalu tepat waktu dia anak yang sangat disiplin, mungkin ada sesuatu yang serius yang harus dia lakukan makanya dia agak terlambat" ucap Anton.
"Iya benar, dia anak yang disiplin, kita tunggu saja, sebentar lagi pasti datang" ucap kakek
Memang benar ucapan mereka, tak berapa lama setelah itu Riopun datang.
"Maaf semuanya saya datang terlambat" ucap Rio.
"Ndak apa-apa Yo, kami tau pasti ada yang serius yang harus kamu kerjakan dulu sampai kau telat kalo tidak tidak mungkin kamu telat karena itu bukan sifatmu" ucap Anton
"Memang ada masalah apa nak?" tanya kakek
"Itu kek, tadi, waktu Rio berjalan mau kesini Rio lihat bibik mendekati tanaman beracun itu langsung aja Rio kesana Rio takut bibik memegang tanaman itu dan ternyata benar bibik ingin memetik tanaman itu sedangkan mama sama yang lain sudah berjalan pulang kerumah karena bibik berjalan paling belakang jadi yang lain tidak ada yang tau jika bibik akan memetik tanaman itu" ucap Rio.
"Lalu bagai mana apa bibimu memegang tanaman beracun mu itu?" tanya Andrian.
"Hampir.." belum selesai Rio berucap
"Syukurlah" ucap Andrian.
"Syukur apanya?" ucap Rio, "memang bibik hampir memegangnya kalo tidak Rio cegah tapi sayang tangannya ada yang sedikit mengenai tanaman itu ya ayah tau sendiri kan akibat bersentuhan dengan tanaman itu jika tidak pakai sarung tangan?" ucap Rio.
__ADS_1
"Lalu gimana keadaan bibimu sekarang apa sudah kamu kasih penawarnya?" tanya Andrian lagi.
"Papa tenang aja bibik udah Rio kasih penawarnya tadi dan udah Rio kasih tau cara pemakaiannya" ucap Rio
"Syukurlah" ucap Andrian, Nicolas, kakek dan Anton.
"Sekarang bagai mana dengan kerjaan kita yang disini hari semakin panas ini jika tidak cepat kita kerjakan?" tanya Nicolas.
"Paman tenang saja " yang penting bahan-bahan untuk bangunannya udah cukup dan tersedia di sini semua nanti pasti akan selesai" ucap Rio sambil duduk di sebelah Anton.
"Iya tapi kalo tidak cepat di kerjakan mana bisa selesai" ucap Nicolas.
Rio memandang pamannya sekilas kemudian diapun menggelengkan kepalanya.
"Kenapa emangnya ada yang salah dengan ucapan Paman, memang benar kan jika tidak cepat di kerjakan maka tidak akan cepat selesai sedangkan hari pun semakin siang dan semakin panas." ucap Nicolas dengan. penuh semangat.
"Heh..., ternyata paman melebihi emak-emak ya?, bisa diam tidak, kenapa di sini paman jadi cerewet sekali, beda jauh kalo sedang di markas" ucap Rio.
"Ap......." ucapan Nicolas berhenti setelah Andrian memegang bahunya." tapi bang"
"Udah lihat saja apa yang akan di lakukan oleh Rio, tidak usah banyak komentar, kita di sini hanya membantu dia menyiapkan bahan dan lihat saja selanjutnya dari sini apa yang akan terjadi" ucap andrian
Akhirnya Nicolaspun diam dia hanya memperhatikan apa yang dilakukan Rio yang saat ini sedang mengeluarkan mainan robot-robot mini dari dalam tempat penyimpanannya.
"Hay nak apa yang akan kamu lakukan katanya mau membangun kebun tapi sampai di sini malah mau main robot-robotan" ucap Nicolas.
"Maaf pak! apa bapak bisa diam sebentar" Riopun marah, sambil memandang tajam kearah Nicolas.
"Sudah ku bilang diam Ndak usah banyak Komplen kita lihat saja nanti juga kamu akan mengerti apa yang akan di lakukan anak itu" ucap Andrian.
__ADS_1
Nicolaspun akhirnya diam sambil terus memperhatikan apa yang dilakukan oleh Rio.