MALAIKAT KECILKU YANG HILANG

MALAIKAT KECILKU YANG HILANG
Penawar


__ADS_3

Sekitar 30 menit kemudian, kendaraan mereka pun berhenti, dan Rio pun segera membuka pintu kendaraannya, setelah itu dia segera keluar dan mengambil sebuah kursi roda, lalu memberikannya kepada Bimo.


"Gunakan ini untuk membawa saudara anda agar anda tidak kerepotan, setelah keluar dari sini nanti akan saya berikan penawarnya, sekarang silahkan anda mengikuti lorong ini nanti anda akan keluar di belakan gudang rumah keluarga saya, saya sendiri masih ada sesuatu yang harus saya kerjakan, anda tidak perlu takut karena di sini yang tinggal hanya keluarga saya dan tidak ada orang lain yang tinggal di sini, silahkan "


"Terima kasih tuan"


Setelah memberitahu Bimo Riopun segera berlalu dari tempat itu menuju ruangan rahasianya, sedangkan Bimo sendiri segera membopong tubuh Bima untuk di dudukkan di kursi roda kalau mendorongnya secara pelan menyusuri lorong panjang tapi tidak terlalu gelap itu, karena dalam beberapa meter terdapat penerangan walaupun kecil tapi masih bisa menerangi sedikit lorong itu, sehingga lorong itupun tak terlalu gelap.


Sebenarnya Bimo penasaran dengan penerangan yang ada di langit-langit lorong itu, karena dia sendiri tidak pernah melihat alat penerangan yang seperti itu sebelumnya.Jika diperhatikan secara sek sama benda itu bukanlah bola lampu yang di aliri oleh arus listrik benda itu hampir mirip batu yang di tempelkan di dinding, tapi bagai mana batu itu bisa menyala jika tidak dialiri oleh arus listrik? sungguh Bimo merasa sangat aneh.


Dan keheranannya berlanjut saat dia sudah mulai keluar dari tempat itu, saat dia keluar, tiba-tiba tempat dia keluar tadi menghilang dari pandangannya, dan saat ini dia sedang berdiri di belakang sebuah bangunan, namun yang membuat heran Bimo bangunan itu hanya ada satu dan sekelilingnya hanya hutan dan tidak ada bangunan lain selain yang saat ini ada di hadapannya.


Bimo terus saja menyusuri jalan setapak yang ada di samping bangunan itu, setelah sampai di depan bangunan itu Bimo sungguh terpana di buatnya, bagai mana tidak di hadapannya saat ini menjelma sebuah bangunan yang begitu elegan, bagai mana mungkin di hutan seperti ini ada bangunan sebagus dan semewah ini sungguh suatu hal yang sangat luar biasa.


Taklama kemudian keluar seorang wanita cantik dari dalam rumah itu, dan wanita itu menghampirinya.


"Selamat datang di gubuk sederhana kami, apakah anda tuan Bimo dan tuan bima?"


" Trimakasih, dan bagai mana anda tau nama kami berdua nyonya?"


"Saya di beri tau oleh anak saya, bahwa dia tadi keluar sebentar untuk menjemput temannya, dan saya yakin anda berdua lah yang sudah anak saya jemput"


"Apakah anak nyonya adalah tuan chita?"


"Iya benar anak saya Chita, mari silahkan masuk, mungkin, anak saya itu sedang sibuk sehingga tidak menemani anda saat ini"


"Iya nyonya, tadi beliau mengatakan jika beliau masih harus mengerjakan sesuatu"

__ADS_1


"Kalau begitu silahkan masuk, jangan khawatir didalam ada keluarga saya kok, mereka lagi nyantai sambil nonton acara tv, mari"


" Terima kasih nyonya "


Akhirnya Bimo pun melangkahkan kakinya memasuki rumah itu sambil mendorong kursi roda , yang dimana ada Bima di atasnya. Sesampai di ruang keluarga mereka di sambut oleh anggota keluarga lainnya dengan ramah.


Selamat datang di gubuk kami yang sederhana ini tuan Bimo, dan tuan Bima, Mari kita disini berbincang-bincang sebentar setelah itu tuan silahkan istirahat di dalam kamar yang sudah di siapkan oleh istri saya" ucap Andrian


"Trimakasih tuan, maaf saya harus memanggil anda siapa?" tanya Bimo.


"Oh iya sampai lupa, kenalkan nama saya Andrian, ini istri saya Kiara, disebelahnya adalah ibu kami namanya bu siti, di samping saya ini bapak kami namanya pak Umar, dan itu anak-anak kami yang besar namanya Anton, adiknya namanya Andi lalu si cantik Safitri, dan satu lagi tapi entah kemana dia sekarang pasti tuan sudah mengenalnya dia adalah..."


"Chita, apakah tuan Chita juga putra anda tuan?" belum selesai Andrian ngomong tiba-tiba Bimo langsung memotong omongannya.


"Iya dia juga putra kami" ucap Andrian sambil tersenyum, dia tau orang luar apalagi orang-orang anak buah adiknya pasti mengenalnya dengan nama itu yaitu Chita bukan Rio.


"Usia dia saat ini sebenarnya belum genap 4 tahun, namun kemampuannya jauh dari orang dewasa sekalipun, kami semua bangga padanya" ucap Andrian


Sementara yang lain hanya mendengarkan percakapan mereka termasuk juga Bima, karena Bima masih dalam kondisi lemah maka dari itu dia memilih diam dan hanya mendengarkan saja.


Tiba-tiba dari arah belakang datang Kiara dan seorang lagi yang tidak dikenal oleh Bimo, mereka sedang membawa minuman dan makanan ringan, ada juga beraneka macam buah-buahan, lalu menghidangkan di meja yang ada di hadapan mereka dan kemudian Andrian mempersilahkan mereka untuk menikmatinya


"Silahkan di minum dan dinikmati apa yang ada, maaf, Hannya sekedar ini yang bisa kami sajikan" ucap Andrian.


"Iya terima kasih tuan"


"Maa, kenapa minuman tuan Bima beda sendiri, kenapa kamu sajikan hanya Ir putih untuknya ?"

__ADS_1


"Maaf pa, ini permintaan dari anak kita, katanya minuman ini memang khusus untuk tuan Bima, kata dia ini obat penawar " ucap Kiara.


"Benarkah nyonya?!, apa benar air ini dari tuan Chita untuk saudara saya ini?" tanya Bimo dengan ekspresi senang, karena mendengar bahwa air putih yang ada di hadapannya adalah air penawar untuk Bima.


"Iya tuan, tadi anak saya menemui saya waktu saya di dapur, dan memberikan ramuan lalu di campurkan ke dalam air ini, katanya itu ramuan penawar, apakah saudara anda ini terkena racun tuan, sampai anak saya memberinya penawar? tanya Kiara.


"Sebenarnya begini ceritanya tuan, nyonya", lalu mengalir lah cerita dari mulut Bimo, bagai mana awal Bima bisa terkena serbuk pelemah otot yang di berikan oleh ketua mereka, dengan jalan di campurkan ke makanan musuh, dan akhirnya musuh mereka tumbang sebelum berperang,


"Bahkan saya tidak di beri tau jika saudara saya ini juga ada di antara musuh kami, dan ketika saya pulang dari pengejaran untuk menangkap musuh lain, ternyata saudara saya ini telah di tangkap oleh pasukan kami, bahkan bukan hanya saudara saya ini saja yang telah di tangkap, melainkan seluruh pasukan musuh telah di tangkap tanpa terkecuali, kami berperang tanpa adanya korban jiwa dan tanpa ada darah yang menetes"


"Untung saja ketua anda mempunyai rencana seperti itu, jika tidak mungkin!; jika tidak terluka bisa jadi lebih fatal adalah terbunuhnya saudara anda ini" ucap Andrian


"Iya tuan benar sekali, untung saja ketua mempunyai rencana itu, karena rencana itu juga tuan Chita yang mengusulkan, karena setelah saya dengar musuh kami jauh lebih banyak sedangkan kami tidak ada sama sekali persiapan untuk berperang waktu itu, tiba-tiba saja ketua datang, bahkan itupun saat saya sedang tidak bertugas karena saya sudah bertugas di siang harinya, saya tidak tau jika ketua datang waktu itu, sampai saya jdi panggil untuk menghadap beliau barulah saya tau jika ketua ada di markas kami."


"Jadi ini rencana anak tengil itu? pantas beberapa hari ini dia tidak pernah keluar dari kamarnya, ternyata dia sedang ada misi" Andrian bergumam lirih sehingga bimopun tidak dapat mendengar dengan jelas.


"Maaf tuan apakah tuan mengatakan sesuatu barusan?"


"Oh tidak, saya hanya sedikit jengkel dengan anak saya yang satu itu, dia memang seperti itu selalu bertindak sendiri" ucap Andrian.


"Tapi Keputusan beliau sangat bagus tuan bagi kami, dan kami selama ini sangat menghormati beliau, walaupun kami belum pernah bertemu dengan beliau sebelumnya, penemuan-penemuan beliau sangat bermanfaat bagi kami tuan, beliau sudah sangat banyak membantu pasukan kami selama ini, bahkan saya sangat mengidolakan nya tuan, saya salah satu pengagum tuan Chita, apalagi sekarang setelah saya tau seperti apa wujud tuan cita itu sendiri, saya semakin kagum terhadap beliau" bimopun sambil tersenyum penuh kebahagiaan entah apa yang membuatnya seperti itu.


"Anda ini terlalu memuji dia tuan"


"Tidak tuan saya tidak memuji beliau tapi ini kenya taan"


Tiba-tiba Rio muncul dan bergabung dengan mereka

__ADS_1


"Apakah penawarnya sudah di minum?


__ADS_2