
"Sudahlah , kita lihat saja nanti, Abang akan bicara baik-baik pada mereka," ucap Andrian
Tiga menit setelah itu orang yang manggil Andrianpun sampai pada mereka, dengan angkuh orang itu berbicara pada Andrian.
"Tuan Andrian, senang kita bisa bertemu disini, sudah lama kita tidak berjumpa, apa kabar anda?" tanya orang itu yang tidak lain adalah Antok, kawan kerja Andrian yang perna bermaksud mencelakai Andrian sekeluarga.
"Alhamdulillah saya Sehan bagai mana dengan anda tuan antok?" tanya Andrian.
"Saya?, ha ha ha kalo anda saja sehat apalagi saya, kondisi saya lebih sehat lagi sekarang setelah jabatan anda sekarang ada pada saya, sudah lama saya mencari anda, saya yakin jika anda tidak akan mati dalam kecelakaan itu, makanya saya menyuruh anak buah saya untuk mencari anda." ucap Antok
"Lalu sekarang apa yang anda inginkan dari saya? bukankah posisi saya di perusahaan pun sudah anda yang memegang, sayapun tidak akan mengganggu posisi anda saya sudah cukup hidup dengan keadaan seperti saat ini." ucap Andrian.
"Saya hanya mau meminta alat-alat yang ada pada anda, tanpa alat-alat itu saya selalu di ejek oleh atasan dan kawan-kawan sekantor" ucap Antok.
"Maaf tuan antok, alat-alat yang anda maksud sudah tidak ada sama saya, karena kecelakaan itu alat-alat itu jatuh dan tenggelam di laut" ucap Andrian.
"Anda tidak usah banyak alasan, segera berikan alat-alat itu pada saya, atau anda mita saya paksa" ucap Antok lagi.
"Terserah apa kata anda tuan, saya sudah bicara apa adanya, jika anda tidak percaya itu urusan anda, dan maaf saya harus segera pergi karena keluarga saya yang lain sudah menunggu." ucap Andrian, lalu mereka berempat berlalu meninggalkan tempat itu.
Sementara itu Antok yang di tinggal begitu saja oleh Andrian dan keluarganya segera memerintahkan anak buahnya untuk mengikuti ke empat orang itu.
"Ikuti mereka, cari tau dimana mereka tinggal, dan ingat jangan sampai mereka mengetahui jika kalian mengikuti mereka" ucap Antok.
"Baik bos "
Serempak ke lima orang anak buahnya menjawab kemudian mereka segera berlalu dari hadapan Antok, mereka berlima seger berpencar untuk mengikuti Andrian dari berbagi arah.
Sementara itu Andrian, Rio, Nicolas, dan Angel mereka terus melanjutkan perjalanan mereka dengan mengendarai mobil Andrian.
__ADS_1
"Bang apa mereka tidak akan mengikuti kita nanti?" tanya Nicolas.
"Jangan di tanya lagi jika jawabannya sudah pasti, yang jelas mereka saat inipun pasti sudah mengikuti kita tapi kita tidak tau keberadaan mereka saat ini." ucap Andrian.
"Lalu bagai mana jika memang mereka mengikuti kita lalu mereka mengetahui tempat tinggal Abang sekarang?" angelpun bertanya karena dia juga merasa khawatir.
"Anda berdua, tidak usah khawatir nanti kemereka kita kecoh saja saat kita ada di laut," ucap Rio.
"Nak, bisakah kamu memanggil kami ini paman dan bibik? jangan terlalu dingin gitu kenapa sih?!" ucap Nicolas.
"Maaf pak, saya sudah terbiasa seperti ini, apalagi anda adalah atasan saya saya tidak boleh bersikap semau saya walaupun and berdua adalah adik papa saya" ucap Rio.
Andria dan Nicolas yang mendengar hal itu hanya bisa menghela nafas berat, sedangkan angel hanya tersenyum melihat tingkah laku kedua bangnya itu.
Selama perjalanan banyak obrolan yang mereka lakukan, namun tidak dengan Rio dia lebih memilih diam dan hanya sesekali menyahut jika ditanya, dia tidak mau bicara panjang lebar.
Mereka berempatpun akhirnya sampai di pelabuhan di mana kapal mereka berbeda, Andrianpun segera masuk kekapal itu dengan mobilnya.
"Mereka menaiki kapal itu, kita harus cepat lapor ke bos" ucap salah satu dari orang itu.
"Iya, cepat hubungi bos kasih tau bos, dan tanyakan sekalian apakah kita juga harus mengikuti kapal yang mereka naiki? ucap kawan satunya.
Akhirnya orang pertama segera menghubungi Antok, dan melaporkan semua yang dia lihat.
"Halo bos, mereka menaiki kapal feri, apakah kami harus mengikuti mereka juga dengan menaiki kapal itu?" tanya orang itu kepada Antok yang tanpa dia tau jika kapal itu adalah kapal pribadi Andrian sekeluarga.
"Ya, ikuti mereka juga di dalam kapal itu tapi ingat jaga jarak aman kalian jangan sampai kalian ketahuan jika sedang mengikuti mereka" ucap Antok yang ada di sebrang telepon.
"Baiklah bos kami akan ikuti mereka dan sekarang saya tutup dulu teleponnya" ucap anak buah Antok itu.
__ADS_1
Kemudian mereka segera menuju ke mobil yang mereka parkir tidak jauh dari mereka duduk saat ini, namun tanpa mereka tau jika kapal yang Andrian naiki saat ini sudah mulai bergerak meninggalkan pelabuhan itu dan saat mereka telah menjalankan kendaraan mereka kapal itu sudah berada agak jauh dari daratan.
"Wah s**l kenapa kapal itu sudah berangkat, kita kurang cepat tadi, sekarang bagai mana? apa yang harus kita lakukan?" orang itupun bertanyapada temannya yang ternyata sedang melakukan panggilan di hpnya.
"Ya, baik bos akan kami lakukan" terdengar orang itu berkata " bos menyuruh kita menyewa speedboat untuk mengejar mereka, ayo cepat mumpung mereka belum jauh". ucapnya.
Mereka segera keluar dari mobil dan segera mencari speedboat yang biasa di sewakan, tidak perlu waktu lama merekapun akhirnya mendapatkan speedboat yang mereka cari, lalu mereka segera mengendarai peedboat itu untuk mengejar kapal yang Andrian dan keluarganya saat ini sedang naiki
Sementara itu dikapal yang sedang andian dan kelurganya berada, saat andrin dan yang lain sudah masuk, mereka segera menuju keatas, mereka menuju ke arah pengemudi kapal itu.
"Hai bang, bagai mana apakah semu aman? maaf jika kami lama tadi, maklum acara para orang dewasa yang di Landa rindu, mereka sedang melampiaskan rasa rindu mereka tadi dan itu yang membuat kita lama tadi." ucap Rio pada Anton.
Sedangkan Anton yang mendengarnya hanya tertawa ringan saja dengan tingkah Rio itu.
"He he he he he , kamu itu ada-ada saja, biarlah mereka melepas rindu mereka, mereka kan memang sudah lama tidak bertemu", ucap Anton.
Rio yang mendengar pun menjadi sebal mendengarnya. "Ih Abang sama saja, kakek di mana bang" tanya Rio kemudian.
"Ada di dalam katanya mau istirahat tadi", ucap Anton
"Baiklah sepertinya Rio lebih baik bersama kakek saja dari pad di sini, oh iya bang nanti jika ada yang mencurigakan segera hubungi Rio ya" ucap Rio dan segera berlalu dari situ menuju kedalam di mana sang kakek berada.
"Oke bos, siap " ucap Anton sambil mengangkat kedua ibu jarinya kepada Rio.
Sementara itu Nicolas dan angel yang menyaksikan interaksi Rio dan Anton menjadi heran, kenapa anak yang super dingin kayak Rio bisa bersikap hangat kepada orang yang sedang mengemudikan kapal itu, mereka berdua beradu pandang kemudian bersama-sama mereka segera memandang ke arah Andrian.
Sementara ndrian yang di pandang seperti itu hanya bisa nyengir sambil menggaruk kepala belakangnya yang sudah pasti tidak gatal.
"Bang!!!" kompak mereka berdua memanggil Andrian dengan kuat yang membuat Andrian dan nton terkejut mendengarnya.
__ADS_1
Lanjut besok lagi ya terima kasih semuanya 🙏🙏🙏