MALAIKAT KECILKU YANG HILANG

MALAIKAT KECILKU YANG HILANG
Kejutan untuk Bimo.


__ADS_3

Setelah kepergian orang itu Nicolas juga segera meninggalkan ruangan itu yang di ikuti oleh pak Danu, mereka segera menuju ke ruang interogasi, untuk menginterogasi pembunuh yang baru mereka tangkap, yang telah membunuh salah satu anak buahnya.


Sementara itu Bimo yang sudah berada di dalam baraknya segera merebahkan dirinya


"Bro ini segera minum" ucap kawan ya yang tadi di kasih benda kecil sejenis kapsul itu pada Bimo sambil menyodorkan benda itu ke hadapan Bimo.


"Apa itu?"


"Biasa lah, apalagi yang biasa kita minum setelah aktifitas kita terlalu berat ini"


"Trimakasih kawan, syukurlah kita punya benda ini, kalau tidak, entah berapa lama kita akan merasakan sakit di seluruh badan kita ini"


"Iya kamu benar, apalagi kita semua tau bahan benda ini terbuat dari bahan alami sehingga tidak berefek fatal kepada Dadan kita nanti di kemudian hari"


"Kamu benar sekali, benar-benar orang yang sangat hebat yang membuat benda ini ya"


"Kamu benar bro, apakah kamu tau siapa yang membuat benda ini?"


"Mana aku tau lah mas bro yang aku tau ya hanya mengkonsumsinya jika kita perlu saja "


"Kamu tau tidak bro sebenarnya orang yang membuat benda-benda yang selam ini kita konsumsi dan kita pakai, adalah orang yang sama"


"Orang yang sama?, maksudmu semua fasilitas yang ada pada kita semua di ciptakan oleh satu orang?!" tanya Bimo dengan penuh rasa heran.


"Iya benar"


"Lalu siapa orang jenius itu?"


"Siapa lagi kalau bukan tuan chita"


"Tuan chita, dia lagi cek cek cek cek " bimopun menggelengkan kepala antara percaya dan tidak sambil berdecak kagum.


"Oh iya bro kalau begitu aku tinggal dulu ya, aku mau menemui pak Danu siapa tau ada tugas yang penting yang sudah menunggu kita, karena sedari tadi aku perhatikan sepertinya lawan belum ada pergerakan, dan tidak mungkin jika lawan kita sudah menyerang karena keadaan masih seperti sebelumnya dan tidak menunjukkan adanya pertempuran sedikitpun." ucap orang itu


"Iya kamu benar,terima kasih sudah membantu"


"Tenang saja bro, kita kan kawan sudah seharusnya jika kita saling membantu, oh iya tadi ketua bilang jika keadaanmu sudah pulih kamu di suruh menghadap beliau"


"Baiklah ,trimakasih pemberitahuannya, nanti aku akan segera kesana jika tenagaku sudah mulai terkumpul lagi"


"Baiklah kalau begitu aku permisi"


Orang itupun melangkah keluar dan meninggalkan Bimo sendiri beristirahat di baraknya.


Setelah beristirahat agak lama, bimopun akhirnya merasa kembali seperti sediakala, badannya sudah tidak terasa sakit dan lemah, bahkan dia saat ini merasa angkat segar, segera dia membersihkan dirinya, karena saat baru tiba tadi jangankan membersihkan diri untuk berjalan saja dia harus di papah oleh dua kawannya di samping kiri dan kanannya.

__ADS_1


Di saat badannya sudah merasa segar kembali dan sudah bersih dan rapi, Bimo segera menuju ke markas untuk menemui Nicolas, kerena kawannya tadi bilang seperti itu, saat memasuki marks dia tidak memperhatikan keadaan yang ada di sana, di hanya fokus pada ruangan yang akan dia tuju dimana biasa Nicolas berada.


Setelah mengetuk pintu dan di persilahkan masuk bimopun segera memasuki ruangan itu.


"Selamat sian pak"


"Selamat siang, bagai mana keadaan anda saat ini pak bimo?"


"Alhamdulillah keadaan saya saat ini dalam keadaan sehat pak"


"Baguslah kalau begitu, apakah pak Bimo tau apa tujuan saya menyuruh anda segera menghadap saya di sini?"


" Maaf pak, jujur saya tidak tau, sekali lagi saya minta maaf"


"Tidak apa-apa, anda saya suruh kesini karena saya ingin meminta bantuan anda mengenali seseorang apakah anda bersedia?"


"Jika saya bisa saya bersedia pak "


"Baguslah kalau begitu, pak Danu seger bawa orang itu ke ruang interogasi, kami berdua akan segera menyusul kesana setelah urusan di sini selesai"


"Baikpak laksanakan" kemudian pak Danu berlalu meninggalkan ruangan itu untuk melaksanakan tugas yang di berikan oleh Nicolas.


Sesaat kemudian setelah Nicolas berbincang-bincang dengan Angel sesaat dia segera mengajak Bima menuju ruang interogasi, sesampainya di sana dia melihat ada seseorang yang sedang di tutup kepalanya.


"Baik pak" pak Danupun segera membuka kepala orang itu, tapi karena orang itu menundukkan mukanya Bimo pun tidak bisa mengenalinya.


"Maaf saudara, apakah anda bisa menegakkan kepala andan?"


Saat mendengar suara orang yang menyuruhnya menegakkan kepala, seketika itu juga orang itu menegakkan kepalanya walau badannya masih tidak bertenaga, karen dia merasa tidak asing dengan suara itu, walaupun sudah lama dia tidak mendengarnya tapi di pikirannya dia yakin jika itu adalah suara saudaranya sendiri.


Dan benar saja saat dia mendongakkan kepalanya dia dan Bimo sama-sama terkejut bahkan serempak menyebutkan nama mereka.


"Bima/Bimo" ucap mereka


Saking terkejutnya mereka hanya bisa saling pandang dengan tatapan penuh kerinduan.


"Pak Bimo, apakah anda mengenal orang ini?"


"I... iya pak, dia saudara kembar saya Yang selama ini saya cari, bagai mana bapak bisa menemukannya?"


"Dia bergabung dengan musuh kita yang akan menyerang kita waktu itu, tapi sayang mereka gagal untuk menyerang kita, karena kita sudah lebih dulu melumpuhkannya"


"Lalu apa yang akan bapak lakukan dengan saudara saya sekarang pak"


"Saya belum tau karena ada seseorang yang ingin bertemu dan berbicara dengan anda"

__ADS_1


"Siapa orangnya pak?"


"Maaf saya tidak bisa memberi tau siapa orang tersebut, karena dia sendiri yang akan menghubungi kita nanti"


"Lalu kenapa keadaan saudara saya saat ini begitu lemah, apa yang telah kita lakukan pada dia"


"Bukan hanya dia pak Bimo, tapi seluruh musuh kita yang saat itu mau menyerang kita keadaannya seperti saudara anda semua"


"Kenapa bisa seperti itu pak?"


"Ya, karena sebelum mereka melakukan aksi mereka kita telah mencampurkan bubuk pelemah otot buatan chita"


"Tapi kenapa bisa kita menaruh bubuk itu ke makanan mereka, apakah di sana ada mata-mata kita selama ini dan dia yang menaruh bubuk itu?"


"Bukan kita tidak pernah menyusupkan mata-mata kita di antara mereka, tetapi kita melakukannya dengan bantuan drone kecil ini, yang bisa kita kendalikan dari sini, dan merekalah yang melakukannya, dan mereka yang telah memasukkan bubuk itu ke masakan yang sedang di olah pagi itu, sehingga semua orang yang memakan masakan itu akan mengalami lemah pada otot mereka, sehingga mereka tidak akan mempunyai tenaga.


"Lalu berapa lama serbuk itu akan mempengaruhi mereka seperti itu ketua?"


"Karena kami hanya memberikan dosis sedikit, menurut instruksi yang membuat bubuk itu maka hal ini akan berlangsung selama satu bulan"


"Satu bulan ketua?, apakah tidak ada penawarnya ketua, biasanya setiap racun pasti ada penawarnya "


"Saya juga kurang tau, tapi mungkin jika bertanya pada pembuatnya mungkin ada"


"Tolong ketua mintakan penawar itu pada tuan Chita, saya berjanji jika beliau mau memberikan penawarnya saya akan bersedia melakukan apapun yang beliau perintahkan"


"Sudahlah, nanti jika dia menghubungi kita mintalah penawar itu padanya, siapa tau dia sudah membuat penawarnya, karena pekerjaan dia itu banyak, dan dia suka mengerjakan pekerjaan yang tidak masuk akal, sabar saja"


"Tapi saya tidak tega melihat keadaan saudara saya seperti ini ketua, saya tau bagai mana menderitanya, jika kita merasa tidak mempunyai tenaga, oh iya ketua bagai mana jika anda memberikan, kapsul seperti yang anda berikan kepada saya tadi ketua"


"Maaf, saya tidak bisa, karena saya tidak mau ada efek lain yang diakibatkan oleh bahan-bahannya, apakah kamu mau jika saat mengkonsumsinya tiba-tiba ada hal lain yang lebih buruk akan menimpa saudaramu itu?"


"Tidak ketua, saya tidak mau hal itu terjadi pada saudara saya ini"


"Kalau begitu bersabarlah, tunggu sampai Chita menghubungi kita nanti"


"Baik ketua, maaf ketua apakah boleh saya membawa saudara saya ini ke barak saya, say akan merawat dan menjaganya di sana"


"Silahkan saja, lakukan yang terbaik untuknya, kami tidak akan menghalangi anda"


"Trimakasih banyak ketua, kalau begitu saya ijin membawa saudara saya ke barak saya"


"Silahkan"


Namun saat Bimo hendak memapah saudaranya itu tiba-tiba bumi di sana terasa berguncang pelan, mereka semua nampak terkejut karena tidak pernah sekalipun kejadian ini terjadi di sana, dan tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dan muncullah seseorang dari balik pintu itu, tapi siapakah orang itu

__ADS_1


__ADS_2