
Setelah keluar dari rumah Rio segera mengambil kendaraan dia yang dia taruh di garasi rumah, segera dia lakukan kendaraan yang dia kendarai dengan sedikit laju, saat asik berkendara dia melihat papa dan kedua tamunya sedang berjalan hendak pulang.
"Mau kemana nak?" tanya Andrian setelah melihat Rio mengendarai kendaraannya dengan agak buru-buru.
" Mau nyusul bang Anton pa ke pantai nyari kerang, kata mama jangan banyak-banyak, takut Ndak habis dan kalau sudah dapat suruh cepat bawa pulang karena mau segera di olah sama mama."
"Oh... ya udah sana cepat, supaya cepat dapat kerangnya"
Riopun segera melajukan kembali kendaraannya menuju arah pantai, sementara itu Bimo yang mendengar percakapan ayah dan anak tadi merasa penasaran, apakah benar jika di sini ada pantainya, untuk menghilangkan rasa penasarannya diapun segera bertanya kepada Andrian.
"Maaf tuan, kalo boleh saya bertanya, apakah benar di sini juga ada pantai seperti yang tuan bilang barusan?"
"Iya tuan benar, pulau ini bukan pulau yang besar, dan di tepi pulau ini ada beberapa titik pantai yang mengelilinginya selebihnya ada juga hutan mangrove"
"Apa boleh kalau kita ke pantai sekarang tuan?, saya jadi penasaran"
"Kalau tuan ingin ke pantai saya sarankan nanti sore saja sambil melihat matahari terbenam, pasti akan lebih indah apalagi sekarang musim panas seperti ini, dan untuk saat ini kita pulang dulu kerumah, saya yakin tuan juga sudah capek"
"Baiklah tuan, tapi tuan janji ya nanti tuan antar kami ke pantai"
"Baiklah tuan dengan senang hati"
Baru juga mereka melangkah beberapa langkah, terdengar dari arah belakang mereka suara dua orang anak yang sedang uring-uringan tapi yang mendominasi adalah suara Rio. Mereka berduapun kembali berhenti dan menoleh kebelakang dan nampak lah dua anak yang sedang mengendarai kendaraan masingmasing berjalan beriringan, yang satu tak hentinya sambil ngomel sedangkan yang satu lagi hanya sesekali tertawa menanggapi Omelan anak di sebelahnya.
"Kalian sudah kembali?, apa sudah dapat kerangnya, lalu kenapa kamu ngomel-ngomel nak?" pertanyaan yang keluar dari mulut Andrian meluncur dengan bertubi-tubi.
" Haduh... papa kalau nanyak bisa satu-satu Ndak sih,?! ini bertanya banyak banget sampai bingung harus menjawab yang mana dulu, lagian papa bertanya sam aku apa sama abang?" cicit Rio tak terima papanya bertanya sebanyak itu, kali ini mode anak balita normal yang terlihat padanya bukan lagi anak jenius yang punya pemikiran melebihi orang dewasa pada umumnya.
"Wah tumben kamu normal sebagai balita nak" Andrian pun terkekeh setelah mengucapkan hal itu.
Sedangkan Rio yang merasa di tertawakan oleh papanya di hadapan tamunya merasa jengkel sendiri dibuatnya.
"Ih papa.." belum sempat Rio melanjutkan ucapannya tiba-tiba Anton memotong ucapannya.
"Udah pak ini kerangnya udah dapat lumayan banyak dan bukan hanya satu jenis kerang yang saya dapat ada tiga jenis kerang di sini, entah karena sedang musim, entah karena kebetulan, saya bisa dapat kerang secepat ini." ucap Anton panjang lebar menjelaskan kepada Andrian.
__ADS_1
"Lalu kenapa anak itu ngomel-ngomel dari tadi?" tanya andrian
"Ndak tau pak, saat dia tiba di pantai tadi dia sudah ngomel-ngomel apalagi saat melihat kerang-kerang ini huh... makin Ndak berhenti dia ngomelnya." ucap Anton
"Habisnya Abang Ndak ngajak-ngajak saat mau nyari kerang kalau tau dari awal Abang mau nyari kerang Jan Rio ikut tadi." cicit Rio sambil memasang wajah marah dengan mulut di manyunkan.
Melihat kejadian yang langka seperti itu pada Rio semu orang yang ada di situ merasa lucu dan tak elak lagi merekapun serempak tertawa. Sementara rio sendiri yang merasa jadi bahan tertawaan merasa benar-benar jengkel. Diapun segera meninggalkan ke empat orang itu, Rio segera memutar balik kendaraannya dan segera pergi menuju ke arah yang berlawanan.
Sementara keempat orang yang di tinggalkan oleh Rio tiba-tiba terdiam dari tawa mereka, karena melihat arah yang di tuju oleh Rio.
"Mau ke mana anak itu?" ucap Andrian bertanya tapi entah pertanyaannya di tujukan kepada siapa.
"Ndak tau pak, biar Anton susul saja dia" ucap Anton.
"Udahlah nak, biarkan saja dia melupakan kekesalannya, bapak tau benar kebiasaan anak itu jika sudah marah kayak gitu, dia kan baik-baik saja nanti, jika sudah baikan dia pasti akan pulang kalian tidak usah khawatir, biarkan dia menyendiri dulu, dan kamu nak segera kasihkan ibumu kerang itu biar cepat di olah" cicit Andrian.
"Baikpak , saya duluan kalau begitu".
Kemudian Antonpun segera menghidupkan lagi kendaraannya dan segera berlalu menuju rumah, sesampainya di rumah dia segera memberikan kerang-kerang itu kepada ibu dan neneknya.
"Wah banyak juga nak hasil kamu nyari kerang," sambil menerima kerang itu " oh iya tadi kamu ketemu sama Rio apa tidak?, soalnya tadi dia bilang mau nyusul kamu kepantai nyari kerang"
"Iya Bu tadi Anton ketemu Rio, sebenarnya kami sudah pulang bareng tapi tadi di jalan dia merajuk dak kayaknya kembali lagi kepantai"
"Merajuk kenapa dia?, tumben!"
"Sebenarnya merajuknya sudah dari ketemu sama Anton, karena saat Rio sampai di pantai antonpun sudah mau pulang karena kerangnya sudah banyak, Sekai di jalan tadi ketemu sama bapak kami menertawakan dia karena tingkah dia yang tidak seperti biasa, karena menurut kami itu tingkah Rio yang sangat lucu, eh... dianya malah makin merajuk dan pergi lagi kepantai"
"Tingkah Rio yang tidak seperti biasa bagai mana maksudmu nak?"
"Ya tingkah diakan biasanya melebihi tingkah laku orang dewasa Bu, tapi tadi dia bertingkah seperti seorang anak balita pada umumnya kan itu langka bu terjadi pada Rio, makanya kami merasa sangat lucu melihatnya, apa lagi saat melihat wajahnya yang menggemaskan saat dia seperti itu, Anton saja ingin menguyel-uyel pipinya yang imut itu" sambil tertawa ringan, sambil cerita antonpun sambil membatu memilih kerang-kerang yang di dapatnya tadi.
"Wah ternyata ada tiga jenis kerang yang kamu dapat hari ini, kalau gitu ibu akan memasak yang dua jenis ini dan yang satu jenis lagi untuk menu nanti sore, karena sedikit nanti akan ibu campur dengan tempe yang di buat nenek pasti enak"
"Bu, Anton mau kepantai lagi ya mau nyusul Rio kasihan dia"
__ADS_1
"Kalau kamu tidak capek, silahkan tapi kalau capek kamu istirahat saja dulu"
"Anton tidak capek kok bu, Anton pergi dulu ya bu"
"Iya hati-hati "
Kemudian Antonpun segera berlalu menuju kepantai untuk menyusul Rio. Dengan mengendarai kendaraannya dengan kecepatan yang penuh Anton memilih jalan lain, karena takut bertemu dengan Andrian dan dua orang tamunya.
Tak Lama Pun dia sampai juga di pantai dan dia segera.mebgedarkan pandangannya ke pantai yang tidak begitu luas itu, dia mencari-cari sosok rio di sana,namun dia tidak menemukan siapapun, kecuali ombak-ombak kecil yang menyapu pantai.
Dia jadi khawatir saat tidak melihat adik nya itu, kemudian dia mengedarkan pandangannya menuju batu karang yang menjorok ke laut, walaupun tidak terlalu besar namun batu karang itu merupakan tempat favorit Rio dan Anton saat mereka kepantai, karena dari sana mereka bisa melihat betapa luasnya lautan yang mengelilingi pulau yang sedang mereka tempati.
Antonpun merasa lega saat dia bisa melihat jika Rio ada di sana saat ini, kemudian Antonpun segera memanggil Rio untuk segera turun.
"Yo, cepat turun kita cari kerang lagi untuk menu makan nanti sore, Kaka ibu kerangnya kurang tadi" Anton tau jika Rio ngambek karena tadi rio tidak sempat nyari kerang karena Anton sudah keburu pulang tadi, maka dengan alasan itulah Anton membujuk Rio agar dia mau segera turun dari batu karang itu.
Mendengar apa yang di katakan Anton Riopun dengan langkah lebar segera turun dari atas batu karang itu menuju pantai. Dan saat sudah sampai di dekat Anton Riopun segera bertanya pada Anton.
"Apa benar bang mama bilang kalau kerangnya mau nambah untuk makan malam nanti?"
"Iya, tadi Abang kan dapat tiga jenis kerang dan kebetulan kerang merahnya hanya sedikit , kata ibu yang merah itu untuk menu makan malam mau di oseng dengan tempe karena cuma sedikit gitu"
"Kalau gitu kita cepetan cari lagi bang kerangnya, tapi Ndak apa-apa kan bang kerangnya campur lagi?"
"Ya Ndak apa-apa lah nanti kan bisa di masak juga "
Kalau begitu ayo bang kita cari" dengan semangat Rio segera menuju pantai yang di sapu oleh ombak dan antonpun mengikutinya dari belakang, dia merasa senang karena Ario sudah kembali ceria dan tidak ngambek lagi.
Begitu asik Rio mencari kerang sambil main air laut lari sana lari sini seperti anak balita pada umumnya, sampai bajunya pun basah semua oleh air laut, karena merasa sudah cukup banyak tapi Rio masih sangat bersemangat antonpun tak kalah cerdik, dia duduk di tepi pantai sambil memperhatikan tingkah Rio yang masih semangat mengumpulkan kerang-kerang yang dia dapat.
Saat Rio melihat Anton duduk santai Riopun bertanya pada Anton.
"Bang kenapa duduk sih ayo cepat sini cari lagi kerangnya bang"
"Abang capek Yo.., laper lagi" bohong Anton agar Rio mau berhenti dan mau mengajak pulang.
__ADS_1
Karena di tidak mau mengajak pulang Rio duluan takut Rio belum puas main seperti itu, karena Anton tau jarang sekali Rio bisa bermain seperti anak-anak seusianya, dia biasanya lebih fokus sama pekerjaan yang seharusnya bukan ranah dia, tapi mau bagai mana lagi itu sudah hobi Rio sendiri.