
Hay semuanya maaf ya jika beberapa hari ini author tidak bisa up soalnya author kehabisan paket kuota hehe maklum mau beli jauh tempatnya, dan juga author bukan pake laptop hanya pake hp karena belum bisa beli laptop, jadi hari ini baru bisa up, maaf sekali lagi ya🙏
Entah dengan kecepatan berapa Rio menjalankan kendaraannya, perasaan baru beberapa detik saja masuk kendaraan tapi tiba-tiba Rio sudah membuka pintu kendaraan dan menyuruh mereka segera keluar dari dalam kendaraan itu.
Tanpa di suruh dua kali mereka pun segera keluar dari dalam kendaraan itu, dan segera menuju ke suatu lorong, sementara itu Bima dan Bimo merasa heran, karena saat mereka keluar dari dalam kendaraan itu mereka merasa asing dengan tempat yang baru mereka lihat dan datangi itu. namun mereka berdua tetap saja mengikuti langkah yang lain menuju kearah lorong yang tidak terlalu gelap karena mereka masih bisa melihat orang-orang yang ada di depan mereka.
Sepuluh menit kemudian mereka telah sampai di ujung lorong yang tiba-tiba terbuka, dan mereka segera melangkahkan kaki memasuki pintu yang terbuka itu, bagi keluarga Rio itu sudah hal biasa yang mereka lakukan. karena sudah sering mengalami kejadian seperti itu, namun bagi Bima dan Bimo itu baru kejadian pertama kali dalam hidup mereka apalagi lorong yang mereka lalui tadi ternyata berakhir di dalam rumah.
Walaupun mereka berdua seorang prajurit namun kejadian ini sangat mendebarkan bagi mereka.
"Tuan tidak usah terkejut, hal semacam ini sudah biasa bagi kami, karena kami sering mengalami kejadian seperti ini"
Saat ini mereka sudah berkumpul di ruang keluarga, saat Rio datang dia segera duduk di kursi tinggal dan dia segera mengeluarkan laptopnya, saat dia mengaktifkan laptop, seperti biasa dinding di depan mereka menyala dan menampilkan beberapa gambar, kedua saudara kembar itu tercengang tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun.
"Ternyata mereka sudah dekat, baiklah kalau begitu " ucap Rio
"Sudah sampai mana mereka saat ini nak?"
__ADS_1
" Mereka sudah melewati batas aman kita pa, mereka bergerak cepat rupanya, baiklah kalau itu keinginan mereka akan aku turuti" Rio nampak marah saat ini bahkan keluarganya sendiri tak pernah melihat Rio semarah saat ini.
"Baiklah jika itu yang kalian inginkan, terima ini," Rio kemudian memencet sebuah tombol dan mereka melihat di layar ada sebagian orang-orang penyusup itu seperti kesetrum aliran listrik.
"Bang Abang bisa ciptakan mahluk mengerikan seperti biasa?"
"Bisa serahkan saja pada Abang, bahkan Abang akan menciptakan tirex kali ini untuk mengerjai mereka" ucap Anton kemudian mengambil sebuah benda kecil dari tangan Rio sementara kedua saudara kembar yang sedang berada di situ hanya bisa bengong saja menyaksikan kejadian demi kejadian, mereka berdua sungguh takjub dibuatnya.
Setelah beberapa saat nampak di layar seekor tirex sedang mendekati beberapa orang penyelundup, dan saat mereka mengetahui jika ada binatang buas itu mereka segera lari tunggang langgang tak tentu arah, dan anehnya tirex-tirex tadi tidak hanya satu melainkan bertambah sesuai banyaknya orang yang sedang lari, dan satu orang di kejar satu tirex, mereka yang menyaksikan hal itu dari monitor tertawa terbahak-bahak.
Selain di tempat itu di tempat lain juga kejadian hampir serupa, namun lain juga binatangnya, entah siapa-siapa yang memerankan itu semua yang terpenting sekarang para perusuh itu sudah kabur, entah bagaimana mereka akan meninggalkan pulau itu nanti yang pastinya kendaraan mereka sudah tidak utuh seperti awal mereka datang karena hanya di sisakan satu di setiap tempatnya.
"Sebenarnya siapa mereka ruan" bimopun bertanya karena merasa penasaran dengan orang-orang itu.
"Mereka pasti orang-orang suruhan dari orang yang selama ini mengincar alat kerja saya tuan" ucap Andrian.
"Jadi mereka masih sering mendatangi pulau ini" tanya Bima yang juga merasa penasaran.
__ADS_1
"Tidak sering sebenarnya karena dari kejadian yang terakhir juga sudah berselang jarak yang jauh, sekitar 4 bulan lalu" ucap Andrian
"Berarti mereka tau jika tuan ada di sini?" tanya Bimo
"Entahlah tuan karena saya sendiri juga heran kepada mereka, masalahnya selama ini kami tidak pernah bertemu dengan mereka hanya pernah bertemu sekali waktu kami ke pulau lain, dan bukan di sini, tapi kenapa mereka masih terus mendatangi pulau ini"
"Aneh juga sebenarnya, jika mereka saja tidak tau jika anda berada di sini, tapi mereka masih terus kesini pasti ada hal lain yang mereka incar di pulau ini, apakah ada sesuatu yang sepesial di pulau ini mungkin menurut mereka?" ucap Bimo
Tidak perlu waktu lama sebenarnya bagi Rio untuk mengusir orang-orang asing yang datang dengan niatan tidak baik seperti mereka, namun karena Rio merasa terganggu ketenangannya makanya diapun marah tadi.
"Saya sendiri tidak tau tuan" jawab Andrian.
Rio memang sudah berpesan kepada seluruh anggota keluarganya, jika suatu saat ada orang asing yang tinggal bersama mereka mereka harus merahasiakan tentang kekayaan alam yang ada di pulau itu, biarkan orang-orang asing itu mengetahui tantang kebun san sawah yang mereka kelola saja selain itu jangan ada yang mengetahui tantang yang lain.
Walaupun masih ragu dengan penjelasan yang di sampaikan oleh Andrian tapi kedua saudara kembar itu hanya bisa kenyataan saja, karena mereka tidak mungkin memaksa mencari tau semuanya, apalagi ada Chita yang sudah dikenal sangat cerdik dan ahli dalam segala hal oleh Bimo, Bimo khawatir jika mereka berbuat yang macam-macam maka akan membuat hidup mereka dalam kesengsaraan nantinya.
Karena Bimo tau bagaimana kejamnya seorang Chita jika sudah bertindak, walaupun sebelumnya dia belum mengetahui jika Chita yang mereka agung-agungkan di markas mereka ternyata hanya seorang anak balita. apalagi sekarang setelah mengetahui kenyataannya anak balita sekecil itu juga bisa berbuat sadis.
__ADS_1
Setelah semua orang penyusup berhasil dibuat lari tunggang langgang, sekarang Rio segera mengaktifkan kembali pagar pelindung pulau itu, karena sebelumnya Rio telah mematikan sementara pagar pelindung itu karena kedatangan Bimo dan Bima, dia sengaja mematikannya karena dia takut para tamunya itu akan celaka oleh pagar pelindung itu karena mereka tidak tahu di mana pagar itu di pasang oleh Rio dan mereka juga tidak memiliki akses masuk kepulau itu secara resmi, jika saja bukan Rio yang membawa mereka maka mereka akan merasakan efek dari memasuki pulau itu dengan menerobos pagar pelindung itu.
Ya, Rio memang membuat pagar pelindung yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang, dia membuat pelindung itu dengan tujuan agar anggota keluarganya aman jika suatu saat ada penyusup Yanga datang kepulau itu dengan niatan tidak baik, jika mereka pengunjung yang tanpa tujuan atau orang terdampar, maka mereka bisa aman karena pagar itu selalu di pantai oleh Rio dimanapun berada, dan pagar itu juga sudah di program oleh Rio dengan mendeteksi detak jantung seseorang, dari situlah Rio bisa tau orang-orang yang datang kepulau itu berniat baik atau tidak.