MALAIKAT KECILKU YANG HILANG

MALAIKAT KECILKU YANG HILANG
Kisah bimo


__ADS_3

"Apakah penawarnya sudah di minum?" pertanyaan Rio itu membuat Bimo dan yang lain baru sadar jika apa yang di sajikan oleh Kiara belum mereka sentuh sama sekali.


"Oh iya maaf tuan Chita, karena asik ngobrol sampai lupa" kemudian Bimo mengambilkan gelas berisi air putih itu, kemudian Bimo menyodorkan gelas itu di hadapan mulut Bima, supaya bima bisa meminum air itu dengan mudah, karena jika Bimo menyuruh Bima meminumnya sendiri itu tidak mungkin karena untuk mengangkat tangannya saja Bima tidak mampu, bisa-bisa ramuan penawar itu jatuh dan akan sia-sia.


Setelah air ramuan itu sudah habis diminum oleh Bima dan Bimo meletakkan kembali gelas kosong itu ke atas meja.


"Maaf tuan; kira-kira berapa lama ramuan penawar itu akan bereaksi?"tanya Bimo


"Untuk reaksinya biasa sekitar 5 atau 10 menit ramuan itu akan bereaksi, tapi untuk kesembuhan total memerlukan waktu sekitar 3 hari, itupun jika rutin meminum ramuan penawarnya, jika tidak rutin meminum ramuan penawarnya kemungkinan bisa sembuh sekitar satu Minggu lebih." ucap Rio menjelaskan.


" Lalau mereka yang tidak mengkonsumsi ramuan penawar apa bisa kembali normal seperti semula tuan?"


"Bisa tapi memerlukan waktu yang cukup lama untuk memulihkan keadaan mereka bisa jadi sampai 3 atau 4 bulan mereka baru bisa normal kembali, tergantung juga kepada ketahanan fisik mereka"


"Apakah tuan tidak berniat memberikan penawar untuk mereka?"


"Itu tergantung kepada ketua, jika ketua menyuruh saya memberikan penawarnya maka akan saya berikan."


"Lalu apa rencana, tuan saat ini?"


"Maksud tuan Bimo bagai mana?, rencana apa yang tuan maksudkan?"


"Maksud saya, rencana tuan menghadapi situasi saat ini apanuanga akan tuan lakukan kedepannya?"


"Bukankah saat ini situasi sedang baik-baik saja, dan semua sudah dalam kendali, apalagi yang membuat anda memikirkan situasi sekarang ?"


"Ya, anda memang benar tuan, situasi kita saat ini memang dalam keadaan baik-baik saja, maafkan saya"


"Maaf Tuan, jika tuan lelah, tuan bisa beriatirahat, kamar anda berdua sudah di peraiapkan" ucap andrian.


"Trimakasih tuan, tapi untuk saat ini saya belum merasa lelah, tapi tidak tau dengan saudara saya ini, Bima, apakah kamu mau beristirahat di dalam?"


"Tit...tidak, a..ak...ku masih suk..ka di sin...ni" ucap Bima dengan susah payah


" baiklah jika tuan berdua belum bersedia untuk beristirahat, bagai mana jika kita keluar kita kekebun buah sambil menghirup udara segar disana, selain udara yang segar kita juga bisa menikmati buah langsung dari pohonnya"


"Wah... kelihatannya seru tuan, mari saya jadi penasaran ingin segera melihat kebun buah milik tuan" ucap Bimo tidak sabar dan langsung berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"He he he, sabar tuan, tidak usah terburu-buru santai saja, karena kebunnyapun tidak jauh dari rumah ini kok." ucap Andrian.


Sesaat kemudian merekapun keluar dari rumah dan menujuke kebun yang tak jauh dari rumah itu. Bimo yang sambil mendorong kursi roda yang di duduki oleh Bima saat itu merasa sangat takjub setelah melihat kebun buah yang ada di hadapannya, begitupun dengan Bima walaupun hanya diam dia sebenarnya sangat takjub dengan keadaan yang ada di hadapanny saat ini.


Dalam hatinya dia ingin hidup normal seperti orang-orang yang ada di hadapannya saat ini berkumpul bersama keluarga, bercocok tanam dan yang terpenting tidak selalu di buru untuk di habisi.


Entah kenapa, apa karena mereka berdua kembar, jadi apa yang ada di fikiran Bima pun. saat ini juga sedang di fikirkan oleh Bimo.


Sementara itu ndrian yang melihat perubahan sikap Bimo yang tiba-tiba diam dan termenung, Andrian merasa anehdengan perubahan itu.


"Maaf tuan, apa ada yang sedang mengganggu perasaan tuan?, kenapa tiba-tiba tuan diam seperti itu?" tegur Andrian .


Karena teguran Andrian itu membuat kedua saudara kembar itu kaget, dan tersadar dari lamunannya.


"Maaf tuan, jika kami melamun, sebenarnya saya ingin hidup normal seperti keluarga tuan saat ini"


"Maksut tuan hidup normal bagai mana?, bukankah anda juga saatbini sedang dalam kondisi normal?" sambil melanjutkan perjalanan mereka.


"Ya, jika di lihat dari luar kami memang hidup normal tuan, tapi ada yang tidak tuan ketahui, maksud saya hidup normal disini adalah, hidup kumpul dengan keluarga, dan bercocok tanam dan tidak perlu selalu merasa ketakutan karena terus di buru untuk di habisi" ucap Bimo, sedangkan Bima sendiri merasa terkejut dengan apa yang di ucapkan saudara kembarnya itu kok bisa sama?!.


"Jadi maksud tuan, tuan ini sekarang sedang di kejar orang lain untuk di bunuh begitu?" Andrian serasa tidak percaya dengan yang dia dengar saat ini.


"Lalu sekarang anda umur berapa tahun tuan?"


"Saya saat ini berusia 27 tahun tuan"


"Wah berarti sudah lama, maaf kalau boleh saya tahu apa penyebab anda di buru s eperti saat ini?"


"Biasalah tuan masalah harta keluarga dan kekuasaan, apakah tuan pernah melihat tanda seperti ini" kemudian Bimo menunjukkan tanda yang ada punggung sebelah kiri Bima.


Andrian yang melihat tanda seperti itu merasa tidak asing, karena dia juga pernah melihat tanda itu tapi tidak di punggung tanda itu berada di leher bawah telinga sebelah kiri, tapi siapa waktu itu yang pernah dia lihat memiliki tanda seperti itu ya, Andrian berfikir keras untuk mengingat-ingat siapa gerangan yang memiliki tanda yang sama dengan Bimo dan Bima itu.


"Ada apa tuan?, apakah anda pernah melihat atau mendengar tentang berita, atau masalah keluarga orang yang mempunyai tanda seperti yang kami punya ini.?"


"Tidak,saya tidak pernah mendengar masalah seperti yang tuan sebutkan barusan, tapi..."


"Tapi apa tuan?"

__ADS_1


"Tapi sepertinya saya pernah juga melihat tanda itu pasmda seseorang, tetapi tanda itu tidak dai punggung seperti punya tuan saat ini, kalau Ndak salah orang itu tandanya ada di bawah telinga. sebelah kiri, iya benar di situ, karena saat itu saya ada di sebelah kiri beliau, tapi siapa orang itu ya, saya lupa bener-bener kupa"


"Kim joong joon " lirih Bimo sambil menatap Bima yang di sambut dengan anggukan kepala oleh Bima. Ada sebuah senyum yang terbit di bibir mereka berdua.


"Maaf tuan kalau boleh tau, tuan melihat tanda ini dimana, dan apakah tuan kenal dengan orang yang memiliki tanda seperti ini?"


"Saya belum ingat bertemu di mana karena itu waktu yang sudah sangat lama, tapi.....kalau tidak salah beliau atasan saya waktu saya masih bekerja di sebuah perusahaan besar yang ada di kota, yang letaknya jauh dari tempat ini"


"Maksud tuan jauh dari tempat ini bagai mana ya?"


"Apakah tuan tidak menyadari, jika di sini hanya ada keluarga saya saja dan tidak ada orang lain lagi?"


Bimo diam sesaat lalu dia menganggukkan kepalanya


"Iya tuan, saya juga awalnya merasa heran, kenapa di sini tidak nampak kehidupan lain selain keluarga anda, memangnya saat ini kita berada di mana tuan, apakah kita saat ini tidak berada di pulau yang banyak penduduknya, lalu bagai mana anda bisa bertahan di sini?"


"Ceritanya panjang tuan, sebenarnya begini ceritanya..." akhirnya mengalirlah cerita yang sebenarnya dari lisan Andrian, Sampai bagai mana dia dan keluarganya bisa tinggal di sana saat ini.


"Begitulah tuan ceritanya"


"Jadi saat ini tuan juga dalam pelarian, tuan dan keluarga juga dalam buruan orang-orang licik itu?"


"Iya tuan benar, berkat kecerdikan yang di miliki oleh anak kami sampai sekarang kami masih aman disini, dan akhirnya kami memutuskan untuk menetap di sini"


"Lalu bagai mana jika anda memerlukan sesuatu yang tidak ada di sini tuan ?"


"Hem..., itu bukan hal yang sulit bagi kami sekarang, berkat kejeniusan anak kami yang menciptakan berbagai macam alat-alat canggihnya, walaupun jarak jauh pun kami bisa menempuh ya hanya dengan waktu yang singkat, contohnya dari sini ke markas utama kalian, yang jika di tempuh dengan kendaraan biasa bisa memerlukan waktu sekitar 3 sampai 4 hari, tapi jika menggunakan kendaraan yang di ciptakan oleh anak saya hanya cukup di tempuh dalam waktu beberapa menit saja."


"Apakah kendaraan yang berbentuk torpedo itu juga salah satu kendaraan yang di ciptakan oleh putra anda yang jenius itu tuan?"


"Kendaraan berbentuk torpedo?, hemmm berarti dia telah menciptaka. kendaraan baru lagi tanpa sepengetahuan kami"


"Iya, tadi waktu beliau menjemput kami, beliau menggunakan kendaraan yang berbwntuk torpedo, dan bagaimana bisa pembuatan kendaraan sebesar itu tidak ada satupun keluarga beliau yang tau, itu berarti beliau mengerjakannya sendiri dan tidak ada yang membatunya, begitu maksud tuan?"


" Iya, karena dia mempunyai ruangan pribadi yang tidak bisa sembarang orang memasukinya, dan terlepas dia melakukan sendiri atau ridaknitu kami juga tidak tau"


"Maksud tuan?!"

__ADS_1


"Ya walaupun kami disini hanya hidup dengan keluarga kami tapi, selain itu kami juga di dampingi oleh mesin-mesin ciptaan dia"


"Maksudnya....?!"


__ADS_2