MALAIKAT KECILKU YANG HILANG

MALAIKAT KECILKU YANG HILANG
Pesawat misterius


__ADS_3

Setelah semua terpasang dengan aman Rio segera, meminta ijin untuk kembali ke kamarnya, Hem... kayaknya mulai deh Rio mau bersemedi hihihi.


Semenjak kejadian itu Riopun tidak pernah lagi menampakkan dirinya, bahkan kini sudah hampir satu Minggu dia tidak muncul, Bima dan Bimo merasa heran kemana Anka jenius satu itu pergi, dan kedua orang tuanya juga bahkan anggota keluarganya juga tidak ada yang khawatir dengan ketidak munculan Rio di tengah-tengah mereka, sepertinya itu suatu hal yang biasa bagi mereka, padahal jika di pikir lagi selama Rio tidak muncul orang tuanya pun tidak ada yang mempunyai inisiatif untuk mengantarkan makanan untuk nya.


Apakah mungkin bocah sekecil itu bisa tidak makan untuk waktu berhari-hari, begitulah pikiran mereka.


"Maaf tuan, kenapa tuan Chita sudah beberapa Minggu ini tidak muncul, kemana beliau, dan apakah beliau tidak merasa lapar karena sudah beberapa hari ini beliau tidak ada nampak bergabung dengan kita di meja makan, bahkan saya perhatikan juga tidak ada satu orangpun dari keluarga ini yang mengantarkan makanan ke kamarnya" tanya Bima disaat mereka sedang berkumpul di ruang makan untuk makan malam.


"Tuan tidak usah khawatir, dan terima kasih sudah perhatian dengan anak saya, dia ada di dalam kamarnya dan dalam keadaan sehat, kami sudah terbiasa dengan sikap dia yang seperti ini, bahkan dia akan marah jika kita tiba-tiba masuk dan mengganggu kegiatannya di sana, nanti juga dia akan menghubungi kami melalui telpon jika dia memerlukan sesuatu, tuan tenang saja tidak akan terjadi apa-apa dengannya" ucap andrian


"Tapi, apakah anak sekecil dia mampu mengurung diri dalam kamar selama ini tanpa makan tanpa minum, itu tidak mungkin kan tuan?" tanya Bimo


"Apakah tuan salah satu anak buah nicolas?" tanya Andrian


"Iya benar, bagaimana anda bisa mengenal ketua kami itu? karena setau saya beliau tidak pernah kemana-mana, dan hanya di markas utama saja karena beliau orang yang sangat disiplin dan tegas, kami semua kagum padanya" ucap Bimo dengan bangga.


"Oh... benarkah seperti itu, setau saya dia itu..." namun ucapan Andrian belum selesai terucap sudah dipotong oleh Bimo.


"Maaf tuan anda mengenal ketua dimana?" tanya Bimo lagi


"Jika anda anak buahnya, pasti anda pernah di beri obat suplemen yang bisa membuat kita tidak akan merasa lapar jika kita mengkonsumsinya. karena setau saya dia memesan obat itu untuk mereka anak buahnya yang ada di perbatasan" ucap Andrian


"Ya anda benar tuan, kami juga pernah mengkonsumsi suplemen itu, dan dalam satu kapsul saja bisa menghambat rasa lapar kami selama tiga hari, apakah tuan Chita juga di beri oleh ketua?" tanya Bimo.

__ADS_1


"Tidak tuan, anda salah, anak saya tidak di beri, tapi justru dialah yang membuat suplemen itu, jika dia bisa memberikan suplemen buatannya kepada kalian apakah anda tidak berfikir berapa banyak dia menyetok suplemen-suplemen itu di dalam kamarnya?" tanya Andrian


"Jadi selam ini yang membuat suplemen itu juga tuan chita?" tanya Bimo


"Iya, anda benar" ucap Andrian.


"Sudah ayo kita makan dulu keburu dingin nanti makanannya, mendingan ngobrolnya di lanjutkan lagi nanti setelah makan" tiba-tiba Kiara menengahi obrolan mereka untuk segera mengajak mereka makan.


"Maafkan kami, karena telah menunda acara makan ini dengan pertanyaan kami" ucap Bimo


"Tidak apa-apa tuan kami bisa mengerti karena memang tidak wajar jika seorang anak sekecil dia tidak makan dalam waktu yang lama" ucap Kiara " Sekarang mari kita makan dulu nanti setelah makan baru lanjutkan lagi ngobrolnya."


Akhirnya mereka segera melanjutkan acara makan malam mereka yang tertunda sebentar karena pertanyaan yang di lontarkan oleh Bimo pada awalnya. mereka makan dengan sangat nikmat dengan sajian-sajian masakan sederhana tapi memanjakan lidah mereka dengan rasa yang sangat lezat.


Sementara Rio yang lagi asik dengan segala jenis mainannya kali ini dia sedikit agak merasa kesal karena di tengah aktifitasnya yang sedang membuat robot mirip manusia itu, dia melihat ada sebuah pesawat asing yang melintas perlahan di atas pulau yang saat ini mereka tempati, dan pesawat itu sudah berkeliling dua kali dalam pengawasan Rio.


"(Pa, setelah selesai makan malam tolong papa segera mengaktifkan mode siluman untuk tempat tinggal kita, karena aku melihat di atas sana aka yang sedang memantau kita, walaupun mereka belum begitu dekat, mudah-mudahan mereka belum menyadari keberadaan kita di sini, karena sepertinya mereka bukan orang-orang yang bisa kita remehkan seperti orang-orang yang biasa mengacau kita itu, mereka sudah mengelilingi pulau ini sebanyak dua kali, semoga perisai pelindung yang aku buat bisa sedikit mengecoh pandangan mereka, segera ya pa)" begitulah pesan yang ditulis oleh Rio pada papanya.


Sementara itu Andrian yang sedang asik makan karena merasa ada pesan masuk dia segera.menghwntikan makan ya dan segera melihat pesan itu.


"Ada apa pa, lebih baik papa selesaikan dulu makan papa, baru nanti papa bisa lihat pesan itu" ucap Kiara


"Apa mama lupa jika pesan yang masuk melalui benda ini apa artinya?"tanya Andrian.

__ADS_1


" Papa benar, maafkan mama, kalau begitu cepat papa lihat" ucap kira.


"Pesan dari anak kita ma" ucap andrian


"Ada apa sebenarnya?" tanya Kiara lalu diapun menghentikan suapannya dan mencuci tangannya, kemudian menghampiri suaminya untuk ikut membaca pesan itu.


Setelah membaca pesan itu mereka berdua saling berpandangan seakan mengisyaratkan sesuatu, kemudian mereka berdua segera melangkah ke tempat lain untuk melakukan apa yang sudah di pesan oleh anak mereka itu, jika hanya mode siluman biasa saja bisa mereka lakukan sendiri, tapi jika mode siluman yang lebih bagus dalam penyamarannya maka harus dilakukan oleh dua orang, karena selain ada banyak tombol yang perlu di aktifkan, juga ada dua tombol yang harus mereka tekan bersamaan dan itu berjarak agak jauh maka dari itu tidak bisa di lakukan jika hanya sendiri saja


"Siapa sebenarnya yang sedang mengawasi pulau ini pa ?" tanya Kiara


" Papa juga kurang tau, karena Riopun belum tau siapa mereka" ucap Andrian


Mudah-mudahan kita selalu aman di sini, dan mudah-mudahan jika mereka nekat mendaratkan pesawat mereka mereka orang-orang baik." ucap Kiara


"Amin..., mudah-mudahan saja ma, sekarang mendingan kita selesaikan makan malam kita yang kita tinggalkan tadi" ucap Andrian lagi


"Iya pa"


Sementara di ruangan Rio, dia merasa tidak enak kepada orang tuanya, karena pesan yang dia kirim membuat makan malam keduanya jadi terabaikan


"Maafkan Rio ma, pa, tapi mau bagai mana lagi tidak mungkin Rio yang keluar dari sini karena itu akan memakan waktu yang lumayan lama, untung saja mama dan Papa bertindak cepat dan tidak menundanya" Rio kembali berucap sendirian karena dia hanya di temani para robot-robot setianya.


"Mereka semakin mendekat rupanya, bagus sekali, setelah kalian mendekat lebih dekat lagi aku akan bisa mengetahui siapa sebenarnya kalian, Ayo mendekat lah lebih dekat lagi, sedikit lagi, ayo" hampir saja pesawat yang mengintai itu terdeteksi oleh Rio tiba-tiba pesawat itu segera terbang menjauh lagi,

__ADS_1


"Sepertinya mereka juga tau jika sedang di awasi, s**l aku tidak bisa mengetahui siapa sebenarnya mereka, ah... biarkan dulu saja lebih baik aku pasang alat pendeteksi otomatis untuk terus memantau pergerakan mereka " ucap Rio kemudian dia melakukan apa yang baru saja dia rencanakan.


Setelah selesai melakukannya dia kembali asik dengan aktivitasnya sebelumnya


__ADS_2