
Setelah yakin jika mereka sudah sampai di markas mereka berdua segera membuka pintu, dan benar saja yang mereka saksikan saat ini adalah markas mereka yang beberapa hari ini mereka tinggalkan. Keduanya kemudian melangkah turun dari kendaraan itu.
"Bang bagai mana dengan kendaraan ini sekarang?"
"Lebih baik kita matikan saja dulu lalu kita lakukan seperti yang sebelumnya sudah Rio instruksikan kepada kita"
"Baiklah kalo begitu Abang saja yang melakukannya ya?" ucap angel
"Oke siapa takut" ucap Nicolas.
Kemudian Nicolaspun kembali masuk kedalam kendaraan itu dan melakukan apa yang telah di instruksikan rio sebelumnya, setelah selesai diapun segera keluar dan memencet tombol yang berfungsi untuk mengecilkan kendaraan itu, Nicolas berfikir sebelum ada orang lain yang menyadari keberadaan kendaraan mereka lebih baik segera dia sembunyikan.
Setelah kendaraan itu berubah menjadi kecil kemudian dia ambil, dan diapun segera berlalu dan menghampiri Angel.
"Oke, sekarang sudah beres semua, ayo kita segera masuk kemarkas" ucap Andrian dan di angguki oleh Angel
"Kira-kira ada yang menyadari kehadiran kita tadi apa tidak ya bang?" tanya Angel sambil terus berjalan dengan berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Nicolas.
"Mudah-mudahan saja tidak ada jika memang ada pasti akan heboh nanti."
Saat mereka mau memasuki markas mereka di hadang oleh penjaga pintu.
"Maaf anda berdua tidak boleh masuk sebelum menunjukkan kartu identitas dan kartu anggota sini!" ucap penjaga itu
"Apakah kalian tidak mengenali kami, aku adalah atasan kalian dan dia adalah ibu Angel" ucap Andrian agak lantang
"Iya pak kami tau itu, tapi ini adalah peraturan baru, dan berlaku semenjak kemarin karena ada mata-mata musuh yang udah tertangkap maka dari itu peraturan ini di berlakukan, selain menghindari adanya penyusup lagi kita juga menghindari penyamaran wajah." ucap penjaga itu menjelaskan panjang lebar.
"Udahlah kak serahkan saja identitas kita," ucap Angel.
"Iya, tapi di mana tas kita kenapa kitab tidak bawa tas?" tanya Nicolas
Setelah mereka ingat-ingat mereka berdua serentak menepuk kening mereka
"Ya ampun tas kita ada di dalam kendaraan " seru mereka berdua serempak.
"Abang, cepat ambil tas kita, Ndak usah kelamaan" ucap angel.
"Iya-iya abang kebelakang lagi, kamu tunggu saja di sini" ucap Nicolas kemudian berlalu dari hadapan Angel dan penjaga itu.
10 menit kemudian Nicolas kembali lagi dengan memegang identitas miliknya dan Angel, kemudian segera menyerahkan ke penjaga itu.
"Ini silahkan di periksa " ucap Nicolas sambil menyerahkan kartu identitas itu.
Setelah di periksa akhirnya mereka berdua di persilahkan untuk masuk kemarkas kembali. Saat memasuki markas anak buah Nicolas yang melihat kedatangan mereka sangat terkejut dan merasa senang karena dengan kedatangan Nicolas beban yang di berikan padanya tak akan seberat sebelum Nicolas datang.
"Bagai mana perkembangan keadaan yang ada?"
__ADS_1
"Lapor ketua mereka tetap bergerak tetapi pergerakan mereka seakan menuju ke wilayah kita"
"Ya!, memang mereka sedang menuju kemari dan Yang kan mereka serang adalah markas kita ini"
"Bagaimana ketua bisa mengetahuinya?"
"Jelas aku tau, karena aku ambil cuti kemarin untuk menemui Chita dan ternyata di rumah kediamannya peralatan dia lebih canggih dari yang kita punya di sini, bahkan dia sudah bisa mengetahui dari man lawan kita saat ini"
" wah luar biasa sekali anak itu masih sekecil itu dia sudah sejenius itu"
"Oh iyaa bagai mana dengan mata-mata yang aku suruh tangkap kemarin apa mereka sudah di amankan?, dan kabel yang di putus apa sudah di perbaiki?"
"Semua sudah terkendali ketua"
"Baiklah, sekarang kita hubungi pasukan yang ada di perbatasan mereka harus tau tentang kedatangan lawan kita, karena lawan kita bergerak bukan dengan pasukan yang banyak sekaligus, mereka masuk menyamar seperti warga biasa, dan setelah Meraka semua masuk maka mereka akan berkumpul di situ tempat dan bergabung menjadi satu di sana, dan dari sanalah mereka akan mulai menyusun strategi melawan kita nantinya"
"Baiklah ketua, tapi bagai mana ketua bisa tau semua rencana mereka"
"Karena kelengkapan alat di tempat Chita sampai dia bisa mengakses langsung kemarkaspusat lawan tanpa ada yang mengetahui dan dari situlah dia mendapatkan semua informasi dia menyadap markas pusat lawan kita"
"Kenapa ketua tidak meminta dia melengkapi peralatan kita seperti yang dia punya?"
"Sudah tapi dia secara langsung menolak permintaan saya"
"Apa alasannya sampai dia menolak ketua lalu kenapa tidak ketua ancam jika dia menolak sama saja dia melakukan pelanggaran"
"Baik ketua"
Kemudian mereka segera menghubungi pasukan yang ada di perbatasan, dan menjelaskan semua secara detail, namun sebelum semuanya selesai di jelaskan tiba-tiba ada panggilan masuk dari Rio lewat monitor pusat yang ada di hadapan mereka
"Segera sambungkan dengan dia siapa tau ada yang penting yang akan disampaikannya"
"Lalu sambungan dengan penjaga perbatasan bagai mana ketua?"
"Tetap, sambungkan juga pada mereka"
"Baik ketua"
Setelah semuanya terhubung Nikolas pun segera menyapa Rio.
"Ada apa Chita, apa ada hal yang darurat sampai-sampai anda menghubungi kami di saat seperti ini?" ucap nicolas
"Bener ketua saya akan melaporkan hal yang sangat penting, tentang pergerakan lawan kita ketua" Riopun berbicara dengan sangat serius.
"Ada apa dengan pergerakan mereka, bukankah sudah jelas jika mereka akan menuju ke markas kita "
"Iya benar sekali ketua, namun mereka mengubah strategi mereka setelah mereka mengetahui jika ada pasukan penjaga juga di perbatasan, mereka akan melumpuhkan pasukan penjaga perbatasan dulu kemudian merek akan membuat kekacauan di tiga titik yaitu titik C, G, dan M dan ketiga titik itu adalah pusat perbelanjaan terbesar di wilayah kita supaya kita lengah mereka kan mengadakan keonaran di sana kemudian mereka akan menyerang markas kita saat kita dinggap lengah oleh mereka" Riopun menjelaskan informasi yang dia dapat dengan cepat.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, trimakasih banyak informasinya sebaiknya kita segera mengatur strateginya sekarang"
"Satu lagi ketua yang perlu saya sampaikan kepada ketua tapi saya tidak bisa menyampaikannya di sini saya akan menghubungi ketua secara pribadi " ucap rio
"Baiklah"
Seketika itu juga handphone Nicolas berdering, kemudian dia segera masuk ke ruang kerjanya Angel
"Iya ada apa?"
"Ketua, kalau bisa ketua segera ke perbatasan karena mereka akan menyerang pasukan yang di sana Rai dua sisi, dan sebelum itu terjadi kita harus terlebih dulu mencegah mereka masuk"
"Menyerang dari dua sisi maksudnya bagai mana?"
"Sebagian dari mereka akan masuk wilayah kita secara bertahap seperti yang sudah kit ketahui namun mereka tidak akan masuk semuanya, setelah itu mereka akan menyerang dari dalam dan dari luar jadi pasukan kita di kepung oleh mereka"
"Apa?! benarkah seperti itu?"
"Benar ketua karena jumlah pasukan merek ternyata terlalu besar maka dengan cara itulah mereka bisa masuk dengan besar-besaran tanpa harus melewati penjagaan lagi"
"Lalu apa yang harus saya lakukan jika sudah sampai di sana?"
"Di dalam kendaraan yang ketu bawa kemarin ada serbuk pelemah otot jika serbuk itu di konsumsi maka dalam jangka waktu 1 bulan mereka tidak akan mempunyai tenaga, dan serbuk itu akan bereaksi setelah 2 jam di konsumsi"
"Lalu bagaimana mereka bisa mengkonsumsi serbuk itu?"
"Mereka akan membuat kemah di hutan yang letaknya tidak jauh dari penjaga perbatasan mungkin dengan berjalan kaki sekitar 10 atau 15 menit mereka akan sampai ke sana"
"Lalu caranya bagaiman kami meletakkan serbuk itu?"
"Ketua kan memiliki drone yang berbentuk lebah ketua gunakan drone itu untuk membawa serbuk itu lalu masukkan ke makanan mereka saat mereka memasak makanan, tidak perlu banyak cukup 4 kapsul saja sudah cukup, jika terlalu banyak takutnya mereka tidak akan bisa berjalan lagi seumur hidup."
"Baiklah kalau begitu, lalu kenapa kamu menghubungiku disini kenapa tidak sekalian saja tadi"
"Jika di sana apa ketua tidak takut, rencana kita akan terbongkar, lagian saya perlu nona Angel juga ikut serta dalam misi ini"
"Kenap dia juga harus ikut serta?"
"Jika beliau tidak ikut serta apa ketua bisa mengoperasikan kendaraan itu sendiri?"
Tinggal hidupkan, jalankan, udah beres pa sulitnya?"
"Lalu tujuan kendaraan itu kemana pa ketua bisa menyetingnya?"
"Iya Ndak bisa"
Makanya dari itu nona Angel harus ikut serta Krena hanya dia yang bisa menyeting kendaraan itu"
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu"