
"Kau jangan mengada-ada anak kecil, kelihatannya diantara mereka semua kamu yang paling cerdas, buktinya dari tadi kamu yang banyak bicara dari pada yang lain" orang itu berucap dengan penuh curiga kepada Rio.
"Maaf om, apa yang di katakan adik saya tadi memang benar apa adanya, dan masalah adik saya dari tadi yang banyak ngomong ya , Memang di yang paling cerewet di antara kami empat bersaudara," kali ini Anton ikut berbicara namun sebelum Anton melanjutkan kata-katanya tiba-tiba Rio marah padanya.
"Apa bang?! Abang bilang Jaka ini cerewet?!, Abang tuh yang cerewet asal Jaka pulang telat pasti Abang ngasih ceramah panjang kali lebar ke Jaka " sambil menunjukkan wajah juteknya Rio berlalu dari hadapan mereka memasuki rumah.
"Nah nah nah kan ngambek dia, memang begitu dia o m m m, maka dari itu jika dia sudah bicara maka kami semua diam, jika dia selesai bicara maka kami baru ikut berbicara, satu lagi tentang dia om dia itu anaknya suka penasaran dengan apapun yang dia lihat termasuk benda putih yang mengapung di tepi pantai watu itu yang ternyata ber isi benda yang sekarang ada di tangan om itu." Anton pun membumbui cerita Rio dengan ceritanya sendiri.
"Baiklah kalo begitu kami percaya pada kalian kalau begitu, benda ini biar kami amankan, dan terpaksa kami bawa untuk penyelidikan" ucap orang itu.
"Tidak boleh" tiba-tiba Rio muncul dan berteriak kepada orang itu " kalo om bawa Jaka tidak punya mainan lagi" Rio berpura-pura sedih dengan mata berkaca-kaca siap untuk menangis, biasa senjata andalan anak kecil
"Dek om perlu benda itu, untuk di periksa katanya" ucap Anton pura-pura membujuk Rio.
"Tapi jaka minta mainan baru kalo mainan Jaka itu di ambil sama om, om apa mau memberikan mainan untuk jaka?" tanya Rio pada orang itu.
"Om tidak punya mainan" jawab orang asing itu dengan tegas.
"Kalo begitu Jaka tidak mau memberikan mainan Jaka itu ke pada om". ucap Rio dengan marah.
" Karena benda ini sudah ada di tangan saya, kamu bisa apa?" ucap orang itu kepada Rio.
"Baiklah kalo om tidak mau mengembalikan mainan saya itu, dan om tidak mau mengganti mainan saya, maka saya akan meminta bantuan kepada teman saya yang sudah lama tinggal di sini untuk menghancurkan kapal-kapal om yang ada di laut itu" ancam Rio
" Ha ha ha ha ha, kamu..., kamu mengancam saya ha ha ha ha ha" orang itu tertawa lebar seakan mengejek Rio.
__ADS_1
"Om menertawakan saya? om tidak percaya dengan saya baiklah akan saya buktikan, Hai kawan, apakah kawan manusiamu ini bisa minta bantuan kalian?" Rio diam sesaat, kemudian dia ber bicara lagi "apakah kalian melihat ada beberapa kapal di tepi laut kita hancurkan kapal itu sekarang juga." ucap rio
Tidak berapa lama setelah ucapan Rio mereka mendengar dentuman dari arah laut
"Bom m m m m"
"Satu, apa masi kurang om? hancurkan lagi" ucap Rio, dan dentuman ke dua kembali terdengar.
"Ha ha ha ha ha, sangat seru sekali nampaknya, bagai mana om apa masih kurang pembuktian saya? , kata-kata saya jangan pernah om kira main-main!." Rio berucap dengan sangat tegas dan penuh amarah, dengan sikap dinginnya itu membuat nyali orang itu menjadi ciut. dan saat itu tiba-tiba datang salah satu anak buahnya, menuju kearah mereka dengan terburu-buru.
"Lapor bos, 2 kapal kita telah hancur sepertinya ada yang menyerang kita tapi tidak nampak kalo ada musuh disekitar kita" ucap orang yang baru datang itu.
"Apa?! " orang asing itu terkejut dan dia segera menatap Rio dengan tidak percaya.
"Bagai mana?! jika om tidak mau mengembalikan atau menukar mainan saya dengan yang ada pada om maka saya tidak akan segan untuk menyuruh kawan-kawan saya menghancurkan kapal om yang tinggal sisa satu itu dan menyuruh mereka melemparkan om dan anak buah om ke tengah laut. apa om mau berkenalan dengan mereka dulu sebelum pergi dari sini?!" Tanpa menunggu jawaban dari orang itu Rio memanggil yang di sebut nya teman tadi, dan seketika muncul orang yang berbadan sangat besar dan tinggi, bahkan tingginya melebihi pepohonan yang ada di sana.
"Baiklah om akan ganti dengan yang om punya tapi alat ini apa boleh om bawa?" tanya orang asing itu.
"Baiklah, asal om ganti dengan yang sama, dengan milik om yang itu, Rio menunjuk sebuah benda yang menggantung di ikat pinggang orang itu.
Orang itu sangat terkejut saat tau apa yang Rio inginkan, karena itu barang yang sangat penting.
"Apa tidak ada yang lain selain barang itu?" tanyanya kemudian.
"Tidak, saya tertarik dengan barang itu, saya tidak mau yang lain" ucap Rio dengan tegas.
__ADS_1
"B- baiklah kalo begitu ini ambillah" lalu orang itu memberikan benda itu kepada Rio.
"Oke terimakasih om, dan silahkan om dan anak buah om pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi, jika suatu saat saya lihat kapal om kembali lagi maka saya tidak akan segan meminta tolong pada kawan-kawan saya untuk menghancurkan kapal-kapal om, karena mereka juga memiliki senjata yang canggih diantara nya, tunjukkan kawan," ucap Rio.
Anak yang sangat besar itu menunjukkan senjatanya, ya sebuah basoka yang berukuran sangat besar sesuai dengan yang membawanya terlihat indah berada di bahu kanan anak besar itu, jika senjatanya saja sebesar itu bagai mana kekuatannya kalau hanya meledakkan kapal-kapal itu, itu tidaklah sulit bagi mereka itulah yang ada dipikiran orang asing itu.
"Itu salah satu senjata mereka om dan masih banyak lagi senjata mereka bagai mana apa om mau pulang secara baik-baik apa dengan cara kasar" ucap Rio
"Baiklah kami akan segera pergi dari sini, ayo cepat kita pergi dari sini" ucap orang itu
"Bagus dan jangan lagi kalian berani datang kesini kalau tidak ingin kalian hancur sebelum menginjakkan kaki ke pulau ini!"ucap Rio mengancam mereka.
Akhirnya orang-orang itu meninggalkan tempat itu dengan terburu-buru, dengan kapal yang hanya tersisa satu mereka semua meninggalkan pulau itu.
Setelah mereka semua meninggalkan tempat itu, Rio segera beranjak dan hendak melangkah pergi juga.
"Mau kemana sayang?" tanya Kiara
"Rio mau memindahkan semua data yang ada di sini sebelum mereka menyadarinya ma, apa Rio bisa minta bantuan dari mama?" tanya Rio.
"Baiklah sayang mama akan bantu" lalu mereka segera melangkah pergi meninggalkan tempat itu menuju ke rumah mereka.
"Pak, siapa anak besar tadi, apa benar Rio punya teman dari alam gaib?" tiba-tiba Anton bertanya pada Andrian .
"Bapak juga tidak tau nak, lebih baik sekarang kita pulang, dan setelah Rio selesai dengan urusannya baru kita tanyakan semua padanya." jawab Andrian
__ADS_1
Ya, memang banyak pertanyaan yang ada di dalam pikiran Andrian saat ini yang harus dia tanyakan pada Rio, namun bukan hanya Andrian saja yang mempunyai banyak pertanyaan bahkan semu orang yang ada di situ juga mempunyai banyak pertanyaan yang mungkin sama dengan yang ada di pikiran Andrian saat ini, bahkan author juga penasaran mungkin juga sama dengan yang di pikirkan Andrian juga, kira-kira apa ya yang akan Andrian tanyakan siap tau bisa mewakili penasarannya author tanpa author tanya langsung ke rioπππ kita tunggu kelanjutannya.