MALAIKAT KECILKU YANG HILANG

MALAIKAT KECILKU YANG HILANG
Batu berharga


__ADS_3

Setelah ke empat orang itu sampai di tempat di mana Rio berada, mereka segera bertanya sebenarnya apa yang terjadi.


"Ada apa nak?" Andrian.


"Pa, papa lihat batu ini, dari tadi sama robot yang ada di sini sudah dipukul-pukul dengan besi tuang itu tapi tidak dapat menggores sedikitpun permukaan batu ini, sebenarnya ini batu apa kenapa batu ini begitu keras?" Rio


"Tapi kelihatannya Memang batu ini berukuran sangat besar, jadi wajar jika dia tidak bisa hancur dengan mudah." Nicolas.


"Yo apa tidak sebaiknya kamu menggunakan alat yang biasa untuk menggali itu aku jadi penasaran sebenarnya Segede apa sih batu ini dan batu apa sebenarnya kok kayaknya ada yang menarik jika di perhatikan dengan seksama " ucap Anton.


"Oh iya bang, Abang benar kenapa Rio tidak terfikir sampai kesana ya tadi" kemudian Riopun mengeluarkan koleksinya dan mengambil kendaraan yang biasa di pakai untuk menggali.


Memang memerlukan waktu yang cukup lama untuk menggali batu itu yang ternyata cukup besar bahkan besarnya melebihi sebuah mobil pickup, namun sebesar dan seberat apapun benda yang ada jika ada alat-alat yang Rio punya maka semua akan mudah di selesaikan.


Setelah batu itu selesai di gali kemudian Rio mengambil alat yang biasa dia pakai untuk mengecilkan benda yang berukuran besar agar mempermudah bagi Rio membawa benda-benda itu, maka dari itu dia menciptakan benda-benda yang sangat berguna baginya, dan benda-benda yang Rio ciptakan pasti akan sangat membantu semua kegiatan yang Rio lakukan.


Jika ada benda yang sudah tidak bermanfaat maka akan segera Rio perbaiki agar benda itu bisa lebih bermanfaat lagi baginya, Rio tidak pernah membuang-buang benda bekas kecuali benda itu memang benar-benar sudah tidak bisa dipakai lagi.


Setelah selesai memindahkan batu itu Rio segera menyuruh beberapa robot untuk segera menutup kembali lubang dari batu tadi dengan tanah yang mereka ambil agak jauh dari kebun yang akan mereka bangun itu, karena waktu sudah semakin siang merekapun segera melangkah menuju kerumah, karena penggalian batu tadi cukup menguras waktu yang lumayan lama juga maka dari itu sesampainya mereka di rumah hari pun sudah lewat dari tengah hari.


"Mau diapakan batu tadi yo" Anton


"Mau aku cuci dulu bang, setelah itu baru nanti bisa kita cek sebenarnya itu batu apa, kenapa keras benar" Rio


"Di mana kamu akan mencucinya nanti?" Anton


"Sepertinya kita cuci ditempat biasa kita nyuci kendaraan saja bang" Rio


"Apa tidak sebaiknya kamu cuci dengan bentuk batu yang masih kecil seperti itu saja Yo, supaya tidak terlalu repot" Anton


"Tidak bang, jika aku mencucinya dengan bentuk batu masih kecil seperti ini aku takut nanti tidak bisa bersih sempurna karena semakin kecil ukurannya semakin kecil juga celah-celah yang mungkin kotoran akan bersembunyi di sana, jika dalam bentuk normal maka kotoran yang ada di celah-celah batunya nanti bisa kita bersihkan dengan benar" ucap Rio


Antonpun hanya bisa mengangguk-anggukan kepala tandanya diapun membenarkan omongan Rio barusan.


"Anak-anak kenapa kalian lama sekali? mama dan yang lain sudah dari tadi menunggu kalian untuk makan siang ini udah kelewat dari waktu makan siang kita, ayo cepat kalo jalan" tiba-tiba Andrian menghampiri mereka dan menyuruh mereka cepat supaya segera sampai kerumah untuk makan karena semuanya sudah menunggu mereka.


Setelah sampai di rumah mereka segera membersihkan diri dan langsung menuju ke ruang makan karena di sana sudah berkumpul seluruh anggota keluarga untuk makan siang.

__ADS_1


"Mama masak apa ma?" Rio bertanya pada mamanya


"Ini sayang mama masak sayur asem, gurami asam manis, pepes ikan asin kesukaanmu dan masih banyak kawannya yang lain karena kita ramai jadi mama sama yang lain masak banyak hari ini" ucap Kiara menjelaskan


"Wahhhh mantap ini kakak ipar sudah di dukung sama perut lapar cuaca panas dan makanan enak pasti Nico yang paling semangat jika masalah makanan he he he he" ucap Nicolas sambil tertawa ringan


"Ish... Abang, udah kambuh dah penyakitnya jika lihat makanan!" ucap angel


"Penyakit! penyakit apa? memangnya Nicolas punya penyakit apa?" tanya Kiara saking terkejutnya mendengar jika Nicolas punya penyakit sampai-sampai tubuhnya terlonjak.


"Penyakit lapar mata" jawab angel dan Andrian serempak.


"Ya ampun..... kirain penyakit apa h h h h" ucap Kiara


" ya udah sekarang ayo kita mulai makan dari pada ngomong terus nanti malah hilang laparnya" ucap kakek yang menengahi perdebatan mereka.


Akhirnya merekapun mulai acara makan siang mereka walaupun terlambat dari waktu biasa mereka makan siang, mereka makan dalam keheningan hanya suara sendok dan piring yang beradu yang terdengar.


Setelah selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga dan berbincang-bincang ringan di sana.


"Bagai mana, apa kamu sudah mengetahui jenis batu apa yang kamu bawa tadi nak?" tanya Andrian.


"Kira-kira batu apa itu ya kenapa begitu keras?" Nicolas


"Rio juga kurang tau, karena Rio awam dengan masalah batu biar nanti rio coba cari tau masalah batu itu, jujur Rio benar-benar tidak tau masalah bebatuan seperti itu, kayaknya tugas baru lagi buat Rio untuk mengetahui masalah batu hehhh" Riopun mendesah karena dia benar-benar tidak memahami masalah bebatuan dan dia harus belajar hal baru lagi, sebenarnya dia sangat suka belajar hal baru karena akan menambah pengetahuannya, namun untuk masalah batu bagi Rio itu suatu hal yang tidak menarik sama sekali.


"Memangnya kalian menemukan batu apa kok kayaknya serius banget?" tiba-tiba nenek Siti muncul dari arah belakang dengan membawa minuman dingin cemilan dan buah-buahan segar yang tadi mereka petik dari kebun.


"Wahhhh nampaknya segar sekali nihh buah-buahan nya buk, kenapa Ndak dari tadi sih di keluarkan" ucap Nicolas sambil menyomot buah semangka dan langsung melahapnya


" kamu itu kebiasaan dari dulu Ndak pernah berubah kalau lihat makanan main comot aja" ucap nenek Siti.


"He he he iya Bu maaf" ucap Nicolas sambil nyengir.


"Tidak menyangka ya seorang atasan militer yang terkenal tegas dan galak ternyata tamak juga dengan makanan" ucap Rio


" Ha...." semua orang yang ada di situ terkejut dengan ucapan Rio yang mengomentari tingkah Nicolas, namun setelah itu mereka semua tertawa dan hanya Nicolas yang diam dengan wajah yang memerah karena malu di komentari seperti itu oleh anak kecil, namun tak berapa lama pun dia bersikap seperti biasa.

__ADS_1


Sementara itu angel yang tauboerubahan yang ada pada Nicolas langsung tertawa lagi semua orang berubah memperhatikannya


"Ha ha ha ha ha, Abang udah Ndak usah sok jaim ngapa udah ketahuan ini sifat asli Abang ha ha ha ha ha " ucap angel sambil terus tertawa.


"Udah-udah Ndak usah dibteruskan kasihan tu si nico" kiarapun menengahi obrolan mereka.


"Oh iya kalo boleh nenek tau batu apa yang kamu maksut tadi nak?" ucap nenek Siti.


"Oh itu nek tadi di kebun yang akan kita buat ada batu yang aneh karena batu itu keras sekali dan saat sama salah satu robot di getok dengan besi batu itu tidakpun tergores sedikitpun" ucap Rio.


"Sekarang di mana batu itu, apa kamu bawa pulang?" tanya nenek


"Ada, Rio taruh di tempat pencucian kendaraan, karena mau RI cuci biar kita bisa mudah menenilinya" ucap Rio.


"Apa boleh nenek melihatnya?" ucap nenek dengan semangat


"Ya, tentu saja boleh, kenapa nek? kok kayaknya nenek sangat penasaran dengan batu itu?" tanya Anton


" Sudahlah ayo cepat kita lihat kok nenek merasa sangat penasaran dengan batu itu" ucap nenek.


Akhirnya mereka semua melangkah, menuju batu yang mereka temukan tadi.Setibanya mereka di tempat batu itu nenek meminta agar mereka segera membersihkan batu itu saat salah satu sisi batu itu mulai bersih nenek melihat pancaran cahaya hijau yang sangat terang


" Subehan nallah, kek , apa kakek melihatnya? tanya nenek sama kakek


"Iya nek, kakek juga melihatnya" jawab kakek


"Memangnya bapak sama ibuk lihat apa?" tanya Nicolas yang saat itu mendengar perbincangan kedua pasutri itu.


" Ini batu yang sangat berharga nak, biasanya batu ini ada sejodoh ada dua jenis" ucap nene.


"Apa ibu faham mengenai batu?" tanya Andrian yang baru bergabung dan tak sengaja mendengar perbincangan mereka


"Ya ,sedikit nenek paham masalah batu tapi ini nenek masih belum begitu yakin karena melihat ukuran batu yang begitu besar" ucap nenek.


"Kira-kira batu berharga apa menurut ibu?" tanya Nico.


"Kita lihat saja nanti, sekarang lebih baik kita siapkan peralatannya dulu, kakek fahamkan apa yang perlu kita persiapkan" ucap nenek kepada kakek dan kakekpun menganggukkan kepala kemudian berlalu dari hadapan mereka.

__ADS_1


Kira-kira batu berharga apa ya yang mereka temukan itu, kita tunggu kebab selanjutnya ya terima kasih yang udah setia mengikuti kisah Rio ini sebenarnya pengen ngubah judul ceritanya tapi tidak tau bagai mana caranya maaf ya untuk semua para pembaca jika judul cerita awal tidak sejalan dengan alur ceritanya 🙏🙏🙏


__ADS_2