MALAIKAT KECILKU YANG HILANG

MALAIKAT KECILKU YANG HILANG
Akhirnya terungkap


__ADS_3

"Bapak?! anda bapak Umar kan?! sambil berdiri dari tempat duduknya dan mendekati kakek Umar.


"Iya benar, saya Umar bagai mana anak ini bisa kenal dengan saya ya? apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" kakek Umar pun menjawab dan bertanya karena merasa bingung ada orang yang mengenalnya.


Nicolas Pun segera menghampiri kakek Umar dan memeluknya dengan erat.


"Ya Allah pak....., bapak kemana saja sudah lama kami mencari bapak, tapi bapak hilang entah kemana, bapak selama ini kemana saja kenapa bisa sampai di sini bagai mana ceritanya pak?!" begitu banyak pertanyaan yang di ajukan oleh Nicolas sampai kakek Umar bingung untuk menjawab yang mana dulu.


Belum lagi kakek Umar menjawab pertanyaan Nicolas tiba-tiba Nicolas memanggil angel


"Dek, angel, sini dek kita menemukan bapak, bapak yang selama ini kita cari ternyata sekarang di sini bersama Abang." ucap Nicolas.


Tidak begitu lama Angel Pun datang karena kebetulan dia tadi sedang ijin ke kamar mandi.


"Ada apa sih bang? kenapa Abang teriak-teriak seperti itu?, bapak siapa maksud abang?" sambil berjalan menuju ke arah Nicolas dan kakek Umar yang sedang berdiri berhadapan.


Karena posisi mereka yang berhadapan maka angel yang datang dari arah belakang nicolas pun tidak dapat melihat wajah orang yang ada di dipan Nicolas itu, tapi ketika Nicolas berbalik menghadap ke arah sang adek akhirnya diapun dapat melihat siapa yang saat ini berada di hadapannya.


Saat itulah angel terkejut bukan main melihat siapa yang saat ini ada di hadapannya reflek diapun menutup mulutnya dengan telapak tangannya, setelah itu dia segera berhambur memeluk kakek Umar, Andrian yang melihatnya pun terdiam dan merasa heran dengan tingkah mereka berdua.


"Bapa, bapak kemana saja selama ini? kami berdua mencari bapak sampai keliling daerah tapi tetap saja kami tidak bisa menemukan bapak." ucap angel.


"Tunggu dulu kalian berdua ini sebenarnya siapa? apa kita pernah bertemu sebelumnya?" kakek

__ADS_1


"Bapak lupa dengan kami? apa bapak tidak ingat dengan 2 anak yang pernah bapak tolong waktu mereka kecelakaan? Nicolas.


"Kalian Nico dan angi?" kakek


"Iya pak ini kami, anak bapak" angel


Mereka bertiga pun berpelukan melepas rindu kemudian dari arah belakang muncul sang nenek.


"Nek, nenek apa nenek tidak mengenali mereka?" kakek


"Mereka berdua kan adek nak Andrian, kan kita sebelumnya sudah diberi tau kalo nak Andrian akan menjemput adiknya." nenek.


"Iya nek, tapi apa nenek tau mereka adalah nico dan angi kita yang dulu pernah kita temukan" kakek


"Apa? benarkah?! ya ampun nak kalian ternyata sudah menjadi orang-orang yang sukses sekarang, kalian cantik dan ganteng, Alhamdulillah kita dipertemukan kembali, ibu senang sekali nak" sambil menangis memeluk Nicolas dan angel.


"Iya bang, tapi tunggu bang, buk pak lalu kemana mbak maya?" Angel


"Mbakmu sudah tiada dia kecelakaan dengan suaminya dan mereka bertiga ini adalah anak-anak mbakmu." nenek.


"Innalillahi wainnailaihi rojiun, jadi Mbak Maya sudah tidak ada buk" angel


"Iya nduk, mbakmu sudah tidak ada dia sudah tenang di sana, ibuk sudah mengikhlaskannya." nenek

__ADS_1


"Lalu bagaimana ceritanya kalian bisa bertemu?" Andrian.


"Begini bang, waktu kami berdua mengalami kecelakaan waktu itu, kami ternyata di temukan oleh bapak dan ibuk ini waktu mereka lewat sana, namun yang tau pasti ceritanya ya bapak sama ibuk biar mereka saja yang cerita." Nicolas


"Pak bisa ceritakan bagai mana kalian bertemu dengan kedua adik saya, soalnya waktu kami mendengar mereka kecelakaan kami segera mencari mereka namun kami tidak pernah mendapatkan jejak mereka sampai akhirnya, 1 tahun setelah mereka menghilang mama meninggal, dan kamipun akhirnya harus meninggalkan tempat kelahiran dan rumah yang penuh kenangan bagi kami." Andrian.


Nicolas dan Angel merasa bersalah atas semua itu, mereka kembali menangis.


"Maafkan kami bang, gara-gara kami mama pergi meninggalkan kita untuk selamanya." angel


"Sudahlah, sekarang Abang ingin tau cerita yang sebenarnya" Andrian.


"Begini nak, waktu itu kami baru pulang dari jualan makanan, kebetulan perjalanan kami waktu itu melalui tepi sunga dengan bapak mengendarai becak, maklum kami ini memang orang yang tidak mampu hanya becak itulah satu-satunya yang kami punya untuk transportasi." kakek pun diam sejenak dan menghela nafas Dangan berat sebelum melanjutkan ceritanya.


"Dan saat kami beristirahat di bawah sebuah pohon yang cukup besar yang ada di tepi sungai itu kami melihat ada anak kecil yang tergeletak di tepi sungai kebetulan sungai di daerah sana kan masih alami, kemudian kami segera mendekati anak itu dan ternyata dia adalah angi, kakek segera membopongnya ke bawah pohon yang kami gunakan untuk berteduh tadi, dan waktu itu angi tidak terluka parah dia hanya ada beberapa luka gores dan memar yang tidak terlalu parah.


"Waktu itu kami belum menemukan adanya Nico, dan sekitar dua puluh menit kemudian angi sadar dia selalu menyebut Abang, dia menanyakan abangnya terus dan terus sambil menangis, akhirnya kakek bertekad untuk mencari Abang angi, dan ternyata tidak jauh dari angi berada di nico tergeletak juga di tepi sungai itu. tapi keadaannya sangat parah waktu itu, lalu mereka berdua kami bawa ke pondok kami yang memang kebetulan jaraknya agak jauh dari tempat itu, waktu itu bapak menempuh waktu sekitar dua setengah jam untuk sampai ke pondok kami itu.


"Kenapa bapak tidak melaporkan ke polisi saja waktu itu dengan temuan dua anak kecil yang mengalami kecelakaan?" Andrian.


"Saat itu selain bapak tidak berani melapor ke kantor polisi juga karena kantor polisi letaknya sangat jauh dari rumah bapak waktu itu dengan mengendarai angkot saja bapak dengar sekitar tiga jam perjalanan apa lagi jika di tempuh dengan naik becak bapak, entah berapa jam bapak akan sampai di sana, dan bapak terus terang tidak ada biaya untuk pergi kesana, karena hasil bapak jualan hari itu sudah bapak belanjakan untuk keperluan kami sehari-hari dan untuk beli bahan makanan untuk jualan keesokan harinya lagi." menghela nafas panjang .


"Setelah sampai di pondok kami yang sederhana kami merawat Nico dengan seadanya dan dengan obat-obatan tradisional yang ada di sekitar kami. dalam waktu dua Minggu akhirnya luka-luka Niko mulai mengering, namun dia belum sehat sepenuhnya kami terus merawatnya semampu kami, selain kami berdua anak kami Maya juga membantu kami merawatan mengasuh angi, Maya adalah ibu Anton dan adik-adiknya, lama kelamaan Maya, Nicolas dan angi mereka seperti keluarga bapak sangat senang sekali walaupun dengan kesederhanaan mereka tetap mau menerima keadaan kami

__ADS_1


"Dan haripu. berganti Minggu, Minggu berganti bulan saat kebersamaan kami sudah satu setengah tahun kami mendapat pemberitahuan jika akan ada program transmigrasi ke luar pulau dan tanpa di pungut biaya, apa lagi kami mendengar fasilitas yang akan di berikan pemerintah di sana, akhirnya kami ikut mendaftar karena di situ juga bapak cuma numpang kepada bos yang memiliki lahan yang bapak kerjakan itu."


"Setelah kami mendaftar kami bialng sama Nico jika mereka mau ikut serta dengan bapak maka bapak akan sangat senang, tapi Nico menolak dia dan angi memilih untuk kembali ke rumah mereka kamipun tidak bisa memaksa jika itu kemauan mereka dengan uang yang sedikit yang bapak miliki dan keadaan mereka yang memang sudah benar-benar baik akhirnya bapak sekeluarga mengantar mereka kejalan untuk mencari kendaraan umum di situ kami berpisah, dan kami sendiri juga tidak menyangka jika program transmigrasi itu akan cepat Ter realisasi karena satu Minggu setelah pendaftaran kami kami berangkat ke pulau tujuan trans. setelah itu kami tidak pernah lagi tau bagai mana keadaan mereka berdua. dan merekalah yang tau kisah mereka sendiri." ucapan kakek itupun mengakhiri ceritanya.


__ADS_2