MALAIKAT KECILKU YANG HILANG

MALAIKAT KECILKU YANG HILANG
Kim Hyung Joon


__ADS_3

Muncullah seseorang dari arah pintu yang terbuka Nicolas terkejut dengan kedatangan orang itu secara tiba-tiba, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya jika dia akan datang kesana.


"Maaf ketua jika kedatangan saya secara tiba-tiba dan tanpa pemberi Tahuan terlebih dahulu, maaf ketua saya terburu-buru saat ini, saya harus segera membawa mereka berdua ke tempat saya, karena saat ini keberadaan mereka dalam bahaya, karena identitas mereka sudah tercium oleh orang-orang yang selama ini mengincar mereka, dan mereka saat ini sedang dalam perjalan ke mari, untuk menghindari korban biarkan saya membawa mereka"


"Baiklah Chita lakukan yang terbaik untuk mereka, Bimo ikutlah dengan Chita disana kalian akan aman"


"Tuan chita?!" heran, karena selama ini yang dia bayangkan orang yang bernama Chita ini orangnya bertubuh tinggi besar, dan gagah dengan kacamata yang bertengger di hidungnya karena semua ilmuan seperti itulah yang dia tau, tapi kenyataan kali ini sangat mengejutkannya, karena orang yang selama ini dia kagumi ternyata adalah anak kecil, bukan, bukan bukan anak kecil tapi lebih cocok di bilang balita.


"Iya dia Chita, dan mintalah penawar itu padanya "


"Baiklah pak"


Kemudian mereka segera mengikuti langkah Chita menuju ke sebuah benda yang berbentuk seperti torpedo tapi berukuran lebih kecil, tiba-tiba sebuah pintu terbuka, dan Chita segera menyuruh mereka segera memasuki benda itu, setelah berpamitan Rio segera meluncurkan kembali kendaraannya itu ke arah yang dia tuju.


Tidak lama setelah kepergian Rio tiba-tiba datang sebuah kendaraan tak kalah aneh dari kendaraan Rio tadi, dan keluarlah sekitar 10 orang dari dalam kendaraan itu dan semuanya memakai baju ninja.


"Serahkan mereka " ucap salah satu dari mereka yang pakaiannya berbeda mungkin di adalah pemimpinnya


"Maaf, siapa yang anda maksud?"


"Tidak usah banyak tanya, kalian pasti tau orang yang mempunyai tanda ini" sambil memperlihatkan tanda yang sudah mereka tu lebih dulu.


"Maaf kami tidak pernah mengetahui orang yang mempunyai tanda ini sebelumnya, jika anda tidak percaya silahkan anda memeriksa semua tempat ini tapi dengan syarat anda dan kawanan anda jangan sampai melukai orang-orang yang ada di sini, dan jika mereka tidak di ketemukan di sini saya harap anda dan kawanan anda tidak lagi mendatangi tempat kami.


" Baiklah tapi jika kami menemukan mereka Maka mereka akan kami bawa "


"Silahkan"


Akhirnya seluruh orang-orang yang berseragam seperti ninja itu menyebar di setiap tempat untuk mencari orang yang mereka maksud, namun setelah sekian lama mereka mencari mereka tidak menemukan apa yang mereka cari.Dan akhirnya mereka kembali menemui Nicolas.


"Maaf tuan, tolong tuan katakan Keman mereka sebenarnya"


"Maaf maksud tuan siapa? "


" Mereka yang memiliki tanda seperti ini" sambil menunjukkan kembali tanda yang tadi sempat mereka tunjukkan.

__ADS_1


"Maaf tuan sekali lagi kami tidak mengetahui orang yang mempunyai tanda seperti itu, oh iya kalau boleh kami tau, tanda itu ad di mana? apakah di tangan, leher, atau bagian-bagian yang bisa kami lihat?" tanya nicolas


Orang yang ditanya sempat terdiam sejenak, karena memang tanda itu biasa ada pada bagian tubuh yang tersembunyi agar tidak mudah di kenali orang lain. Lalu bagaimana mereka bisa mengetahuinya jika tanda itu saja tidak bisa mereka lihat.


"Maaf, kami tidak bisa menjelaskan di mana tanda itu di buat, karena tanda itu di buat di bagian yang tidak tentu, mereka membuatnya ack di seluruh bagian tubuh mereka, sekali lagi kami minta maaf karena telah melakukan keonaran di sini" ucap orang asing itu


"Baiklah kami bisa mengerti, karena mungkin keperluan anda kesini sudah tercapai, apakah anda akan tinggal disini sementara atau anda akan segera meninggalkan tempat ini" Nicolas pun bertanya dan juga mengusir secara halus orang-orang itu.


"Kami akan segera pergi dari sini, kami akan lanjutkan pencarian kami, sekali lagi kami minta maaf " merekapun seger meninggalkan tempat itu.


Sementara itu Nicolas dan yang lain merasa lega, setelah kepergian mereka.


Sementara itu Rio yang berada di dalam kendaraan yang sedang dia kendarai bersama dengan Bimo dan Bima, dia menyuruh Bimo membaringkan Bima di tempat tidur yang empuk, Yang ada di salah satu ruangan di dalam kendaraan itu.


Bimopun segera melaksanakan apa yang di perintahkan oleh Rio dan dia segera memapah saudaranya itu kedalam dan segera membaringkannya di sana. kemudian Bimo kembali menemui Rio.


"Maaf sebelumnya apakah anda benar tuan chita?" tanya Bimo karena masih penasaran.


"Iya benar, ada apa? tuan...."


"Bimo tuan, dan itu saudara kembar saya namanya Bima "


Semen Tara Bimo yang nama aslinya di sebut oleh Rio dia kaget karena Rio mengetahui nama dia yang sebenarnya.


"Tut..... tuan mengetahui nama asli saya? bagai mana bisa?"


"Di jaman sekarang apa yang tidak bisa di lakukan tuan, semuanya akan sangat mudah bagi orang-orang yang ahli di bidangnya, bukankah begitu?"


"Anda benar tuan, maaf beribu maaf sebelumnya, kalau boleh saya tahu ada maksud apa anda membawa saya beserta saudara saya bersama tuan? sekali lagi maaf"


"Tuan, saya tau keturunan dari mendiang ayah anda sampai sekarang masih di buru oleh anggota penghianat yang di pimpin oleh paman anda sendiri, jika tadi saya terlambat sedikit saja kesana anda pasti saat ini sudah ditangkap oleh mereka"


"Maaf tuan, bagai mana anda bisa mengetahuinya?"


"Apakah anda tidak percaya dengan ucapan saya, anda penasaran, apa anda ingin melihatnya sendiri? jika iya saya akan menunjukkannya kepada anda sekarang juga"

__ADS_1


"Baiklah tuan jika anda bersedia menunjukkannya saya pun mau melihatnya."


"Perhatikan ini" kemudian Rio menyalakan monitor yang ada di sebelahnya dan menghubungkan dengan markas yang ada di perbatasan, dan disana nampak ada beberapa orang berpakaian ninja dan salah satunya sangat Bimo kenal


"Paman Kim Shan, sedang apa mereka di sana?"


"Kenapa anda masih bertanya, tentu saja dia mencari anda dan sau dara anda, dan saya tau masih ada saudara anda yang lain juga selain anda berdua"


"Jadi tuan tau semua tentang keluarga kami?"


"Tidak semuanya, hanya sebagian kecil saja yang saya baca di majalah lama"


"Sejauh mana anda mengetahui informasi tentang keluarga saya"


"Saya hanya membaca inti dari pembahasan di majalah itu yang menyatakan jika, keluarga kaya raya dan terkenal dermawan yaitu keluarga Kim shang Joon telah di bantai semua bahkan beserta dayang dan Kasim yang setia jug tak luput dari pembantaian, dan pelakunya adalah adik sepupu tuan Kim shang Joon sendiri, dan setelah di selidiki ternyata ada beberapa anggota keluarga yang berhasil menyelamatkan diri juga dengan dua orang dayang dan dua orang Kasim mereka, di perkirakan kedua orang Kasim dan sayang itu lah yang menyelamatkan keturunan tuan Kim yang masih balita terutama dua anak balita kembarnya."


"Mey Chan, Mey shan, apakah mereka berdua selamat tuan, jika selamat dimana sekarang mereka berada?"


" Jika saya tidak salah ingat, saudara anda yang berhasil melarikan diri, ada sekitar 9 orang sedangkan sisanya, maaf tewas"


"Apakah anda tau siapa saja saudara saya yang telah tewas tuan?"


"Waduh....maaf, nama keluarga anda itu bagi saya sangat sulit untuk menyebutkannya, nanti saya bagi lingnya anda bisa mencari tau sendiri di sana, maaf bukan saya tidak mau bantu, tapi saya benar-benar tidak membaca keseluruhan, karena pekerjaan saya sendiri masih ber jibun."


"Iya tuan saya mengerti, trimakasih atas info yang anda berikan kepada saya, sungguh info ini sangat berarti bagi saya, maaf tuan Chita apakah saya bisa meminta tolong sekali lagi kepada tuan?"


"Apa yang bisa saya bantu?, jika saya bisa akan saya bantu, tapi jika tidak ya mau bagai mana lagi"


"Begini tuan, apakah tuan tidak bisa memberikan obat penawar bagi saya dara saya, saya dengar dari ketua serbuk itu tuan yang bikin dan penawarnya pun ada pada tuan, saya mohon tuan bantu saudara saya supaya lekas sembuh "


"Oh masalah itu, tentu saja saya ada penawarnya tapi saat ini tidak saya bawa, penawarnya ada saya simpan dirumah, nanti setelah sampai di rumah akan saya berikan anda tidak usah khawatir"


"Terima kasih tuan, trimakasih banyak" sambil bersujud didepan Rio.


Sementara Rio sangat terkejut saat melihatnya, kemudian Rio segera menyuruh Bimo untuk berdiri.

__ADS_1


"Maaf tuan saya bukan tuhan anda tidak perlu menyembah saya seperti itu, saya tidak suka, ingat itu, jika tuan tetap melakukan nya maka saya tidak akan memberikan obat penawar itu"


Bimopun segera menghentikan aksinya itu setelah mendengar kata-kata Rio barusan.


__ADS_2