
Mohon maaf sekali lagi untuk semuanya, karena author akhir-akhir ini jarang update itu karena selama tiga hari ini author harus bolak balik rumah sakit, karena anak menantu author sedang dirawat di sana karena persalinan, mudah-mudahan sekarang author bisa up lagi πππ
Akhirnya merekapun tiba di rumah Rio, namun saat Rio membuka pintu kendaraan itu mereka berdua terkejut karena mereka seperti berada di dlm sebuah gua yang hanya di terangi dengan cahaya yang minim.
" Maaf tuan kita berada di mana saat ini?, kenapa seperti sebuah gua?" tanya Sofyan
"Kita sudah sampai di tempat tinggal saya" sambil turun dari kendaraan dan menuju ke tepi dari salah satu bagian dinding itu dan diikuti oleh kedua orang itu, kemudian Riopun menekan salah satu batu di antara dinding itu, dan dinding yang berada di sebelahnya tiba-tiba bergeser dan terbuka.
"Tuan-tuan silahkan ikuti lorong ini, nanti sampai ujung tuan akan bertemu rumah saya, saya sendiri d urusan sebentar yang harus saya selesaikan" ucap Rio.
"Baiklah kalo begitu tuan, kami duluan" ucap
totok
Kedua orang itupun akhirnya menyusuri lorong yang ada di hadapan mereka, walaupun malam hari tapi lorong itu tidak terlalu gelap, seperti halnya Bimo dan Bima mereka berduapun merasa kagum dengan kondisi lorong itu.
Saat Meraka terus berjalan tiba-tiba di depan mereka seperti sebuah pintu terbuka merekapun segera mempercepat langkah mereka agar segera cepat keluar dari lorong itu, sesampainya di luar mereka hanya bisa melihat bangunan rumah yang begitu megah, namun yang membuat mereka heran ternyata rumah itu Hannya ada satu dan tidak ada bangunan lain lagi, karena situasi malam hari mereka tidak bisa melihat sekeliling mereka secara jelas, Tiba-tiba saja mereka di kejutkan dengan suara orang yang memanggil mereka.
"Tuan berdua silahkan masuk kerumah, karena hari sudah malam, anda berdua segera istirahat saja di dalam, besok pagi akan saya perkenalkan dengan anggota keluarga saya yang lain" ternyata yang memanggil mereka adalah Rio.
"Baik tuan trimakasih" ucap Sofyan
Merekapun segera melangkah memasuki rumah itu mengikuti Rio yang sudah melangkah terlebih dulu. sesampainya di dalam mereka segera diarahkan ke kamar yang berada di atas dan bersebelahan dengan kamar Bima dan Bimo.
Pagi hari menjelang sang Surya telah menampakkan sinar keemasannya di ufuk timur, suasana pagi yang cerah dan udara yang menyegarkan paru-paru terasa nyaman bagi orang-orang yang jarang sekali bisa menikmatinya karena kesibukan yang selalu mereka lalui dengan mesin-mesin peng hasil polusi mereka, di sertai dengan kicau burung-burung yang sangat memanjakan telinga sungguh suasana yang sangat langka jika kita berada di kota besar.
__ADS_1
Pagi ini semua orang sudah berkumpul di ruang tamu di rumah keluarga Rio yang saat ini mereka tempati, termasuk juga Sofyan dan Totok, awalnya semua keluarga Rio terkejut dengan keberadaan mereka di rumah itu, tapi saat Rio muncul dan dia tidak nampak terkejut dengan kedua orang asing itu mereka pun sudah faham jika dua orang asing itu pastilah tamu penting Rio.
" Maafkan saya pa karena tanpa seijin papa sudah membawa orang asing kerumah kita, ucap Rio dengan sedikit menundukkan kepalanya kearah sang papa.
"Tidak apa-apa nak, papa tau apa yang kamu lakukan pasti untuk kebaikan, dan apakah kamu bisa memperkenalkan mereka dan dari mana mereka berasal?" tanya andrian.
"Jika masalah itu biar mereka berdua saja yang memperkenalkan diri mereka, silahkan tuan-tuan anda memperkenalkan diri kepada keluarga saya" ucap Rio
Akhirnya kedua orang itu saling memperkenalkan diri masing-masing, juga alasan mereka sampai bisa mendarat di pulau yang keluarga Rio tempati saat ini. Setelah selesai memperkenalkan diri mereka, kini giliran Andrian yang memperkenalkan anggota keluarganya.
Sementara para laki-laki saling memperkenalkan diri, di dapur dua orang wanita sedang asik bermain dengan mainan mereka yang setiap hari mereka lakukan, apalagi jika bukan memasak hidangan lezat untuk mereka sajikan setiap harinya.
"Bu kiraΒ² kita masak apa ya untuk siang nanti?" tanya Kiara kepada Bu Siti karena dia sudah bingung mau masak apa lagi kalo masak itu-itu saja takut tamunya bosan.
"Lalu bagai mana dengan dua orang lainnya yang baru datang itu, apa mereka juga akan menyukai masakan kita ya Bu, lagian Riopun aneh-aneh saja bawa orang yang kita tidak tau mereka itu seleranya seperti apa" omel Kiara.
"Sudah lah nduk sabar, merekapun kelihatannya bukan orang-orang yang pemilih jika masalah makanan, tapi itu menurut ibu" ucap Bu Siti
"Dari mana ibu tau?" tanya Kiara
"Ya kita lihat saja nanti, tapi itu menurut pemikiran ibu dari segi pandang ibu juga sih sebenarnya" ucap Bu Siti.
Mereka berdua melanjutkan aktifitas memasak mereka, sementara itu di ruang tamu setelah mereka semua saling memperkenalkan diri masing-masing sekarang giliran Rio yang angkat bicara.
"Baiklah untuk semuanya, saya memang sengaja mengundang mereka berdua kesini karena saya ingin menanyakan sesuatu kepada mereka, dan sepertinya mereka berdua sangat paham dengan apa yanga akan saya tanyakan kepada mereka, untuk itu saya meminta supaya kami di beri waktu tersendiri untuk bicara khusus dengan mereka berdua, kemudian saya ingin menanyakan kepada tuan Bima dan tuan Bimo, apakah anda berdua benar-benar tidak mengenali mereka?" tanya Rio.
__ADS_1
"Maaf tuan Chita kami baru ini bertemu, bagai mana kami bisa mengenal mereka?" Bimo merasa heran dengan apa yang di tanyakan oleh Rio.
"Baiklah kalau begitu, tuan Totok dan tuan Sofyan silahkan anda menunjukkan hal yang anda sembunyikan sebelumnya" ucap Rio, sementara Totok dan Sofyan mereka saling pandang, karena merasa agak keberatan identitas mereka diketahui oleh orang lain apa lagi orang asing.
"Anda tidak perlu khawatir tuan, rahasia anda akan aman di tangan kami" ucap kembali Rio pada mereka karena Rio melihat mereka merasa ragu.
Akhirnya mereka menuruti apa yang di pinta oleh Rio, Totok pun segera membuka bajunya karena tanda yang dia punya ada di bagian belakang tubuhnya, sementara Sofyan hanya tinggal menyingkap lengan baju panjang yang dia pakai, karena tanda itu ada di salah satu lengannya, awalnya semua yang ada di sana merasa heran dengan tindakan mereka, tetapi saat melihat tanda itu Bima dan Bimo sangat terkejut dan merasa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
" Shan, shi" Bima dan Bimo tanpa sadar mengucapkan kata itu secara bersamaan.
Sementara Totok dan Sofyan merasa terkejut saat nama asli mereka di sebut oleh dua pemuda kembar yang ada di hadapan mereka saat ini.
"Siapa kalian sebenarnya, dari mana kalian tau nama asli kami ?" tanya Sofyan
Kemudian Bima dan Bimo membelakangi mereka dan memperlihatkan tanda yang ada di balik punggung mereka, Saat mereka memperlihatkan tanda itu sekarang yang terkejut adalah Sofyan dan Totok.
"Kalian, mana mungkin, bukankah dulu waktu kejadian itu kalian masih bayi, lalau bagai mana kalian bisa selamat, siapa yang telah menyelamatkan kalian?" tanya Sofyan tak percaya dengan kenyataan yang ada di hadapan mereka, bukan dia tidak senang tetapi dia benar-benar tidak bisa percaya, jika saudara kembar mereka ternyata bisa selamat sedangkan yang lebih besar saja mereka banyak yang terbunuh waktu itu.
"Kami diselamatkan sama dayang dan Kasim kepercayaan keluarga kita" ucap Bimo
"Lalu kemana mereka, sekarang?" tanya Totok
" Mereka tinggal di sebuah bukit yang sangat jauh dari hiruk pikuk kota,dan kami di lepas untuk mencari saudara-saudara yang entah tercerai kemana saja, bahkan aku dan dia pun sempat terpisah lama, dan karena jasa tuan Chita juga kami bisa berkumpul kembali" ucap Bimo.
Mereka pun akhirnya berpelukan melepas rindu yang sudah sangat lama mereka pendam, sungguh pertemuan yang sangat tidak di sangka oleh mereka.
__ADS_1