MALAIKAT KECILKU YANG HILANG

MALAIKAT KECILKU YANG HILANG
Kebun aneka buah


__ADS_3

"Maksudnya...?!"


"Iya maksud saya, mesin-mesin ciptaan anak saya, dia banyak menciptakan robot-robot untuk membantu semua pekerjaan yang kami kerjakan, kata dia agar kami tidak terlalu letih melakukan pekerjaan yang berat, bahkan dia juga menciptakan robot yang bertugas untuk mengerjakan pekerjaan di ladang dan sawah yang lumayan luas, dan tuan mungkin mengira jika kebun seluas ini adalah hasil kerja kami secara murni, bukan tau. salah jika tuan berfikiran seperti itu, ini semua sebagian besar hasil kerja dari robot-robot ciptaan dia"


"Lalu sekarang di mana robot-robot itu, kenapa tidak kelihatan sama sekali?"


"Mereka akan di keluarkan oleh anak saya itu jika memang di perlukan, jika tidak di perlukan maka dia akan menyimpannya dengan baik"


"Kenapa beliau memilih menggunakan robot untuk membantu aktifitas di aini?, kenapa tidak mendatangkan orang saja kan bisa di hitung membantu orang tersebut juga untuk mendapatkan pekerjaan"


"Apa tuan lupa, jika kami ini masih dalam misi bersembunyi karena dalam pencarian musuh saya?, dan selain itu alasan anak saya tidak menggunakan tenaga manusia karena kata dia, robot bisa di percaya dia tidak kan melawan apa yang kita perintahkan karena kita sendiri yang mengendalikan, jika manusia walaupun kita sudah berbuat baik pada mereka belum tentu mereka akan membalas kebaikan kita dengan kebaikan pula, karena kebanyakan manusia itu memiliki sifat iri dan dengki"


"Anda benar sekali tuan, kita memang tidak boleh terlalu percaya dengan orang-orang yang ada di sekitar kita dengan mudah, karena itu bisa jadi bumerang untuk kita sendiri suatu hari nanti".


"Untuk alasan itulah kami tidak mempekerjakan tenaga manusia disini, selain demi keamanan kami, kerena terus terang kami capek menghindar dan bersembunyi terus"


"Kalau boleh tau sebenarnya apa yang di inginkan oleh lawan anda tuan?"


"Sebenarnya bukanlah hal yang terlalu istimewa, dia hanya menginginkan alat kerja saya, karena dengan alat itu kita bisa mengetahui jenis tanah yang ada, dan bagaimana kekuatan tanah itu untuk di dirikan bangunan di atasnya, mampu berapa menahan beratnya."


"Berarti sebelumnya anda seorang arsitek?,"

__ADS_1


"Iya anda benar"


"Apakah anda adalah arsitek yang pernah di kabarkan hilang karena kecelakaan laut waktu itu?"


"Mungkin, karena saya sendiri tidak tau dengan kabar itu, ya maklum waktu itu kami disini belum memiliki semua fasilitas ini, bahkan kami di sini pernah tinggal sementara di dalam gua untuk sekedar bertahan hidup."


"Lalu bagai mana anda bisa membangun semua ini sendiri, bahkan rumah anda saat ini bisa berdiri dengan megah, dan semua fasilitas ada di sana, bagai mana anda bisa mendapatkan semua itu?"


"Saya tidak membangun rumah itu sendiri, saya hanya merancangnya saja, lalu kami menyiapkan bahan-bahan bangunannya kemudian yang mengerjakan tentu saja bukan saya sendiri, melainkan robot-robot ciptaan anak saya itu, bahkan saya sendiri sangat kagum dengan mereka walaupun mereka mesin, tetapi mereka bergerak laksana manusia saja, bahkan rumah saya itu selesai lebih awal dari perkiraan awal saya."


"Memangnya dalam perkiraan tuan rumah tuan itu akan selesai berapa lama?"


"Jika dalam perkiraan saya rumah itu akan selesai Selma 2 sampai 3 bulan, itu jika di kerjakan oleh tenaga manusia, karena disana sebelumnya banyak terdapat batu-batu besar dan pohon-pohon besar yang harus di singkirkan terlebih dahulu"


"Itulah bangganya mempunyai anak seperti anak saya itu, semua batu-batu besar yang ada di sana sudah di jadikan bahan bangunan lain oleh anak saya itu, dengan menggunakan sinar laser dia memotong-motong batu-batu itu menjadi keping yang tipis, kemudian dengan bantuan robot-robot ciptaannya dia menggunakan batu itu sebagai lantai rumah kami, bahkan ada juga sebagian dinding rumah yang menggunakan batu itu juga, batu-batu yang dipotong sengaja lebih tebal sama dia untuk di jadikan dinding rumah."


"Sementara untuk pohon-pohon besar itu senderi di jadikan bahan bangunan yang harus menggunakan kayu, jadi semua bahan bangunan rumah saya itu 75%nya tersedia di sini jadi kami tidak memerlukan banyak bahan dari luar"


Tanpa mereka sadari, karena keasikan ngobrol akhirnya mereka sampai juga di pondok kebun, yang memang di gunakan untuk menyimpan semua hasil kebun disana, baik itu padi, maupun yang lain. karena sebelum hasil kebun itu di bawa ke pulau lain, mekan akan di taruh di pondok itu.


"Nah akhirnya kita sampai di pondok ini, kita istirahat dulu di teras pondok sebentar"

__ADS_1


"Ini rumah siapa tuqn?" Bimo bertanya karena yang ada di hadapannya bisa di bilang rumah karena ukurannya yang cukup besar, padahal itu hanya pondok sekaligus gudang milik mereka.


"Ini bukan rumah tuan, tetapi pondok kami sekaligus gudang kami, untuk menyimpan hasil panen sawah dan kebun punya kami sebelum kami bawa ke kota terdekat"


"O... jadi ini termasuk gudang, luar biasa, sebenarnya berapa luas kebun dan sawah yang anda miliki di sini?"


"Sebenarnya awalnya tidak terlalu luas, karena kami tinggal di sini hanya sendirian ya akhirnya kamipun terus memperluasnya dan saat ini untuk kebun buah-buahan kami memiliki 1 hektar kebun yang kami tanami berbagai jenis pohon pisang, 1 hektar lagi kami tanami pohon mangga, 1 hektar kami tanami pohon durian, 1 hektar kami tanami pohon apel 1 hektar kami tanami pohon anggur,0,5 hektar kami tanami semangka,0,5 hektar kami tanam melon,0,5 hektar kami tanami stroberi, 1 hektar kami tanami berbagai jenis sayuran dari cabe dan segala jenis sayuran lain ada juga pohon alpukat, dan yang lain, awalnya kami menanam hanya 1 pohon dan karena awalnya kami hanya berpikir yang penting kami punya pohon buah dari pada beli"


"Lalu bisa menjadi seluas ini tuan, bagai mana anda bisa melakukan sendiri?, karena jika saya lihat kakek usianya sudah terlalu tua, sedangkan anak-anak ada masih terlalu kecil tidak mungkin mereka membantu pekerjaan berat ini. "


"Anda benar tetapi juga salah" ucap andrian


"Kenapa bisa begitu tuan?"


"Ya , tentu saja bisa karena benar jika usia mereka sudah tua dan terlalu kecil, tapi salah karena walaupun usia mereka seperti saat ini mereka mempunyai skill yang berbeda-beda"


"Maksud tuan"


"Seperti bapak contohnya, walaupun beliau sudah berumur justru wawasan dan pengalaman hidup beliaulah yang membimbing kami untuk mengembangkan perkebunan, beliau juga yang paham dengan jenis-jenis buah yang bagus, dan ini semua hasil pilihan beliau yang tentu saja hasilnya pun tidak mengecewakan, dan untuk anak-anak saya walaupun mereka masih kecil tapi mereka memiliki keahlian di bidang merek masing-masing jika anak saya yang anda kemat itu dia ahli dalam segala jenis mesin dan ramuan, untuk yang besar dan di bantu adiknya dia mengikuti jejak bapak karena dia yang mengembangkan tanaman yang ada di sini, yang awalnya hny 1 pohon tapi sekarang menjadi puluhan bahkan ratusan pohon, bahkan banyak jenis baru yang buahnya sungguh menakjubkan yang mereka ciptakan dengan metode kawin silang , pokoknya saya tidak paham masalah seperti itu, dan semua itu mereka yang melakukan bukan saya"


"Waw luar biasa, keluarga anda sungguh keluarga yang luar biasa, lalu untuk memasarkan hasil tanaman anda siapa yang akan memasarkannya?"

__ADS_1


"Itu tugas anak saya yang besar biasa juga bapak ikut, karena hasil dari perkebunan kami sudah terkenal maka kami tidak perlu repot untuk memasarkannya, asalkan kami sudah siap memasarkan tinggal kami sher saj di grup yang sudah di buat anak saya maka mereka aka memesan apa saj yang mereka perlukan dan kami tinggal antar. jam sekarang sudah tidak perlu susah-susah mencari pelanggan, lewat handphone saja sudah bisa diatasi"


"Anda benar tuan diera yang serba canggih seperti ini apapun bisa kita lakukan"


__ADS_2