
Dari tadi anda yang bertanya, dan saya yang terus menjawab pertanyaan dari anda, sekarang giliran saya yang akan bertanya kepada anda tuan Bimo, itupun jika and bersedia menjawab pertanyaan saya"
"Iya tuan, silahkan jika anda mau bertanya jika pertanyaan anda itu bisa saya jawab Mak saya akan menjawabnya, tapi jika tidak bisa saya jawab ya mu bagian mana lagi namanya juga tidak bisa, mungkin ya tidak akan saya jawab."
" Begini tuan tadi saat saya mengatakan jika saya pernah melihat seseorang dengan tanda itu di bawah telinga, saya tadi mendengar anda menyebutkan satu nama tapi saya hanya ingat Kim nya saja dan belakangnya saya tidak terlalu mengerti yang anda bilang tadi" ucap Andrian.
"Iya tuan saya tadi menyebut nama Kim joong joon, dia adalah kakak saya yang telah lama berpisah,entah siapa lagi keluarga saya yang selamat dari peristiwa itu, sampai saat ini kami sendiri belum mengetahuinya, bahkan saya dengan saudara kembar saya ini saja baru kemarin bertemu itupun dia sudah dalam keadaan seperti ini karena serbuk yang di berikan oleh tuan Chita, jika tidak entah kami bisa bertemu dalam keadaan selamat atau tidak." ucap Bimo.
"Kenapa bisa begitu, kenapa anak saya sampai memberikan serbuk yang berbahaya itu kepada saudara anda tuan?"
"Itu karena saudara saya ini sebelumnya telah bergabung dengan pasukan musuh yang akan menyerang perbatasan, untung saja ketua kami bertindak cepat dan itupun katanya atas instruksi dari tuan Chita, tuan Chita memberikan serbuk pelemah otot kepada ketua dan menyuruh mencampurkan serbuk itu ke makanan yang akan dikonsumsi oleh musuh, dan akhirnya mereka ya seperti ini, kalah sebelum berperang dan ketua menemukan saudara ini di antara musuh kami, karena curiga, akhirnya ketua menahan saudara saya ini di tempat lain, dan saat saya pulang dari tugas saya mengejar penyelundup di sanalah saya di beri kejutan oleh ketua" bimopun menceritakan semua kejadian yang kemarin dia alami dan akhirnya di bawa oleh Rio ke rumahnya.
Sementara itu Rio saat ini sedang berada di kebun tanaman baru yang sudah berhasil dia dirikan dengan bantuan para robotnya, disana saat ini terlihat beberapa tanaman telah tumbuh dengan baik, Rio sangat senang melihat tanamannya bisa tumbuh bagus di pulau itu.
"Akhirnya tidak sia-sia aku membawa bibit tanaman ini jauh-jauh dari daerah xx itu, ternyata disini juga dapat tumbuh dengan baik, jika.sudah berkembang jadi lebih banyak aku ingin mencoba mengembangkannya menggunakan tanah biasa yang ada di sini dan akan aku coba dengan suhu udara di sini siapa tau nanti cocok dan bisa juga tumbuh bagus, apa sebaiknya sekarang saja aku coba satu dulu ya, baiklah kalo begitu tidak ada ruginya aku petik satu tangkai untuk percobaan" kemudian Rio mengambil satu tangkai kecil dari bagian tumbuhan itu, lalu segera dia bawa pulang.
Sesampainya di rumah dia mencari tempat yang akan dia gunakan untuk menanam tumbuhan itu, setelah mencari-cari di sekitar rumah tetapi tidak menemukan apa yang dia cari, Riopun segera mencari mamanya untuk menanyakan tempat untuk menanam tanaman itu, sesaat kemudian diapun menemukan mamanya sedang asik di kebun bunga yang berada di samping kanan rumahnya.
"Ma, ternyata mama di sini! pantas saja Rio cari kemana-mana tidak bisa menemukan mama." ucap Rio setelah mengetahui keberadaan mamanya dan segera mendekatinya.
"Ada apa sayang kamu mencari mama kok tumben?" jawab Kiara
"Mama sedang apa, di sini?"
"Ini mama sedang menanam bunga kesukaan mama biar semakin banyak, kenapa sayang?"
"Em... ma , ada tempat kosong tidak satu saja"
"Tempat apa nak, kalo ngomong itu mbok Yo yang jelas jangan nggantung gitu, mama kan jadi bingung "
"Itu ma, tempat untuk menanam tanaman seperti punya mama itu" sambil menunjuk pot yang sedang di isi tanah oleh mamanya.
__ADS_1
"Oh.... maksudnya pot seperti ini?, ada kok masih banyak, mama kan nyetok banyak, coba kamu cari di gudang sana "
"Oke ma Rio cari dulu ya" kemudian melangkah meninggalkan Kiara dan segera berlalu menuju ke arah gudang yang mamanya tunjuk.
Memang selama ini Rio tidak pernah memasuki gudang itu karena dia lebih asik dengan mainan-mainannya yang berada di ruang rahasianya, ini baru pertama kalinya Rio memasuki gudang itu, dan sesampainya di sana dia merasa heran karena di sana banyak sekali terdapat barang-barang yang entah untuk apa mamanya menyimpan barang-barang seperti itu.
Karena merasa Rio sudah lama meninggalkannya dan belum juga kembali, Kiara jadi merasa khawatir dan segera menyusul Rio ke gudang, sesampainya di sana justru menyaksikan Rio yang masih berdiri mematung di depan pintu, lalu dia segera menghampiri anaknya itu.
"Ada apa sayang kenapa kamu malah berdiri di situ, katanya tadi mau ngambil pot" tanya Kiara
"He he iya ma, tapi Rio jadi bingung lihat barang-barang mama ini, apa fungsi semua ini ma kenapa mama mengumpulkan barang-barang seperti ini?" sambil nyengir dan menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.
"Hem.... kamu, barang-barang kayak gitu saja kamu bingung, dan Ndak tau fungsinya, makanya jangan terus-terusan bermain dengan mesin-mesin mu itu terus, sekali-kali coba kamu mempelajari juga yang ada di lingkungan sekitarmu"
"Iya ma, ini juga Rio mau mencoba belajar menanam tanaman"
"Memangnya kamu mau menanam tanaman apa nak?"
"Ini ma, tanaman yang ada di kebun Rio yang baru itu, mau Rio coba tanam di tanah biasa seperti tanaman lain siapa tau mau tumbuh"
"Em.... pakai yang kecil saja kalinya ma?"
"Memangnya tanamannya semana besarnya?"
"Ini ma" sambil menunjukkan tanaman yang akan dia tanam
Kiara yang melihat tanaman yang akan di tanaman oleh putranya itu tidak bisa menahan geli, karena melihat tanaman yang ada di tangan Rio, kiarapun terkikis geli. Rio yang melihat mamanya tertawa saat melihat tanaman yang berada di tangannya merasa heran.
"Ada apa ma?, kenapa mama tertawa, memangnya ada yang lucu ya ma dengan tanaman Rio ini?"
"Tidak sayang, tidak ada yang lucu, tapi,... kenapa sekecil itu yang akan kamu tanam?, memangnya tidak ada yang lebih besar ya?"
__ADS_1
"Ada ma, tapi Rio merasa sayang jika mengambil yang besar, karena mama kan tau jika tanaman ini sangat banyak manfaatnya"
"Iya-iya, sekarang cepat kamu ambil saja pot yang mana yang akan kamu pakai untuk menanam tanamanmu itu"
Riopun segera menuju ke arah pot-pot yang ada di sana, dan Riopun segera memilih pot yang berukuran sedang dan segera membawanya keluar dari tempat itu.
"Sudah dapat apa yang kamu butuhkan?"
"Udah ma, ini"sambil menunjukkan pot yang di apilih
"Ya udah kalau begitu ayo segera kita tanam tanaman kamu itu, takutnya nanti layu dan tidak mau tumbuh"
Meraka berduapun segera melangkah menuju dimana Kiara tadi sedang mengisi pot-pot nya dengan tanah, dan ternyata hal itu belum selesai Kiara lakukan.
"Udah sana segera isi pot itu dengan tanah ini lalu segera tanam tanaman kamu itu di situ"
"Iya ma" lalu Riopun segera mengisi potnyandengan tanah yang sudah tersedia di sana, setelah dia rasa sudah cukup untuk mengisi pot itu dia segera berdir dan hendak melangkah meninggalkan Kiara, sehingga membuat Kiara merasa heran.
"Lo... ini kan belum kamu tanam tanamanmu, kok udah mau pergi, mau kemana kamu?, jadi nanam apa tidak?"
"Jadi ma, tapi tunggu sebentar, Rio mau mengambil obat perangsang akar dulu biarbtanaman Rio cepat tumbuh"
"Memangnya kamu punya obat seperti itu?"
"Punya laha ma, kalau tidak punya mana mau tumbuh tanaman-tanaman Rio yang udah kering waktu di tanam itu"
"Em... yaudah sana cepat ambil nanti mama juga minta ya untuk tanaman mama" sambil tersenyum penuh makna
"Iya ma, tenang saja, Rio akan kasih juga untuk tanaman mama supaya cat tumbuh"
"Ya udah sana cepat ambil"
__ADS_1
Riopun segera melangkah menuju kedalam rumah melalui pintu samping untuk mengambil obat perangsang akar yang sudah lama dia ciptakan dan sudah terbukti jika obat itu sangat bermanfaat, bahkan tanaman yang sudah kering saja saat di rendam dengan larutan obat itu bisa menumbuhkan akar, walaupun dengan waktu yang agak cukup lama.
Apalagi jika tanaman segar, tidak perlu waktu lama maka akan terlihat jelas hasilnya akar-akarnya akan cepat tumbuh dengan sempurna.