
Sementara itu, Angel yang sedang mengawasi pergerakan di markas sementara musuh itu benar-benar terpaku dengan apa yang di saksikan nya melalui layar laptop di hadapannya.
Dia menyaksikan, jika orang tersebut sama persis dengan orang kepercayaan mereka di perbatasan ini, tapi mana mungkin, dari dulu dia sangat setia pada mereka, tapi apa yang dia saksikan kali ini benar-benar membuatnya jadi meragukan kesetiaan orang itu, Dia terus mengikuti pergerakan orang itu kemanapun dia bergerak.
Tanpa sadar Angel melihat sesuatu yang menarik perhatiannya, ada sesuatu yang aneh yang ada di salah satu anggota badan orang itu, kemudian Angel diam-diam mendekatkan salah satu drone ke dekat anggota badan yang menurutnya sangat mencurigakan itu.
Dia melihat ada sebuah gambar atau sering di sebut tato mungkin tapi ini menurut Angel sangat berbeda, tunggu, itu bukan tato tetapi seperti tanda lahir, ya tanda lahir yang sangat unik yang selama ini baru di lihat oleh Angel. Kemudian Angel memfoto tanda lahir itu dengan menggunakan drone itu juga.
Karena drone yang di buat oleh Rio tidak menimbulkan suara sama sekali, membuat orang yang diawasi pun tidak pernah menyadarinya. Karena orang itu hanya menggunakan kaos singlet, dan celana bokser maka Angel pun tidak sengaja melihat tanda yang ada di belakang punggung orang itu.
"Tanda apa ini?" Angel bergumam sendiri dan terus memperhatikan tanda yang dia dapatkan di foto itu, tiba-tiba Nicolas dan orang yang bersama Nicolas tadi masuk.
" Bagai mana, apakah ada sesuatu yang kamu temukan, tentang laki-laki itu? karena dari penjaga yang kami tanya tidak ada seorangpun yang keluar dari area ini, dan setelah kami cek melalui CCtv memang sesuai dengan apa yang penjaga itu katakan, lalu siapa pria itu, kenapa dia sama persis dengan Pak Bimo?" ucap Nicolas merasa heran karena kemiripan wajah orang kepercayaannya yang ada di perbatasan itu dengan orang yang sekarang berada di markas musuh.
"Saya menemukan sesuatu disini pak, coba bapak lihat" ucap Angel sambil menunjukkan hasil foto yang dia lakukan tadi.
"Apa ini?" Nicolas dan orang di sebelahnya bertanya secara serempak.
"Pak Danu sebaiknya pak Danu suruh anak buah kita untuk memanggil pak Bimo kesini, sebenarnya dia ada di di baraknya apa tidak, supaya bisa lebih jelas dari pada kita curiga terus"
"Siap pak laksanakan."
O... ternyata dia namanya Danu kenapa baru ngasih tahu author sih co.... Nico, author sampai bingung mau manggil apa sama dia, maaf ya pak Danu jika author baru tau nama pak Danu habisan Nicolas Ndak mau ngasih tau sama author siapa nama bapak sebenarnya 😁😁
Next...
Setelah apa yang di katakan Nicolas barusan, pak Danu pun segera keluar dan memanggil anak buahnya yang sedang bertugas malam itu, dia meminta Anak buahnya untuk memanggil pak Bimo datang ke markas.
Sementara itu orang yang disuruh memanggil pak Bimo, sudah sampai ke barak orang yang di maksud, kemudian diapun segera mengetuk pintu barak itu, tidak perlu menunggu lama pintu pun terbuka.
"Maaf Pak mengganggu istirahat bapak"
"Ada apa sepagi ini kamu datang ke barakku?" tanya orang yang tidak lain adalah Bimo
__ADS_1
"Maaf pak, bapak disuruh secepatnya hadir kemarkas, ada situasi darurat kata ketua"
"Situasi darurat? ketua? memangnya kapan ketua datang kesini?"
"Sayapun kurang tau pak, tapi yang jelas saat ini ketua sedang ada di markas, dan beliau tadi menyuruh pak Danu untuk memanggil bapak, agar bapak secepatnya datang ke markas"
"Baiklah, saya akan datang kesana secepatnya, kamu boleh pergi duluan"
"Siap pak laksanakan"
Kemudian penjaga itupun meninggalkan tempat itu, dan tak lama kemudian Pak Bimo menyusulnya menuju kemarkas. sesampainya di markas dia tidak mendapati atasannya, kemudian dia menanyakan kepada orang yang sedang bertugas di sana.
"Sal, apa benar ketua ada di sini?"
Orang yang di panggil sal itupun kaget dan segera berdiri memberi hormat.
" Iya pak, dan bapak saat ini sedang di tunggu di dalam"
"Baiklah trimakasih" kemudian Bimo pun menuju ke ruangan di mana saat ini ada Nicolas, angel dan Danu.
"Masuk"
kemudian Bimo pun segera membuka dan memasuki ruangan itu, dan benar saja yang di sampaikan penjaga tadi jika Nicolas sang ketua sudah ada di sana, Bimopun segera memberi hormat, sementara yang ada di ruangan itu merasa tidak percaya mereka saling pandang satu sama lainnya.
"Hormat ketua, maaf jika saya tidak mengetahui kedatangan ketua, maaf, jika boleh saya tau kenapa ketua berkunjung kesini secara mendadak?, apakah ada situasi darurat?"
" Ya benar, memang ada situasi darurat bahkan sangat darurat, Karen saat ini musuh kita sudah sangat dekat dengan kita, dan saya mendapat informasi jika mereka akan mulai bergerak pagi ini, tetapi mereka bergerak tidak serempak"
"Maksud bapak? tidak serempak bagai mana?"
" Mereka akan bergerak sedikit demi sedikit untuk memasuki wilayah kita setelah sesuai rencana, mereka akan menyerang kita dari 2 sisi jadi posisi kita akan terjepit diantara mereka."
"Apa?!, darimana bapak mendapatkan informasi itu dan apakah informasi itu bisa di percaya?, lalu kenapa bapak baru mengatakan setelah situasi mendesak seperti ini?"
__ADS_1
Berbagai pertanyaan di lontarkan kepada Nicolas oleh Bimo, diapun seketika menjadi panik, ketiga orang itu merasa heran dengan tingkah laku Bimo.
"Ada apa? kenapa kamu kelihatan sepanik itu, apakah ada sesuatu yang belum kami ketahui yang kamu sembunyikan?"
"Maaf pak, apa maksud bapak bertanya seperti itu kepada saya?,bagai mana saya tidak sepanik ini sementara, kita semua dalam bahaya dan kita belum memiliki strategi apapun untuk melawan mereka nanti"
"Untuk itulah kami memanggilmu kesini, karena selain kamu juga menguasai segala macam strategi, kamu juga sangat ahli dalam mengendalikan situasi yang sangat buruk sekalipun, kami sudah mengetahui bagai mana sepak terjangmu dan kami sangat percaya kepada kinerjamu." ucap Nicolas
"Tapi jika situasi begitu mendesak dan tiba-tiba ini, saya masih bingung dengan apa yang harus saya kerjakan" sambil terus mondar-mandir dan terus memijit pelipisnya, tiba-tiba dia membuka baju luarnya, dan tersisa baju dalam yang di kenalannya berupa kaus singlet berwarna coklat yang melekat di badannya.
Ketiga orang yang ada di sana secara serempak melihat kearah belakang punggung pak Bimo, kemudian mereka bertiga saling pandang karena tanda itupun ada sama pak Bimo.
"Pak Bimo maaf, apa boleh saya bertanya sesuatu?, tapi pertanyaan ini diluar pekerjaan kita saat ini." ucap Danu
"Iya pak Danu silahkan"
" Kalau boleh kami tau, Sebenarnya tanda apakah yang ada di balik punggung bapak itu?"
Bimo yang mendapat pertanyaan seperti itu sempat terlonjak kaget, bagai mana dia bisa seceroboh itu Samapi dia membuka baju dihadapan atasannya sendiri, sehingga atasannya mengetahui tanda yang ada di balik punggungnya saat ini. Padahal dia sudah berusaha menyembunyikan tanda itu dari siapapun, tapi sekarang dengan tidak sengaja dia sendiri yang menunjukkan tanda itu ke orang yang sangat berpengaruh di situ
bisa, bodoh bodoh bodaoh kau Bimo kenapa bisa sampai kau lengah seperti ini rutuk Bimo pada dirinya sendiri.
"Maaf pak ini hanya tanda lahir"
" Oh... tanda lahir ya?!" Nicolas tidak bisa percaya begitu saja karena Bimo nampak salah tingkah saat mereka menanyakan hal itu tadi.
Bagai mana mungkin jika tanda lahir bisa sama Persih dengan orang lain dan wajahnya, bagai mana mungkin wajah mereka bisa sama persis bahkan postur tubuh merekapun 100% sama, apa mungkin mereka kembar?, tapi walaupun mereka kembar tidak mungkin juga tanda lahir dan juga bentuk tubuh semuanya akan sama persis."
Lalu siapa sebenarnya mereka, lawan apa kawan? inilah yang membuat Nicolas jadi pusing
"Baiklah sekarang pak Bimo atur saja strategi, menghadapi lawan kita karena masih ada waktu kurang lebih 4 jam untuk kita mengatur strategi itu"
"Baik Pak, laksanakan!, jika begitu saya pamit untuk keluar, dan menyiapkan semuanya untuk nanti ". kemudian pak bimopun segera melangkah keluar meninggalkan tempat itu
__ADS_1
Sementara di dalam Nicolas memberi cod kepada Angel untuk terus mengawasi pak Bimo dengan drone mereka tanpa sepengetahuan pak Danu yang saat ini ada di dekat mereka,