
Sementara itu Rio yang saat ini sedang berkutat memprogram ulang kendaraan yang akan dia berikan ke paman dan bibinya dia pun masih terus mengutak Atik alat yang ada di sana karena memang banyak yang harus dia rubah, dari kecepatan, arah tujuan dan masih banyak lagi yang harus dia sesuaikan.
Setelah beberapa jam kemudian akhirnya kendaraan itupun sudah siap untuk di gunakan, kemudian Rio mencoba untuk menghidupkan kendaraan itu dan hasilnya pun sangat memuaskan baginya. Setelah semuanya siap di gunakan akhirnya Riopun kembali ke dalam kamarnya untuk menemui mamanya.
"Bagai mana hasilnya ma?"
Rio yang tiba-tiba muncul dan bertanya seperti itu membuat mamanya terkejut.
"Ya ampun sayang kamu membuat mama terkejut saja, hasilnya sangat mengagetkan, ternyata di markas pamanmu ada mata-mata musuh tapi untungnya dia tidak bisa masuk kedalam karena dia masih sebagai prajurit biasa dan tidak bisa keluar masuk dengan leluasa ke dalam markas utama."
"Wah kalau begitu kita harus segera memberi taukan paman tentang hal ini ma"
"Iya kamu benar dan masih banyak lagi informasi yang harus kita sampaikan padanya"
"Baiklah kalo begitu sekarang cepat kita sampaikan informasi ini kepadanya, ayo ma "
"Iya sayang ayo."
Kemudian keduanya segera keluar dari kamar Rio dan segera menuju ke ruang keluarga di mana mereka semua yang ada di situ masih tetap memperhatikan layar monitor yang memang dari tadi sudah menjadi pusat perhatian mereka.
"Bagaimana apa ada perkembangan dengan pergerakan mereka,?" tanya Rio
"Iya, mereka bergerak dengan cepat tapi kami belum mengetahui kemana tujuan mereka saat ini" ucap Nicolas.
"Mereka akan menyerang markas utama kalian" tiba-tiba Kiara ikut menyahut dengan perbincangan itu.
"Bagai mana kakak tau jika mereka akan menyerang markas kita?" tanya Nicolas.
"Ya, tentu kakak tau karena tadi waktu Rio memanggil kakak untuk membantunya ternyata dia meminta kakak untuk menyadap markas utama mereka, dan dari situlah kakak bisa tau semua pergerakan mereka"
"Apa ?! menyadap markas pusat mereka jadi kakak dan Rio tau mereka dari negara mana, dan bagai mana kakak bisa menyadap mereka sedangkan kita saja tidak ada yang tau mereka berpusat di negara mana" ucap Nicolas.
" Ya kakak sih cuma tinggal menyadap saja sedangkan yang tau semua itu ya hanya Rio tanyakan saja padanya" ucap Kiara
"Yo bag..." belum sempat Nicolas menyelesaikan kata-katanya sama Rio sudah langsung di potong.
__ADS_1
"Sudahlah paman, eh maaf disini saya harus memanggil anda dengan sebutan paman atau bapak? tanya Rio pada Nicolas
"Paman sajalah lebih enak, karena jika dengan menyebut paman bapak maka sikapmu akan berubah dingin dan Paman tidak suka melihat anak kecil yang sok dingin seperti itu" ucap Nicolas yang menyulut tawa orang-orang yang ada di situ.
"Baiklah paman sekarang paman dengarkan penjelasan mama karena yang menyadap tadi mama jadi mamalah yang bisa menjelaskannya" ucap Rio.
"Kakak juga faham masalah seperti ini?" tanya Nicolas lagi.
"Paman, paman mau jawaban dari pertanyaan paman barusan apa mau mendengarkan informasi yang lebih penting yang akan mama sampaikan pada paman?" tanya Rio dengan nada yang agak tinggi dan sikap dinginnya
"Udah sah datang dah beruang kutup ( menggerutu), iya iya masalah penting saja dulu silahkan kak" ucap Nicolas sambil melirik Rio dengan tajam Riopun membalasnya dengan tatapan dingi dan agak melebarkan matanya.
Sementara Kiara yang mengetahui hal itu hanya mengulas senyum dan menggelengkan kepalanya.
"Sudah-sudah kalian berdua tidak usah berdebat pertanyaanmu barusan akan kakak jawab nanti setelah kakak menjelaskan situasi yang menurut Kakan ini sangat darurat dan sangat penting untuk kamu ketahui,"
"Silahkan kak"
"Begini sesuai hasil yang kakak dapat dari penyadapan tadi mereka berasal dari negara M"
" Karena mereka tau jika pimpin kubumu tidak ada di tempat jadi mereka merencanakan untuk menyerang markas utama, dan yang lebih parahnya lagi perisai keamanan yang ada di markas telah mereka matikan"
Mendengar hal itu Rio sangat terkejut
"Kenapa mama tidak bilang dari tadi? kalau begini bisa gawat" ucap Rio dan segera mendekati angel yang sedang ada di depan monitor dan masih tetap berkutat dengan alat yang ada di sana.
"Maaf bibik, tolong minggir sebentar ada yang mau Rio kerjakan ini sangat darurat"
Akhirnya angelpun meninggalkan tempat duduknya dan di gantikan oleh Rio., dan Riopun segera mengecek keadaan markas melalui monitor itu entah apa yang dia lakukan tiba-tiba di monitor itu muncul gambar seperti benang yang bertebaran di mana-mana dan ada juga yang berkumpul menjadi satu.
"Pantas saja ada yang memurus salah satu kabel utama perisai perlindungan yang ada di markas, dan untungnya itu hanya bagian kecil saja dan bisa Rio aktifkan lagi dari sini tapi kalau bisa segera perbaiki dan sambung kembali kabel itu karena perisai sementara ini tidak terlalu kuat untuk menahan serangan jika kabel itu tidak tersambung"
"Bagai mana mungkin ada yang memutus kabel itu" tanya angel
"Mungkin saja , karena di sana , di markas kalian ada mata-mata musuh yang untungnya dia hanya perajurit biasa jadi dia tidak bisa keluar masuk markas utama dengan bebas"
__ADS_1
"Apa ?! mata-mata ?!" setempak Nicolas dan Angel berucap.
"Ya!, mata-mata, maka dari itu mereka tau jika kalian tidak ada di markas saat ini, dan pergerakan mereka sebenarnya sudah dekat karena mereka mulai bergerak saat kalian berangkat kesini dan pergerakan mereka baru di sadari oleh pihak kalian"
"Lalu apa yang harus saya lakukan saat ini, tidak mungkin juga jika kaminpulang sekarang karena saat ini sudah mulai gelap dan tidak mungkin ada pesawat menuju ke sana apalagi perjalanan kami tidak hanya cukup 1 atau 2 jam" ucap Nicolas dengan gelisah, ini adalah tanggung jawab dia, dia berdiri dan terus mondar mandir bak setrikaan sambil memijit-mijit pelipisnya .
"Sudah halus paman" ucap Rio tiba-tiba.
"Apanya yang halus bocah tengil" ucap Nicolas karena kesal
"Itu lantainya udah halus, dari tadi paman setrika dengan bejalan mondar-mandir apa panam tidak capek?" ucap Rio
"Kamu itu ya udah tau situasi genting seperti ini masih saja bercanda dasar beruang kutub" ucap Nicolas makin kesal
"Dari pada anda ketua Macam kumbang tapi sekarang kayak ayam mau bertelur saja" ucap Rio sambil menyunggingkan senyuman sinis.
"Ku...."
"Udah, apa paman mau berdebat dengan saya atau paman mau segera kembali ke markas ?" tanya Rio memotong kata-kata Nicolas yang baru mau dia ucapkan
"Ya kalo bisa segera kembali kemarkas karena ini menyangkut keselamatan banyak nyawa, memang kamu ada solusinya anak beruang kutub ?" ucap Nicolas.
"Enak aja kamu nyebut Rio anak beruang kutub memangnyabkamu pikir Abang kamu ini sama dengan beruang kutub gitu?" kali ini Andrian yang marah mendengar anaknya di bilang anak beruang kutub.
"He he sory bang habis Abang punya anak gitu-gitu amat"
"Sembarang kamu kalo ngomong"
"Jika paman mau pulang sekarang silahkan sud...."
"Kamu pikir ada pesawat yang menuju kesana di waktu seperti sekarang ini mana letak pulau ini jauh dengan pulau yang lain lagi, lagian kenapa sih kalian tidak pindah saja dari sini?" cerocos Nicolas.
"Dasar!, udah tua tapi tidak mau mendengarkan penjelasan dulu main potong saja omongan orang lain, makanya dengerkan dulu orang ngomong sampai selesai baru bisa komplen" ucap Rio sengit
"Oke oke, paman dengarkan dan cepat jelaskan bagai mana solusinya.
__ADS_1