
Riopun mendekati Anton yang sedang duduk santai di tepi pantai itu.
"Abang capek ya, Abang lapar?" tanya Rio.
"He he iya, maaf ya kalo Abang sudah tidak sabar ingin makan masakan ibu dan nenek membayangkannya saja dari tadi Abang jadi lapar sendiri"
"Ha ha ha, Abang ini ada-ada saja, kalau abang lapar ayolah kita pulang siapa tau mama sudah selesai masaknya, tapi kapan-kapan kita main lagi ya di pantai sambil nyari kerang lagi tapi bareng sama Andi dan Safitri ya bang biar seru"
"Iya" (akhirnya dia mau juga ngajak pulang) begitulah yang ada di dalam fikiran Anton saat ini, dia merasa lega karena Rio mengajak pulang atas inisiatif sendiri bukan karena Anton yang mengajak.
Walau sebenarnya hanya alasan Anton saja tadi jika dia lelah dan lapar, tapi kenyatannya adalah karena dia melihat jika kerang yang mereka kumpulkan sudah terlalu banyak bahkan lebih banyak dari yang Anton bawa tadi.
Anton segera berdiri dari duduknya, sambil membawa kerang yang mereka dapat, di berjalan menuju ke kendaraan yang dia letakkan di bawah pohon kelapa, pohon kelapa itu belum terlalu tinggi tidak sama dengan pohon kelapa yang lain yang tingginya hampir sekitar 6 meter, sedangkan pohon kelapa yang itu tingginya hanya sekitar 2 meter dan buahnya begitu lebat, karena masih rendah Maka dibawah pohonnya pun masih teduh karena daun-daunnya yang rapat.
"Bang kita ambil kelapa muda yuk, pasti enak di buat minuman dingin nanti"
"Oh... pasti itu, mau berapa biar Abang ambilkan?!" walaupun tau jika di rumah neneknya sudah membuat es buah tadi, namun supaya Rio tidak merasa kecewa akhirnya Anton pun menyetujui usul Rio.
"Em.... berapa ya , bagai mana kalau satu tandan itu Abang ambil semua saja"
"Ndak usah banyak-banyak Yo nanti kalau Ndak habis siapa yang mau makan, kan kasihan kalau sampai di buang"
"Iya juga ya bang, kalau begitu Abang ambil saja tiga kayaknya cukuplah, tapi kita kan nambah orang juga bang"
" udahlah kita bawa 3 saja, Abang baru ingat jika tadin nenek sedang bikin es buah di rumah, nah kelapa mudanya nanti bisa di campurkan dengan es buah itu kan jadi banyak"
"Iya benar bang kalau begitu Abang ambil 3 saja ya, sisanya bisa kita ambil kapan-kapan lagi"
Anton merasa lega, Karena otak jenius milik Rio sedang tidak diaktifkan oleh orangnya, jadi dia bisa berbicara sebagai kakak kepada adiknya, jika otak jeniusnya sudah diaktifkan lagi oleh Rio maka dialah yang akan di nasehati oleh Rio.
Antonpun segera memanjat pohon kelapa itu untuk mengambil buahnya yang masih muda, setelah dapat buah yang dikira sedang tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda antonpun segera menjatuhkan 3 butir kelapa muda itu.Lalu mereka berduapun segera melajukan kendaraannya untuk menuju ke rumah.
Sementara itu di rumah, nampak Andrian dan Bimo sedang ngobrol di ruang tamu.
__ADS_1
"Ternyata lahan tuan di sini sangat luas juga ya, semua kagum sekali, hanya dia orang yang mengerjakan tapi bisa membuka lahan seluas ini" ucap Bimo.
"Sudah saya katakan sebelumnya,jika bukan hanya kami berdua yang mengerjakannya tapi di sini semua orang terlibat, bahkan bukan hanya orang saja, mesin-mesin ciptaan anak saya juga terlibat, bahkan merekalah yang berperan sangat besar dari semua ini"
"Mungkin masih banyak lagi keistimewaan dari pulau ini yang belum kita ketahui " tiba-tiba Bima berucap
Dari semenjak datang ke rumah itu Bima sangat jarang mengeluarkan suara , tapi kali ini dia berbicara dengan lancar. Andrian dan Bimo sangat senang mendengar semua itu.
"Kamu sudah bisa bicara dengan normal saudaraku?, aku sangat senang sekali"
"wah... perkembangan yang luar biasa, selamat ya tuan...."
"Bima tuan" ucap Bima.
"Oh iya tuan Bima, lalu bagai mana dengan kondisi tubuh and apakah sudah merasa lebih baik saat ini?
"Ya tuan, saat ini tubuh saya sudah lebih bertenaga jika di bandingkan dengan sebelumnya"
"Baguslah kalau begitu, berarti pengaruh serbuk itu sudah mulai berkurang, mungkin nanti jika anak saya sudah memberikan penawar lagi maka anda akan sehat seperti sedia kala"
"Maaf sebelumnya, karena ini sudah hampir waktu makan siang apakah tidak sebaiknya anda berdua, membersihkan diri dulu lalu beristirahat sebentar sambil menunggu makan siang kita siap nanti?, karena saya juga mau memberikan diri dulu, sudah gerah sekali badan saya rasanya"
"Iya tuan, anda benar"
"Kalau begitu anada bisa membersihkan diri di kamar anda yang sudah di siapkan, dan di sana juga sudah terdapat beberapa baju untuk ganti, dan saya juga pamit sebentar kita bisa bertemu nanti di meja makan, permisi," Andrianpun segera berlalu menuju ke kamarnya.
Sementara Bimo segera mendorong kursi roda yang di duduki Bima menuju kekamar yang memang sudah di sediakan untuk mereka. Tak lama kemudian Anton dan riopun datang dan langsung menuju ke ke dapur.
"Assalamualaikum, ma..." cicit Rio agak keras.
"Astagfirullah haladim nak...., wa'alaikumsalam warohmatullah....kamu bikin mama kaget saja, dari mana? tanya kira pura-pura tidak tahu.
"Rio sama Abang dari pantai ma cari kerang lagi kata Abang tadi jika kerangnya kurang untuk masak sore jadi kami nyari lagi, itu ma kami dapat kerang banyak kali ini, tapi lebih banyak riolo yang cari karena abang, banyak duduk, katanya capek dan lapar" cicit Rio panjang lebar.
__ADS_1
Sementara Kiara hanya tersenyum dan memandang kearah Anton yang di balas dengan senyuman juga oleh Anton, Kiara tau jika Anton melakukan hal itu karena ingin menghilangkan rasa kesal yang Rio rasakan sebelumnya, dan Anton yang kata Rio banyak duduk pasti karena dia melihat jika kerangnya dia rasa sudah cukup banyak jika dia juga ikut nyari maka yang ada kerang itu akan terlalu banyak dan ujung-ujungnya nanti tidak terolah dan terbuang.
"Ya sudah sana mandi dulu, lihat itu bajumu basah dan kotor semua, pasti badanmu terasa lengket" ucap Kiara.
"Tapi ma, kata Abang tadi nenek bikin es buah, maka aku tadi minta tolong Abang untuk mengambilkan kelapa muda, itu kelapanya ada di luar,"sambil menunjuk keluar
"Iya nanti biar papa yang membelahnya"
"Biar saya saja bu" ucap Anton
lalu antonpun segera mengambil golok untuk membelah kelapa itu.
"Bang airnya sisihkan ya yang satu"
"Untuk apa?"
"Mau Rio uji coba"
"Udah mulai dah" gumam Anton " iya" kemudian Anton pun akhirnya mengiyakan juga permintaan rio.
"Udah sana cepat mandi " ucap Kiara.
Setelah kepergian Rio, Kiara mendekati Anton
" memang benar bang tadi yang di katakan Rio jika Abang bilang kerangnya kurang gitu"
"Iya Bu, maaf Anton hanya berusaha menenangkan Rio biar tidak marah lagi, dan saat saya mengatakan hal itu tadi, ibu tau tidak dia sangat senang dan semangat sekali saat mencari kerang makanya saya hanya diam duduk di pantai saja, saya biarkan Rio mencari kerang sendiri supaya dia merasa puas dan tidak kecewa lagi. karena jika saya ikut membantu hasilnya pasti akan lebih banyak lagi."
"Iya, ibu tau, terima kasih ya sudah bisa mengerti diri Rio"
"Dia kan adik saya Bu, dia juga sering bantu saya, jadi apa salahnya jika sekali-kali saya menyenangkan dia"
"Terima kasih nak" sambil membelai lembut rambut Anton " sudah sekarang cepat kamu belah kelapanya dan kasihkan ke nenek biar di campur sama es buah yang tadi"
__ADS_1
"Iya bu" kemudian Anton segera membelah buah kelapa muda itu.