
"Kau! Jangan melewati batas ya! Awas saja kau!" ucap Hanna dengan melotot.
Nicholas takut?
Tentu tidak, ia malah tertawa kecil melihat tingkah Hanna. Hanna yang terlihat kesal membuat Nicholas semakin ingin menggodanya lagi dan lagi.
"Kalau kau yang melewati batas bagaimana?" tanya Nicholas dengan tatapan mengejek.
Hanna pun menatap Nicholas dengan kesal, "Aku? Itu tidak akan terjadi."
Hanna dengan percaya dirinya tidur memunggungi Nicholas. Akan tetapi, Hanna terus merasa gugup hingga tak bisa tidur karena ada Nicholas disebelahnya.
Nicholas yang juga tak bisa tidur hanya diam menatap langit-langit dengan sesekali mencoba memejamkan mata. Ia benar-benar tak terbiasa tidur dengan wanita meski ia sendiri sering menemani Zahra tidur.
"Kau, sudah tidur?" tanya Hanna pelan.
Nicholas membuka matanya dan melirik ke arah Hanna. Hanna masih memunggungi Nicholas.
"Belum," sahut Nicholas singkat.
Hanna pun mulai mengoceh bercerita tentang banyak hal. Apapun yang muncul dalam pikiran ia ceritakan kepada Nicholas tanpa ragu. Sepertinya Hanna mulai mencoba untuk menerima Nicholas.
Nicholas pun fokus mendengarkan sambil sesekali menyahuti cerita Hanna yang sebenarnya entah membahas apa. Tapi, untuk menghargai Hanna, Nicholas rela mendengarkan semua cerita absurd Hanna yang random.
__ADS_1
Setelah mengoceh begitu lama, Hanna pun tertidur tanpa sadar. Nicholas juga mulai berusaha memejamkan matanya. Akan tetapi, ditengah usahanya untuk tidur Nicholas kembali terbangun karena ditendang oleh Hanna. Gaya tidur Hanna yang tak beraturan membuatnya melewati batas yang ia buat sendiri.
"Aih, aku pindah ke sofa saja lah." ucap Nicholas berjalan sempoyongan menuju sofa.
Nicholas pun merebahkan dirinya di sofa. Ia akhirnya tertidur sambil menatap Hanna yang tidur begitu lelap.
Nicholas yang baru tertidur pun harus terbangun lagi karena Hanna yang mengigau. Ia bahkan berjalan ikut tiduran di sofa menimpa Nicholas. Nicholas reflek mendorong Hanna hingga jatuh ke lantai. Tapi, untungnya Hanna tidak terbangun dan malah lanjut tidur.
"Wah, dia benar-benar tukang tidur."
"Menyebalkan, tapi lucu." sambung Nicholas menghela napas.
Nicholas pun menggendong Hanna kembali ke ranjang. Ia tak mungkin membiarkan Hanna tidur di lantai.
"Tidurlah dengan baik," ucap Nicholas sembari mengelus rambut Hanna.
"Semuanya akan baik-baik saja, Hanna."
"Jangan pergi," gumam Hanna mengigau.
Nicholas tersenyum lembut, "Baiklah, aku tak akan kemana-mana."
Untuk sesaat, Nicholas menemani di samping Hanna. Ketika ia merasa Hanna sudah kembali terlelap, ia pun kembali ke sofa.
__ADS_1
Nicholas tetap tidur di sofa karena ia tak mau ketika Hanna bangun ia kena amukan Hanna. Yang padahal Hanna sendiri yang melanggar batas karena gaya tidur absurdnya itu.
Nicholas menatap langit-langit kamar, ia sesekali berpikir tentang semua cerita Hanna yang tadi ia ceritakan.
"Sebenarnya, apa yang ingin kamu sampaikan, Hanna." gumam Nicholas.
Tanpa sadar, mata Nicholas perlahan-lahan terpejam. Ia larut dalam tidur panjang yang damai. Saking damainya hingga membuatnya mengorok.
Untungnya, Hanna yang kebo tak terbangun karena suara ngorok Nicholas yang begitu menggelegar.
...****************...
"Haih, anak itu. Apa boleh buat, aku tak mau dimaki-maki Emily di surga nanti," dumel Hamilton sambil mengurusi kekacauan yang dibuat oleh Zicho.
Zicho sang tersangka malah asik bermain game bersama asistennya. Ia kabur hanya karena tak ingin uangnya berkurang sedikitpun.
"Kau habis berbuat ulah ya?" tanya asisten Zicho.
"Tidak, aku hanya bermain di rumah Bella." sahut Zicho singkat.
Asisten Zicho hanya bisa menghela napas. Ia benar-benar tak mengerti pola pikir Zicho yang nyeleneh itu.
"Balik sana. Katanya mau nyari adekmu yang ilang," suruh asisten Zicho sekalian mencibir.
__ADS_1
Zicho yang merasa hatinya tertusuk oleh cibiran asistennya pun merasa kesal. Tatapan Zicho yang tajam berhasil membuat asistennya bungkam. Tapi, tentu saja Zicho lebih memilih pulang untuk memikirkan cara bagaimana untuk mencari adiknya yang hilang sudah sangat lama. Dia tak punya petunjuk apapun mengenai adik perempuannya itu.
Pikiran Zicho melayang ingat bahwa ayahnya pernah bilang bahwa Hanna mirip dengan mendiang ibunya. Lantas ia bergegas mencari foto ibunya.