Marry Mr. Nicholas

Marry Mr. Nicholas
Bab 57


__ADS_3

"Hanna, kamu jangan masuk dulu. Mr Nicholas sedang ada tamu."


"Siapa memangnya kak?"


"Investor. Dia terkenal sangat mesum dan genit. Aku diminta melarangmu masuk," sahut sekretaris.


Selang tak lama, terdengar suara gaduh dari dalam ruangan Nicholas. Hanna yang panik pun menyerobot masuk ke dalam ruangan Nicholas.


Ketika Hanna masuk, ia sangat terkejut karena suaminya sudah di tahan. Sedang tatapan investor itu terus tertuju pada Hanna. Akan tetapi Hanna mengabaikannya.


"Yo, Nicholas. Kamu menyimpan wanita cantik begini tak mau membaginya denganku ya?" Tanyanya pada Nicholas.


"Hanna, keluarlah. Aku tak apa."


"Apa yang kau katakan itu, bodoh!" Sahut Hanna kesal.


Hanna menatap tajam investor itu. Dalam hitungan detik, Hanna menerjangnya sekuat tenaga. Hanna juga memanggil para bodyguard untuk datang.

__ADS_1


Hanya dengan sekali terjang, investor itu tumbang dan bodyguard yang menahan Nicholas pun berhasil Nicholas lumpuhkan.


"Tuan, maaf ya jika menyakitkan. Aku hanya ingin melindungi suamiku yang sangat lemah dan malang itu," ucap Hanna mengejek sang investor.


Sedangkan Nicholas, ia terus menatap Hanna dengan tatapan tajam. Ia marah karena Hanna tak mau menurut dengan perkataannya dan juga mengatai dirinya lemah.


Tapi Nicholas sadar, ini bukan saat yang tepat untuk marah kepada Hanna. Prioritasnya sekarang adalah menyelesaikan urusan bisnis dengan investor pembuat onar itu. Lalu menjebloskan mereka ke penjara atas semua tindakan curang yang mereka lakukan dalam bisnis. Tentu saja Nicholas sudah mengumpulkan bukti dan informasi yang berguna agar mereka mendekam di penjara dalam waktu yang cukup lama.


Tak butuh waktu lama, urusan bisnis pun selesai dan tinggal menunggu polisi datang untuk membawa para bedebah itu. Hanna terus mengawasi di dalam ruangan, takutnya para bodyguard Nicholas lengah. Sedang dirinya yang mahir beladiri tentu tak takut pada para bedebah semacam mereka.


Sesekali Nicholas melirik Hanna yang tampak sangat serius mengawasi. Sisi Hanna yang seperti itu benar-benar sangat jarang dilihatnya dan hal itu mampu mencuri perhatian seorang Nicholas yang awalnya hanya iseng mengajaknya nikah kontrak sebagai ganti rugi karena membuat mobil mahalnya baret.


Investor mesum itu mendengar gumaman Nicholas pun jadi menoleh mengikuti arah pandang Nicholas.


Nicholas yang menyadarinya pun langsung bangkit dan berdiri di depannya.


"Hei, minggirlah. Kau menghalangiku," protesnya.

__ADS_1


"Kau lihat apa?" Tanya Nicholas penuh intimidasi.


Mendengar suara Nicholas, ia langsung mendongak. Dan benar saja, Nicholas lah yang berdiri di depannya. Dengan cepat ia berpaling karena takut dengan sorot mata Nicholas yang sangat tajam.


"Kalian berempat, awasi mereka dengan baik. Aku keluar dulu sebentar," perintah Nicholas kepada bodyguardnya.


Nicholas pun langsung menarik Hanna untuk keluar dari ruangan.


"Ikut aku," ucap Nicholas menarik Hanna tanpa meminta persetujuan.


"Kamu, pergi jemput polisi di lobby."


Sekretaris yang di suruh pun langsung pergi meninggalkan Nicholas dan Hanna berdua saja. Ia langsung paham maksud hati bosnya itu.


"Sayang, ku lihat semakin hari kamu semakin tak patuh." Ucap Nicholas penuh penekanan.


Hanna hanya menatap bingung Nicholas karena ia tak merasa bahwa ia melakukan kesalahan. Hanna yang masih tak paham pun hanya bisa planga-plongo mendengarkan omelan Nicholas yang penuh makna tersirat.

__ADS_1


Nicholas terus saja mengomel tanpa mengatakan dengan jelas kesalahan Hanna. Hingga akhirnya omelannya terpaksa terhenti karena polisi sudah datang. Tanpa banyak basa-basi, mereka melakukan tugasnya dengan hati-hati. Nicholas pun mempersilakan dengan senang hati.


__ADS_2